The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 175 - Masukan



Aura Sun Binbing merembes mengerikan memberikan tekanan ke sekitarnya namun hanya ditunjukan kepada pasukan Fairy Snow, dia langsung bergerak keluar sekte demi mengambil tindakan sesudah mendapat desakan dari kedua Matriach lainnya.


Melihat bagaimana cara Bing Lian mengatasi situasi tersebut serta banyaknya barang – barang luar biasa yang dimiliknya membuat mereka makin yakin kalau memang dialah penulis The Omniscient Ice Lotus Prince Book sesungguhnya terlepas penampilan maupun praktiknya sekarang.


Bukan urusan atau ranah ketiganya buat mencari tau mengenai kondisi Lian, yang jelas saat ini adalah waktu paling tepat membalas budi seperti wasiat Matriach pertama. Frozen Swan River harus membantu sang pemilik buku dengan segenap kemampuan ketika ia berkunjung, begitulah kurang lebih pesan turun terumun para pemimpin terdahulu sejak sekte didirikan.


Membiarkan Bing Lian terluka serta tewas terlebih di wilayah Frozen Swan River sama saja mencoreng martabat mereka, Sun Bingbing berani bertaruh leluhurnya akan menghantuinya sepanjang sisa hidupnya jika berakhir demikian.



Sebenarnya Wang Yue dan Dian Wenji hendak ikut bersamanya namun dihentikan oleh Sun Bingbing, dia meminta keduanya mengamati soalnya pergi sendiri sudah cukup menangani masalah tersebut, awalnya masing – masing hendak bersikeras memaksa sebelum akhirnya setuju karena enggan membuat Bing Lian merasa tersinggung.


Jelas sekali niat mereka sama – sama ingin membuat Lian terkesan, usai menyaksikan menggunakan mata kepala sendiri koleksi – koleksi miliknya hal wajar misalnya semua berlomba – lomba mencari muka agar memperoleh keuntungan atau mampu membangun relasi lebih jauh dengannya. Siapa tau kelak diberikan berbagai sumber daya berharga, sikap buruk tapi apa mau dikata beginilah perangai yang dipupuk hukum rimba dunia Cultivator.


“Berani sekali kalian kecoak – kecoak busuk mengarahkan serangan kepadanya....” bisik Sun Bingbing menunjuk jarinya ke angkasa.



Seketika langit dan dataran bergetar hebat akibat jumlah Qi terkumpul begitu besar, seluruh partikel air dari segala penjuru berkumpul melapisi tenaga dalam Sun Bingbing kemudian membentuk bola raksasa bercincin layaknya planet. Ukurannya cukup menutupi cerahnya sinar matahari sore itu.


Ketua Fairy Snow segera mengeluarkan teriakan untuk memperingati rekan – rekannya, mereka membelalak ngeri sembari bersiap – siap menerima penghakiman Matriach Frozen Swan River tersebut. Dengan telah diselamatkannya Great Albino Whale, sudah tak ada lagi penghalang berarti buat melenyapkan kelompok kecil makluk rendahan di hadapannya.


“Matriach Sun? Aku sarankan anda berhenti....”


“Hah!?” tarikan napas kencang terdengar saat Lian menyeletuk.


“Bocah tengik! Kau pikir sedang bicara—“


“DIAM! Tutup mulutmu Yu Shu....”


“Baik....Matriach” Yu Shu langsung memucat usai dibentak oleh sang Matriach.


“Hemmm....tapi mereka telah berani mengarahkan senjata kepada anda? Anda yakin atas permintaan barusan?”


“Matriach lihatlah? Aku belum tergores sama sekali....” ujar Bing Lian tertawa sambil mengangkat kedua tangannya.


“Aku—“


“Kita memerlukan mereka hidup – hidup, kalau anda menghabisi semuanya itu berarti menyatakan perang secara tidak langsung kepada Kerajaan Fairy Snow. Pikirkan baik – baik....aku mungkin cuma sedikit parno namun menurutku ada yang hendak mencari keuntungan pribadi atas pertarungan ini”


Mendengar penjelasan Lian barulah Sun Bingbing tersadar, dia perlahan menurunkan lengannya sekaligus menyebabkan seluruh energi luar biasa sebelumnya menghilang tanpa bekas. Wajahnya memerah padam karena malu Bing Lian bahkan lebih memikirkan nasib sektenya ketimbang dirinya sendiri sebagai Matriach.


Tentu kejadian itu membuat para anggota Frozen Swan River terpana, bagaimana cara seorang Forging Qi menceramahi Matriach mereka bagaikan sepuh memberitahu anak kecil jika berlari kencang dan tak hati – hati maka bisa terjatuh.


