
“Ahahaha....aku hanya bergurau Sarjana Yao....”
Bing Lian tertawa setelah melihat ekspresi kaku Yao Quon, Alchemist Bachelor bersandar lemas. Jantungnya hampir copot usai mendengar Lian mengatakan satu – satunya cara menyelamatkan cucunya adalah harus mati. Namun Bing Lian lanjut menjelaskan jika memang ingin terlepas dari penderitaanya kematian merupakan pilihan tepat, tapi keduanya tau ini langkah terakhir meski efisien dan mustahil masing – masing suguhkan kepada Yao Sheyan.
“Tolong berhenti membahas soal itu Pahlawan Bing” Yao Quon memegangi dahinya pusing.
“Aku mengerti maaf, aku mengusulkannya sebab apa yang hendak kusampaikan cukup sulit dilakukan”
“Sebenarnya bagaimana cara lain maksud anda?”
“Sebelumnya izinkan aku bertanya satu hal Sarjana Yao”
“Silahkan”
“Apakah dirimu pernah bertemu Medusa?” tanya Lian serius.
Nama barusan menarik perhatian Yao Quon, sepengetahuannya Medusa termasuk jajaran Beast tingkat tinggi dikarenakan kemampuan menyebabkan lawannya menjadi batu. Keberadaanya banyak digaungkan dalam dunia Cultivator, saking mellimpahnya orang – orang zaman sekarang menduga kisah – kisah tersebut sebatas dongeng semata.
Mirip Demon King untuk generasi – generasi muda, perbedaanya Demon King menebar ancaman secara nyata sementara Medua sendiri tidak menunjukan pergerakan frontal sehingga bahkan sosok – sosok tua Benua Huawai belum pernah menjumpainya. Yao Quon termasuk meragukan kebenaran soal Beast berwujud campuran manusia serta ular ini meski dulu sempat diberitahu Gao Xuegang mengenai pengalamannya mengurus pasien yang tubuhnya mengeras layaknya membatu.
Titik balik ia mulai mempercayainya adalah saat memungut Sheyan di mana Yao Quon menemui utusan Medusa sekaligus menghabisinya berbekal tanganya sendiri, demi menyembuhkan cucunya setelah itu Yao Quon sering berkelana mencari – cari informasi lebih jauh tentang hubungan antara Petrified Gaze dengan Medusa.
“Tidak, ketika menemukan Sheyan merupakan persinggungan terakhir kami walau secara tak langsung”
“Apa saja yang Sarjana Yao ketahui?”
“Dia Ratu para Dao Beast ular dan jarang sekali terlihat halayak ramai?”
“Hmm....hampir benar sih, tapi ia bukanlah pemimpinnya melainkan hanya panglima saja” Bing Lian berkomentar sembari mengelus dagunya.
“Kenapa anda berkata demikian?”
“Soalnya setauku penguasa tunggal ras mereka adalah leluhur Yanjing”
“Yanjing? Maksud anda peliharaan milik Poison Empress?” celetuk Alchemist Bachelor menaikan sebelah aslinya mendengar nama barusan.
“Huum, aku pernah mengkonfirmasinya secara langsung kepada keduanya”
Lian menganggukan kepala antusias kemudian menceritakan bagaimana penjelasan ular tersebut mengenai silsilah keluarga juga kasta dalam garis keturunannya, menurutnya Medusa merupakan aib serta selalu dikucilkan oleh sesamanya. Bahkan Yanjing mendesis marah sewaktu Bing Lian mengangkat topik tadi.
Alasannya bagi Beast bertipe reptil berbisa, penggunaan racun dijadikan kemampuan utama. Makanya kebanyakan dari mereka terikat erat hubungannya bersama Poison Cultivator. Menyadari dirinya lemah dalam hal itu, Medusa mencari alternatif lain selama ratusan tahun kemudian memperoleh kekuatan membatu entah dari mana. Berdasarkan pandangan Yanjing keputusannya seolah merusak tatanan yang telah dipertahankan berabad – abad lamanya sehingga dia dijatuhkan sanksi dan terkenal sebagai seorang pendendam.
Yao Quon terperangah sesaat atas guyuran informasi diterimanya, rasanya sedikit janggal mendapatkan ilmu baru pemberian individu berpenampilan begitu muda bahkan mendekati umurnya saja tidak. Dia perlahan kembali tenang sesudah mengingat jika tengah bicara dengan Ice Emperor walau wujudnya seperti bocah ingusan.
“Sarjana Yao? Taukah dirimu mengapa Medusa sulit ditemui dan kabar tentangnya sedikit sekali?”
“Maaf Pahlawan Bing, meski hidup cukup lama sepertinya wawasanku masih tak seluas milikmu” Yao Quon menggeleng salah tingkah.
