
BLEGAAARRR...!!!
“Lian!?” teriak Baixian dan Jin Chyou melihat perubahan cepat arah pertempuran di Earth Gods Teapot.
Ledakan besar menyebabkan tanah hancur serta meniupkan debu ke segala arah, Bing Lian muncul dari balik kepulan tersebut sembari berdecak kesal. Serangan tapak Han Zan sangat mematikan, sekarang saja ia merasakan kalau beberapa tulangnya remuk padahal masih mampu berlindung. Semisal kena telak Lian yakin Dantian miliknya bisa hancur seketika.
Tadi tepat sebelum Han Zan mengenainya Bing Lian memijak kuat tanah untuk menciptakan dinding sebagai perisai, namun tindakannya cuma berhasil mengurangi dampak jurus tersebut sekitar lima persen saja. Baru saja menelan pil pemulihan berikutnya Lian langsung berguling cepat akibat tembakan sinar terang berbahaya.
Han Zan memotong tanah tempat Bing Lian berdiri barusan layaknya membelah kertas tipis, Lian menyadari pergerakan mencurigakan ini dan terpaksa melesat dengan kecepatan penuh agar mampu menghindari kejarannya.
BRRR!!! SYU! SYU! SYU! JDUARRR!!!
‘Kalau begini terus tak akan ada habisnya, aku hanya mengulur waktu untuk terbunuh akibat hujan elemen cahaya miliknya’ Bing Lian membatin mencari posisi sang lawan.
Han Zan nampak melayang di udara sambil menatap rendah dirinya, dia tidak mampu menyembunyikan kekesalan akibat Lian yang masih bisa menghindar sampai sekarang. Telunjuknya tanpa lelah menembakkan sinar secara bertubi – tubi.
Selain karena perbedaan tingkat praktik membuat Daoist Magic Han Zan terlampau berbahaya terhadapnya, Bing Lian punya satu alasan lain lagi untuk memilih kabur. Semua disebabkan oleh tipe sihir Han Zan sekarang, elemen cahaya dapat dikatakan merupakan jenis Spirit Root paling langka serta kuat hingga saat ini.
Alasannya para penggunanya bakal menjadi musuh alami bagi segala jenis ilmu hitam seperti contohnya Ghost Cultivator juga Corpse Cultivator yang memanfaatkan makhluk berunsur kegelapan. Mustahil bagi mereka bertahan dari serangan cahaya sekecil apapun sekalanya.
Meskipun tergolong sangat efektif melawan hantu maupun mayat hidup, bukan menjadi tolak ukur elemen cahaya dapat diremehkan dalam pertarungan menghadapi Cultivator tanpa bantuan makhluk – makhluk menyeramkan itu. Karena tidak ada satupun elemen yang diketahui menjadi kelemahan cahaya sampai sekarang.
Jadi dalam mengadu sihir pemakai elemen cahaya tak akan pernah dirugikan, perumpamaan sederhananya adalah Daoist Magic kayu dapat dibakar api, api ditiup angin, angin dihalau besi, dan besi dilelehkan oleh api. Banyak berpendapat kegelapan mampu menangkal cahaya namun pada satu titik, sinar mereka pasti menembus kegelapan sepekat apapun.
Sewaktu perang melawan bangsa Demon pun kekuatan para pengguna elemen cahaya sangat dibutuhkan, Hao Ren sendiri sang Mask Sage merupakan seorang yang memiliki elemen cahaya pada Spirit Rootnya. Hal inilah alasan terbesar dirinya menjadi momok bagi bangsa Demon.
Sayangnya terdapat satu Demon berkemampuan tinggi bisa menangani elemen cahaya tersebut, dia adalah Raja Iblis Netroq atau Lian lebih mengenalnya dengan nama Mao Peng. Mao Peng merupakan Demon tingkat tinggi berbekal kemampuan mengendalikan kegelapan sejati yang dapat menelan cahaya terterang sekalipun sampai tidak berbekas.
Meskipun demikian sebagai makhluk kegelapan para Demon biasa tetap sangat mewaspadai para pengguna elemen cahaya karena mampu menghabisi mereka semudah membalikan telapak tangan. Fakta ini juga yang menyebabkan Yue Liyi, sang Moon Empress termasuk ke lima besar Cultivator terkuat di Benua Huawai hingga sekarang.
“Mau sampai kapan kau berlari tikus kecil?! Hyaaa...!” Han Zan menciptakan piringan cahaya tajam yang segera mengunci targetnya.
“Sekarang atau tidak sama sekali....”
