
Terakhir Gui Dong berani bersumpah kalau dia merasakan kemunculan pria bertopeng barusan tepat di belakangnya sehingga punggung keduanya beradu tapi terpisah jarak setipis benang. Ia menoleh sekali lagi kepada Corpse Emperor seolah benar – benar meremehkannya.
Gui Dong naik pitam menerima perlakuan demikian kemudian langsung melepaskan sikutan cepat, namun sebelum mengenainya sang sosok misterius lebih dahulu lenyap menjadi bayangan hitam yang menguap bagaikan kabut. Celakanya tanpa dirinya sadari serangannya malah mengarah ke tempat dua cucunya berada.
Sebab sudah terlanjur menyerang dan menyebabkan gelombang kejut luar biasa, mustahil bagi Gui Dong menghentikannya. Untung salah seorang pengawal pribadi Gui Fu datang tepat waktu mendorong kakak beradik itu menjauh sekaligus menggantikan posisinya.
BLARRR....!!!
Suara keras terdengar saat laki – laki paruh baya tadi mencoba menahan efek gerakan sederhana Corpse Emperor. Ia terdorong mundur sekitar lima belas meter dengan lengan patah sembari memuntahkan darah segar.
“Oek....!!!”
“Kakek....?”
“Saya tau telah mengecawakan anda Patriach, tolong hukum saya saja. Mohon kemurahan hati anda” kata Gui Fu buru – buru membungkuk sementara tubuh Gui Ma bergetar hebat akibat kejadian barusan.
Meski merasa janggal Gui Dong tetap mempertahankan ekspresi tenangnya, dia mendekati anak buah yang terluka buat memberikannya pil penyembuh sebagai bentuk ucapan terima kasih lalu menghampiri dua bocah berpakaian hitam tersebut.
Nampak jelas raut cemas nan ketakutan menghiasi wajah keduanya, Gui Dong merasa sedikit bersalah padahal tadi sungguh tidak bermaksud menyerang cucu – cucunya melainkan si pemuda bertopeng. Karena situasi sedang kurang kondusif dirinya sengaja bersikap seakan semuanya benar sesuai dugaan penonton.
Seburuk apapun hasil perang ini di bawah pimpinan Gui Fu, pasti Gui Dong cuma menegur atau paling berat memberinya sanksi ringan. Mustahil baginya menjatuhkan hukuman parah kepada putra – putra anaknya yaitu darah dagingnya sendiri.
“Jelaskan....” pintanya dingin.
Gui Fu mengangguk terus menyanggupi permintaan Patriach Black Graveyard Sect itu, dia mulai bercerita secara singkat seluruh tahapan pertempuran secara runtut juga detail tetapi diringkas dalam waktu lima menit saja.
Walaupun Corpse Emperor kelihatan santai, tak satupun pihak aliansi Frozen Swan River dan Kerajaan Fairy Snow mengambil tindakan memanfaatkan momen ini sebab sadar betul kekuatan pria tersebut diluar nalar, terlebih langit masih gelap seperti malam hari berkat kumpulan makhluk kegelapan panggilannya yang siap menyerbu kapanpun Gui Dong memberikan aba – aba.
Usai mendengarkan penjelasan cucu sulungnya tanpa berkata apa – apa Gui Dong terbang kembali meninggalkan tanda tanya besar untuk para pengikutnya. Jika anggota Black Graveyard Sect saja bingung, bisa terbayangkan kepanikan Jin Chyou bersama rekan – rekan lain sewaktu mereka menyaksikan Corpse Emperor mendekat.
Tubuh Chyou menjadi kaku seketika saat Gui Dong meliriknya, untungnya merebut Noble Tresure Princess sekarang bukanlah prioritas sehingga dia hanya berlalu begitu saja. Cukup menandai lokasi si gadis jika nanti bakal menghantam kuat Frozen Swan River supaya tidak menimbulkan masalah dengan Fortune Pillar.
Meski salah satu kaisar Emperors Alliance Sect tadi telah menjauh, Chyou masih sulit bergerak serta bernapas normal akibat tekanan hawa keberadaanya. Namun sentuhan pelan ke pundaknya perlahan mengembalikan kontrol tubuhnya, ia menoleh terus menemukan ternyata Eva baru mengalirkan Qi demi menetralkan keadaan parah dirinya.
“T..te...terima kasih....”
“Sama – sama, tenanglah....aku yakin kita pasti akan melewati semuanya” Eva membalas mencoba menenangkan.
“Ya....”
“Chyou? Apa menurutmu Senior Bing mampu mengalahkannya?” bisik Xue Yi penasaran.
“Entahlah, aku mungkin memang belum tau seluruh kartu as milik Bing Lian namun aku paham betul dengan kemampuanya sekarang menurutku level keduanya terlampau jauh....”
