The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 140 - Keteledoran



PLAK!


“Aduh!? Shhh....sial—eh? Ahahaha halo Tuan Muda”


Pemuda yang baru saja terbangun akibat keplakan pada pipinya tersebut langsung ciut nyalinya begitu tau identitas si pelaku, ia mengumpat dalam hati ketika sadar ternyata para anak buahnya telah berbaris rapi di belakang orang tadi padahal dirinya sudah berpesan agar diperingati jika terlihat tanda – tanda kedatangan rombongan ini.



“Kau mau bilang apa barusan!? Coba ulangi Meng Li! Pemalas brengsek! Sekarang mari dengar alasanmu” tagihnya sebelum melepaskan tendangan menuju wajah pria malang barusan.


“Awww!? Ampuni hamba Tuan Muda! Aku berjanji tak melakukannya lagi!”


BAK! BUK! BAK!


Meng Li meringis kesakitan sembari berupaya melindungi anggota badannya dari hujan pukulan maupun sepakan sosok itu, dia adalah Gui Ma cucu ketiga salah satu Twenty Supreme Entities benua Huawai yaitu Corpse Emperor atau lebih dikenal sebagai Patriach Black Graveyard Sect.


Puas menghajar si bawahan, Gui Ma akhirnya memutuskan tuk duduk. tiba – tiba muncul lima Cultivator tegap yang mempunyai tatapan kosong segera membantunya bahkan bersedia menjadi alas tempatnya beristirahat.


Masih memegangi wajah memarnya Meng Li bertekuk lutut di hadapan Gui Ma sambil meratapi nasibnya melayani keturunan paling merepotkan Tuannya, Gui Dong memiliki tiga orang cucu dan Gui Ma berada pada urutan terakhir dalam catatan harapan Meng Li untuk tempat mengabdi.


Sebagai anak bungsu dia terkenal manja serta suka seenaknya sendiri sampai terkadang membuat para pengikutnya muak, sedangkan kakak pertamanya meski terkenal berbahaya bahkan banyak disebut gila setidaknya masih mampu diajak berdiskusi. Terus saudara keduanya sekaligus sosok paling besar peluangnya menjadi penerus gelar Corpse Emperor merupakan anak paling normal juga baik hati di antara mereka.


“Kenapa aku tak diberi tugas bersama Tuan Muda Han saja sih?” Meng Li berbisik lelah.


GRATAK!


“Meng Li? Coba bicara lebih jelas....”


“Hiiy!? Uhuk! Maaf Tuan Muda! Tenggorokanku memang gatal akhir – akhir ini! Ahahaha....”


“Ingat ya....sekali lagi aku melihatmu bermalas – malasan kupastikan melaporkanmu ke kakek”


“Saya mengerti!”


Meng Li hanya bisa bersabar diancam oleh bocah ingusan seperti Gui Ma, sejujurnya buat Core Formation layaknya Meng Li mendapatkan perlakuan begitu dari Foundation Realm jelas mencoreng harga dirinya tapi mau bagaimana lagi. Gui Ma mempunyai kelebihan pada latar belakangnya, beginilah kejamnya dunia Cultivator.


Padahal kalau dihitung secara baik – baik Meng Li termasuk Seniornya, menghormatinya sedikit tidak bakal membuat Gui Ma mati bukan?. Sayangnya Meng Li cuma dapat menyuarakan pikiran tadi dalam benaknya saja di mana tidak satupun orang bisa mendengarnya.


“Bagaimana? Pemasangannya berjalan lancar?” tanya Gui Ma mengangkat sebelah alisnya.


“Telah saya lakukan sesuai intruksi anda Tuan Muda”


“Bagus, ini adalah wilayah dengan penghuni terpadat sebelum memasuki padang es nantinya jadi harus dimanfaatkan baik – baik. Berapa kira – kira jumlahnya?”


“Menurut perhitungan sekilas saya kita bisa memperoleh sekitar sepuluh ribu dan bakal siap esok hari tepat tengah malam” Meng Li melapor serius.


Gui Ma menatap cahaya hangat kota di kejauhan, matanya menerawang seolah pikirannya sedang tidak menemaninya sekarang akibat teringat kepada orang tua sekaligus kedua saudaranya. Namun perlahan tekad kuat mulai menghiasi tatapannya, pokoknya perebutan calon penerus kakeknya pasti dirinya menangkan bagaimanapun caranya.