“Lian benar, Fairy Snow merupakan makhluk pasif. Mustahil menyerang dahulu tanpa dasar, pasti semua ada alasan atau pemicunya. Kalau kalian bersikeras tidak melakukan apapun, penuturannya barusan sangatlah masuk akal” Chyou merapatkan jubahnya membenarkan.


“Terima kasih atas bantuannya Nona Jin....”


“Jadi bagaimana sekarang? Menurut anda tindakan lanjutan paling benar menanggapi ini semua adalah apa?” tanya Sun Binbing serius.


“Izinkan aku mengurus sisanya”


“Eh!? Junior Bing....pemimpin mereka Nascent Soul Great Circle – Stage lho!”


“Lalu? Kan aku sudah bilang kita membutuhkan mereka dalam keadaan hidup, semisal yang disitu Raja Fairy Snow maupun pasukan membahayakan sehingga pantas dihabisi sekejap mata. Percayalah Matriach, aku bakal meminta bantuanmu bahkan sebelum anda sempat menawarkannya” Bing Lian berbalik terus melenggang santai seolah di hadapannya terdapat taman bermain, bukan medan perang berisi kumpulan Spirit Beast haus darah.


><


“Senior Bi—“


“Hentikan....aku mau melihatnya menggunakan mata kepalaku sendiri....bagaimana cara seorang Bing Lian bertarung menghadapi musuh lebih kuat di area yang menguntungkan baginya. Aku harus menganalisisnya apapun bayarannya” Jin Chyou memegangi pergelangan Xue Yi sebelum mengaktifkan Truth Seeker.


Meski sadar kemungkinan besar data hasil pengamatannya nanti hanya sedikit Chyou masih rela, setidaknya ia mampu mendapat gambaran tentang Cultivator legendaris berjuluk Ice Emperor mengatasi masalah demikian. Situasi ini berbeda ketika dirinya bertarung dengan Han Zan.


Pria itu manusia biasa dan cuma sendiri, tetapi di hadapan Lian sekarang terdapat kurang lebih tiga puluh Fairy Snow berperalatan lengkap serta dipimpin oleh seorang berpraktik Nascent Soul Great Circle – Stage. Kira – kira siasat macam apa bakal dipertunjukan Bing Lian, rasa antusiasnya menyebabkan napas Jin Chyou memburu.


Melihat sikap gadis tersebut Xue Yi akhirnya menghentikan upayanya meminta Lian kembali, berdasarkan respon Chyou dia mengambil kesimpulan jika keduanya pernah berada dalam keadaan darurat. Namun setelah diingat – ingat saat menjelajahi dimensi kota Hoerju juga tindakan – tindakan Bing Lian memang selalu luar biasa bahkan mengejutkan semua generasi muda yang ikut hadir di sana.


KRETAK! KRETEK!


Bing Lian nampak meregangkan lehernya hingga terdengar suara gemertak tulang lalu menghilang dari pandangan semua orang, sang Jenderal Fairy Snow menajamkan setiap indranya buat mendeteksi bocah tadi. Sekilas ia mendapati siluet Lian beberapa kali muncul berpindah – pindah menuju berbagai titik tetapi terus makin mendekat ke arahnya.


ROAARR....!!!


Dia mengeluarkan teriakan perang supaya para anak buahnya bersiaga, agak memalukan memang harus berperilaku begitu padahal hanya melawan seorang manusia. Tetapi jauh dalam lubuk hatinya dia tau sosok satu ini berbeda dibanding musuh – musuh yang pernah dihadapinya.


Ketua pasukan Fairy Snow itu ingin sekali menerjang Lian ketimbang menunggunya memberikan kejutan kepada pasukannya, sayangnya tak sesederhana pikiran orang awam. Kalau misalkan Bing Lian cuma mengandalkan kecepatan ketika bergerak mungkin ide barusan bukanlah hal buruk.


Tapi kejadian sebelumnya saat dia berhasil merebut Great Albino Whale sangatlah membekas, semisal sampai maju secara membabi – buta si Jenderal akan merugi besar jika ternyata semuanya adalah ilusi dan jebakan licik pemuda berambut putih tersebut.


Sewaktu masih berpikir, beberapa pemanah miliknya melepaskan tembakan untuk menumbangkan Lian tanpa diperintahkan ataupun menunggu aba – aba. Ia sangat ingin mengumpat serta memaki mereka namun tak mempunyai kesempatan soalnya badan Bing Lian pecah menjadi kunang – kunang yang terbang ke sana kemari.


Bola matanya segera bergerak tidak beraturan mencari kemana perginya orang itu, baru saja hendak mengumandangkan peringatan berikutnya. Setiap Fairy Snow menyadari kemunculan Lian pada tengah – tengah pasukan, berdiri santai tepat di bawah kaki masing – masing karena semuanya sedang terbang menghindari formasi sihir pelindung Frozen Swan River.


“Anti-Gravity Top....Multiple Pressure....”


Ch.175 (225)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 50 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).