
SRRRT....!
‘Bocah....apa akhirnya kau serius?’
“Ahh....terima kasih” terdengar Tie Mu menjawab pelan.
‘Huhuhu....huahahahaha bagus! Bagus sekali! Teruslah bertarung hingga kau benar – benar pantas menjadi wadahku!’
Saat Tie Mu membangunkan Hell Stick ledakan hebat menyebabkan debu menutupi arena, ketika perlahan gumpalan – gumpalan di udara mulai menipis sosok Tie Mu kembali terlihat. Tapi kali ini berbeda, bagian putih matannya telah berubah warna dan beberapa kali nampak keluar percikan listrik hitam sekitar kulitnya.
“Eh....kau kelihatan berbeda? Sepertinya sekarang kau sedikit lebih pantas menghadapiku” Yawen menghentikan pemanasannya.
“Begitukah? Bukankah harusnya kau senang dapat duel dengan lawan yang layak?”
“Yap...kau benar sekali hihihi....”
Tepat sebelum Tie Mu serta Hell Stick bersatu Long Guanting berhasil menyambar perut Feng Ai kemudian membawanya keluar arena. Gadis tersebut batuk akibat udara kotor lalu menyipitkan mata berusaha menyaksikan bagaimana nasip para petarung, pandangannya melebar tak percaya apalagai usai mendengar Seniornya masih mampu bicara normal bersama Long Yawen.
“Senior Tie....kau berhasil menguasai Hell Stick? Pusaka yang hampir setengah abad selalu memakan korban tanpa henti”
‘Mustahil....si pengecut itu melakukannya!?’
Bukan hanya Feng Ai, orang – orang Tough Hammer Altar juga kaget sebab mengetahui sekali betapa terkutuknya senjata tersebut. Inilah alasan mengapa mereka tidak protes ketika Hell Stick diserahkan kepada Tie Mu, kebanyakan menganggap cepat atau lambat jiwanya bakal ditelan.
Anehnya tak satupun kepikiran mengapa anak laki – laki ini masih bertahan hidup sampai sekarang padahal telah membawa bekas senjata ras Demon di tangannya sejak berumur sepuluh tahun. Dan hari itu mereka seolah ditampar oleh kenyataan usai Tie Mu bercampur dengan kesadaran sang tongkat besi neraka.
“Putri Yawen? Haruskah kita mulai pertunjukannya?” tanya Tie Mu memutar – mutar batangan logam berhiaskan semburat layakya nadi makhluk hidup.
“Tentu....namun sebelumnya bisa kau katakan namamu?”
“Tie Mu Murid Suci Tough Hammer Altar, salah satu sekte anggota Emperors Alliance Sect”
“Baiklah, Tie Mu mulai sekarang aku akan mengingatnya. Seorang Centerist yang pantas dihadapi dari sekte bintang 10 yang aku tidak perduli mengenainya” Long Yawen tersenyum dan memasang kuda – kuda sehingga tanah perlahan ikut bergetar.
><
“Hell Stick? Apa kau punya alasan khusus menyerahkan senjata itu kepada cucumu Junior Tie?”
“Sebenarnya aku memberikannya untuk Mu’er karena dia memiliki ketahanan cukup tinggi terhadap Hawa Jahat sehingga menurutku pantas mencoba kecocokan mereka. Aku sudah memperkirakannya sejak lama tapi tak kukira bakal secepat ini, sepertinya dia mulai mengalami perubahan sejak penjelajahan dimensi” jawab Tie Jin cukup terkesan menyaksikan bagaimana cucunya mengendalikan bekas pusaka ras Demon tersebut.
“Hahahahaha....nampaknya Yaya bakal bersenang – senang, terima kasih telah datang Junior Tie. Namun mendengarmu berkata demikian kau ingat bukan? Hawa Jahat tusuk gigi di sana belum apa – apa jika dibandingkan dengan Five Sovereign Generals”
“Ya....anda benar Senior Long”
Five Sovereign Generals merupakan sebutan untuk lima jendral tertinggi Demon saat masa invasi ratusan tahun lalu, sebagai salah satu orang yang masih bertahan hidup melewati era kelam itu Tie Jin berani menyebut Hell Stick hanyalah penjanggal pintu bagi mereka.
Long Heiyan maupun Tie Jin sama – sama pernah bertemu anggota Five Sovereign Generals, keduanya sepakat kalau levelnya terlalu berbeda. Tie Jin membutuhkan bantuan lima orang saudara seperguruannya cuma demi menghadapi seorang Five Sovereign Generals dan itupun belum tentu menang.
Sedangkan Heiyan meski berduel gagal memaksa lawannya mengeluarkan seluruh kemampuan sehingga seolah terlihat bermain – main saja. Tetapi keduannya mengenal seseorang yang entah mengapa tidak berani dihadapi oleh Five Sovereign Generals, setiap kemunculannya lima Demon ini akan memilih menarik pasukan tanpa berani memaksakan diri melanjutkan pertempuran.
