The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 277 - Pembawa Bencana



“Lian? Bagaimana caranya kau mengenali anak – anakku?”


“Nue....!?”


“Tidak ada hal khusus, aku hanya mengetahui lokasi tempat tinggalmu dan langsung mengingat dirimu begitu melihat mereka” sahut Bing Lian bermain – main dengan ketiganya.


“Hahaha bukankah masing – masing lucu sekali?”


“Kau benar”


“Kau sendiri kapan?” Mingwang menyeletuk santai.


“Maksudnya?”


“Menikah serta memiliki keturunan tentu saja”


DOENG!


“A.....hahaha....maaf, tiba – tiba telingaku tuli sejenak” balas Lian tersenyum lemah berhiaskan saraf berkedut kesal sekitar pelipisnya.


“Dasar....kau ini....”


“Ngomong – ngomong Mingwang?


“Hmm?”


“Sudah berapa lama sejak aku terakhir datang ke Dao Realm seingatmu?”


“Eh? Sepuluh tahun mungkin....” jawab Mingwang usai berpikir sebentar.


Mendengar perkataan pari raksasa itu tadi Bing Lian terdiam kemudian mengelus dagunya, dugaanyaa benar mengenai sepertinya para makhluk penghuni dimensi tersebut tak mengetahui kabar soal menghilangnya dirinya. Penyebab utamanya antara lain adalah perbedaan ruang dan waktu pembatas dunia nyata maupun Dao Realm.


Masa berjalan jauh lebih lambat di Dao Realm sehingga lima ratus tahun hanya terasa kurang lebih satu dekade saja bagi mereka, faktor barusan penyebab mengapa Mingwang kelihatan biasa – biasa saja ketika bertemu kembali dengan Lian. Walau memang lama, tapi pada dasarnya tidak ada reuni mengharukan seperti saat Bing Lian membuka identitasnya kepada Yin Nuan atau Yao Quon.


Yao Sheyan menelan informasi hasil pembicaraan keduanya dalam sunyi, namun kelihatan cuek seolah segala diskusi normal tanpa adanya kontradiksi. Sebab sepengetahuannya menurut cerita karangan kakeknya sebelumnya Lian pernah datang bersama orang tuanya kesitu, jadi tenggang waktunya masih masuk akal untuknya.


Ketimbang memikirkan pertemuan kenalan dihadapannya, Sheyan berfokus mengendalikan perut mualnya akibat getaran terbang Mingwang. Entah kapan terakhir kali ia menggunakan transportasi begitu terus setelah merasakannya lagi barulah Yao Sheyan teringat kalau dirinya membenci sesuatu apapun yang tidak memijak tanah.



Menyadari tingkahnya Lian menepuk pelan kepala Mingwang memintanya agar memelankan sedikit lajunya, sesuai arahannya si Dao Beast segera patuh lalu mengurangi kecepatan geraknya sekitar setengah dari aslinya. Sheyan memegang lengan Lian penuh terima kasih sebelum berbaring menuruti perintah pemuda tersebut supaya kondisinya membaik. Bubu menghampirinya buat menemani sang Violet Alchemist Princess.


“Dia lemah ya?”


“Siapapun bakal begitu jika datang pertama kali ke Dao Realm kemudian langsung menunggangimu dengan pergerakan sekencang barusan” Lian menimpali pelan.


“Hahahaha ucapanmu ada benarnya”


“Kau masih sering terlalu bersemangat dan tidak memperhatikan sekelilingmu”


“Kau sangat mengenalku, hei....apa perasaanku saja atau penampilan maupun praktikmu nampak berbeda dari ingatanku?” ujar Mingwang melirik bocah di atas kepalanya.


“Hehehe....aku cuma sedang melakukan latihan khusus”


“Sungguh? Terserah deh....oh iya, kemana perginya para Pembawa Bencana?”


“Tumben kau bertanya, kau merindukan kelimanya?”


“Tidak juga sih, hanya biasanya mereka mustahil membiarkanmu datang sendiri. Jujur agak aneh melihat bagaimana masing – masing mengekor padamu padahal sebelumnya sangat independen, kau mengerti maksudku bukan?” Mingwang menghela napas panjang.


Lian mengangguk mengiyakan, soalnya Mingwang sendiri memang merupakan saksi hidup era kekacauan sewaktu Baixian, Qinglong, Zhuque, Xuanwu, dan Hubai berperilaku sesuka hati di Dao Realm sekaligus mengusik petinggi – petingginya.


Sebagai Divine Beast muda nan kuat, lima makhluk ini merusak keseimbangan dunia mereka hingga beberapa secara langsung memohon bantuan Ice Emperor agar turun tangan mengatasi problematika tadi. Karena dampaknya terhadap Benua Huawai juga sama buruknya, akhirnya Bing Lian menyetujuinya lalu meringkus setiap sosok yang dijuluki Pembawa Bencana oleh para penghuni Dao Realm tersebut.


