
“Benar, aku disuruh menyampaikan permohonan bantuan kepadamu”
Yao Quon cukup heran mendengar pernyataan itu, dia memang mempunyai hubungan baik dengan Yin Nuan karena pernah bekerja sama saling membantu dalam beberapa kesempatan. Namun tidak menyangka salah satu anggota Twenty Supreme Entities paling misterius ini bakal mengirim orang lain untuk menghadap dirinya.
Mengingat identitasnya sebagai orang sangat sulit ditemui juga dicari kebanyakan Cultivator Benua Huawai, Alchemist Bachelor berpikir janggal sekali The Only One Shadow mengutus pemuda asing dan bukannya putranya datang kemari. Apalagi bocah tersebut nampak hanya seorang Forging Qi semata.
Yao Quon tambah kebingungan sebab sewaktu memeriksa apakah Lian bicara jujur dengan mendengar perubahan detak jantungnya, dia sama sekali tak menemukan tanda – tanda kebohongan yang berarti sejak awal si anak laki – laki memang memberitahu kebenaran atau fakta sebenarnya.
Saat ditanya lebih jauh barulah Bing Lian menceritakan perihal Yin Kiew hendak membentuk Heaven Foundation sehingga neneknya berniat meminta pertolongan Yao Quon berupa pil supaya mempermudah proses ujian dirinya, Medicine Pillar mengangguk – anggukan kepala tapi belum menurunkan tekanannya terhadap Lian.
“Kau punya mental baja sampai mampu bicara setenang ini cukup lama bersamaku” celetuk Yao Quon lirih.
“Terima kasih, aku merasa tersanjung. Kuanggap itu sebagai pujian”
“Jangan senang dulu, pertanyaanku masih ada dan posisimu juga belum aman. Baiklah, sesi berikutnya. Apa hubunganmu dengan cucuku serta mengapa kau dapat mengaktifkan segel lift untuk berpindah lantai?”
“Ketika pertama kali datang, aku disambut oleh Nona Yao lalu karena anda sedang pergi berkelana. Dia menganjurkan agar aku menunggu, jadi bisa dibilang kami tetangga selama beberapa minggu belakangan” Bing Lian menjelaskan tanpa kesulitan berarti.
“Aku mengerti, lanjutkan....”
“Jawaban pertanyaan kedua sederhana. Kemarin aku, Bubu, bersama Nona Yao berkunjung ke Pos Pertama demi berburu”
“Terus? Itu bukan alasan kau bisa menggunakannya sebab Yan’er lah yang memegang mantra kuncinya”
“Mungkin benar, namun aku sudah melihatnya”
“Apa? Maksudmu kau menirunya dengan benar cukup sekali lihat?” ujar Yao Quon kehilangan ketenangannya.
Mendengar perubahan suaranya Lian tak sanggup lagi menahan tertawanya, kemampuan bersandiwaranya nampak makin payah. Bubu terbang ceria mengitari mereka tanpa mengerti isi pembicaraan dua pria barusan, Yao Quon biasanya akan segera menghabisi sosok di hadadapannya kalau memperoleh perlakukan kurang ajar begitu.
Tetapi anehnya sekarang ia malah memiringkan kepala kesulitan mencari kata – kata walau seharusnya merasa tersinggung ditertawakan oleh pemuda tadi, ada perasaan familiar menghampirinya mendengar gelak lepas bocah tersebut. Akhirnya Bing Lian berbalik sembari tersenyum kepadanya kemudian membungkuk memberi salam.
“Hihihihi maaf Sarjana Yao, aku tak bisa menahan diri untuk tidak menggodamu”
DEG!
Yao Quon melongo cukup lama memperhatikan Lian dari atas sampai bawah, meski sekarang ia lebih tinggi juga lawan bicaranya berpenampilan layaknya anak ingusan. Kilas balik pertemuan pertamanya saat orang itu masih merupakan Cultivator muda ternama Benua Huawai berseliweran memenuhi kepalanya, Alchemist Bachelor membuka tutup mulutnya kaku sebelum menjerit seolah baru melihat hantu. “PAHLAWAN BING....!?”.
><
Yao Quon terlahir pada sebuah keluarga ternama di desanya, ayahnya merupakan saudagar kaya sekaligus sosok terpandang. Dia hidup beranggotakan tujuh bersaudara laki – laki semua dan merupakan anak paling kecil, menjadi bungsu tak semata – mata menyebabkan ia dimanjakan juga disayangi oleh kedua orang tuanya.
Sampai suatu saat dia secara ajaib mampu menyelamatkan pengemis yang pingsan di pasar berbekal peralatan seadanya sekaligus obat racikan sederhana menggunakan bahan – bahan sekitar sana. Kabarnya segera menyebar layaknya wabah penyakit hingga sampai ke telinga ayahnya, ketika dipanggil menghadap Yao Quon sangat antusias merasa bakal diakui untuk pertama kalinya.
