The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 287 - Membelot



Purple Flame yang digunakan oleh Yao Sheyan sendiri termasuk dalam kategori perubahan jenis sihir api Constructive, makanya meskipun terlihat begitu efektif menghadapi Dao Beast seperti Medusa panasnya tidak melukai dirinya atau rekan – rekannya padahal Lian maupun Bubu berada cukup dekat dengan jurusnya.


Karena sebenarnya Purple Flame biasanya dipakai khusus untuk kebutuhan penyembuhan dan pemasakan pil tanpa kuali, menyadari betapa berbahayanya kemampuan Yao Sheyan hampir semua jenderal Medusa berfokus ke arahnya. Selain mereka kumpulan tahanan bekas orang – orang membuat kontrak bersama Medusa juga ikut menyerbu lagi saat merasakan Purple Flame si gadis menghilang.


Sheyan melapisi kedua tangannya mememakai Purple Flame terus menunjukan keahlian bela diri tinggi, dia bergerak berbekal ilmu meringankan tubuh menghindari sergapan – sergapan lawan sekaligus melepaskan serangan balik berbunyi keras. Tiap tersentuh telapaknya maka beberapa langsung tumbang seolah otot masing – masing berhenti berfungsi.


Titik – titik gosong gelap perlahan menghiasi kulit Medusa sehingga akhirnya dia tidak tahan kemudian menarik para boneka bodoh kurang berguna tersebut, sewaktu Yao Sheyan hendak mengejar sebab tau tindakannya mencederai ketua pihak seberang. Sabetan sepasang bilah pedang serta tombak memaksanya melakukan gerakan kayang sebelum berjungkir balik mundur.


Ternyata belum berhenti sampai di sana, muncul anggota lain mengapitnya lalu mengincar lehernya tanpa memberikan kesempatan bereaksi. Sheyan mengumpat atas kecerebohannya terpancing umpan musuh terus memejamkan mata bersiap menunggu datangnya rasa sakit, untungnya tiba – tiba kepalanya ditundukan seseorang hingga terhindar dari maut.


“Permisi....maaf ya Nona Yao, Phoenix Wing Second Style – Twin Meteorite.....”



BUAKH!!! WUSH....!!!! BRRRR.....!!!


Bing Lian bertumpu dengan tangan memegang ubun – ubun Yao Sheyan sambil melepaskan tendangan mematikan mustahil dihindari. Anak buah Medusa yang terkena mencoba melindungi diri memakai gagang senjata namun tetap gagal, telapak kaki Lian menghantam perut keduanya sampai terpental menabrak dinding.


Mereka memuntahkan darah segar dalam kondisi sekarat, pada lokasi bekas sepakan Lian mendarat muncul asap aneh soalnya usai diperhatikan bagian bawah badannya terlapisi Qi mirip kobaran api. Bahkan Sheyan ketika hendak protes terhadap perbuatannya terdiam menyaksikannya karena baru pertama kali mendapati hal janggal begitu.


“Baiklah, aku bukannya mau terlihat keren atau apa sayangnya menonton gadis bertarung sendirian agak menggangguku. Tapi demi menghormati keputusanmu mulai sekarang aku tidak bakal melindungimu lagi”


“Ta—“


“Tadi pengecualian oke? Selanjutnya sebaiknya kalian jadikan ini sebagai pelajaran” Bing Lian memotong ucapan kesal Yao Sheyan dan berfokus ke kelompok Medusa. Dia menunjuk para korban teknik Body Refining miliknya.


“Apa maksudmu?”


“Aku beri penawaran terakhir, siapapun yang ingin bebas dari kutukan silahkan menyingkir serta jangan ganggu aku. Bergabunglah bersamaku menuntaskan sumber masalah....atau bersiaplah untuk mati”


><


“Pfttt.....huahahahaha.....”


Medusa tertawa lepas melihat Lian menodongkan ujung pedang menuju arahnya, ia mengerti permainan bocah tersebut. Kata – katanya malah makin menguatkan dugaan Medusa jika dia cuma menggertak, menurutnya Ice Emperor penipu dihadapannya mau memanfaatkan bawahan – bawahannya buat balik melawannya karena perasaan dendam terhadap kutukannya dulu.


“Tindakanmu sia – sia keparat kecil, mereka adalah hambaku paling loyal. Telah menemaniku ratusan tahun lamanya, kau kira ancamanmu berpengaruh hah?” cemooh Medusa meremehkan.


“Sayang sekali....”


Bing Lian menghela napas panjang agak kecewa mengetahui tidak satupun ingin kembali menjadi manusia, sebab satu – satunya cara mewujudkannya adalah menghabisi Medusa. Saat Lian baru menurunkan senjatanya secara mengejutkan ada sesosok individu melangkah menghampirinya dan menyebabkan seluruh ruang tahta sunyi senyap.


