
“Saudaraku? Hentikan semua kegilaan ini, belum cukupkah kau melumuri tanganmu dengan darah?”
“Aku sedang mencari dalangnya....bukan urusanmu aku melakukanya menggunakan cara—”
“Berapapun orang yang kau bunuh, mereka tidak akan kembali. Kau sadar itukan?” potong Long Heiyan melipat tangan sambil menatapnya lekat – lekat.
Perkataan Long Heiyan seolah berhasil menggapai hati nurani Lian, gerakan serta pancaran Qi dahsyat miliknya perlahan meredup. Para anggota Ten Guardian Lantern langsung mengelilingi Long Heiyan sembari menodongkan senjata, perilakunya dianggap merupakan pelanggaran dalam proses investigasi sosok di balik kehancuran Seoris Kingdom.
Long Heiyan cuma diam melirik mereka semua satu per satu kelihatan tak tertekan sama sekali, malah sebuah senyum terlihat menghiasi wajahnya pertanda ia cukup percaya diri walau harus menghadapi sembilan Cultivator berbakat tersebut.
“Oya? Apa sekarang pasukan khusus bentukan Seoris Kingdom untuk menghadapi bangsa Demon akan mencoba meringkusku?”
“Long Heiyan?! Sadari posisimu! Jangan bersikap seenaknya dasar anjing kepulauan selatan!”
SYUU!!! BRRR....!
Yao Quon terbelalak menyaksikan kejadian berikutnya sebab Qi sekitar Long Heiyan perlahan membentuk seekor naga kehitaman penuh intimidasi begitu ia mengangkat satu jarinya dari melipat tangan sebelumnya, Yao Quon sempat mendengar kalau Long Heiyan dan Bing Lian memang calon terkuat menggantikan gelar Hao Ren. Hari itu matanya benar – benar terbuka tau betul kabar tadi bukanlah sekedar isapan jempol belaka.
“Coba ulangi sekali lagi ucapanmu Yu Gang, sebaiknya kau gunakan lidahmu sepuasnya selagi masih bisa karena aku bakal mencabutnya bahkan tanpa memberimu kesempatan berteriak”
“Cukup.....”
Lian akhirnya angkat bicara, bersamaan ia mengucapkan perintah barusan seluruh jarum es ciptaanya mencair meninggalkan lantai arena yang langsung basah. Menyadari kakak tertua mereka sudah kehilangan niat menyelesaikan eksekusi, masing – masing menurunkan senjata. Para gadis paling cepat bereaksi tapi saat didekati Lian melewati kelimanya terus menghampiri Yu Gang.
“Saudara Yu? Kuserahkan kewenanganmu kepadamu, keputusan ada di tanganmu. Terserah kau mau melakukan apa. Aku ingin pergi mendinginkan kepala sebentar”
“Aku mengerti” Yu Gang mengangguk.
Mendengar perkataan Bing Lian saudari – saudarinya segera membuang jauh – jauh niatan menghiburnya, tak satupun dari Yue Liyi, Hua Zhenya, She Mye, Qiao Rong, maupun Fang Yijun mampu mengubah suasana hatinya sekarang. Pilihan terbaik membiarkan Lian menyendiri dahulu.
Dia berjalan meninggalkan koloseum diikuti seluruh pasang mata penonton, Long Heiyan menyusulnya setelah berkutat cukup lama menerima rasa terima kasih berlebihan si pandai besi. Ia memperlihatkan jempolnya ke Tie Jin pertanda kalau dia sendiri bakal mengurus Lian, sebagai salah satu orang terdekat dengannya pada Ten Guardian Lantern selain Bing Lian itu sendiri.
Sembari berpura – pura sedih Yu Gang memperhatikan kepergian sang Ice Emperor, dia tersenyum lebar dibalik tangannya ketika paham rencana neneknya berjalan mulus. Ketidakberadaan Lian sudah menjamin perhatian murid – murid Mask Sage teralihkan sehingga mudah baginya mengambil alih, terutama karena Bing Lian memberinya wewenang penuh mengingat dirinya menduduki kursi nomer kedua selama ini.
“Penduduk Xuanrao!?” teriaknya sewaktu tiap saudara seperguruannya dan penonton hendak bangkit meninggalkan lokasi.
Yu Gang menempati tengah arena lalu menginjakan kakinya sebanyak tiga kali, sebuah altar giok perlahan timbul mengangkatnya agar dapat dilihat seluruh orang melalui segala penjuru. Rekan – rekannya menatapnya penasaran kira – kira apa gerangan direncanakan pria licik tersebut, Yu Gang berdeham beberapa kali mencoba mengingat kembali pidato yang ia siapkan semalam.
