
Asap hitam yang keluar dari berbagai lubang pada wajah Eva makin membesar kemudian membentuk tengkorak raksasa, gadis itu masih menjerit kesakitan tidak terkontrol dan membuat ayahnya panik bukan main. Semua orang juga memandang khawatir akan nasip Tuan Putri mereka.
Seolah hidup, makhluk kegelapan tersebut mengedarkan pandangannya lalu berhenti tepat saat menatap Lian. Selesai meraung dia berusaha menerjang tapi terdorong mundur berkat penghalang Qi ciptaan Baixian, belum menyerah dengan kesal ia mengayunkan lengannya dan menyebabkan angin kencang terhempas kemana – mana, sayangnya tindakan tadi menggores segel Baixian saja tak berhasil.
Sembari menggertakan gigi Baixian mengubah mantra tangannya, dalam sekejap muncul lima pilar putih bersisik melalui tanah. Ujungnya berbentuk kepala naga yang membuka mulut lebar – lebar, dari situ keluar cahaya menyoroti Eva terus menyebabkan kulitnya mengeluarkan asap seakan terbakar. Si tengkorak maupun dirinya langsung menggeliat kesakitan.
“Hentikan! Raja Naga tolong jangan sakiti putriku!?”
“Ugh!? Bicara sih mudah, tapi kalau sampai lepas ia bakal mengobrak – abrik seluruh kota kalian tau!” keluh Baixian menanggapi permintaan Aincrad.
“Majestic Tamer saya mohon.....”
“Aku mengerti, tenanglah kita mampu menolongnya jika bekerja sama”
Bing Lian memberikan respon positif sewaktu Aincrad beralih kepadanya, untuk langkah berikutnya Lian memerintahkan agar seluruh penghuni ruang tahta dievakuasi terlebih dahulu. Namun sebaiknya mereka masih diwajibkan berdiam di wilayah istana supaya tak menyebarkan kabar mengenai kejadian ini karena dapat menimbulkan kepanikan lebih besar.
Sebab nampak tidak memiliki pilihan lain Aincrad mengangguk setuju kemudian memilih Taeral buat memimpin operasi setelah salah satu pengawal kepercayaanya tewas oleh Baixian, awalnya Jenderal itu hendak menolak soalnya meninggalkan Raja bersama dua musuh terlalu riskan. Tapi begitu Bing Lian meliriknya badannya langsung menjadi kaku lalu menurut.
Ada beberapa alasan mengapa Lian menyuruh Aincrad buat melakukannya, pertama menjaga wibawanya sebagai pemimpin ras Fairy Snow. Kalau tersebar kabar dirinya mendapat bantuan pihak luar untuk menyelamatkan putrinya maka akan timbul nantinya pemberontakan dari orang – orangnya.
Kedua Bing Lian ingin memberitahukan segala hal yang diketahuinya kepada Aincrad terutama mengenai Black Graveyard Sect sekaligus dalang perseteruan mereka dengan Frozen Swan River serta penyebab Eva bisa dalam kondisi semengenaskan sekarang.
“Apakah anda sungguh punya cara menolongnya?” Aincrad bertanya memastikan sekali lagi.
“Yaa....namun kau turut membantu”
“Aku mengerti....”
“Tapi sebelum mulai kau harus berjanji bicara empat mata bersamaku sesudah semuanya berakhir, bagaimana?”
“Ekh....”
“Jawab atau silahkan ucapkan selamat tinggal pada putrimu....”
“Woi!? Mengikatnya yang memberontak tanpa berusaha meremukan tulang – tulangnya sangat merepotkan kau tau!?” seru Baixian tidak sabaran.
“Baiklah – baiklah....aku bersedia”
><
Mendengar kesanggupan Aincrad akhirnya Bing Lian mengangguk puas lalu menjelaskan secara singkat prosedur penyelamatannya. Awalnya Raja Fairy Snow tersebut cuma diam mendengarkan tetapi berikutnya ekspresi herannya jelas menggambarkan pertanyaan apa sungguh rencana barusan benar – benar dapat berhasil?.
Lian mengangkat kedua bahunya sebagai bentuk jawaban kemudian balik bertanya apakah Aincrad mempunyai jalan keluar lainnya?, karena pengetahuannya soal keadaan Eva amat sedikit Aincrad tak punya pilihan selain mengikuti usulan Bing Lian. Saat masing – masing telah siap Bing Lian segera berkata lirih, “Baixian? Kau mengerti tugasmu?”.
“Iya – iya cepat masuk nanti keburu dia menyadari celahnya”
“Jangan meremehkanku tulang belulang kunyuk!” Baixian mendengus sebelum menggerakan salah satu telapaknya dengan cepat.
