The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 252 - Beda Kelas



Layaknya lampu lalu lintas, suasana hati Qinglong yang awalnya hijau bahkan saat diajak bicara sudah menjadi merah pertanda bahaya. Niatnya semula bersantai kemudian meladeni pembicaraan konyol tadi berharap pengganggu – penggangu ini enyah setelah puas mengoceh hilang bak ditelan bumi.


Wave Rider, Little Jackal, dan Sun Ghost tentu merasakan perubahan itu sehingga memasang sikap siaga satu, tatapan sang Ratu Kirin Biru Danau Leidian mampu menggetarkan tubuh maupun jiwa mereka bahkan tanpa dirinya menggerakan anggota badannya.


“Kenapa kalian memasang wajah begitu? Takut? Hehehe.....”


“Jangan banyak tingkah tua bangka!!!”


Sekali lagi ketiganya menyerang secara serentak menggunakan teknik jarak jauh, sebab insting masing – masing memperingati jika mendekat suatu hal buruk akan menimpa mereka. Momen serupa seperti kejadian terakhir kembali terulang, perbedaanya kali ini ini semuanya kelihatan lebih jelas.


Jurus Wave Rider, Little Jackal, juga Sun Ghost lajunya berhenti sewaktu hampir mengenai kulit Qinglong seolah terdapat penghalang tembus pandang mengelilinginya. Wanita dengan sisik dan tanduk berwarna persis pakaiannya barusan menjulurkan tanganya santai, Qi milik lawan – lawanya terhisap menuju telapaknya terus membentuk bola energi kecil mirip butiran salju kehitaman.



“Hap! Nyam nyam nyam....ehhh....rasanya menjijikan, kualitas tenaga dalam kalian payah ya?” komentar Qinglong memasang ekspresi mual usai menelan seluruhnya.


DEG!


Pemandangan tersebut langsung memberi kesan luar biasa, bukannya menghindari atau menepisnya Qinglong malah mengekstrak kekuatan musuh untuk dikonsumsi. Perlahan telinga tiga anggota Fifteen Peak Catastrophes itu mulai terngiang peringatan dari Coral Bishop maupun celetukan Owl Queen kalau satu saja Lima Dewa Mata Angin mampu mengalahkan semua isi ruangan diskusi mereka.


‘Hati – hati....kalian berdua jangan gegabah’


“Oi? Mau sampai kapan berpencar? Kemarilah....”


“Apa yang kau takutkan? Jika menyerangnya bersama kita pasti punya kesempatan” Little Jackal memandang remeh pria pengirim telepati sebelumnya.


Sun Ghost mengumpat dalam hati, dia seharusnya tau konsekuensi mengajak Wave Rider serta Little Jackal bakal demikian. Keduanya adalah tipe makhluk berdarah panas juga haus darah, keduanya hidup untuk bertarung tanpa memperdulikan namanya strategi sekuat apapun musuhnya.


Sayang ia tak punya pilihan lain, sebab antara Fifteen Peak Catastrophes setuju buat melaksanakan Revolusi Beast cuma dua sosok ini berpikiran pendek sehingga mudah dibujuk datang menemaninya melakukan ide gilanya sekarang.


“Aku bilang datang ke hadapanku bocah – bocah tengil, aku hitung sampai tiga....” ujar Qinglong dingin.


“Hah—“


TAK!


“Satu....”


“Ugh!?” Sun Ghost segera berpegangan akibat merasakan tubuhnya tertarik kuat energi tidak kasat mata, hal serupa ikut terjadi kepada teman – temannya.


TAK!


“Dua....”


“Apa – apaan!?”


Qinglong lanjut menghitung malas sembari memukul – mukulkan kipas miliknya ke telapak tangan, kekuatan yang menyeret ketiga lawannya bertambah kuat seiring hitungannya berjalan. Awalnya bagaikan angin tornado, berikutnya lubang hitam, terakhir gaya gravitasi berkali – kali lipat.


TAK!


“Tiga.....”


“Woooaaa!?”


Ketika Qinglong selesai bicara lalu keluar dari telaga, Sun Ghost, Little Jackal, maupun Wave Rider terhempas layaknya kapas tertiup angin menuju hadapannya. Ketiganya meronta gusar sekaligus menatap sang kirin penuh dengan tatapan menusuk.


“Siapa yang bilang kalian boleh mendongak kepadaku? Menunduk....hantamkan dahi kalian hingga mengeluarkan darah segar” kata Qinglong memiringkan kepalanya sambil tersenyum manis.


BLARRR! BLARR! BLARR!


