The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 251 - Trauma



Yao Sheyan terbangun dengan kepala pusing nan berat, dia membutuhkan waktu cukup lama untuk menyesuaikan diri terhadap pencahayaan baru mengetahui lokasinya berada sekarang. Ternyata suasana khas kamar miliknya langsung menyambut, masih memegangi dahinya Sheyan mencoba mengingat kejadian kemarin.


Begitu sadar, ia buru – buru bangkit keluar panik. Napasnya memburu sambil melihat ke sana kemari belum menemukan apa yang dicarinya, Yao Sheyan bergerak cepat menuju gudang penyimpanan demi memastikan keberadaa sosok itu namun hanya menemukan tumpukan jerami kering tersusun rapi seolah tidak pernah ditempati sama sekali.


Jantungnya berdegup kencang sebelum akhirnya menggeleng – geleng, dia berlari melanjutkan pencariannya. Sesekali Yao Sheyan akan berteriak memanggil berharap menerima jawaban sayang hasilnya nihil dan kian mengakibatkan perasaan frustrasi menghampirinya.


“Lian!? Bubu!? Kumohon jika kalian dengar jawab!”


Hal terakhir dalam ingatannya adalah pemandangan punggung Bing Lian ketika pemuda tersebut menggendongnya dengan bantuan Bubu, kemungkinan Lian membawanya pulang terus menempatkannya di kamar. Tapi bukan itu masalahnya, satu – satunya pertanyaan Sheyan sekarang kemana perginya mereka berdua.


Yao Sheyan terus berjalan layaknya orang linglung berkeliling penjuru Pos Kedua Granyte Convert Sanctuary, tanpa ia bahkan sadari air matanya mulai mengalir tanda putus asa. Pengalaman burukya perlahan kembali menghantuinya, tentang bagaimana dia sempat bermain bersama anak – anak sebayanya dulu lalu berkat suatu insiden menghancurkan segalanya.



Sejak kekuatan Gift Bizzare Eyes miliknya bangkit, Sheyan menarik diri takut kejadian serupa terulang dan merepotkan kakeknya padahal Yao Quon berjasa besar bagi hidupnya. Yao Sheyan akhirnya memutuskan membatasi hubungan sosialnya ke dunia luar terus berfokus mempelajari ilmu Alchemist.


Memendam semua hasrat dirinya impikan, setiap kali terjebak pada keramaian atau sedang berada di lokasi berbahaya maka perasaan mual segera menghampirinya. Bukan disebabkan Sheyan takut atau apa, melainkan ia kepikiran misal terjadi sesuatu apa yang harus dilakukannya agar tidak membahayakan sekelilingnya.


Yao Sheyan pernah berpikir sampai kapan harus begini, jawabannya tentu ketika dia menguasai kekuatan matanya. Namun kasusnya berbeda ketimbang pemilik Gift Bizzare Eyes lain, mereka dapat disebut memperoleh berkah. Sedangkan menurut Yao Shyean dia cuma menanggung kutukan mirip bom waktu mampu hancur tiba – tiba tanpa peringatan jelas.


Sejujurnya ia senang ketika Lian datang lalu memberikan kesempatan untuknya merasakan hidup seperti remaja normal umumnya. Sebab Bing Lian memperlakukannya selayaknya teman, bukan berarti Sheyan mau menyembunyikan fakta mengenai dirinya kepada Lian hingga tau sendiri soal ketidakstabilannya namun dia masih mau menikmati hubungan mereka.


Makanya saat Lian menemukan ruang rahasianya Yao Sheyan benar – benar kaget sampai lepas kendali, gadis tersebut terlanjur skeptis bocah yang dianggapnya sahabat akan meninggalkannya usai melihat patung – patung korbannya. Mungkin banyak bertanya mengapa Sheyan menyimpannya, jawabannya sederhana. Dia berharap suatu hari ketika berhasil mengontrol matanya bakal mengembalikan seluruhnya seperti semula, walau hal tadi masih berupa angan – angan kosong semata.


Sekarang dugaanya terbukti benar, Bing Lian juga Bubu menghilang entah kemana karena kebodohannya. Kelelahan mencari ditambah kehancuran mentalnya membuatnya terjatuh, ia meringkuk sembari menjambak rambutnya sekaligus mencaci nasib buruknya selama ini. Mengapa langit menunjuknya mengalami penderitaan, dosa apa sebenarnya yang dia lakukan di kehidupan sebelumnya jeritnya dalam hati.


“Hiks....kumohon....jangan....hiks....tinggalkan aku sendiri.....”


WUSH....!!!


Ketika masih tenggelam oleh rasa putus asanya, suara menderu kencang terdengar memenuhi udara. Sesuatu dengan cepat mendarat dekat Yao Sheyan lalu menghampirinya. Mendengar langkah kaki, Sheyan mengangkat kepalanya mengira Bing Lian datang namun ternyata sosok tersebut malah orang lain.


