The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 116 - Black Dragon Princess



TOK! TOK! TOK!


“Yaya? Waktunya pe—kau masih belum mengenakan gaun itu? Aku sudah lelah – lelah memilihkanmu dasar! Ayo kita harus segera pergi!”


Seorang wanita berparas cantik menjulurkan leher ke dalam kamar melalui pintu kemudian mengomel usai menyaksikan sang pemilik masih duduk santai pada pinggiran jendela miliknya. Gadis tersebut menoleh menatap ibunya tanpa rasa bersalah, nampak jelas dari penampilannya kalau ia baru saja bangun tidur.



“Tapi Ma....aku tak ingin ikut kegiatan diplomasi kerajaaan, pekerjaan begitu bukan ranahku. Aku lebih cocok mengenakan zirah perang ketimbang gaun tuan putri”


“Kau harusnya bilang demikian saat bertemu kakek kemarin, jangan malah protes kepadaku. Lagi pula siapa tau mereka membawa orang yang menarik bagimu”


Teng Xinyi memasuki kamar putrinya lalu memeriksa sekali lagi gaun indah pilihannya semalam, kondisinya masih rapi benar – benar tidak tersentuh sedikitpun olehnya. Dia agak heran sebenarnya sifat keras kepala milik anak perempuannya itu turun dari siapa, seingat Xinyi ia maupun suaminya adalah tipe penurut.


Namun sebenarnya ada satu sosok muncul dalam benaknya ketika memikirkan ini, yaitu sang mertua. Memang sejak kecil juga beliau terlalu menuruti kemauan cucunya dan kebiasaan buruk tersebut menyebabkan perangainya terbawa sampai sekarang, Teng Xinyi melemparkan pakaian tadi kepada putrinya sehingga menyebabkan dirinya tertutup kain.


“Centerist menarik? Pfft lucu sekali Ma...usaha bagus”


“Bergerak! Cepat kau bahkan belum mandi Yawen!?”


“Malas....kenapa tidak Mama saja yang pergi sendiri sekaligus mewakilkan aku?” balas Long Yawen sembari mengembungkan pipi.


“Kau mau kakek datang sendiri kemari menjemputmu?” Xinyi menaikan sebelah alisnya.


“Ekh!? Itu....”


Menyaksikan perubahan ekspresi gadis tersebut Xinyi tersenyum tipis, satu – satunya orang yang bisa mengatur Long Yawen memang cuma Long Heiyan seorang. Meski selalu dimanjakan Yawen bakal segera meringkuk ketakutan jika kakeknya marah, bahkan kedua orang tuannya tidak bisa melakukan ini kepadanya.


“Mempertemukan generasi muda sengaja dilakukan dengan tujuan mempererat hubungan jangka panjang ke depannya”


“Hah? Mama tak ingat kejadian terakhir saat ulang tahun kakek? Bagaimana mungkin momen begitu disebut mempererat hubungan?”


“Waktu itukan kau masih kecil terus sulit diatur! Setidaknya sekarang kau mau mendengar serta mampu berpikir. Kuperingatkan jangan sampai mematahkan tulang orang lagi ya!? Anak malang itu harusnya ikut lagi kali ini” ujar Teng Xinyi menunjuk hidung Yawen.


“Tuhkan, dia paling lari ketakutan ketika kami bertemu. Buat apa aku ke sana? Apa sebaiknya kupatahkan tangan kirinya juga agar ia kapok datang ke sini?”


“Yaya...!? Jangan macam – macam!”


Long Yawen mendengus kesal, sejak perang terakhir tujuh tahun lalu dia belum pernah merasakan atmosfer serupa. Padahal satu – satunya tempat Yawen merasa hidup hanya di tempat itu, genjatan senjata antara keempat kerajaan Southern Thousand Island malah seolah mengekangnya.


Yawen beberapa kali mencoba menanyakan alasan dibalik keputusan tersebut kepada kekeknya namun tidak pernah mendapat jawaban. Tanpa pertempuran menyenangkan hidupnya terasa hampa, di Black Dragon Empire sendiri yang mau berlatih tanding menghadapinya cuma ayah dan kakeknya.


Sedangkan sisanya bakal menolak secara halus karena takut mengalami cedera padahal mempunyai praktik lebih atas darinya. Long Yawen memang dianugerahi kemampuan fisik luar biasa yang membuatnya mampu mengimbangi Core Formation Early – Stage tetapi hanya dalam hal kekuatan tubuh. Sulit membayangkan sekuat apa dirinya semisal sudah memasuki Foundation Realm, menemukan lawan seumuran dengannya bisa dikatakan agak mustahil.


“Ckk...baiklah – baiklah Mama menang, keluar sana aku mau siap – siap”


“Bersemangatlah, kudengar Tough Hammer Altar bukan hanya membawa cucu Sturdy Emperor melainkan juga murid generasi muda terbaik mereka”


“Ehh....sungguh? Kenapa Mama tidak bilang dari tadi? Aku penasaran sehebat apa murid terbaik sekte bintang 10 Dataran Tengah” Yawen tersenyum tipis dengan mata berkilat penuh semangat.