Usai bergumam pelan Bing Lian meremukkan pijakannya untuk mengelabui pengelihatan Han Zan lalu menunggu, ia memejamkan mata mendengarkan baik – baik arah datangnya serangan. Satu detik berselang Lian membuang badannya menuju titik di mana jurus Han Zan mempunyai celah, dia berputar di antara kumpulan energi mematikan tersebut sambil mengalirkan Qi nya ke dalam senjata dan melemparkannya.
“Ice Magic – Winter Breath”
Perhatian Han Zan teralihkan sejenak oleh napas dingin Lian, tetapi ketajaman pengelihatan Nascent Soul tidak bisa diremehkan. Tak membutuhkan waktu lama ia segera menemukan pisau yang dilemparkan Bing Lian hampir tiba, meskipun dilapisi teknik ilusi benda itu nampak terlampau jelas baginya.
“Kau pikir trik murahanmu—“
SRRR!!! CRAT!
><
Han Zan mematung mendapati kejadian berikutnya, ketika dia dengan percaya diri hendak menangkap Crescent Moon Blade hasil lemparan Lian. Ketiga jarinya putus terpotong seperti tahu, ajalnya sudah benar – benar di depan mata andai saja reflek Han Zan terlambat sepersekian detik untuk menggeser kepalanya sebab pisau Lian memang mengincar lehernya.
“Cih!? Gawat kalau serangan tadi gagal aku harus—“
Udara pada Earth Gods Teapot bergetar hebat akibat ledakan Qi milik Han Zan, Bing Lian sendiri kesulitan bergerak karena efek tekanan besar tersebut. Saat mencari keberadaan musuh tuk kedua kalinya ternyata dia telah menghilang, tapi tiba – tiba Lian mendapati bogem berlapis cahaya berjarak tipis dari ujung matanya.
“Mampus kau...! Light Magic – Shooting Star!”
‘Celaka—‘
BUMM...!!!
Suara pukulan barusan layaknya gunung meletus, Lian terpental ratusan meter lalu memuntahkan darah segar melalui mulutnya. Han Zan masih belum puas, pria itu sampai di hadapan Bing Lian dengan secepat kilat terus mengarahkan tendangan lain menuju pelipisnya.
“Ekh....! Hidden Black Talisman Art; Nebula Canopi”
JDASH!
Sekali lagi tubuh Lian terhempas seperti mainan rusak, dia meringis kesakitan sembari memegang kedua lututnya. Jika tadi tidak sempat memakai talisman istimewa berelemen kegelapan dalam Galaxy Ring miliknya pasti kepalanya sudah menggelinding entah kemana.
“Uhuk! Uhuk! Oek!?”
“Penderitaanmu belum seberapa bocah! Matilah dengan mengenaskan!!! Haaaa! Star Burst!”
Han Zan muncul dari langit dan langsung menghujani Lian pukulan maupun tendangan menggunakan seluruh kemampuannya, ia menggabungkan gerakan Body Refining serta elemen cahaya untuk menghasilkan daya hancur luar biasa.
Usai memberikan kurang lebih seribu serangan Han Zan tertawa puas, yakin tidak ada lagi yang tersisa dari lawannya bahkan seuntai benang pakaiannya sekalipun. Namun gelaknya langsung menghilang sewaktu menyadari ada luka parah di tangannya, telapaknya hampir terbelah menjadi dua.
Saat masih dibingungkan oleh kejadian ini, perasaan aneh tidak mengenakan mengisi udara. Membuat siapapun pasti merasa mual juga pusing, sembari memegangi kepalanya yang serasa mau pecah Han Zan menoleh ke arah sumber datangnya aura tersebut.
“Aku tidak menyangkan akan memakaimu lagi secepat ini demi menyelamatkan nyawaku....Shiva” Bing Lian berbisik sambil berdiri tegak memegangi pedang hitam di hadapannya, walaupun mengalami luka fisik parah. Lian masih bertahan karena mengarahkan semua serangan Han Zan ke pedang terkutuk itu.
“Kau....masih hidup? Aku akui untuk seorang Forging Qi bertahan dari teknikku barusan merupakan pencapaian hebat”
“Begitukah menurutmu Senior? Aku siap meladenimu sampai kehabisan Qi lho”
“Huh!? Bocah bermulut besar, kau hanya beruntung sebab memiliki pusaka – pusaka hebat”
BUK!
Han Zan maju menangkap pergelangan Lian sebelumnya menendang perutnya, serangan tanpa peringatan ini menyebabkan dia melepaskan Continental Eater. Pedang itu menancap gagah di tanah, mata Han Zan mengeluarkan kilat keserakahan kemudian langsung memegangnya.
“Pedang sehebat ini terlalu bagus untukmu”
“Aku....menang” gumam Bing Lian tersenyum tipis
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).