“Ka...kek?”


“Cucuku, kau baik – baik saja?” Alchemist Bachelor buru – buru membantunya ke posisi duduk.


“Kapan—“


“Jangan banyak bicara, mari perbaiki segelmu terlebih dahulu....”


Yao Quon mengusap lembut rambut gadis itu kemudian membentuk mantra tangan, secara bertahap Qi keemasan sekitar pelipis Sheyan tersusun rapi kembali menandakan kondisinya lebih stabil dan memastikan kekuatannya tak lepas kendali. Napas Yao Sheyan mulai teratur merasakan pusing kepalanya hilang perlahan tapi pasti.


“Kakek....aku....” ucap Yao Sheyan lemah sebab kelelahan.


“Istirahatlah, maaf kakek datang terlambat. Kau bisa tenang—“


Kata – kata Yao Quon terpotong sesaat, dia menoleh sambil menyipitkan mata akibat merasakan hawa keberadaan asing. Menggunakan Divine Sense tanpa membutuhkan waktu lama ia menyusuri wilayah Pos Kedua Granyte Convert Sanctuary hingga berhenti tepat di pilar penyangga berbentuk seperti sumpit. Di mana seseorang baru saja keluar melalui lift membawa keranjang besar ditemani seekor binatang mungil bersayap, menyadari tengah diawasi langkahnya pun ikut terhenti.


><


Mengapa demikian?, soalnya dataran tinggi mengandung udara dingin perwujudan Yin sementara lautan melambangkan hal sebaliknya yaitu hawa panas Yang. Namun jarang sekali Manusia datang ke sana atau bahkan mengetahui keberadaanya sebab dilindungi oleh segel tua ciptaan petinggi – petinggi Beast.


Biasanya akan banyak sekali Spirit Beast atau Demonic Beast hadir di sana berendam untuk meningkatkan kemampuannya, titik favorit ini cenderung diperebutkan akibat terkenal memiliki efek menakjubkan. Tetapi anehnya hari itu suasananya sepi, cuma ada seorang wanita membersihkan tubuhnya yang penuh sisik berwarna kebiruan.


Meski sebenarnya ada hawa kehadiran tipis beberapa sosok, tak satupun cukup berani mendekat ikut menikmati pemandian seolah ingin menghindari berurusan dengannya. Dia lanjut duduk sembari bersenandung santai, saking nyamanya si perempuan hampir tertidur.


Namun setengah jam kemudian kejadian mengejutkan terjadi, sebuah ombak bergerak dari tengah laut menuju tepi pantai lalu langsung menghadap telaga letak wanita tersebut sedang berendam. Menyadari kebisingan tadi dia membuka sebelah matanya terus menemukan seseorang membawa pedang besar bergerigi berdiri di atas gelombang pasang janggal barusan.


“Hihihi.....akhirnya ketemu.....” sang pendatang menyeringai lebar.


“Hmm? Pergilah jangan menggangguku, aku sedang diet dasar.....”


“Mengapa kau berpikir aku bakal mematuhimu?”


“Aduh kalian ini ya? Ketika dicari menghilang, pas aku mau bersantai malah datang sendiri. Apa sih?”


“Aku adalah kepala suku Wave Rider terkuat, sebuah kehormatan bagiku bisa bertatap muka denganmu”


“Hentikan celotehanmu dan enyahlah selagi aku masih bicara baik – baik, sekalian suruh teman – temanmu yang bersembunyi juga ya” ujar wanita bersisik menggerakan tangannya tanda mengusir.


“Aku kemari hanya ingin menanyakan sesuatu....”


“Ckk....keras kepala, kalau begitu cepat selesaikan. Aku mau tidur sialan....”


“Apakah kau....Ratu Kirin Biru Danau Leidian?”


“Hah? Dari mana kalian mendengar julukan lawas—“


BLARRR!!!


Sebelum ia selesai menjawab, Wave Rider mengayunkan pedangnya sehingga ombak yang dikendarainya menerjang lawannya secepat kilat. Serangannya disusul tebasan angin berbentuk cakar serta tembakan Qi panas melalui dua arah berbeda, alhasil ledakan besar langsung menghiasi lokasi pemandian.


Wave Rider terkekeh geli namun tidak bertahan lama, sebab saat efek sergapan mereka bertiga menghilang orang itu kelihatan lagi tapi sekarang dalam posisi berdiri. Dia pun telah mengenakan gaun berwarna serupa, bahkan tanduknya mengkilap tak kelihatan lecet sama sekali. Sambil membuka kipas miliknya matanya berkilat mengerikan, perlahan aura gelap penuh intimidasi memenuhi udara sekitar.



“Baiklah – baiklah kalian menang, sebaiknya lupakan tentang keluar dari sini hidup – hidup karena sudah terlambat untuk menyesalinya....”


BRRR.....!!!


Ch.251 (340)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 89 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).