
Jin Chyou hendak bertanya apa sebenarnya yang mereka bicarakan namun Baixian memaksanya untuk menutup mulut saat para Matriach membukakan Dimensional Realm letak Sacred Tree Cave Pound berada sekaligus tempat Bing Lian akan berlatih dua puluh empat jam ke depan.
Lian menundukan kepalanya sejenak kepada semua orang di situ sebelum melangkah masuk sendirian, Baixian tidak mengikutinya dan memilih bertransformasi menjadi wujud Manusia sekali lagi sembari menjulurkan tangan kepada Sun Bingbing, Wang Yue, serta Dian Wenji.
Ketiganya terperanjat melihat sosok tersebut terlebih Baixian memancarkan aura Qi luar biasa, padahal masing – masing sempat menyaksikan hal serupa ketika ia menghentikan Bing Lian di pintu keluar Frozen Swan River beberapa waktu lalu. Namun ternyata perbedaanya begitu terasa jika dilihat secara langsung dari dekat, jelas sekarang bagi ketiganya Baixian bukanlah Dao Beast sembarangan.
“Serahkan padaku, biar aku urus sendiri mulai saat ini. Kalian tak berencana bakal diam selama satu hari penuh menunggunya melakukan latihan tertutup bukan?”
Awalnya mereka sedikit ragu tetapi mengingat Baixian merupakan milik Lian juga bagaimana Jin Chyou percaya sekali kepadanya sebenarnya cukup sebagai modal utama membiarkan naga itu menjaga salah satu pusaka tertua Frozen Swan River.
“Tenang saja, aku sama sekali tidak tertarik. Usai Tuanku menghentikan latihanya pasti langsung kukembalikan” ujar Baixian menghela napas seolah mampu membaca pikiran tiga wanita di hadapannya.
Selesai bertukar tatap sebentar, ketiganya menanggalkan cincin pada jarinya kemudian menyerahkan ke Baixian dengan sedikit berat. Lagi pula sekarang ada hal lebih penting buat diurus yaitu persiapan perang melawan Black Graveyard Sect, kemungkinan benda tersebut hilang juga kecil karena Baixian akan berdiam saja hingga Lian menuntaskan niatnya.
Akhirnya Sun Bingbing, Wang Yue, dan Dian Wenji undur diri hendak memastikan strategi faksi masing – masing dapat bertahan menghadapi pasukan Undead musuh besok. Meninggalkan Baixian hanya ditemani Jin Chyou seorang, si naga menggenggam kuat – kuat titipan para Matriach sembari mengalirkan Qi.
Sesudah merasa cukup dia melemparkannya asal – asalan, tiga cincin barusan segera melayang stabil di posisi paling pas mempertahankan pintu masuk menuju Sacred Tree Cave Pound. Baixian langsung duduk bersila di atas sofa dekat situ cuek mengabaikan tatapan penuh selidik Chyou.
“Apa—“
“Ini merupakan upah yang dijanjikan oleh Matriach Frozen Swan River semisal Bing Lian berhasil atas misinya mendamaikan mereka dengan Kerajaan Fairy Snow....”
“Memangnya ada hal istimewa dalam Dimensional Realm tersebut?”
“Entahlah, aku sendiri belum ke sana. Jangan bodoh kembali kemari atau kupatahkan kakimu” Baixian menegur Chyou ketika gadis itu mencoba menjulurkan kepala buat mengintip, ia berdecak kesal terus mundur sambil cemberut.
“Kenapa dia tidak memberitahuku sebelumnya?!”
“Sederhana saja, karena menurutnya kau tak perlu mengetahuinya”
“Lalu mengapa dia menolak memberi bantuan untuk perang? Kupikir dirinya suka menjadi pahlawan kesiangan, kalaupun enggan turun tangan setidaknya Bing Lian dapat memberimu izin bukan?” tuntut Jin Chyou sambil berkacak pinggang.
“Kau kelihatannya mulai menyukai sekte ini, setauku pebisnis seperti kau dan kakekmu bakal buru – buru meninggalkan tempat konflik secepat mungkin. Bukan malah membantu dengan sukarela”
Jin Chyou terdiam mendengar komentar Baixain, ucapanya tepat sasaran jika ia adalah orang sama ketika pertama kali menemui Bing Lian beberapa bulan lalu Chyou pasti melakukannya tanpa ragu. Namun setelah bergaul bersama Bing Lian dia perlahan berubah menjadi lebih perhatian kepada sekitarnya.
