
“Jadi menurut Senior—tunggu sebentar. Tolong berhenti memberikan tatapan mengerikan begitu, aku lupa memberitahumu satu hal penting lagi Senior Long. Aku mengingatnya setelah melihat Jade Slip barusan”
“Apa maksdumu?” Heiyan mengangkat sebelah alisnya penasaran.
“Sebentar, semoga aku membawanya....aha! Lihat”
Long Heiyan awalnya heran kenapa Tie Jin menyodorkan sebuah kertas tak berguna itu dengan sangat antusias, namun saat selesai mengamati Tallisman di tangannya saraf – sarafnya segera menegang. Ratusan tahun lalu semua Cultivator Benua Huawai pasti mengenali simbol unik berbentuk bunga teratai tersebut.
Sebab pembuatnya mempunyai kebiasaan mencantumkannya ke barang – barang miliknya, Heiyan kemudian menyandingkan Jade Slip bersama Tallisman dari Tie Jin. Matanya melebar disertai tubuh bergetar hebat sampai hampir menjatuhkan keduanya saat menyadari kalau masing – masing memiliki pola serupa.
“Junior Tie? Tallisman ini....masih baru bukan? Dari mana kau mendapatkannya?”
“Aku dan semua anggota Emperors Alliance Sect dikirimi oleh Jin Chen beberapa waktu lalu” sahut Tie Mu pelan.
“Rubah kikir itu ya? Kenapa dia tidak mengabariku juga? Aku akan meminta penjelasannya walau harus meratakan seluruh cabang Noble Treasure Shed di Southern Thousand Island”
“Aku sarankan anda untuk memikirkan kembali ide tadi baik – baik Senior, Jin Chen mempunyai banyak sekali rekan hebat. Meski anda kuat jika diserang musuh setingkat mereka berbarengan andapun pasti kesulitan”
“Kau mengancamku Junior Tie?” Heiyan meliriknya penuh makna, sadar betul anggota Emperors Alliance Sect termasuk dalam kumpulan yang dimaksud Patriach Tough Hammer Altar tersebut.
“Mana berani aku melakukannya Senior, aku cuma memintamu memikirkan ancaman bagi Black Dragon Empire. Karena kalau sampai konflik terjadi bisa membuka peluang bagi musuh – musuh anda menyerang”
Black Dragon King mengelus dagunya, ia paham serta sangat mengapresiasi anjuran Tie Jin. Meski sekarang kebanyakan bersembunyi, jumlah sekte – sekte maupun orang yang membencinya tidaklah sedikit. Mereka belum berani bertindak gegabah dikarenakan rumor tentang kemampuan Long Heiyan sebagai Cultivator nomor satu Benua Huawai mulai beredar luas.
“HAHAHAHAHA....! Jika sungguh terjadi sekalipun aku bakal menyambut kedatanganya mereka dengan tangan terbuka lebar!”
“Sudah kuduga anda akan berkata demikian, terus bagaimana keseimbangan empat kerajaan besar Selatan nantinya Senior?”celetuk Tie Jin tersenyum lemah.
“Tenang, kami tengah melaksanakan genjatan senjata karena satu dan lain hal”
“Oh iya aku baru ingat, mungkin agak sedikit sulit bertemu Jin Chen sekarang ini. Dia sedang kelimpungan mencari cucunya”
“Cucunya? Ia hilang lagi? Aku ingat beberapa tahun lalu sempat di datangi oleh Tian Mulan juga Ji Niu mengenai masalah serupa. Kakek macam apa yang tidak mampu menjaga cucunya?”
‘Orang yang hanya memiliki satu cucu sulit diatur kupikir kurang pantas berkata demikian kepada pemilik dua puluh cucu’ Tie Jin membatin lelah.
“Junior Tie? Aku mengigatnya karena seumuran dengan Yaya, bukankah gadis itu mempunyai Gift Bizzare Eyes?”
“Benar, Jin Chyou adalah pemilik Truth Seeker”
“Kalau begitu berarti dengan wawasannya, apa menurutmu kita bisa menemukan orang yang sama dalam pikiran kita sekarang?” kata Heiyan memutar – mutar di udara Jade Slip maupun Tallisman barusan sekaligus.
“Eh?”
BLAAAR...!!!
Ketika Tie Jin menyadari kalau ucapan Seniornya ada benarnya ledakan hebat terjadi di arena, menyebabkan perhatian keduanya teralihkan. Dua pria sepuh itu baru ingat tengah dilangsungkan pertarungan antar generasi muda mereka untuk melihat apakah masing – masing pantas dijadikan rekan atau tidak.
><
“Mau sampai kapan kau memegangi perut? Tidak mungkin kau tumbang hanya karena senggolan pelan tadi bukan?” Long Yawen memberikan gestur tangan agar Tie Mu maju menyerang.