“Ahahaha....kau berlebihan Sarjana Yao, aku jadi malu. Penyebabnya antara lain yaitu dia adalah penghuni Dao Realm, Medusa membentuk koloni baru terdiri atas pengikut – pengikutnya. Dia menyebarkan kutukan juga ancaman ke dunia nyata berkedok kontrak layaknya Dao Beast pada umumnya, tetapi kebanyakan targetnya merupakan Manusia biasa”
“Jawabannya sederhana, pesugihan” tutup Lian serius.
><
“Maksudnya demi kekayaan?”
“Umm, biasanya mereka bakal menawarkan pekerjaan kotor seperti menghabisi lawan bisnis atau semacamnya. Dia selalu bergerak di luar dunia Cultivator, mengingat pasti sulit jika berurusan dengan sekte – sekte. Lebih mudah memanfaatkan korban manusia, lalu nanti melalui perantara tersebutlah Petrified Gaze disalurkan. Biasanya sih keturunan – keturunan orang yang membuat kontrak bersamanya”
Selain dulu pengaruhnya kecil, pergerakan Medusa terbatas akibat Cultivator – Cultivator pasti memilih membangun relasi dengan leluhur Yanjing. Contohnya Green Poison Lake, hal ini menyebabkan ia beralih target agar koloninya tetap mampu berkembang pesat walau secara lambat. Namun meskipun begitu, Petrified Gaze termasuk Gift Bizzare Eyes tipe Combatant paling menakutkan disebabkan efeknya cuma bisa dihilangkan oleh si pemilik.
Sayangnya individu pewaris mata itu kesadarannya bertahap menghilang diambil alih Medusa, bahkan karena kebanyakan manusia tanpa kultivasi merupakan inangnya makin mengakibatkan Medua leluasa mengontrol kemudian mengacau ke berbagai penjuru Benua Huawai.
Bing Lian pernah punya kesempatan bertemu salah seorang pengguna Petrified Gaze, dia memohon agar Lian membunuhnya supaya terbebas dari penderitaan. Usai memenuhi permintaanya Bing Lian berangkat menuju Dao Realm buat menegur Medusa, megetahui mustahil menang menghadapinya Medusa menuruti perintah Lian. Tapi sepertinya setelah ratusan tahun menyadari dunia tanpa Bing Lian membuatnya lupa dan makin berani bertindak sesuka hati kembali, mirip perilaku Gui Dong sang Patriach Black Graveyard Sect.
Untungnya Yao Sheyan dididik menjadi Cultivator sejak belia oleh Yao Quon sehingga kendali Medusa menipis serta Petrified Gaze tidak lepas pengawasan, berdasarkan penuturan Lian perlahan keduanya mulai mampu memperkirakan alasan Gift Bizzare Eyes tersebut menurun kepadanya. Orang tua kandung Sheyan nampaknya mempunyai andil besar dalam masalah ini.
“Sarjana Yao? Kau harus mengingat satu hal” ujar Bing Lian memperingati.
“Hmm?”
“Kita membahas masa lima ratus tahun lalu, kemungkinan sekarang dia jauh lebih kuat atau bahkan menjadi salah satu penguasa tertinggi Dao Realm”
“Aku pun berpikir begitu, pastinya bakal sulit menghadapinya apa lagi maaf Pahlawan Bing. Kondisimu jauh berbeda” Yao Quon berkata hati – hati.
“Benar, mana mungkin dia mau mendengar seorang Forging Qi hahaha....”
“Jadi bagaimana usulanmu menanggulangi kesulitan cucuku?”
Sambil memutar otaknya Bing Lian menjawab cara paling ampuh adalah mendatangi Dao Realm lalu meminta Medusa melepaskan kutukannya, kalau ia menolak pilihan terakhir melakukannya secara paksa yaitu mengalahkan atau menghabisinya. Tapi karena masing – masing buta tentang peta kekuatan lawan agaknya ide barusan cukup beresiko.
“Aku sih cukup yakin kemampuan Sarjana Yao menghadapinya, namun yang repot adalah mengurus izinmu menuju ke sana. Apakah kau pernah pergi mengunjungi Dao Realm?”
“Sayangnya belum Pahlawan Bing, aku hanya ahli dalam bidang Alchemist. Maaf atas ketidakbecusanku” balas Yao Quon dongkol
“Ah....jangan terlalu dipikirkan, aku bisa pergi tapi seperti pembahasan kita tadi. Aku cuma Cultivator pemula sekarang lagi pula aku akan membutuhkan bantuanmu untuk membuka gerbangnya. Seandainya Baixian ikut pasti urusannya lebih mudah”
“Eh? Apakah Tuan Baixian bersama denganmu?
“Iya, tapi aku sedang mengirimya melakukan tugas lain. Kalau saja aku bisa meminta bantuan Saudari She, oh aku lupa memberitahumu Sarjana Yao. Tolong rahasiakan soal diriku terutama terhadap saudara – saudara seperguruanku, aku tengah menghindari mereka hihihi....” Lian menempelkan jari sekitar bibirnya sembari terkikik geli.
Ch.268 (367)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 99 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).