Bahkan Eva yang mendengar pembicaraan mereka tidak melakukan protes, dia menilai semisal ayahnya. Fairy Snow terkuat saat ini bekerja sama sekalipun dengan Sun Bingbing, Lian, Baixian, dan Cultivator kuat lain di sana masih kecil sekali peluang menang menghadapi laki – laki beraroma kematian itu.
Sebenarnya selepas kepergian Bing Lian maupun Baixian, Eva menerima kisah tentang kehebatan mereka ratusan tahun lalu dari Aincrad. Kalau saja kekuatan masing – masing kembali layaknya kondisi puncak mungkin ceritanya akan sedikit berbeda, makanya sekarang Eva cuma bisa berdoa apalagi Gui Dong makin mendekat menuju lokasi Aincrad juga Sun Bingbing berada.
><
Dia sempat bertanya ke beberapa individu tapi tidak satupun di antara mereka menyaksikan kejadian serupa sepertinya, hal ini sekaligus mengkonfirmasi hanya Gui Dong sendiri mengalami hal tersebut entah karena halusinasi atau rasa paranoid berlebih. Corpse Emperor bahkan sempat melupakan amarahnya kehilangan Undead Monarch favoritnya akibat momen tadi.
Saking sibuknya berpikir tanpa disadari ia sudah tiba pada hadapan dua pemimpin sekaligus sosok berpraktik paling kuat dari pihak lawan yaitu Matriach Frozen Swan River dan Raja para Fairy Snow, sejujurnya Gui Dong tidak terlalu tertarik terhadap keduanya.
Sun Bingbing lebih banyak bergerak sekitar Benua Huawai bagian utara sehingga jarang bersinggungan dengan Black Graveyard Sect yang markasnya terletak cukup jauh hampir mendekati perbatasan antara Sky Jewel Kingdom bersama Aicowonid Empire.
Mendengar kabar barusan jelas hal serupa berlaku juga untuk Aincrad, Fairy Snow terkenal menetap serta membangun peradaban di tempat beriklim ekstrem Theotopia Empire jadi mustahil berpeluang saling mengusik terlebih ada kendala bahasa disebabkan perbedaan ras.
Walau sebenarnya Gui Dong maupun Aincrad bisa dikatakan berasal dari era yang sama, yaitu masing – masing telah hidup ketika Bing Lian masih memegang gelar Ice Emperor sekaligus Majestic Tamer menggantikan peran Mask Sage saat gurunya itu sudah wafat.
“Nama?”
“Sun Bingbing, saya penasaran kenapa anda harus repot – repot menanyakan identitas keroco sepertiku Senior Gui?”
“Hehehe....aku mungkin terkenal kejam tapi masih mengetahui makna sopan santun, apakah kau bisa berkomunikasi dengan makhluk menarik ini?” celetuknya melirik Aincrad.
“Halt die klappe du mull”
“Aku tidak terlalu mengerti, namun pernah belajar sedikit Archaic Word. Nampaknya kau baru menyebutku menggunakan istilah sedikit kasar, lupakan. Pada akhirnya kau pun bakal mati, aku berandai – andai bagaimana rasanya menjadikan tubuhmu sebagai Undead ya?”
“Grrrr.....!!!”
“Aku suka tatapan begitu....”
Gui Dong terkekeh geli sebelum menjentikkan jarinya, dalam sepersekian detik kegelapan yang memenuhi angkasa bergerak membentuk sebuah makhluk luar biasa besar. Sampai – sampai menyebabkan Great Albino Whale maupun tengkorak lawanya beberapa saat lalu seolah ikan teri.
Monster ini mengeluarkan aroma amat busuk ditambah sensasi kematian pekat, banyak sekali mulut dan gigi menghiasi sekujur tubuhnya sehingga memberi kesan terdiri atas kumpulan lubang menganga. Beberapa orang dengan pondasi praktik kurang baik segera memuntahkan isi perut masing – masing bahkan kehilangan kesadaran.
“Dark Creature Art; Screams Bringer”
GLEK!
‘Iblis macam apa yang dirinya panggil? Inikah kemampuan salah satu dari Twelve Supreme Entities!?’
“Aku ingin menanyakan satu hal terakhir kepadamu Matriach, pilih baik – baik jawabanmu sebab bakal mempengaruhi nasib setiap bawahanmu di sini. Apakah Frozen Swan River.....menyembunyikan seorang ras Demon? Aku cuma menerima dua respon, iya....atau tidak?” tanya Corpse Emperor dingin sembari membentuk mantra tangan, matanya memancarkan cahaya mengintimidasi.
Special Ramadhan Up (5/30)
Ch.225 (315)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 90 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).