
“Ahhh....sepertinya kalian salah paham, tunggu sebentar.....” ujar Bing Lian tertawa canggung terus membawa anak tersebut mundur beberapa langkah.
Akhirnya setelah Lian menjelaskan lebih rinci tentang masalahnya dan bagaimana cara mereka bertemu, raut wajah murka para gadis perlahan melunak kemudian digantikan ekspresi iba. Tie Jin menghela napas lega sang kakak pertama mampu sigap mengendalikan situasi. Hua Zhenya mendekati bocah itu lalu berjongkok mengeluarkan sebuah bunga berwarna layaknya mentari melalui balik jubahnya, terlebih aromanya sangat harum hingga memenuhi aula.
“Terimalah sebagai ucapan selamat datang dariku, hehehe...ini merupakan Sun Glass Flower yang aku tanam serta kurawat sendiri”
“Woaaah....”
Matanya melebar takjub karena baru pertama kali melihat hal demikian, usai menerimanya dengan senang hati terus hendak berterima kasih. Qian Rong menyenggol Hua Zhenya berbekal pinggulnya hingga terjatuh menepi, Matriach Death Melody Opera tadi menyiapkan serulingnya penuh semangat, “Laki – laki mana mungkin menyukai bunga, biar aku mainkan sedikit lagu ciptaanku ya?”.
“Aduhh!? Ugh....pemusik sialan...!”
“Baik mari kita—“
“Menyingkir! Kau nanti malah membuat telinganya berdarah akibat terpapar permainan burukmu” berikutnya She Mye muncul menggantikan Qian Rong sembari menunjukan ular miliknya Yanjing kepada si anak.
“Hiyy!?”
“Bagaimana? Kau pasti menyukai yang keren seperti—“
BUAKH!?
“Kau buta ya!? Kau malah membuatnya ketakutan bodoh! Enyah kau peracik racun penyuka hewan melata! Jika kau tertarik pada binatang aku bisa menunjukan beberapa makhluk berbulu ataupun menakjubkan lainnya!” seru Fang Yijun menjulurkan tangannya sambil menunggani Doumao.
“Apa katamu barusan cebol!? Mustahil dia sudi mendekati perempuan dengan aroma pupuk kandang layaknya dirimu!”
“Jaga mulut berbisamu gadis ular!”
“Hah!? Coba sini paksa aku melakukannya!”
“Oke! Siapa takut?!”
“Bisakah kalian berhenti? Ada anak kecil tau, aliran hitam dan netral sama saja....mari ikut kakak. Kau pasti lapar” Yue Liyi datang memegang pundaknya kemudian mengajaknya pergi.
“Berhenti pencuri! Kau berani menyebut dirimu aliran putih setelah memakai permainan licik begitu?!”
“Coba ulangi kata – katamu barusan sialan!”
Perdebatan makin bertambah parah, untungnya sebab bocah tersebut tidak terkena dampaknya atau dalam bahaya Bing Lian membiarkanya dikerumuni para kaisar wanita sebelum mendekati saudara – saudaranya mencari posisi aman.
“Senior Bing? Kau tau kejadianya bakal begini bukan?” celetuk Yu Gang menghela napas seraya menggeleng – gelengkan kepala.
“A...hahaha kurang lebih, tapi seharusnya tak sekacau pemandangan di hadapan kita sih....”
“Ah....nampaknya kita harus memperbaiki aula lagi, entah sudah untuk keberapa kalinya” Gui Dong berkata datar menangkap serpihan – serpihan bangunan jatuh pada telapak tangannya.
“Maaf....aku pasti menanggung semua biayanya....”
“Apa maksudmu Kakak Pertama, ini adalah hari bahagia. Ayo kita rayakan bersama! Bagaimana kalau kita mengundang Senior Long? Ia pasti senang medengar kabar gembira darimu” saran Tie Jin merangkul leher sang Ice Emperor.
“Idemu boleh ju—eh?”
Bing Lian segera menyadari sentuhan pelan pada kakinya lalu berbalik, bocah laki – laki itu telah kembali kepadanya meninggalkan medan perang kelima Empress. Dia menarik – menarik jubah Lian memaksanya berjongkok, setelah pria tersebut melakukanya anak tadi menjulurkan bunga pemberian Hua Zhenya sebagai ucapan terima kasih atas semua jasanya.
“Hmm? Kau baik sekali....namun kau tidak boleh memberikan hadiah dari orang lain sebelum meminta izin, nanti bisa – bisa dirinya tersinggung lho....”
“A....”
“Ngomong – ngomong Senior? Siapa namanya?” Kun Lei bertanya penasaran.
“Mmm...aku sendiri belum tau, dia masih menolak bicara sejak kutemukan sih soalnya hahaha....apakah kau mempunyai panggilan yang diberikan orang tuamu?”
Mendengar pertanyaan Bing Lian, ia berpikir sejenak terus menggeleng – geleng. Nampaknya efek trauma kehilangan desanya menyebabkan ingatannya terganggu. Lian memaklumi semuanya lalu mengelus kepalanya lembut, “Santai saja, tidak ada satupun orang memaksamu menjawabnya segera. Silahkan gunakan waktumu sebaik mungkin untuk memikirkannya”.