“Begini saja baru kau cepat, ingat ya. Mereka datang sebagai tamu, kau memahami bagaimana adab menerima tamukan?”


“Kenapa firasatku jelek ya melihatmu tertawa begitu?” desis Teng Xinyi memijit kening lelah sambil berjalan menuju pintu.


><


Setelah hampir setengah jam terbang melewati Guardian Beast berupa kerangka naga besar sebelumnya, akhirnya para penumpang Spirit Boat Tough Hammer Alter dapat melihat ibukota Black Dragon Empire. Mianqiu merupakan sebuah kota pelabuhan besar di mana kapal – kapal dari segala penjuru Thousand Southern Island bahkan Benua Huawai berlabuh dan saling berinteraksi satu sama lain.


Kebanyakan diantaranya adalah pedagang serta jasa transportasi mengingat kondisi geografis mereka yang terdiri dari ribuan pulau memang kebanyakan penduduk selalu melalui jalur laut untuk berpindah – pindah. Ternyata rombongan Tie Jin telah ditunggu oleh pihak seberang, nampak barisan prajurit berbaris membelah gerombolan massa demi memberikan ruang agar mereka dapat mendarat.


Seorang pria tampan berpakaian serba hitam langsung maju memberi salam begitu semuanya turun, Tie Jin memimpin jalan dengan gagah. Cultivator – Cultivator sekitar sana langsung merasakan perubahan udara kota Mianqiu usai salah satu kaisar anggota Emperors Alliance Sect tersebut menginjakkan kaki di sana.


“Lama tak bertemu Senior Tie, maaf atas ketidaknyamanannya. Ada peraturan baru dari Yang Mulia agar tidak membiarkan alat transportasi udara berterbangan di atas langit Mianqui, maka dari itu aku menjemput anda kemari”


“Guanting? Praktikmu makin luar biasa saja? Bagaimana kabarmu? Senang melihatmu lagi” Tie Jin membalas ramah.


“Anda terlalu memuji. Mari ikuti aku”


Long Guanting mengajak semuanya memasuki kereta panjang yang ditarik oleh empat Demonic Beast berkulit keras serta mempunyai tanduk bagai rusa bernama Tentacles Crocodeer, hampir seluruh anggota Tough Hammer Altar kecuali Tie Jin menelan ludah karena tau kekuatan makhluk ini cukup tinggi. Beberapa Cultiivator mengaku pernah menemui yang setingkat Nascent Soul Mid – Stage di alam liar, menjinakkan mereka bukahlah hal mudah.



Bahkan di Dataran Tengah cuma Eternal Beast Pavillion yaitu sekte sang Beast Empress yang tercatat memiliki kawanan Tentacles Crocodeer dalam kendali mereka. Long Guanting sendiri merupakan putra dari Long Heiyan, dia melepas jabatan putra mahkotanya demi Long Yawen sehingga gelar pangerannya sekarang sudah tidak ada.


Tie Jin, Tie Mu, juga Feng Ai, mengisi satu kereta ditemani oleh Guanting sementara anggota sekte lainnya menempati pedati tersisa. Seiring terdengar samar – samar suara kusir akhirnya merekapun mulai bergerak, Feng Ai tidak mampu menahan keinginan untuk melihat keluar jendela karena kali pertama menuju Southern Thousand Island. Tie Mu pun demikian tetapi ia berusaha menjaga muka di depan juniornya tersebut.


PLAK! PLAK! BRRT...!!!


“ENYAH KALIAN DASAR CENTERIST!?”


“Ahh...maaf, penduduk sini memang sulit diatur”


“Tidak apa Junior Long, aku dapat memakluminya” komentar Tie Jin santai sembari memejamkan mata.


Namun kedua anak muda di sebelah mereka tentu terkejut mengapa rombongan ini bisa dilempari oleh tomat serta telur busuk, Feng Ai memberikan tatapan bertanya kepada Seniornya. Sayangnya Tie Mu sendiri tidak tau alasannya sebab seingatnya dulu kejadian serupa pernah terjadi padahal waktu itu banyak sekali sekte Dataran Tengah datang mengirim delegasinya.


“Kakek? Kenapa kita diperlakukan demikian?”


“Hmm? Eeee....”


“Biar aku saja yang menjelaskannya bagaimana?” Long Guanting menawarkan diri ramah.


“Mohon bantuannya Senior Long”


“Itu karena kalian para penduduk Dataran Tengah menganggap pahlawan yang kami sanjung sebagai seorang pengkhianat. Benarkan? Senior Tie?”


“Maksudnya?” kata Tie Mu dan Feng Ai kebingungan menatap bergantian Guanting juga Patriach mereka.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).