
Baixian menyilangkan kakinya terus memberitahu kalau sebenarnya Raja Fairy Snow, Aincrad hampir saja melakukan kesalahan konyol yaitu mengkhianati mereka. Baixian berani bersumpah melihat sekilas ekspresi dingin menghiasi wajahnya dan hendak memberikan perintah buat menghabisi Lian dan Baixian.
Untungnya Putrinya segera memintanya berhenti serta mengingatkannya mengenai balas budi, Jenderal pasukan pengepung ikut memberikan desakan sampai akhirnya Raja setuju bahkan memberikan pertolongan perawatan atas luka – luka yang diderita oleh Bing Lian.
“Jika bukan karena anak gadisnya dan Taichu—“
“Taeral....” Lian membenarkan.
“Ya itu maksudku, aku pasti menghabisi keparat pengecut tersebut”
“Kau yakin mampu keluar utuh dalam kondisi kemarin?”
“Setidaknya aku bisa mencoba, kehilangan beberapa anggota tubuh sebagai gantinya bukanlah hal buruk” sahut Baixian cuek.
“Lalu tentang Eva?”
“Entahlah....apa semua perempuan memang aneh ya? Dia menolak bicara sejak kejadian itu terus selalu kemari mengunjungimu hampir tiap jam kau tau? Membuatku benar – benar pusing dibuatnya”
Meski berkata demikian Lian sadar jika Baixian kurang lebih mengerti mengapa Eva bersikap demikian, ia nampaknya sangat terpukul begitu sadar mendapati tangannya berlumuran darah terutama milik sang penyelamat. Kemungkinan besar keputusannya untuk diam adalah bentuk dari rasa bersalah.
Cukup sekali lihat mereka berdua dapat menyimpulkan Eva sangat – sangat dilindungi oleh ayahnya, Aincrad sepertinya membatasi pergerakan serta kegiatan yang boleh dia perbuat. Makanya ketika pertemuan awal ada ketakutan terpancar melalui matanya saat menatap Bing Lian, tetapi posibilitas lainnya bisa jadi karena pengalaman pertamanya bertemu Manusia tidaklah baik. Menurut prediksi Lian sendiri itu merupakan momen pemasangan Cursed Item oleh anggota Black Graveyard Sect.
“Aku sudah menceritakan seluruh bagianku, sekarang giliranmu”
“Apa?”
“Jangan malah balik bertanya! Cepat beritahu aku semua detail sejak aku hibernasi! Bagaimana kau yang semula ingin berkunjung ke Frozen Swan River malah berakhir di tengah – tengah Kerajaan para kecoak bertelinga panjang ini!” Baixian menunjuk hidung Bing Lian menuntut penjelasan.
“Mmm....ceritanya panjang, aku bingung harus memulainya dari mana”
“Persingkat saja! Kau pasti bisa, lagi pula kau Cultivator berjuluk Ice Emperor”
“Hubunganya apa sialan?” ujar Lian perlahan bersandar ke dinding.
Karena paksaan mau tidak mau Bing Lian menjabarkan segala kejadian mulai dari memasukan tubuh Baixian menuju Earth Gods Teapot agar lebih mudah menjalani kenaikan tingkat, hingga penyerangan pasukan Fairy Snow kemudian pembongkaran rencana adu domba sekte Corpse Emperor yang akhirnya membuat Lian memutuskan berangkat kemari sebagai utusan dengan misi mendamaikan kedua pihak.
Baixian menyerap segala informasi barusan dalam diam, namun hal paling menarik dan mencuri perhatiannya adalah mengenai Dimensional Realm letak Sacred Tree Cave Pound juga tindakan licik Black Graveyard Sect.
“Agate Wood? Aku sendiri bahkan belum pernah melihatnya”
“Sama, aku cuma sempat menemukan gambarnya pada sebuah buku”
“Sangat misterius....oh iya? Apa kau tak punya rencana membuat perhitungan dengan Gui Dong? Aku bisa menggantikanmu kalau kau mau” Baixian meliriknya sembari mengelus dagu.
“Hehehe....kau akan kalah menghadapinya, maaf bukan bermaksud meremehkanmu. Kemampuanmu belum kembali seperti dulu, terlebih Saudara Gui mempunyai kelompok Undead Monarch yang mampu mengimbangi kalian berlima dahulu”
“Itu karena mereka keras kepala dan tidak mengikuti arahanku!”
“Apapun alasannya, kegagalan tetap kegagalan. Jangan khawatir, aku tidak akan terluka lagi. Perhitunganku hanya sedikit meleset akibat terlalu percaya diri telah berlatih Tortoise Shell”
Bing Lian sangat mengerti penyebab Baixian mengatakan hal tadi bertujuan demi melindunginya, jika Tuannya tersebut mempunyai praktik layaknya lima ratus tahun lalu ia mungkin tak bakal mencemaskannya, atau minimal kalau kelima hewan suci berkumpul setidaknya dia dapat bernapas sedikit lebih lega sebab tidak bekerja sendirian.
“Huh!? Silahkan bersikap sok kuat sesuka hatimu, untung seranganya masih meleset dari jantung meski mengenai organ – organ vital. Seandainya kau melapisi kulitmu dengan Qi mustahil kejadaiannya begitu, namun kau malah lebih berfokus kepada pelepasan Cursed Item gadis itu”
“Ya mau bagaimana lagi? Kondisinya kritis”
“Pikirkan keselamatanmu dahulu!”
