The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 267 - Negosiasi



“Jadi....apa kalian mempunyai kata – kata terakhir? Hehehe....”


Qinglong terkikik geli meski area sekitarnya sudah kacau balau efek pertarungan antara dirinya melawan tiga anggota Fifteen Peak Catastrophes, dia duduk manis di atas punggung Sun Ghost usai menjadikan pria berkulit gelap itu sebagai kursi dadakan sementara kondisi dua rekannya tak kalah mengenaskan.


Little Jackal tersungkur dengan kepalanya digunakan layaknya keset oleh Qinglong sedangkan Wave Rider tertancap pedang miliknya sendiri yang tengah diangkat Qinglong. Ketiganya babak belur parah menunjukan betapa kuatnya sang Ratu Kirin Biru Danau Leidian, Qinglong sendiri tersenyum lebar bermandikan tetesan darah Wave Rider melalui bilah senjata dipegangnya.


Selain kotoran tadi, dia bersih total bahkan terkena debu saja tidak. Sehebat apapun atau luar biasanya jurus masing – masing gunakan dapat ditanggulangi semudah membalikan telapak tangan, Qinglong cenderung nampak bermain – main mencari hiburan saat meladeni mereka.


Karena belum kunjung memperoleh jawaban Qinglong mengangkat bahunya terus menghela napas kecewa, kelihatannya dia terlalu berharap lebih mengingat bagaimana kesombongan bocah – bocah tersebut waktu awal datang. Padahal kalau mundur baik – baik mungkin ia akan mengizinkannya sebab suasana hatinya lagi mendingan kemarin.


Tetapi begitulah dunia, selalu berputar melawan kehendakmu. Pas mau bersantai mandi dirinya malah diganggu, namun ketika berkelana mencari mangsa atau setidaknya lawan pantas merekanya lari dan bersembunyi. Qinglong mengayunkan pedang dalam genggamannya sehingga tubuh Wave Rider terlempar jauh.


Dia bangkit kemudian menendang bagian perut Sun Ghost cukup kuat sampai memuntahkah darah segar, sembari menyandang senjata besar barusan ke pundaknya Qinglong menimang – nimang harus melakukan langkah apa berikutnya. “Ya sudah jika kalian memang mau tewas, padahal itu kesempatan kalian memperpanjang kesempatan hidup dengan meladeniku bicara. Baiklah, mari lihat siapa pantas dicabut nyawanya dahulu....”.


BYURR....!



Tiba – tiba terdengar suara gemercik pada permukaan air menarik perhatiannya, saat menoleh Qinglong menaikan sebelah alisnya tertarik melihat kemunculan pasukan besar Spirit Beast berwujud hewan laut menghampirinya. Kelompok tersebut dibungkus sebuah gelembung raksasa dan kelihatan mengawal kereta tepat di tengah – tengahnya.


Meski telah mencapai hadapannya, Qinglong masih belum bergerak seincipun pertanda betapa percaya dirinya ia menangani kemungkinan – kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi selanjutnya. Pintu pedati terbuka memperlihatkan seorang gadis bertubuh mungil, dia menghampiri Qinglong diikuti para pengikutnya. Sun Ghost, Little Jackal, juga Wave Rider melebarkan mata menyadari siapa identitas si pendatang.


“Salam hormat kepada Yang Mulia Ratu Kirin Biru Danau Leidian, aku Rillete datang secara damai tanpa intensi mengganggu atau menyerang anda” Coral Bishop bertekuk lutut.


“Hehehe....lucu sekali kau berkata demikian padahal membawa pasukan berperalatan lengkap, kata – kata dan tindakanmu sama sekali tidak sinkron”


“Ini cuma tindakan pencegahan semisal terpicu hal – hal kurang diinginkan antara kita”


“Sungguh? Kau pikir dapat menahanku berbekal keroco – keroco milikmu sekarang?” celetuk Qinglong menyeringai.


“Mana berani saya wahai Ratu Kirin Biru Danau Leidian”


“Hihihi....aku menyukaimu sejak dulu, aku mengingatmu kuda laut kecil”


“Sebuah kehormatan bagiku dikenali oleh anda”


“Jadi....mengapa kau datang kemari? Kau lihat sendiri aku sedikit sibuk di sini”


Sembari bicara Coral Bishop memperhatikan keadaan parah rekan – rekannya sebelum menggeleng, dia tau mereka keras kepala serta berpikiran pendek tapi tak pernah menyangka bakal mengambil keputusan sebodoh itu padahal ketika pertemuan dia sudah memperingatinya.


Tanpa kabar pemberian Fishman Prince mustahil dirinya bisa sampai kemari tepat waktu, Coral Bishop perlahan menyampaikan tujuannya lalu seketika pancaran Qi milik Qinglong berubah mencekam. Coral Bishop terlambat mengantisipasinya hingga hampir terjatuh, untungnya salah satu pasukannya berhasil menangkapnya.