“Ukh...sial, perutku rasanya seperti ditubruk oleh bola besi”
Tie Mu mencoba bangkit masih meraba – raba sekitar pusarnya, tanpa melihat ia dapat mengetahui kalau kulitnya pasti membiru akibat lebam. Sebenarnya Yawen sama sekali tak mengerahkan tenaga besar, sederhananya gadis tersebut cuma mendorong Tie Mu menggunakan bahu bagian dalamnya namun dengan gerakan bela diri khas Southern Thousand Island.
Sayangnya walau terdengar sepele kekuatanya mampu menyebabkan Tie Mu terpelanting seperti mainan rusak, anak laki – laki itu cukup bersyukur tulangnya tidak patah seketika. Tie Mu mulai memperhatikan sekitar, kakeknya bersama Long Heiyan masih berada di tempat duduk terbaik.
Sementara para anggota Tough Hammer Altar lain telah bersiap menonton pada tiap sudut arena, beberapa bahkan tak menyembunyikan seringai lebar mereka seolah menunggu momen ini. Tie Mu hanya bisa menerwatakan dirinya atas kecerobohannya.
Sepertinya kebanyakan telah mengetahui akan begini situasinya, ia harusnya curiga ketika penolakan terhadap keputusan Patriach membawanya berkurang. Nyatanya petinggi – petinggi ingin menunggu kesempatan mempermalukannya dihadapan Tie Jin, selama ini Tie Mu sangat terbantu oleh keberadaan kakeknya.
Lalu semisal sekarang dengan bodoh ia menolak bertarung atau mundur, pasti kejadian tersebut akan dijadikan sebagai senjata untuk melawan pilihan Tie Jin membantu kenaikan tingkat praktik Tie Mu ke depannya. Bisa dibilang Tie Mu dapat bertahan di dunia kejam Cultivator hingga saat ini cuma bermodal keberuntungan semata.
“Maaf kakek....aku cucu yang merepotkan”
BRRRR....!!!
“Angkat kepalamu Senior”
“Junior Feng? Kenapa?” Tie Mu terkejut melihat punggung adik seperguruannya sudah terpampang di hadapannya.
“Aku akan menggantikannya sebagai perwakilan sekte, kau tidak keberatankan Tuan Putri?”
“Hmm? Kau bertanya padaku? Aku sih terserah kalian, mau dua lawan satu juga santai saja hihihi....lagi pula kakinya terus gemetar ketakutan begitu. Kalau boleh jujur aku paling malas menghadapi orang yang tak punya keinginan bertarung sama sekali” jawab Yawen cuek melanjutkan pemanasannya.
“Ai? Keluar....sekarang”
Suara berat terdengar memanggil dari salah satu tribun penonton, badan Feng Ai tersentak saat namanya disebut. Dia menoleh dan menemukan kakeknya, Feng Jia menatapnya sinis. Memang telah menjadi rahasia umum kalau pria itu salah satu orang penting Tough Hammer Altar yang ingin menyingkirkan Tie Mu.
“Tapi Kek—“
“Jangan membantah, kau mau mempermalukan sekte dengan tidakan kurang sopanmu!?”
“Aku—“
SRRRR....!!!
Feng Ai langsung mematung, seluruh bulu kuduknya berdiri saat Long Guanting muncul dekatnya sembari menempelkan satu jari pada pundak gadis tersebut. Auranya sangat luar biasa nan menyesakkan, diapit oleh Long Yawen beserta Ayahnya membuat Feng Ai seperti tengah dikelilingi oleh dua ekor naga lapar.
“Nona? Tolong jangan mengganggu acara ya? Kau ingin pergi sendiri atau perlu kubantu?” tanya Guanting lembut namun terasa sangat menusuk.
“Ugh....”
“Menyingkirlah Junior Feng, semuanya aman terkendali”
“Senior” Feng Ai kaget saat Tie Mu berjalan melewatinya dengan membawa Hell Stick.
Meski berkata demikian sebenarnya pikiran bocah itu sedang melayang kemana – mana seakan sedang melihat kilas kehidupannya yang bakal mati sebentar lagi. Tiba – tiba wajah seorang kenalannya muncul cukup lama, padahal keduanya cuma berinteraksi sebentar saja.
‘Saudara Tie? Jangan patah semangat, kau bukan merepotkan kakekmu. Malah dia percaya kepadamu, jangan terlalu dengarkan kata – kata Saudari Hua. Lisannya memang sedikit tajam’
‘Hei!? Lian? Kalian membicarakan aku!?’
“Aku....ingin hebat juga serba bisa seperti dirinya. Sekarang aku ingat di mana pernah melihat sosok patung tadi, beberapa bulan lalu....dimensi kota Hoerju. Saudara Bing....terima kasih atas dukunganmu, oi iblis tengik?” gumam Tie Mu sebelum menarik napas panjang.
‘Apa maumu bocah idiot? Kau harusnya bersyukur aku masih trauma bertemu seseorang waktu itu jadi tidak mengganggumu...’
“Tolong kali ini....sebentar saja. Pinjamkan aku kekuatanmu”
BLAAAR!!!
^^^
121 (135)