
BRAKKK!!!
“Kau bilang apa.....!?”
“Chyou bisakah kau hati – hati? Makanan kita bisa jatuh semua.....” tegur Lian buru – buru menjaga keseimbangan meja mereka.
Saat ini Bing Lian, Jin Chyou, dan Xue Yi sedang duduk buat makan siang di salah satu kantin terbesar Frozen Swan River. Kehadiran Lian tanpa topeng serta berkat desas – desus kehebatannya menanggulangi perihal serangan Fairy Snow saja sudah menyebabkan banyak murid berkumpul mengamatinya diam – diam.
Chyou malah tambah mencuri perhatian seluruh pasang mata akibat menggebrak meja cukup keras, beberapa menit sebelumnya ketika balik dari kediaman Matriach. Bing Lian dipergoki oleh kedua gadis itu ketika dalam perjalanan kembali menuju tempat istirahatnya, mereka segera meringkusnya sembari marah – marah karena telah mencarinya sejak tadi pagi.
Begitulah singkat cerita mengapa dirinya terseret ke tempat ramai begini, selagi menunggu pesanan tiba Lian diinterogasi dan juga dipaksa menceritakan hasil pembicaraan dengan ketiga Matriach. Disebabkan desakan terus menerus akhirnya ia terpaksa menceritakannya walaupun agak melenceng sedikit dari kenyataan soalnya tidak cukup bodoh memberitahukan keberadaan Dimension Realm letak Agate Wood berada.
Menanggapi kesanggupan Bing Lian buat dijadikan sebagai utusan perdamaian ke kerajaan Fairy Snow adalan pemicu Jin Chyou menggebrak meja kesal sekaligus mengatainya idiot sambil menunjuk – nunjuk wajahnya. Sedangkan Xue Yi terdiam tetapi menatap Lian bimbang, dia ingin melarangnya pergi namun keadaan sekte sekarang membuat posisinya sulit mengungkapkan isi hatinya.
“Hey! Lihat aku! Jangan pergi! Lupakan makanan – makanan terkutuk ini!”
“Mana boleh begitu, nanti mubazir tau. Maaf Chyou, aku sudah menyetujuinya”
“Jika demikian setidaknya bawalah seorang pengawal berpraktik Nascent Soul!? Mustahil Frozen Swan River menolaknya, ayolah Lian....kau tak harus ke tempat berbahaya tersebut sendirian? Bagaimana kalau kau tidak kembali!? Sampai kapan aku harus menunggumu di sini!?” Jin Chyou menceramahinya tanpa menarik napas sedikitpun.
“Jika aku melakukannya, Raja mereka bisa – bisa tak melihat itikad baik kita untuk berdamai”
“Persetan.....siapa perduli!? Kalau nantinya cuma kepalamu yang pulang? Ugh....baiklah aku ikut—“
“Em em, kau diam bersama Sadari Xue duduk manis sambil minum teh saja oke?” potong Bing Lian mengangkat jarinya lalu menggerak – gerakannya pertanda menolak ide barusan.
“ARGGHHHHHH....!!!”
Chyou bangkit menjerit frustasi, dia berjalan memutari meja mereka terus memandang sinis para gadis penonton memaksa tidak satupun secara terang – terangan berani menatap ke sana. Otak Jin Chyou berputar cepat mencari jalan keluar terbaik dari masalah itu, dia tidak boleh kehilangan kontak Ice Emperor sekarang setelah segala rencana kudeta mereka terhadap kepemimpinan Noble Treasure Shed.
“Aduh....aku pusing”
“Duduklah, aku tau kau khawatir. Tapi tenanglah aku punya rencana, kau taukan mana mau aku menyanggupinya jika memang tidak dapat kulakukan. Kau termasuk orang yang paling mengetahui dasar kepercayaan diriku”
“Justru itu! Aku ingin punya rencana cadangan semisal terjadi hal – hal di luar prediksimu! Ajak aku ikut menyertaimu!” Chyou menarik jubah Lian dengan kasar.
“Ahahaha usaha bagus Nona Jin, sayangnya mustahil.....”
“Eeeeehhh.....dasar laki – laki egois! Kalau kau mati aku akan menginjak – injak makammu kemudian....”
Jin Chyou melanjutkan umpatan dan kutukan – kutukan mengerikannya sebagai ungkapan kecewa atas keputusan Bing Lian, namun pemuda tersebut diam mendengarkan ditambah sesekali mengangguk sembari mengunyah makanannya. Xue Yi yang menonton seluruh pemandangan keakraban mereka tadi akhirnya tak bisa menahan diri tuk menyeletuk, “S...Se...Senior Bing? Kalau boleh tau....sebenarnya apa hubungan kalian berdua?”.
><
“Lihat saja kalau aku sudah menjadi istrimu kau bakal kuikat agar tidak kemana – ma—eh?”