“Kau makin terdengar mirip Chyou kau tau?” goda Lian jahil.
“Jangan samakan aku dengannya brengsek! Ckkk...!? Oh iya kau bilang sebelumnya bingung mengenai catatan pribadimu sampai ke tangan Frozen Swan River bukan?”
“Ahh....padahal seingatku selalu kusimpan dalam Galaxy Ring”
“Hah? Kau nampaknya lupa ya?”
“Hmm?”
“Setauku kau pernah menitipkannya kepada Zhuque” Baixian memiringkan kepala bingung.
“Eh?”
><
“Mmm? Kau perlu sesuatu Zhuque?”
“Eto....bagaimana kabar buku yang sedang kau tulis?”
“Hampir selesai, aku tinggal menambahkan sentuhan akhir dan mengedit isinya. Kenapa?”
“Eeee....aku ada saran, gimana kalau kau menitipkannya padaku jadi ketika kau hendak menulis pelengkap kau hanya perlu memanggilku? Tidak usah repot membawanya kemana – mana....he...hehehe....”
“Oke....jangan sampai lecek ya”
Bing Lian menjambak rambutnya sendiri hingga beberapa helai putus, benar juga. Setelah Baixian membahasnya sepertinya memang kejadian demikian sungguh pernah terjadi dahulu, ia benar – benar tak mengingat momen tersebut apalagi waktunya berdekatan dengan keputusannya menghadapi Demon King. Perhatianya teralihkan sampai melupakan kalau sempat menitipkannya ke Zhuque, salah satu dari Lima Hewan Suci miliknya.
“Masasih....? Jangan – jangan dia—“
“Benar. Menggadaikannya untuk bermain judi, aku memergokinya pulang sambil menangis sebab tabungannya kosong melompong” timpal Baixian menyaksikan Tuannya bangkit dari kasur secara terburu – buru.
“Huhhhh.....ZHUQUE.....!!!”
Teriak Lian kencang kemudian menyebabkan udara bergetar di sekitar Emberfrost, para Fairy Snow berlarian keluar rumah karena masing – masing mengira ada Demonic King Beast muncul menyerang kota mereka. Namun ternyata kondisi masih aman sentosa, menyadari asal datangnya suara tadi adalah tempat perawatan Eva berlari khawatir meninggalkan ruang tahta.
Pada sebuah rumah mewah nun jauh di selatan Benua Huawai, seekor burung yang tertidur lelap beralaskan kasur berkelambu merah tiba – tiba bangkit dengan seluruh bulu berdiri. Menyaksikan tingkah anehnya terdengar pertanyaan lembut seorang perempuan dekat makhluk itu berada, “Anda baik – baik saja Tuan?”,
“Eh? Ah....iya tidak apa – apa, maaf mengganggumu. Hanya saja entah mengapa punggungku terasa begitu dingin....” sahutnya tertawa hampa, ia mengerjapkan mata penasaran mengapa firasatnya buruk sekali akhir – akhir ini.
><
“Aku bakal mencabuti bulunya satu per satu sambil merapalkan Mind Crusher untuknya, lihat saja kau Unggas Tukang Judi keparat....” Lian bergumam pelan lalu menggemertakan tulang – tulang kepalan tangannya.
“Eeee....apa harusnya aku tidak memberitahumu ya?”
“Baixian!? Lupakan semua agenda kita! Sesudah menemui Sarjana Yao waktunya mencari si busuk itu walau harus ke ujung dunia”
“Memangnya kau tau ia di mana?”
“Persetan, kalau perlu aku akan mengerahkan intel Noble Treasure Shed buat mencarinya. Hehehehe....”
‘Ah....maaf kawan, nampaknya kau sebaiknya bersiap menerima konsekuensi menyebabkan Tuan kita marah’ batin Baixian usai bergidik mendengar tawa dingin Bing Lian.
Bunyi langkah terburu – buru mendekat memaksa keduanya kembali menuju posisi semula, Eva muncul lalu bernapas lega melihat mereka masih aman tidak terluka. Dia cepat menghampiri tempat tidur Lian terus bertanya menggunakan bahasa isyarat.
“Kalian merasakan gempa aneh barusan?”
“Ah...ahahaha mungkin terdapat sekumpulan Demonic King Beast tengah bertarung dekat sini, Raja bilang apa merespon permintaanku?” Lian cepat – cepat mengalihkan pembicaraan sembari bertukar pandang panik dengan Baixian.
“Hari ini dia sedikit sibuk, tetapi beliau berjanji menyempatkan diri mengobrol bersamamu besok”
“Syukurlah, terima kasih atas bantuanmu Tuan Putri”
“Sama – sama, tidak perlu sungkan”
“Anda....sebaiknya bicara kembali, sayang jika suara indah layaknya milik anda disia – siakan”
“Aku....butuh waktu berpikir dulu” balas Eva sedikit kaku.
“Mmm....atau begini saja, bagaimana jika aku mengajari anda bahasa Manusia?”
Author Note :
Happy New Year semuanya! Semoga semua keinginan kalian di tahun 2023 ini segera tercapai! Aminnn....!
Ch.193 (255)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 62 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).