“Aku tau kalian panik serta kebingungan memikirkan nasib ke depannya terlebih ancaman Demon masih marak mengintai, kehilangan Seoris Kingdom menambah duka kita semua”
GRRR....!!!
“Sebenarnya apa atensi si bajingan ini?” Fang Yijun menggeram sambil memegangi Doumao sebab peliharaanya pun ikut melakukan hal serupa.
“Maka dari itu....setelah pertimbangan lama aku bersama sekteku yaitu Sky Jewel Island hendak mengajukan penawaran, di mana kami menggantikan mereka demi menjaga keselamatan seluruh warga ibukota. Dengan bayaran mejadi penguasa sehingga nyawa kalian adalah tanggung jawab kami”
“Hah?!”
‘Mulai sekarang....bekas wilayah kekuasaan Seoris Kingdom bakal diberi nama....Sky Jewel Kingdom’ batin Yu Gang tersenyum.
Selesai berkata demikian terdengar keributan hebat, terutama dari anggota – anggota sekte Ten Guardian Lantern lainnya karena merasa berhak mengambil bagian. Soalnya selama berdiri Seoris Kingdom mempekerjakan Patriach serta Matriach Muda milik kedelapannya, bukan cuma Yu Gang seorang.
Yao Quon pergi tanpa menoleh, tidak tertarik sedikitpun mengenai politik konyol barusan. Kepalanya sekarang dipenuhi rasa bersalah, mengapa begitu ceroboh mengabaikan Seoris Kingdom dan alhasil kehilangan Tuan Putri Bai Wen. Seharusnya dia tetap waspada meski kerajaan tersebut dikenal benteng pertahanan manusia terkuat. Siapa sangka yang meghancurkan mereka adalah musuh dalam selimut, bukanya para Demon.
><
Tahun – tahun berlalu Yao Quon mengasingkan diri sejak saat itu. Pergi berkelana menempa ilmu kultivasinya, praktiknya kian meningkat juga perlahan memiliki nama. Namun dia masih melakukan kebiasaanya berkeliling mengobati orang – orang secara percuma dari satu desa ke desa berikutnya.
Sesekali membantu pertempuran besar melawan Demon dengan sembunyi – sembunyi sebab masih segan menghadap Bing Lian, dia takut kalau bertatap muka nanti terkenang Putri Bai Wen mengingat wajah keduanya sekilas mirp sekali. Bisa – bisa perasaan bersalahnya bakal timbul kembali meski sudah dikubur sejauh mungkin dalam lubuk hatinya.
Yao Quon lupa berapa lama dirinya menghindar, namun seingatnya sekarang Ten Guardian Lantern menggunakan nama baru yaitu Emperors Alliance Sect dan Lian ditunjuk sebagai pemimpin tunggalnya sesuai dugaan semua orang. Kemudian menjadikan Xuanrao titik basis operasi mereka.
Pengasingan Yao Quon berakhir suatu hari ketika jalannya dihadang seorang beraura kuat, walau sudah mencapai Nascent Soul waktu itu ia masih berada pada tahap awal sedangkan lawannya jelas meninggalkanya jauh sekali. Si pria bertanduk meliriknya sekilas sebelum bertanya pelan, “Kau yang bernama Yao Quon?”.
“Spirit Beast? Apa maumu?” Yao Quon cepat memasang kuda – kuda siap tempur.
“Aku datang ingin menjemputmu, Tuanku mau bertemu”
“Aku tidak suka dipaksa, bagaimana jika aku menolak?”
“Maaf, sayangnya aku tak menerima penolakan”
“Fire Magic – Chaos Flame”
BURNNN!!! SYUU!!!”
“Lucu sekali, kau berusaha membakar seekor naga. Dia menyebutmu pintar? Menurutku kau hanya bocah kikuk biasa” musuhnya berkomentar cuek sembari menepuk – menepuk kobaran api sekitar pundaknya.
“APA?!”
BUAKH!
Yao Quon ditaklukan sekali serang, itu sangat memalukan karena dia agak jumawa belakangan akibat kekuatannya. Pepatah masih ada langit diatas langit seolah menamparnya waktu kejadian barusan, orang tersebut kemudian membawanya terbang dalam bentuk naga putih raksasa. Yao Quon terkesima sewaktu ditarik melewati Dao Realm buat pertama kalinya demi mempersingkat jarak. Begitu keluar kembali ia dijatuhkan tepat menatap punggung sesosok individu familiar baginya.
“Aku berhasil menemukan serta membawanya, maaf kalau sedikit lecet. Dia agak memberontak” ujar sang naga berubah lagi usai mendarat.
“Kerja bagus, terima kasih Baixian”
“Anda....?” Yao Quon melebarkan matanya terkejut.
“Lama tidak berjumpa, Sarjana Yao”
Ch.262 (357)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 95 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).