The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 269 - Kepanikan Alchemist Bachelor



Yao Quon tidak mempertanyakan lebih jauh mengenai keputusan Lian merahasiakan keberadaanya, baginya sendri fakta kalau Bing Lian masih hidup terus bisa ditemui sudah merupakan berkah. Walau wujudnya sekarang hanyalah anak Forging Qi, Yao Quon punya beberapa spekulasi tentang alasan Lian namun menurutnya itu bukanlah ranahnya untuk ikut campur.



Lagi pula sebenarnya ia cuma dekat dengan Tie Jin serta Hua Zhenya, selain keduanya Yao Quon sebatas saling mengenal saja. Mengingat ratusan tahun belakangan bersembunyi pastinya banyak sosok – sosok terkenal menginginkan bantuanya termasuk anggota Emperors Alliance Sect.


Orang – orang yang mengetahui tempat tinggalnya atau mampu menemukan Granite Convert Sanctuary amat sedikit sebab Yao Quon membagikan informasi soal ini ke individu – individu tertentu, antaranya Yin Nuan selaku Matriach White Crow Sect dan Long Heiyan sang Black Dragon King.


Itupun dia mempertimbangkan Heiyan karena sama – sama memiliki hubungan erat dengan Bing Lian dahulu jadi berpikir tak ada salahnya menjalin relasi, Jin Chen kemungkinan telah menyadarinya meski belum pernah diberitahu langsung olehnya. Rubah tua tersebut punya mata juga telinga hampir memenuhi penjuru Benua Huawai, sehingga memang sulit menyembunyikan sesuatu darinya.


Masih memandangi Lian berpikir, Yao Quon hendak berterima kasih kepada Yin Nuan karena sudah mempertemukan mereka. Dia berjanji dalam hati bakal memberikan cucu The Only One Shadow pil terbaik buatannya sehabis menyelesaikan masalah Yao Sheyan.


“Pahlawan Bing?”


“Hmm? Ada apa Sarjana Yao?”


“Siapa saja yang tau soal identitas aslimu?” tanya Yao Quon penasaran.


“Biarku ingat – ingat sebentar, seharusnya sejauh ini tiga orang termasuk dirimu”


“Dua? Satunya lagi selain Yin Nuan?”


“Jin Chyou” Bing Lian menjawabnya santai.


“Hah!?”


“Kenapa kau terkejut begitu Sarjana Yao?”


“M..ma..maksud anda cucu Jin Chen?!” ujar Alchemist Bachelor terbata – bata.


“Umm”


“Kok bisa!?”


Lian hanya tertawa lemah sembari menggaruk belakang kepalanya menceritakan bagaimana Chyou memergokinya beberapa waktu lalu, Yao Quon terkesan medengar kecerdikan analisis gadis itu. Dia pernah memperoleh kabar mengenai kehebatan pemilik Truth Seeker generasi sekarang namun tidak meyangka seluar biasa penuturan Bing Lian.


Jin Chyou benar – benar melambangkan moto utama sektenya untuk menjadikan informasi sebagai senjata bahkan mampu membentuk kesepakatan dengan Cultivator sekelas Ice Emperor, pada kesempatan bertemu sebelumnya di mata Yao Quon si Noble Treasure Princess cuma sebatas anak perempuan sombong akibat latar belakang kakeknya. Tapi nyatanya Jin Chyou menunjukan prasangkanya salah, Yao Quon sulit membayangkan betapa mengerikannya dirinya kelak ditunjang oleh sumber pengetahuan milik Noble Treasure Shed.


“Jangan khawatir Sarjana Yao, dia tak akan membeberkan tentangku kepada orang lain apalagi Jin Chen. Malah kemungkinan berbekal pengaruhnya Chyou makin mempertipis hawa keberadaanku sehingga sulit dideteksi, entah menggunakan cara manipulasi data atau sebagainya” Bing Lian mencoba menenangkannya.


“Maaf menanyakannya Pahlawan Bing tetapi....anda yakin?”


“Ya, soalnya aku memegangi kartu as penting dalam genggamanku. Lagi pula Baixian sekarang tengah pergi bersamanya usai kami berpisah di Frozen Swan River”


Yao Quon menyipitkan matanya mengetahui asal Lian datang kemari, sayang ketika ditanya lebih jauh Bing Lian mengalihkan topik padahal Yao Quon tertarik sekali mengingat berita perang terakhir Black Graveyard Sect. Jika Lian terlibat, maka masuk akal bagi Yao Quon mengapa sekte Gui Dong dapat dikalahkan mereka.