“Namun setelah dipikir – pikir lagi Demon King jauh lebih mengerikan ya? Terutama pedangnya, mungkin itulah esensi Hawa Jahat sesungguhnya. Bagaimana menurutmu Junior Tie?” celetuk Heiyan beberapa waktu berselang.
“Pelahap Benua....sebuah pedang yang bahkan mampu menelan sinar matahari”
“Hadeh cukup, buat apa membahas masa lalu. Mari fokus ke depan saja”
“Kan anda duluan memulai pembahasannya Senior....” Tie Jin menghela napas.
“Ngomong – ngomong aku lupa memberitahumu Junior Tie, Yaya juga....punya ketahanan luar biasa terhadap Hawa Jahat”
><
“Kau tidak mau menyerang?” tanya Long Yawen memiringkan kepala setelah keduanya saling berhadapan cukup lama.
“Wanita lebih dulu, aku pikir akan lebih sopan—“
“Baiklah dengan senang hati!”
SYU! JDES! BAMMM! SRRR....!!!
Tanpa memberi kesempatan Tie Mu menyelesaikan kalimatnya, Long Yawen menerjang layaknya badai. Dia mengikis jarak antara keduanya dalam sekejap, hal yang membuat para anggota Tough Hammer Altar tambah tercengang lagi adalah tingkat penguasaan Body Refining gadis tersebut.
Jelas sekali kemampuan bela dirinya di atas anak – anak seumurannya, belum pernah ada generasi muda Dataran Tengah bergerak seperti predator berpengalaman tinggi. Sekilas jalur yang dilewati oleh Yawen membentuk semacam pola badan naga hitam panjang dengan mulut menganga lebar hendak menelan Tie Mu.
Sesampainya di hadapan bocah laki – laki tersebut ia langsung menghantamkan lututnya, suara tubrukan keras disusul hembusan angin kencang menerpa segala penjuru arena. Tiap pergerakan Long Yawen benar – benar mampu mengubah kemana arah udara bertiup, dalam sepersekian detik penampilan putri manis berubah seketika menjadi pemuncak rantai makanan di medan perang.
“Cepat sekali! Body Refining macam apa ini!?”
“Senior!?” Feng Ai memanggil panik sebab arena sekali lagi tertutup debu.
“Dasar Yaya...dia terlalu berlebihan”
Long Guanting serta Teng Xinyi menggeleng – gelengkan kepala, sejujurnya mereka agak takut walaupun mempunyai paras cantik jika Yawen tak mengubah sikapnya para laki – laki mana berani mendekat. Bagaimana dia akan menikah nantinya? Apa lagi sekarang dialah pemegang gelar Putri Mahkota Black Dragon Empire.
“Aku....harusnya jangan menawarimu ya”
“Oh?”
Tarikan napas pertanda terkejut mulai terdengar ketika debu perlahan menghilang, ternyata Tie Mu berhasil menangkis hantaman lutut Yawen dengan tongkatnya. Tangannya bergetar menahan tenaga luar biasa gadis di sampingnya, dari bekas pada tanah bisa diketahui kalau Tie Mu terdorong mundur beberapa senti akibat serangan sebelumnya.
“Senior Tie?!”
“Lumayan juga, aku kira dia bakal terhempas keluar pulau” gumam Guanting terkesan.
“Saudari Long? Aku ingin memastikan sesuatu dahulu”
“Hmm? Silahkan?”
“Apa kau tidak akan menggunakan senjata? Bertarung melawan orang dengan tangan kosong agak kurang adil bukan?”
“Hahaha....terima kasih atas perhatianmu Tie Mu, tapi tenang saja jangan khawatirkan aku. Lagi pula memangnya kau pikir bisa melukaiku?” Long Yawen tertawa lepas.
“Baiklah kalau begitu terima ini!?”
Tie Mu segera mengubah posisinya dari bertahan ke menyerang, ia memindahkan senjatanya menuju tangan lain melalui punggung lalu mengincar sisi tubuh Long Yawen. Sayangnya serangannya cuma mengenai udara kosong sebab Yawen melakukan tindakan cerdik dan malah berdiri menggunakan tangan pada Hell Stick.
Tie Mu cepat – cepat membantingkannya ke tanah agar Yawen melepaskan diri, akhirnya duel terbuka pun pecah. Keduanya saling bergiliran menunjukkan kemampuan merepotkan lawan. Setiap serangan keduanya bertemu bunyi seolah ada besi beradu menghiasi udara.
BANG! BENG! BONG! DUAR!!!
‘Bodohnya aku....gadis ini tidak memerlukan pedang atau tombak! Karena seluruh bagian tubuhnya sudah berfungsi layaknya senjata!’ umpat Tie Mu dalam hati keheranan melihat jalannya pertarungan.
Ch.122 (135)
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K*r*******a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).