“Kau memintaku melepaskan tiga bocah kurang ajar ini? Kau gila? Mau mati hah?”


“Ugh....saya bukan bermaksud menyinggung....”


“Kau tau sekali menentukan mangsa aku tidak mungkin berhenti sampai menghakhiri semuanya bukan?”


“Ya....saya paham, namun saya hendak menukar nyawa mereka dengan hal lain....” Coral Bishop mencoba mengendalikan napasnya.


“Hehehe....kau ingin bernegosiasi? Coba beritahu aku tawaranmu kuda laut kecil.....”


“Hah? Menurutmu informasi macam apa yang mampu membuatku sudi—“


“Mengenai masih hidupnya Majestic Tamer....”


Mendengar ucapan Coral Bishop ekspresi Qinglong sesaat membeku, dia seperti orang baru terbangun dari mimpi. Sayang momennya hanya bertahan sedetik dan dapat disadari oleh Coral Bishop seorang, kedipan mata berikutnya Qinglong telah berdiri di hadapan gadis kecil tersebut sambil mengacungkan pedang Wave Rider.


Coral Bishop mampu merasakan darah hangat perlahan keluar melalui kulit lehernya, beberapa anak buahnya hendak mencabut senjata tetapi takut berakibat fatal. Untungnya Coral Bishop cepat mengangkat tangannya demi menahan mereka.


“Coba katakan lagi sekarang dan lihat apakah kau masih bisa membicarakan omong kosong”


“Saya mengatakan hal sejujurnya, Majestic Tamer belum tewas seperti dugaan halayak ramai”


“Aku menyaksikannya mati menggunakan mata kepalaku sendiri, aku merupakan Divine Beast miliknya ingat? Jadi jaga mulutmu atau kuhilangkan dia bahkan tanpa perlu kau memintanya” ancam Qinglong dingin.


Meski ditekan sedemikian rupa, Coral Bishop berjuang mempertahankan mentalnya untuk memberitahu segala informasi yang diketahuinya. Terutama pengakuan Fairy Snow tentang bertemu langsung dengan Majestic Tamer maupun Raja Naga Putih Gunung Jianghou, lalu mengaitkanya sebagai dasar insiden penyerangan terhadap Qinglong oleh tiga anggota Peak Fifteen Catastrophes.


><


“Apa kau punya jaminan ucapanmu seratus persen benar?”


“Memang sebagian adalah rumor belaka, tapi menurut saya kecil sekali kemungkinan Fairy Snow berbohong mengingat betapa besar harga diri miliknya. Tentunya dia lebih memilih bicara bohong ketimbang menerima cemooh, namun kali ini berbeda dia bersikeras menolak ide mengenai Revolusi Beast”


“Kau bilang Baixian ada bersamannya?”


“Begitulah yang dikatakan Fairy Snow kepada kami” jawab Coral Bishop datar.


“Hehehe....huahahaha....”


Qinglong mulai tertawa puas nan lama, meskipun begitu tidak ada satu individu cukup bodoh menyela momen tersebut. Coral Bishop merasakan kalau niat membunuh wanita bertanduk biru dihadapannya berkurang drastis, berbekal gerakan tangkas sekaligus mengejutkan semuanya Qinglong menancapkan pedang Wave Rider tepat sebelah Coral Bishop tengah bertekuk lutut. Membuat wajahnya pucat pasi juga menelan ludah berat, bukan hanya dia hampir seluruh orang tersentak kaget mengira Coral Bishop akan ditebas.


“Pergilah, bawalah rekan – rekan kurang ajarmu sebelum aku berubah pikiran. Tapi ingatlah satu hal, ketika aku selesai pergi memastikan informasi darimu kemudian terbukti salah. Bersiaplah menerima konsekuensinya” Qinglong meliriknya tajam.


“Saya mengerti....”



Coral Bishop mengangguk terus memerintahkan anak buahnya mengangkut Sun Ghost, Little Jackal, dan Wave Rider. Rombongan itu segera meninggalkan lokasi menggunakan gelembung sebelumnya tanpa menoleh menuju Qinglong yang nampak begitu antusias, secepat kilat air hangat sekitar mengelilinginya mirip tornado kecil membersihkan setiap bercak darah pada badannya.


Setelah bersih juga mengenakan gaun baru Qinglong melesat terbang, pikirannya sekarang dipenuhi oleh dua sosok kenalan lama. Seperti ucapanya terhadap Coral Bishop, Qinglong mustahil melepaskan mangsanya usai memutuskan. Tetapi sebenarnya ada satu pernah gagal dirinya taklukan sampai akhir hayatnya, yaitu tuannya sendiri. Mengetahui kesempatan menuntaskan penyesalan tersebut hadir kembali, Qinglong tidak akan menyianyiakannya.


“Baixian ya? Hehehe berarti waktunya berangkat ke Hoerju”


Ch.267 (366)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 99 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).