Sebagai aliran hitam dan pengguna mayat hidup, Black Graveyard Sect tidak ragu mengorbankan nyawa halayak banyak demi menutupi kekurangan mereka menggunakan kuantitas. Jika mendengar kemunculan mendadak sebuah kota mati penduduk Dataran Tengah biasanya langsung paham kalau sekte tersebut kemungkinan adalah dalangnya.



Bahkan kabarnya Patriach mereka, Gui Dong mempunyai lima Undead Monarch amat berbahaya setingkat Nascent Soul Great Circle-Stage menyertainya sewaktu berperang. Sebagian orang berpikir melawan Cultivator tipe begini merupakan hal mudah, tinggal mengincar pengendalinya maka selesai sudah. Kenyataanya bisa dilihat Black Graveyard Sect masih bisa berdiri kokoh hingga sekarang, menandakan betapa mengerikannya kemampuan mereka dalam menangani musuh – musuh yang hendak mencari masalah.


“Baiklah, aku aku akan kembali ke pasukan utama untuk mengabari kakek soal sepuluh ribu tambahan prajurit”


“Bagaimana dengan saya Tuan Muda? Apa sebaiknya terus mengawasi?”


“Itu terserah padamu, lagi pula setelah formasi sihirnya dipasang tiba – tiba semuanya nanti juga beres. Hey!? Berhenti kubilang! Pijatanmu tidak enak dasar bodoh!” protes Gui Ma kesal mendapati punggungnya dipegangi tanpa henti oleh salah satu Undead miliknya padahal dirinya telah berdiri sejak tadi.


“Eeeee....kalau begitu saya izin mundur ya Tuan Muda, hehehe saya bersama pasukan cukup lelah usai pertarungan beberapa waktu lalu”


“Hadeh....aku kemari jelas – jelas menemukanmu sedang tidur Meng Li lalu kau berani meminta rehat lagi? Ckk...!? Lakukan sesuka hatimu, tapi pokoknya kalau ada apa – apa bersiaplah menerima akibatnya. Aku berjuang mati – matian agar dipilih menemani kakek dalam perang berikutnya jadi jangan sampai mengacau! Paham?”


Meng Li mengiyakan sembari memberi hormat, Gui Ma mengangguk puas kemudian melesat pergi diikuti para Undead juga pengawal – pengawalnya. Setelah merasa cukup aman akhirnya Meng Li menghela napas lega disusul gelak tawa anak buahnya, ia mengutuk mereka satu per satu karena berani mengorbankan sang pimpinan.


Seorang segera mendekatinya dengan membawa botol arak yang masing – masing nikmati kemarin malam terus buru – buru disembunyikan ketika kedatangan Gui Ma, kelompok Meng Li perlahan meninggalkan pos jaga penuh suka cita dalam kondisi mabuk. Tanpa menyadari ada pemuda bertopeng tengah mendekati kota tersebut.


><


“Hmm....?”


Bing Lian mengelus dagu di balik Black Yaksha Mask mengamati tanah dekat tembok pembatas Xintong, salah satu kota terakhir sebelum memasuki wilayah bersalju ekstrem Theotopia Empire. Banyak pelancong selalu mampir ke sana untuk menyiapkan perbekalan baru melanjutkan perjalanan.


Lian berjalan mengitari dinding luar sendirian seolah terdapat pembatas tak kasat mata di situ, bahkan para penjaga tidak menyadarinya saking cepatnya ia bergerak menggunakan ilmu meringankan tubuh. Akhirnya pada satu titik Bing Lian berhenti kemudian coba menjulurkan tangannya.


SRRT!?


Tepat sebelum menyentuh tanah keluarlah percikan listrik kehitaman sehingga memaksanya menarik lagi lengannya, ekspresi Lian langsung berubah menandakan kalau dirinya geram. Meskipun Xintong adalah kota Cultivator besar Bing Lian yakin formasi sihir tingkat tinggi ini tak bakal disadari satupun dari penduduknya.


“Aku memang merasakan hawa kurang menyenangkan....tapi ternyata Afterlife Tranformation Sealed sungguhan....” gumamnya pelan sekaligus ketir.


Lian sengaja meninggalkan Jin Chyou bersama Baixian usai udara malam itu menyebabkan bulu kuduknya berdiri, ia berpesan kepada Baixian agar menemani Chyou karena ingin memeriksa pemberhentian mereka berikutnya dan malah menemukan salah satu jurus terlarang tersebut setelah sekian lama.


“Aku tidak menyangka kau melupakan janjimu padaku....Saudara Gui”


-Xintong Arc Status Begin-


Ch.140 (165)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 25 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).