Lian memegangi tengkuknya kalau mengingat – ingat kembali tingkah angkuh maupun superior kelimanya meski sudah dia jinakan setiap berkunjung ke sana. Ia harus mengekang pergerakan masing – masing supaya tak memancing keributan dengan siapapun dirinya temui waktu itu termasuk Mingwang.


Ada trauma tersendiri baginya berjumpa mereka terutama Qinglong, sebab si Kirin Betina selalu mengelus – elus kepalanya ketika ikut bersama Lian menaiki Mingwang sembari mengucapkan kata – kata penghancur mental contohnya. “Aku penasaran tentang rasa sup ikan pari raksasa, menurutmu kira – kira berapa lama aku butuhkan untuk menghabiskannya? Hehehe....slurp”.



“Jika sepuluh tahun....berarti kurang lebih lima puluh di sana sama dengan satu pada dimensi ini?”


“Hah? Kau mengucapkan sesuatu?”


“Tidak, aku cuma bicara sendiri” sahut Lian selesai menghitung perbedaan waktu dunia asli dan Dao Realm.


“Kita hampir sampai lho....”


“Sungguh!?” Yao Sheyan segera bangkit mendengar kabar dari Mingwang.


“Hati – hati, sebaiknya jangan bergerak tiba – tiba begitu. Nanti kau—“


“Kau bicara apa? Aku kuat ko—uph...oek....”


Bing Lian sigap mengeluarkan kantung kosong dalam Galaxy Ring supaya muntah Sheyan tak berceceran kemana – mana. Mingwang tertawa sekalian berterima kasih berkat Lian badannya tetap bersih layaknya semula, benar saja selang beberapa menit mata Lian menemukan lembah tujuan mereka di kejauhan.


><


“Oi Lian?”


“Hmm?” balas Bing Lian sambil menempatkan anak – anak Mingwang yang tengah tertidur pada pangkuannya.


“Mungkin sedikit terlambat bertanya, namun mengapa kau ingin berjumpa Medusa?”


Lian menggaruk – garuk kepalanya terus memandang Yao Sheyan, usai mengeluarkan isi perutnya dia kelihatan lebih baik walau sedikit pucat. Menyadari tatapan barusan Sheyan mengerti kalau Bing Lian meminta persetujuannya untuk menceritakan perihal Petrified Gaze.


Akhirnya sebagai bentuk balas budi atas bantuan Mingwang, Yao Sheyan sendiri menjabarkan keseluruhan kisahnya tapi cuma seputar kutukan matanya saja. Menepikan identitas istimewanya yaitu cucu angkat Alchemist Bachelor, lagi pula seharusnya nama Yao Quon cukup asing di telinga para penghuni Dao Realm.


Sementara keduanya bicara, kepala Lian berputar cepat mencari ide sebelum tiba ke Ancient Serpent Valley. Mengapa demikian?, soalnya kasusnya pasti bakal berbeda ketika menghadapi Medusa. Suatu kewajaran bagi Dao Beast tanpa kontrak seperti Mingwang tidak punya informasi apapun mengenai dunia nyata.


Medusa sebaliknya, bisa dibilang pengetahuannya pantas diperhitungkan mengingat betapa banyak orang – orangnya menjalin kerja sama dengan Manusia. Belum lagi perpindahan – perpindahan Petrified Gaze menurut Lian menambah kemungkinan kalau ular tersebut tau soal kabar menghilangnya dirinya dan berapa lama sebenarnya waktu terlewat sejak terakhir Ice Emperor mendatangi Dao Realm.


“Ia melakukan hal sekeji itu terhadapmu!? Kurang ajar! Sebaiknya dia mencabutnya atau aku bersumpah akan memberinya pelajaran!”


“Terima kasih Mingwang” Yao Sheyan bicara tulus.


“Jangan sungkan nak, aku sudah lama berpikir dirinya terlalu semena – mena belakangan ini mentang – mentang dibiarkan Rajanaga”


“Oleh siapa?”


“Salah satu petinggi Dao Realm, leluhur para Dao Beast berwujud reptil berbisa. Aku belum pernah memberitahumu ya?” celetuk Bing Lian.


“Tidak pernah, bagaimana mungkin kau melupakan hal penting begitu?’


“Maaf, aku manusia biasa. Wajar dong kalau lupa”


“Hei Lian? Apa aku perlu ikut menghadap menemani kalian?” Mingwang menawarkan.


“Kau baik sekali, tapi menurutku akan lebih bagus kau sebisa mungkin menyembunyikan keterlibatanmu dan tolong antar kami pulang saat semuanya selesai”


“Kau terdengar sangat percaya diri mampu keluar lagi dari sarangnya”


“Hemm....kau mengenalku bukan?” kata Lian tersenyum lebar.


Author Note :


Selamat Hari Raya Idul Adha bagi yang Merayakan (─‿‿─)


Ch.277 (377)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 100 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).