The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 154 - Join



“Kalau memang Tian An ini sehebat itu, kenapa aku tidak pernah mendengar namanya ya? Di mana dia sekarang?”


“Ia tewas saat berusaha melindungi proses pembentukan Heaven Foundation adiknya”


“Kau....serius?” Chyou menatapnya tidak percaya.


“Humm....”


Lian mendongak sedih ke arah langit teringat memori memilukan tersebut, sebuah hari yang mengubah sifat Tian Mulan menjadi tak pernah sama lagi seperti dulu. Awalnya Bing Lian kurang memahami perasaan kehilangannya, tetapi setelah kematian Bai Wen dia sadar perasaan sakit Mulan waktu itu bukan main – main.


Sebagai sekte tersohor, Tian Clan mempunyai cukup banyak musuh. Mengetahui salah satu keturunan Partiach mereka hendak memasuki Heaven Foundation tentu membuat gentar para lawan. Masing – masing lalu mengumpulkan pasukan demi menggagalkan prosesnya, ada ratusan sekte bersatu dikomandoi oleh tujuh sekte bintang sepuluh.


Tian Shao berhasil bertahan meski kehilangan sebelah tangannya usai Hao Ren ikut campur melerai perseteruan, sayangnya ketika kejadian Bing Lian tidak berada di Benua Huawai sebab sedang menjalankan misi penting.


Sewaktu keluar dari ruangan rahasia dan berharap mendapatkan sambutan meriah, Tian Mulan malah mendapati pemakaman kakaknya tanpa sempat melihat jasad pemuda itu. Lian yang baru saja pulang tidak sanggup menatap wajah Mulan puluhan tahun lamanya akibat digerogoti rasa bersalah walaupun gadis tersebut tidak pernah menyalahkannya atas peristiwa ini.


Demi menebus dosanya, Bing Lian sebagai orang pertama atau satu – satunya Cultivator kepercayaan Tian An yang diberikan prototipe manual Devotee Lightning Godess kemudian menyempurnakannya berbekal kejeniusannya. Terus memodifikasinya supaya lebih cocok bagi perempuan.


Lian lalu menurunkannya kepada Tian Mulan, kombinasi teknik berpedang buatan kakaknya ditambah ilmu – ilmu tingkat tinggi sekte sesudah ditunjuk menjadi penerus membuat Mulan berkembang pesat dan memperoleh sebutan pendekar pedang nomor satu Benua Huawai. Sekaligus dikenal dengan julukan Lightning Starling hingga sekarang.


“Nampaknya semua informasi tentang Tian An menghilang bersama keruntuhan Tian Clan” tutup Bing Lian mengaduk teh miliknya.


“Hmm....menarik aku ingin mencari data soal ini waktu pulang nanti”


“Selamat bekerja....”


“Atau...apa lebih baik kutanyakan saja kepada Patriach Twin Sword Mountain? Ah! Aku tau! Xiaoye mungkin mempunyai jawabannya!” Jin Chyou menepuk telapaknya bersemangat.



“Pffft!? Uhuk! Uhuk!”


“Kau kenapa?”


Chyou keheranan melihat respon Lian tersedak minumannya selesai mendengar nama Tian Xiaoye, dia hampir meniup seluruh isi gelasnya sampai tidak bersisa. Itu merupakan kali pertama sejak mereka melakukan perjalanan bersama Jin Chyou melihat Bing Lian kehilangan ketenangannya.


“T..t..tidak apa – apa Nona Jin, ahahaha....aku hanya terkejut kau menyebut Saudari Tian secara tiba – tiba”


“Ehhh....”


‘Jawabanmu terlalu mencurigakan’ tegur Baixan menggunakan telepati.


‘Berisik’


“Aku mulai penasaran wahai Ice Emperor”


“I...iy...iya?”


“Apa hubunganmu dengan Tian Xiaoye? Kudengar kalian cukup lama bersama sewaktu penjelajahan dimensi Hoerju”


“Ah!? Lihat siapa yang datang, Saudari Qiu? Kami di sini!”


“Jangan mengalihkan topik pembicaraan!” Chyou menggeram kemudian menarik jubah Lian agar ia tak kabur, sementara Qiu Na memiringkan kepala melihat pemandangan janggal tersebut saat baru sampai ke sana.


><


“Kau membutuhkan bantuan Senior Bing?”


“Ugh...hahaha...ekh...tidak perlu Saudari Qiu...hehehe cukup berikan aku sedikit waktu” balas Bing Lian berjuang menjauhkan Jin Chyou yang matanya menyala – nyala murka.


“O....ke?”


Beberapa menit berselang Lian sudah duduk normal kembali sembari tersenyum ramah menyambut Qiu Na meski rambut putihnya nampak agak berantakan serta wajahnya dipenuhi bekas cakaran. Sementara Chyou sendiri mendengus kesal dengan tangan melipat masih melototinya seperti seekor predator mengawasi mangsanya.