><


Setelah merasa cukup puas mempermalukan bocah – bocah barusan serta membiarkan ketiganya dalam posisi bersujud dengan cairan merah menggenangi area sekitar Qinglong menghampiri salah satunya, dia menjambak rambut Wave Rider sampai bisa berbisik tepat menuju telinganya.


“Mari lihat....siapa di antara kalian paling pantas dihabisi dahulu....”


Wave Rider merasakan kipas Qinglong menyentuh lehernya tetapi sensasinya bukanlah benda tumpul biasa melainkan sebuah bilah pedang teramat tajam yang cukup berbekal dorongan kecil mampu memisahkan kepalanya dari leher.


“Hehehehehe....” Wave Rider menyeringai lebar penuh semangat.


“Kau punya kelainan ya? Menurutmu ada hal lucu pada situasi begini?”


“Tidak....hanya saja kau ternyata sangat kuat. Aku rela akhirnya harus mati sekalipun jika diberi kesempatan bertarung denganmu”


“Angkuh sekali dirimu....namun aku suka” ujar Qinglong menatapnya lekat – lekat.


Qinglong melepaskan pegangannya terhadap rambut Wave River terus berjalan mundur, perlahan ia membuka kipasnya untuk menutupi bagian mulutnya. Ketika merasa jaraknya sudah pas Qinglong berhenti dan berbalik sekali lagi menghadap mereka, dia membentuk mantra menggunakan sebelah tangan seraya berkata, “Hibur aku....”.



Begitu menyadari mampu menggerakan tubuh secara leluasa kembali, tiga anggota Fifteen Peak Catastrophes tersebut bangkit berdiri. Meski tau betul kekuatan Qinglong melampui pikiran masing – masing tidak satupun sudi diperlakukan layaknya sampah seperti barusan, Wave Rider menggapai pedang besar miliknya sebelum mengayunkannya sekuat mungkin.


“KUJAMAIN KAU PASTI TAK AKAN MENYESALINYA! ORYAAAA!!!”


BLAARR!!!


Wave Rider melakukan tebasan ke arah atas sehingga tanah sekitar terbelah menjadi dua cukup panjang sampai bekasnya menghiasi puncak gunung dekat lokasi petarungan. Qinglong masih bersikap cuek awalnya sebab sebesar apapun tenaga Wave Rider, serangan gadis itu mustahil mencapai kulit miliknya.


Benar saja walau terkena telak dia tetap berdiri normal tanpa lecet menghiasi badannya, Qinglong cuma melompat akibat menghindari lubang timbul berkat ayunan Wave Rider. Dirinya enggan mengotori tubuhnya sekali lagi, sewaktu masih melayang sesosok mungil menerjangnya secepat kilat.


Little Jackal muncul menembus kepulan debu bersiap mencabik – cabik wanita bertanduk biru barusan, anehnya Qinglong masih memasang wajah bosan seolah seluruh usaha musuh masih sesuai perkiraanya. Tentunya ini menyebabkan Little Jackal naik pitam, si gadis berbulu mulai mengalirkan Qi sehingga menjadikan kukunya makin panjang nan tajam.


“TERIMA INI!”


Ia berputar membentuk bor raksasa demi melubangi fisik lawannya, saking kencang putarannya angin mulai menarik beberapa benda mendekat termasuk dedaunan. Ketika akhirnya terkena olehnya semuanya habis lenyap bagaikan tertelan bumi, menandakan betapa tingginya kecepatan Little Jackal sekarang.


Sayangnya kejadian berikutnya sangat mengejutkan juga sedikit lucu, tepat sebelum berhasil menghantam dirinya. Dengan jeli Qinglong memukul tepat menuju titik paling sentral yaitu kepala Little Jackal menggunakan kipas miliknya, perbuatannya tersebut langsung menghentikan gerakan istimewa tadi.


Muka Little Jackal memerah saking malunya karena Qinglong membuatnya nampak seperti bocah kemarin sore, apa lagi cara dia melakukannya mirip ketika orang dewasa menegur sekaligus menghukum anak kecil usai berbuat nakal. Perasaannya makin tidak karuan sebab Qinglong memberikan senyum mengejek tengil.


“Pfft!?”


“KEPARAAATTTT!!!” Little Jackal meraung murka kemudian menyerang secara membabi buta.


BLARRR! BLAARR! BLARRR!


Qinglong meladeninya dalam pertarungan jarak dekat, meski terlihat sengit penonton jeli pasti mampu mengetahui kalau sebenarnya Qinglong hanya bermain – main saja. Ia membelokan pukulan maupun tendangan Little Jackal berbekal sentuhan minim yang sukses menguras tenaga musuhnya secara drastis.


Ch.252 (341)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 89 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).