Wanita bersisik ular ini membuka tudung yang menutupi wajahnya terus menatap Bing Lian ragu – ragu, ia tersentak disusul tubuh gemetar usai mendengar gebrakan waktu Medusa bangkit berdiri dari singgasananya sulit mempercayai pengelihatannya.


“Ugh....a...ak...aku....tak tau apa kau masih mengingatku, tetapi tolong....keluarkan aku. Aku mohon....”


Pilihan Kirka mengejutkan bukan Medusa seorang, rekan – rekannya pun bahkan Yao Sheyan memasang ekspresi heran. Soalnya perempuan tersebut selama mengabdi terkenal patuh juga paling dekat hubungannya dengan Medusa, Kirka hampir menangis ketakutan kemudian mulai menyesali keputusannya saat Lian memiringkan kepala menatapnya seolah memang sejak awal berharap setiap anak buah Medusa mustahil beralih pihak.


Sekarang sudah terlambat mundur, diam saja belum tentu Bing Lian membantunya sementara jika berbalik Medusa bakal menghabisinya karena ia dicap sebagai pengkhianat. Masih murka atas perilaku Kirka, Medusa menggapai pisau melengkung panjang lalu melemparkannya secepat kilat. Satu – satunya cara agar dirinya puas adalah mencabut nyawa pelayan biadab itu.


“HEH!? KYAAA....!?’


SYUU....! TRANG!!!


“Maaf maaf.....aku melamun soalnya tidak menyangka akan menemui wajah familiar di sini. Aku butuh sedikit waktu mengenalimu....tapi aku masih ingat kok. Kakak....yang pernah memberiku makanan dan minuman dulu bukan? Dekat kota Huinan....” Lian menoleh sembari tersenyum ramah selesai menghalau serangan Medusa.


Bing Lian berkata demikian bukan sekedar menghibur atau basa – basi melainkan sungguh – sungguh baru menyadarinya, momen tersebut terjadi pada masa awal dia berkelana mencari guru sekitar satu tahun setelah pergi meninggalkan kediaman Mao Peng. Selama perjalanan sebelum bergabung dalam Ten Guardian Lantern, Lian sempat menolong beberapa desa terdesak akibat serbuan ras Demon meski umurnya sangat belia. Suatu ketika ada seorang gadis remaja memberinya bekal sebagai bentuk balas budi menolong warga tempatnya tinggal.



Orang itu adalah Kirka, tentunya sebelum penampilannya berubah layaknya sekarang. Nampaknya banyak hal terjadi setelah pertemuan terakhir keduanya makanya Bing Lian agak termenung membongkar memorinya mencari dimana ia pernah melihat muka si perempuan, sebab kejadiannya bisa dibilang memang sudah lama sekali bahkan nyatanya terdapat di kehidupan pertama Lian.


Kirka mengangguk berlinang air mata terharu Bing Lian ternyata tak melupakannya, awalnya dia sempat ragu identitas bocah pendekar tersebut merupakan pemuda yang berdiri memunggunginya. Namun dengan ucapannya barusan Lian mengkonfirmasinya sendiri, Bing Lian perlahan kembali menatap Medusa dingin.


Semisal Kirka tidak menyapanya dahulu Lian mungkin tanpa sengaja menghabisinya, berkat reuni mengejutkan ini Bing Lian makin punya alasan kuat melawan Medusa. Hawa membunuh pekat perlahan merembes dari badannya membayangkan betapa tersiksanya Kirka diperbudak oleh Medusa selama ratusan tahun.


Terlepas kontrak antar mereka, Lian persetan mengenai hal itu. Dia bakal membuat sang wanita berambut ular membayar segala perbuatannya, amarah Medusa bertahap mereda digantikan perasaan waswas. Bulu kuduknya berdiri karena sekilas melihat penampilan Bing Lian berubah seperti masa lalu.


‘BODOH! BUAT APA KAU TAKUT!? IA HANYA BOCAH FORGING QI!?’ Medusa membatin terus menggeleng – gelengkan kepalanya.


‘Lian?’


‘Iya?’


‘Kau serius percaya kepadanya? Bagaimana kalau ini semua jebakan?’ Yao Sheyan mengiriminya telepati.


Bing Lian tak menyalahkan kewaspadaan Sheyan, tapi untuk Kirka ia berani mempertaruhkan nyawanya sebagai jaminan jika Kirka serius berpindah ke sisi keduanya. Lagi pula seharusnya Yao Sheyan dapat mengerti perbedaan air mata palsu dan tulus, Sheyan cuma cemberut kurang setuju. Baginya ucapan Lian sekedar alasan saja karena Kirka adalah seorang perempuan.


Ch.287 (395)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 108 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).