“Eee....kau yakin baik – baik saja Senior?”


“Umm....tentu, jadi bagaimana keputusanmu?” Lian mengusapkan tangan sekali ke wajah dan seluruh lukanya menghilang tanpa membekas sampai menyebabkan kedua gadis itu hampir memecah gelas di tangan masing – masing.


“Baixian? Bisakah kau membantuku menenangkannya?”


“Lalala aku tidak dengar....” sahut Baixian menutup gendang telinganya sendiri masih kesal akibat kejadian semalam.


Urat saraf Lian berdenyut mendapati sikap angkuh naganya kemudian tanpa ampun membuka pangkuannya hingga Baixian akhirnya terjatuh, tepat sebelum ia sempat protes Bing Lian mendaratkan kaki menuju kepalanya sampai membuatnya terjebak.


“Aw!? Hey!? Apa – apaan—“


“Jika demikian silahkan nikmati tidur lelapmu mencium tanah....” Lian mendesis dingin.


Puas memberi hukuman, Bing Lian kembali berfokus kepada dua gadis di sana yang saat ini menatapnya dengan pandangan ngeri. Dia tertawa sambil memegangi tengkuk sedikit merasa bersalah menakuti mereka.


“Eee....aku telah memikirkan tawaranmu matang – matang”


“Begitukah? Lalu jawabanmu?” kata Jin Chyou mengangkat sebelah alisnya.


“Aku terima....”


><


Qiu Na mengabarkan kalau sudah memberitahu ibunya dan Qiu Fang mengenai masalah tersebut meski berbekal dalih kalau dirinya dipindahkan kerja menuju Aicowonid Empire, mereka awalnya setuju saja tetapi sedikit bingung ketika Qiu Nan meminta keduanya untuk ikut bersamanya.


Setelah perjuangan lama menjelaskan jika nanti bakal mendapat tempat tinggal serta kehidupan terjamin barulah Nyonya Jiao setuju meninggalkan tanah peninggalan orang tuanya itu. Sekarang masing – masing sedang mengemas barang yang hendak dibawa pergi.


“Bagus....senang mendengarnya, Xuan Ru?”


“Iya Nona Besar?” Xuan Ru segera hadir memenuhi panggilan Chyou entah dari mana.


“Siapkan kereta pengangkut barang istimewa, ditarik minimal empat ekor Demonic Beast untuk membantu perpindahan mereka. Serta tambahan dua Cultivator Foundation Realm anak buahmu sebagai pengawal atau kau sendiripun boleh terserah”


“Saya mengerti....”


“Kau tidak perlu melakukannya, aku bisa menjaga diri maupun keluargaku sendiran”


“Aku bukan melakukannya demi kau, aku memang berencana mengirim surat ke markas Noble Treasure Shed. Lagi pula kau kira bakal diterima baik – baik kalau tanpa ada bukti dariku? Malah kau diusir karena dianggap mata – mata penipu. Ini....” ujar Jin Chyou memberikan secarik kertas baru selesai ditulis olehnya kepada Xuan Ru.


“Nona Besar? Isinya?”


“Laporan hasil pengamatanku selama pergi sekaligus perekrutan Qiu Na, jika tau aku kabur melakukan scouting mustahil kakek bakal marah – marah dan ditambah surat rekomendasi untukmu naik pangkat menjadi kepala cabang Xintong. Waktunya menggeser pak tua tidak bertanggung jawab itu”


“Kyaaa!!!”


Xuan Ru gagal menyembunyikan rasa bahagianya sampai menjerit hampir memeluk Jin Chyou bahkan menciumi kakinya, tetapi langsung berhenti menyadari tatapan sinis gadis tersebut. Sementara Bing Lian memperingatkan supaya sesampainya di sana Qiu Na sebaiknya berhati – hati.


“Kenapa?”


“Ahh....aku belum memberitahumu, nanti aku jelaskan lebih rinci saat pulang. Intinya situasi keluargaku sedikit unik, banyak yang mengincar nyawaku jadi Lian khawatir kau bakal terkena dampaknya terlebih kalau diumumkan menjadi pegawaiku” Chyou mengibaskan tangan cuek.


“Seperti apa ancamanya?”


“Entahlah...mulai dari hal sederhana seperti racun sampai paling buruk mengirim pembunuh bayaran mungkin....”



“Kalau begitu kau keberatan aku memberikan sedikit pelajaran cara membunuh sesungguhnya kepada mereka?” ujar Qiu Na dengan mata berkilat mengerikan.


“Eeee....tentu”


Bing Lian dan Jin Chyou bertukar pandang seolah saling bertanya apa keputusan ini tepat?. Kemudian sama – sama mengheningkan cipta untuk orang – orang kiriman keluarga Jin kelak karena akan menghadapi mimpi buruk bernama Hundred Nights Princess.


Ch.154 (190)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 36 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^