Keduanya lanjut membahas jalan keluar menangani Petrified Gaze hingga larut malam, mengeliminasi ide – ide gila sampai akhirnya mencapai kesimpulan tidak ada cara selain pilihan dari Lian. Walau enggan menyetujuinya Yao Quon tidak punya alasan kuat menghentikan rencana ini sebab situasi maupun waktu melakukannya yang terbatas demi kepentingan cucunya, masing – masing sepakat mengabari Sheyan keesokan paginya.


><


Yao Sheyan terbangun dalam keadaan bugar, dia meregangkan tubuh sambil mengeluarkan erangan puas menikmati tidur nyenyaknya semalam. Setelah Yao Quon memperbaharui segelnya dia menjadi jauh lebih rileks nan stabil, teringat kejadian kemarin Sheyan bertanya – tanya bagaimana nasib kakeknya sesudah pulang menemukannya pada kondisi teramat parah.


Merasa berdosa tak memberikan sambutan secara baik, ia buru – buru keluar apalagi usai mencium racikan obat khas buatan Yao Quon memenuhi udara. Sesampainya ke halaman depan bukannya senang ekspresi Yao Sheyan malah menegang, dia memasang wajah masam menemukan Lian duduk memangku Bubu tepat menempati kursi kayu favorit Alchemist Bachelor.



BUK!!!


“Aduh!? Nona Yao!? Kau—“


“Kau pikir boleh duduk di mana saja seenaknya hah!? Enyah sana! Berani sekali kau menunjukan dirimu setelah menghilang tanpa mengucapkan sepatah katapun dasar menyebalkan!”


“Bu...!?” Bubu bergegas kabur menghindari kerusuhan.


BUK! BUK! BUK!


“Aw! Aw! Aw! Nona Yao setidaknya beri aku kesempatan menje—“


“Tak ada yang perlu dijelaskan sialan!”


“Pahlawa Bing apa anda—woaaaa!? Sheyan cucuku hentikan! Kau gila ya!?”


“Eh? Kakek?” Yao Sheyan memiringkan kepala bingung.


“Aku mohon maaf atas perilakunya Tuan Muda....”


“Ahahaha....tidak apa – apa kok Senior”


Yao Quon menjerit panik dan histeris dalam hati menyaksikan tindakan Sheyan sampai – sampai dia menjatuhkan keranjang berisi Spirit Herb baru dipetik olehnya untuk menghentikan gadis tersebut. Alchemist Bachelor menyeretnya menjauh terus menjelaskan kalau Bing Lian merupakan tamu istimewa serta ia sendirilah yang menyuruhnya duduk disitu.


Demi menghindari kesalahpahaman, Lian meminta Yao Quon jangan memanggilnya Pahlawan Bing saat ada Yao Sheyan. Bing Lian pun juga ikut menghentikan panggilan Sarjana Yao miliknya agar terlihat lebih sopan terutama ketika bicara pada sosok sekelas Twenty Supreme Entities layaknya Yao Quon.


Yao Quon memberitahu Sheyan jika Lian adalah keturunan salah satu sahabat karibnya dulu makanya anak perempuan itu tak boleh bersikap semena – mena terhadapnya, meski identitas mendadak ciptaan Alchemist Bachelor nampak cukup menjanjikan. Kelihatannya masih belum berhasil meyakinkankan sang cucu.


“Tapi nama atau penampilannya tidak tertera dalam daftar orang yang pernah kakek berikan kepadaku?”


“Eh? Ah....s..so..soalnya aku pikir dia meninggal tanpa memiliki penerus”


“Sungguh?” ujar Sheyan curiga.


“Iya....”


“Baiklah.....”


Yao Quon baru dapat bernapas lega sewaktu Sheyan kembali menghadap Lian terus meminta maaf, jantungnya hampir copot menyaksikan sikap gadis tersebut terhadap pahlawan hidupnya barusan. Memang benar Yao Sheyan sama sekali tak punya petunjuk soal identitas sebenarnya Bing Lian namun tetap saja perbuatannya menyebabkan wajah Yao Quon pucat seputih susu basi.


“Kenapa kau bersikap kaku begitu Nona Yao? Kitakan telah cukup lama bersama” Lian tersenyum ramah saat Sheyan membungkuk kepadanya.


Yao Quon bergidik pelan tidak sanggup membayangkan bagaimana interaksi keduanya selama dirinya absen, pasti Bing Lian mengalami hari – hari buruk dijadikan babu oleh Yao Sheyan. Memikirkan posibilitas tadi malah mengakibatkan bulu kuduknya berdiri kemudian memaki – maki ketidakbecusannya.


Ch.269 (370)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 101 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).