Terlebih mulai ada ikatan cukup erat antara dirinya dan Xue Yi, mustahil bagi Jin Chyou hilang begitu saja saat sekte sahabatnya dalam bahaya atau situasi darurat layaknya sekarang. Baixian tersenyum meliriknya seolah mampu membaca isi kepalanya semudah buku manual praktik sampai walau enggan Chyou akhirnya mengakui semuanya, “Kalau bisa aku ingin melindungi mereka semua....”.
“Itu hal luar biasa buat dikatakan gadis seegois dirimu, lanjutkan”
“Jadi kau bersedia membantu?”
“Tidak, mustahil aku melanggar perintah Tuanku” Baixian menggeleng terus menatapnya aneh.
“Ckk?! Tapi apa alasannya?”
“Dasar....kau pintar sayangnya malas berpikir lebih luas ya? Ketiga wanita tadi saja tidak mempertanyakan keputusan Bing Lian sebab menyangkut haknya memilih”
“Maksudmu?”
“Benar juga....” gumam Jin Chyou pelan.
“Kau tau sendiri ia sangat berjuang keras menutupi keberadaanya bukan?”
“Terus soal kemarahannya barusan? Bisakah kau menceritakan kepadaku sekarang?”
Kali ini giliran Baixian yang membutuhkan waktu berpikir, sejujurnya dia ingin menyembunyikannya namun kejadiannya sudah lama sekali sehingga seharusnya tak masalah memberitahu gadis itu. Lagi pula Jin Chyou merupakan Cultivator generasi sekarang dan punya potensi sebagai kawan berguna bagi Tuannya kelak.
“Kau....melihat Undead Monarch pengawal bocah tengik kiriman Black Graveyard Sect?”
“Iya? Memangnya kenapa?”
“Aku mengenali tubuh utamanya” Baixian mulai menggigiti bibir bawahnya ketir.
“Sungguh? Siapa?”
“Dia adalah Bing Hui, putra sekaligus satu – satunya orang yang pernah diajari oleh Lian praktik kultivasi”
“HAHHH!?” seru Jin Chyou bangkit dari tempat duduk saking kagetnya.
><
Bing Lian berjalan pelan menelusuri dalam Dimensional Realm tersebut hingga tiba pada persimpangan letak Sacred Tree Cave Pound berada, tanpa menunggu lama ia menanggalkan seluruh pakaiannya untuk memulai latihan tertutup menembus pembatas Forging Qi tingkat 15.
Sensasi dingin meyegarkan secara bertahap menyelimuti telapak kakinya terus naik ke atas sampai permukaan air telaga itu berhenti tepat sekitar dadanya, Lian duduk bersila mengatur napas fokus membuka lebar setiap titik meridian di tubuhnya supaya mendapatkan hasil maksimal.
Proses penyerapan Qi pun akhirnya dimulai, Bing Lian menarik dengan sabar lalu mengolah energi murni nan banyak yang mengelilinginya sedikit demi sedikit. Walaupun mengetahui kegiatan ini penting sebenarnya pikiran Lian sekarang melayang kemana – mana, padahal kalau tidak hati – hati dampaknya akan fatal terhadap kelanjutan praktiknya ke tahap – tahap berikutnya.
Wajah seorang anak kecil berambut hitam tersenyum manis memanggilnya riang silih berganti muncul bersama Undead Monarch penuh perban sebelumnya menghiasi benaknya. Rasa marah, kecewa, sedih, dan kehilangan bercampur menjadi satu sampai membuatnya ingin berteriak kencang.
Namun berhasil dirinya tahan, bahkan Bing Lian tak mendengar teriakan terkejut Jin Chyou dari gerbang masuk Dimensional Realm usai mendengar jawaban Baixian meskipun jaraknya cukup dekat. Air – air kolam kecil tersebut terangkat terus mengguyur puncak kepalanya seiring berjalannya waktu sehingga mengakibatkan Lian benar – benar mandi total.
KRETAK! KRETEK! KRUTUK!
Sembari mengernyit Bing Lian kembali menarik napas dalam – dalam karena retakan pertama pembatas Forging Qi tingkat 15 telah nampak, menyadari kesempatan itu Lian menambah berkali – kali lipat kekuatan penyerapannya. Sekarang atau tidak sama sekali, saat Lian mengira sebentar lagi menapakan kaki menuju Forging Qi tingkat 16 tanpa terduga Agate Wood menyala terang.
Tanaman layaknya kristal ini mengeluarkan cairan kemudian mengubah warna air telaga menjadi merah muda dan menyebabkan Qi masing – masing bercampur, guyuran yang semula lembut perlahan mulai menjerat sekujur badan Lian terus menariknya kasar ke dasar Sacred Tree Cave Pound.
Ch.205 (275)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 70 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).