Ternyata sebaliknya, ia dipukuli habis – habisan sembari disebut sebagai aib keluarganya. Menurut ayahnya perbuatan Yao Quon adalah tindakan sia – sia, tak ada untungnya menolong pria itu apalagi ayah Yao Quon harus membayar hutang atas tanaman – tanaman herbal digunakannya sebelumnya.
Di perjanalan menuju kamar dalam keadaan babak belur, dia dapat mendengar kakak – kakaknya menertawakannya, sejak momen barusan Yao Quon mengubur seluruh impiannya menjadi dokter atau tabib untuk membantu orang – orang membutuhkan. Pada usia lima belas tahun bermodalkan nekat dan uang tabungannya, Yao Quon kabur meninggalkan rumah setelah bertengkar hebat melawan ayahnya.
Alasannya Yao Quon menghajar saudara sulungnya yang berumur hampir sepuluh tahun lebih tua karena secara sengaja meminta ayah mereka meminang pujaan hati Yao Quon, gadis tersebut merupakan sahabat masa kecilnya. Lebih menyakitkannya lagi kejadiannya bertepatan hari ulang tahunnya sehari selang ia menceritakan perasaanya kepada kakaknya serta memberitahukan rencananya mengungkapkan cinta.
Nyatanya brengsek itu cuma berbasa – basi menanyakan dia ingin hadiah apa lalu menggabungkan pesta kejutan adiknya bersama pengumuman pertunangan keduanya, hal tadi benar – benar menyebabkan Yao Quon muak terus lepas kendali kemudian memutuskan hubungan dengan keluarga maupun kampung halamannya.
Akhirnya diapun berangkat menuju Weadalia Empire mengejar impian memperoleh gelar Sarjana dan membalas orang – orang yang meremehkannya, kerajaan paling barat Benua Huawai ini menjanjikan segudang keuntungan terutama bagi pendatang asing. Jika sukses bukan mustahil tanpa membutuhkan waktu lama kekayaanya dapat melebihi orang tuanya.
Sayang ternyata tidak semudah perkiraan Yao Quon, ujianya teramat sulit sehingga hanya menerima individu berkualitas tinggi atau tingkat jenius. Berbekal otak encer saja belum tentu diterima, parahnya meski Yao Quon berhasil mengatasi masalah itu dengan ketekunannya.
Datang hadangan baru berupa sikap rasialisme karena era tersebut penduduk asli Weadalia Empire masih menganggap orang di luar wilayahnya termasuk penduduk terbelakang, paradigma tadi dihancurkan oleh Alchemist Bachelor sendiri pada masa mendatang. Bahkan walau demikian hingga sekarang tetap saja terdapat sosok berpikiran sempit begitu menghiasi sudut – sudut tertentu Weadalia Empire.
Mereka mengira penghuni Dataran Tengah lainnya terlalu banyak mempercayai tahayul berupa kekuatan dewa mirip dongeng ketimbang ilmu – ilmu pasti, pemikiran inilah penyebab kelak kultivasi masyarakatnya tergolong sangat lambat jika dibandingkan kerajaan – kerajaan besar tersisa terus menjadi sasaran empuk bangsa Demon dikarenakan memiliki pertahanan terlemah di antara semuanya.
Seiring berjalannya waktu tabungan milik Yao Quon bersih setahun berselang mengingat kebutuhan hidup Weadalia Emprire sangat mahal, ia terlunta – lunta kemudian bertahan sebagai gelandangan enam bulan lamanya. Putus asa, meski berat hati akhirnya dia memutuskan pulang untuk menemui ayahnya sekaligus bersiap harga dirinya diinjak – injak sekali lagi.
Ketika menelusuri hutan dia menemukan rombongan pedagang tengah disergap oleh bandit, hampir seluruh anggotanya tewas kecuali gadis kecil dengan luka besar menghiasi perutnya. Saat ketua para pencuri hendak menghabisinya, Yao Quon berlari mencoba menyelamatkannya tanpa berpikir panjang.
TAK!!! KLANGG!!!
Bunyi golok terjatuh menghiasi udara mengagetkan Yao Quon padahal sudah bersiap menerima tebasan mengenai punggungnya, begitu menoleh dia menemukan sang pemimpin bandit telah menjatuhkan senjatanya seraya mendongak menatap ke atas salah satu pohon. Tempat seorang pemuda berambut putih tersenyum memainkan beberapa batu kerikil sekitar jari jemarinya.
Author Note :
Sekedar info, bagian cerita Yao Quon Origin ini cukup panjang sekitar 10 chapter ke depan jadi siapkan popcorn, bersabar, dan nikmati saja ya
Ch.254 (345)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 89 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).