“A....yah....”
“Hah? Kau mau aku memberimu sebuah nama?”
“Hmm apa ya? Ah!? Bagaimana kalau Bing Hui? Karena sekarang kau bakal menjadi anak angkatku berarti margamu adalah Bing. Sedangkan Hui merupakan harapan agar kau diberkahi kepandaian”
“Hah....”
“Apakah cukup baik menurutmu? Hui’er?”
“Umm...!”
“Jadi siapa yang bakal kau panggil Ibu mulai sekarang Hui’er?” tagih tiba – tiba para kaisar wanita, mereka ternyata telah berdiri di samping keduanya memperhatikan seluruh kejadian sejak awal.
“Woaaa!?”
BLUPUP! BLUPUP!
Beberapa gelembung terus bermunculan melalui mulut Bing Lian, ingatan mengenai Bing Hui masih memenuhi benaknya meski raganya tetap melakukan proses penyerapan terhadap Qi Sacred Tree Cave Pound. Jeratan air di sana kian menguat seolah tidak sudi melepasnya namun dirinya malah kelihatan tak terlalu perduli dan lanjut menikmati kilas balik ratusan tahun lalu.
><
Persiapan penyerangan Black Graveyard Sect telah benar – benar matang terlebih Gui Fu yang dipilih oleh Corpse Emperor sebagai pimpinan tidak ingin mengecawakan sang kakek, dia mengarahkan anggota – anggota serta membahas cara penggunaan Undead paling efektif menembus pertahanan formasi sihir sekitar Frozen Swan River.
Kegiatan langsung berhenti ketika seekor naga tulang belulang tiba tepat di tengah – tengah kamp, Gui Ma turun dengan senyum menyebalkan diikuti makhluk – makhluk panggilanya termasuk Undead Monarch milik Gui Dong. Namun menyadari misi pengawalannya selesai ia pun buru – buru kembali ke sisi Tuannya.
Semua petinggi berkumpul menuju tenda utama seperti sebelum keberangkatan Gui Ma, tepat saat hampir masuk pandangan Gui Fu dan adiknya bertemu. Gui Ma mendengus mengejek karena merasa sukses melakukan misinya, kedua saudara ini akan terus tak akur entah hingga kapan. Satu – satunya penengah bagi mereka biasanya adalah si anak tengah Gui Han tetapi sekarang dirinya sedang menjalankan tugas lain.
Tanpa memerlukan waktu lama masing – masing menempati posisinya persis sama layaknya pertemuan pertama, Gui Ma segera membungkuk untuk melaporkan segala hal yang berhasil diketahuinya selama berperan menjadi pembawa pesan. Dengan cepat ekspresi orang – orang berubah mendengarkan kabar – kabar mengejutkan itu.
“Cucu Jin Chen hadir di sana? Terus menurutmu kemungkinan besar dia bakal ikut serta membela sekte khusus perempuan tersebut?” tanya Gui Dong pelan.
“Benar Patriach, Noble Treasure Princess walaupun tak secara gamblang mengatakannya. Dari sikapnya menunjukan kalau dia tidak punya niatan pergi ketika perang pecah....”
“Hmm....”
“Omong kosong, Patriach saya minta anda memikirkan baik – baik informasi ini. Siapa tau ada taktik tersembunyi di balik semuanya” Gui Fu menyela tenang.
“Apa masalahmu Kak Fu? Kau dipersilahkan melihat sendiri menggunakan mata kepalamu ke sana jika meragukanku”
“Aku pasti melakukannya kalau tidak mempunyai tanggung jawab besar mengurus pasukan”
“Oh iya? Lalu sebaiknya kau mundur saja sebab bagiku sekarang kau terlihat seperti seorang bocah yang kesal kelompok pengintai bawahanmu lenyap tanpa sisa, bagaimana rasanya menerima karma usai mengejekku tidak becus mengurus anak buah hah?” balas Gui Ma pedas.
“Gui Ma kau....”
“Cukup....”
Pertengkaran antara Gui Fu dengan Gui Ma yang hampir mencapai puncak teredam seketika Gui Dong bicara, Corpse Emperor dalam kelambunya sedang membersihkan tubuh salah satu koleksi kesayangannya yaitu Undead Monarch remaja sebelumnya.
“Untuk menghindari konflik menghadapi Noble Treasure Shed, tangkap gadis tersebut ketika turun ke medan perang. Tentunya bukan hal sulit untukmu Fu’er apalagi semisal dia sungguh turut ikut bertempur”
“Baik Patriach....”
“Terima kasih atas informasimu Ma’er, sekarang istirahatlah. Aku hargai usahamu dan seluruh kesalahanmu dimaafkan”
“Terima kasih kek—maksud saya Patriach!” sahut Gui Ma dengan senyum sumeringah.
“Jadi mereka menolak menyerah kemudian lebih memilih mati terhormat ya....sayang sekali....”
Ch.207 (277)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 70 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).