“Maaf Saudari Xue? Aku tak mengerti maksud pertanyaanmu?” kata Lian memiringkan kepala usai Chyou berhenti mengomel.
“T...ti...tidak ada hal khusus, hanya saja kalian nampak cukup dekat dan berpetualang bersama jadi kupikir—“
“Bukankah sudah jelas Xue Yi? Kami sepasang kekasih yang saling—Ummm!? Hmmmm!!!!”
Bing Lian berhasil mengunci mulut Chyou cukup cepat sebelum menyampaikan omong kosong lainnya kepada Xue Yi, ia lalu menjelaskan jika mereka secara tak sengaja bertemu di salah satu kota sekaligus berkenalan. Karena mempunyai arah tujuan sama akhirnya memutuskan pergi berdua, saat Xue Yi kelihatan agak tenang mendengar penjelasanannya barulah Lian melepas jurusnya terhadap Jin Chyou.
“Ahh....begitu rupanya”
“Hahhh.....tunggu Xue Yi?! Kau percaya ucapannya? Kami sebentar lagi bertunangan kau tau?”
“Ugh....jangan mempermainkanku! Kalian bersekongkol buat membuatku kesal ya!?”
Selagi Chyou berdebat menghadapi Holy Daugther Frozen Swan River itu Bing Lian cuma terkekeh geli sambil mengangkat cangkir tehnya ke dekat mulut. Mencium aroma menyegarkan dari bahan – bahan terpilih yaitu Spirit Herb sekitar wilayah Theotopia Empire, dia cukup yakin Jin Chyou masih waras sehingga mustahil membocorkan identitasnya sebagai Ice Emperor pada siapapun termasuk Xue Yi.
Menyaksikan dua perempuan barusan saling menyindir membuat Lian teringat sesuatu, Minjie selalu menyuruhnya menghapalkan nama para Twelve Cosmos Princess. Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali dia bicara bersama Tan Minjie terus mendapat teguran Lu Xiulan dan Yin Kiew jika membahas keistimewaan dua belas putri tersebut.
“Boleh aku menanyakan suatu hal kepada kalian?”
“Hmm?” keduanya menoleh sebelum bertukar pandang penasaran.
“Sebagai anggota Twelve Cosmos Princess berarti kalian pernah bertemu setiap orang di dalamnya bukan? Bersediakah kalian menceritakan beberapa kepadaku?”
><
“Kenapa kau bertanya mengenai perihal ini? Kau tidak berencana melamar salah satunyakan?”
“Hah....jadi itu tujuanmu Senior Bing!?”
“Bisakah kalian berdua berhenti selalu mengaitkanku dengan topik mencari pasangan?” ujar Bing Lian menghela napas lelah.
“Memangnya siapa saja yang pernah kau temui?”
Setelah berusaha mengingat – ingat Lian memberitahu Chyou kalau dia sudah pernah bertemu antara lain Yin Kiew selaku seniornya di White Crow Sect, Liao Mei sewaktu ujian pemilihan Murid Suci, terus ada Hua Riyun, Qiu Na, ditambah Tian Xiaoye saat penjelajahan dimensi kota Hoerju.
“Cukup impresif, kau hampir mengenal setengahnya”
“Karena merupakan sosok – sosok berpengaruh pada generasi muda kami sering bersenggolan tapi....” Xue Yi berkata ragu – ragu sambil melirik Jin Chyou meminta pertolongan.
“Sederhananya tiga di antaranya adalah Cultivator asal Southern Thousand Island, aku sarankan kau sebaiknya tak berurusan dengan mereka khusus untuk ketiganya”
“Mengapa?”
“Demi kebaikanmu, katakan saja kalau tiga gadis ini punya masalah rumit serta dipenuhi misteri. Informasi mengenainya terlalu minim, jadi aku enggan mengambil risiko menjelaskannya”
“Benar kata Chyou, aku pun berpikir sama Senior Bing. Meski pernah bertemu memang agak sulit bicara bersama mereka” timpal Xue Yi membenarkan.
“Baiklah.....terima kasih atas perhatiannya”
Bing Lian menangguk sembari menaikan sebelah alis sebenarnya sangat tertarik kepada para gadis yang dimaksud tapi apa boleh buat?. Sesudah menyingkirkan kandidat – kandidat tadi Jin Chyou kemudian memunculkan dua nama tersisa dari Dataran Tengah, “Berarti tinggal Yao Sheyan serta Fay Beifong”.
“Dan mereka....?”
“Yao Sheyan merupakan cucu angkat Alchemist Bachelor, sedangkan Fay Beifong sendiri adalah Tuan Putri Kerajaan Weadalia Empire” Xue Yi menutup dengan mengangguk – anggukan kepala.
Ch.184 (240)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 56 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).