Kelima pilar naga memanjang serentak terus menggigiti tiap inci energi hitam tadi supaya menghentikan upayanya mengganggu Bing Lian, tanpa membuang – buang waktu Lian berhasil menggapai Eva dan perlahan menembus alam bawah sadarnya. Melihat mata sang Tuan telah menyala terang Baixian maupun Aincrad tau jika dia sukses merengsek masuk.
><
Ruangan hitam gelap persis seperti ketika ia berupaya mencabut Continental Eater menyambut Bing Lian, namun tentu masih jauh lebih lemah ketimbang kegelapan milik senjata terkutuk tersebut mengingat korban yang telah dimakan olehnya. Sembari menyusuri tempat seolah tak berujung itu Lian menggeleng – gelengkan kepala iba, bagaimana mungkin isi benak seorang gadis terkontaminasi sangat parah karena perbuatan Cultivator – Cultivator Black Graveyard Sect.
Langkah Bing Lian tiba – tiba terhenti, ia mundur beberapa langkah terus memperhatikan lebih jelas suatu sudut. Lama – kelamaan sebuah titik putih kecil nampak olehnya meski keberadaanya sulit sekali dideteksi, Lian mendekat kemudian mengetuknya dengan jarinya. Perlahan semburat layaknya retakan mulai muncul menghiasi kegelapan sekitar sana.
KRETAK! KRUTUK! PRANKKK!!!
Saat belengu akhirnya pecah seutuhnya Lian menemukan perwujudan jiwa Eva, keadaan sekitarnya sudah kembali putih bersih. Namun gadis di hadapannya tengah melayang disertai paku hitam tertancap pada kedua telapak tanganya dan rantai mengekang sekujur tubuhnya.
Mukanya dipenuhi peluh menandakan betapa tersiksanya dia sekarang, meski bermandikan keringat dingin Eva sesekali berusaha melepaskan diri sayang usahanya sia – sia. Kondisinya lemah sampai Bing Lian harus memutar cepat otaknya, begitu jaraknya terpisah sekitar satu meter Lian mengernyit akibat aura kekangan terhadap Eva.
“Ckk!? Cursed Item? Dasar orang – orang brengsek....“
Bing Lian gagal menghentikan umpatan keluar melalui mulutnya, Cursed Item sebenarnya termasuk dalam kategori Spirit Tools. Biasanya benda ini digunakan oleh sekte aliran hitam agar tidak perlu repot – repot bertarung, Cursed Item ditanami kutukan – kutukan berbahaya yang diharapkan menyerap energi kehidupan jiwa si korban.
Pada kasus – kasus tertentu, Cursed Item tingkat tinggi pastinya berusia ratusan tahun juga sudah banyak dimasukan berbagai mantra untuk menelan targetnya dari masa ke masa. Makin sering dimanfaatkan maka kekuatannya pun ikut meningkat dan ukuranya terus mengecil supaya mudah ditanamkan menuju tubuh lawan.
Itulah alasan mengapa mereka sulit sekali terdeteksi, kalaupun bisa ditemukan melepaskannya akan menjadi PR lain bagi para korban. Mendengar suara samar – samar Eva membuka matanya sebelum membelalak menemukan seorang manusia berdiri di hadapannya, Bing Lian membalas keterkejutannya dengan senyuman hangat.
“Kau mengingatku Tuan Putri? Tenang aku kemari ingin membantu, Ayahmu yang mengirimku....”
Walau masih kelihatan waspada akhirnya Eva memberikan anggukan mengerti, sepertinya bicara saja sudah sulit untuknya sekarang. Sembari memberikan intruksi perlahan Bing Lian melayang mendekati salah satu pasak hitam tersebut, saat dia meraihnya tanpa membutuhkan waktu lama kumpulan tangan hitam muncul berusaha menghalanginya.
Ada yang mendorong, menarik, mencakar, merobek, bahkan mencolok bola matanya namun Lian tidak bergeming sedikitpun. Inilah perbedaan jelas antara jiwa berusia ratusan tahun, meski dikoyak habis – habisan oleh kutukan mustahil bakal goyah serta tetap mampu berdiri tegak. Berbekal gerakan tangkas belenggu pertama Eva akhirnya berhasil dilepaskan.
><
Bertepatan dengan keberhasilan Bing Lian, amukan raga Eva makin menjadi – jadi akibat sistem pertahanan diri Cursed Item terpicu aktif. Tenaganya bertambah beberapa kali lipat, Aincrad yang tak siap merespon perubahan itu akhirnya terpental. Setelah terbebas badan Eva langsung mengincar jantung pemuda di hadapannya menggunakan kuku panjang setajam silet.
JLEBBB!!!
Ch.191 (251)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 60 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).