
Arata dan para anak jalanan terpukau begitu menyaksikan bagaimana Long Yawen menirukan seluruh gerakan bela diri yang mereka tunjukkan hanya sekali lihat bahkan menyempurnakannya. Dia merubah beberapa tindakan kurang perlu sehingga hasilnya sangat efisien.
“Arata....? Tuan Putri...dia....”
“Inikah yang disebut sebagai seorang jenius berbakat?” ucap Arata masih sulit mempercayai matanya.
Pada dasarnya hampir semua gaya bertarung mereka berakar dari Dragon Fang, makanya mempermudah Yawen menguasainya dengan kecepatan mengerikan sebab sejak kecil memang telah mempelajari inti – intinya. Gadis itu mengakhiri peragaanya sambil melepaskan tendangan tinggi diiringi tepuk tangan meriah.
PROK! PROK! PROK!
“Bagaimana?”
“Luar biasa Tuan Putri! Kenapa anda seolah baru mengetahuinya padahal sudah semahir tadi?”
“Begitu ya....mmm? Apa maksudmu? Ini pertama kali aku melihat sekaligus melakukannya” Long Yawen meninggikan hidung sembari membusungkan dada, jelas sekali berbangga diri.
“EHH...!?”
“Aku tak percaya kau benar – benar berhasil mengalahkan orang sehebat dia, seperti mimpi ya?”
Arata tertegun mendengar ucapan salah satu sahabatnya yang bernama Kou, bocah laki – laki itu benar. Anehya selama hampir tiga bulan Yawen terus menantang Arata, sesuai janjinya Arata tentu menerima permintaan si putri untuk menunjukan rasa terima kasih atas tindakannya membebaskan budak – budak Wu House.
Namun dari lima puluh perlombaan, Yawen selalu mengalami kekalahan terus bersungut – sungut kesal kemudian kembali mungkin sekitar tiga kali seminggu. Ini karena harga dirinya begitu tinggi, Yawen tidak mengajukan pertandingan yang ia memiliki keunggulan dan pasti dimenangkan olehnya.
Hal – hal sederhana layaknya memancing, berjualan, bersembunyi, lalu permainan anak – anak demikianlah model tantangan Long Yawen. Dimana Arata jelas lebih diunggulkan sebab melakukan semuanya sejak masih umur belia serta sangat menghapal seluk beluk kota Mianqiu di luar kepala.
“Baiklah sekarang mari Tuan Putri yang hebat ini memperlihatkan Body Refining sebenarnya pada kalian”
“Tuan Putri....sebaiknya jangan”
“Sudah kubilang panggil aku menggunakan namaku!”
“Mana bisa....” protes Arata jengkel, dia heran kenapa Yawen selalu mempermasalahkan jika dirinya memanggil ia Tuan Putri sebagai bentuk penghormatan padahal teman – temannya boleh melakukan hal tersebut tanpa mendapat penolakan dari Long Yawen.
“Kalau begitu aku tidak mau mendengar! Na....na....na....!”
“Baiklah – baiklah kau menang, Putri Yawen”
“Ckk!? Kau keras kepala sekali ya? Bersyukurlah aku membiarkanmu lolos kali ini, memangnya kenapa? Anggap saja balasan karena telah memperlihatkan padaku bela diri jalanan” Yawen berhenti menutup telinganya lalu menaikan sebalah alis.
Arata menggaruk – garuk kepalanya sedikit bingung menjelaskannya, teman – temannya hanya menatap ke arahnya pertanda mereka setuju dialah orang paling tepat memberitahu sang putri. Nampak sekali Long Yawen kurang mengetahui hal – hal berkaitan kehidupan masyarakat menengah ke bawah Black Dragon Empire.
Yawen awalnya menguap bosan mendengarnya tetapi lama kelamaan ekspresinya berubah keheranan, ternyata selama ini Dragon Fang yang merupakan manual Body Refining kebanggaan kerajaanya hanya boleh dipelajari oleh bangsawan maupun Dragon Warrior saja yaitu sebutan para prajurit.
Meskipun demikian biasanya memang mereka cuma diberikan sebagian kecil isinya bahkan dapat dikatakan hanya dasar – dasarnya saja untuk membela diri dan bangsanya, sedang bagi rakyat kelas rendah seperti Arata yang seorang mantan budak serta orang luar Benua Huawai menguasai Dragon Fang adalah suatu hal tabu. Bisa – bisa malah dipenjarakan kalau sampai ketahuan mempelajarinya tanpa izin karena dianggap mencuri harta kerajaan.
“Itulah makanya kebanyakan dari masyarakat menengah ke bawah Black Dragon Empire mempelajari ilmu bela diri jalanan, aku mengerti maksud baik anda namun nanti tindakanmu malah menyusahkan kita semua. Kamipun tidak ingin kau dalam masalah”
“Begitu ya....maaf aku baru tau” Long Yawen menunduk akibat merasa bersalah.
“Lebih berhati – hatilah, apalagi kau diturunkan langsung ilmunya oleh Yang Mulia. Kakekmu mempunyai harapan besar supaya anda meneruskan kejayaan keluarga”
“Jangan murung Tuan Putri....kami tidak meminta balasan. Usai membebaskan kami dari belengu perbudakan saja sudah membuat kami semua bahagia” hibur anak – anak perempuan di sana.
“Baiklah aku telah memutuskan!”
“Hmm?”
“Kelak saat aku naik tahta bakal kuhapus ketentuan konyol itu! Huahahaha....”
“Kau memang suka seenaknya sendiri ya? Kau pikir semudah itu mengubah sesuatu yang sejak lama menjadi kebiasaan?”
“Lihat saja! Pastikan dirimu menjadi saksi akan revolusi tersebut” seru Yawen tersenyum penuh percaya diri sambi menunjuk wajah Arata.
“Oi Arata?”
“Iya?”
“Sekarang setelah berhasil merdeka bersama ibumu, apa tujuan dan impianmu selanjutnya?” Long Yawen bertanya ketika keduanya bermain di tepi pantai ditemani anak – anak yang lain.
Arata terdiam cukup lama mengelus dagu lalu memberitahu Yawen kalau dia ingin bergabung ke satuan Dragon Warrior dan menjadi Cultivator, dengan begitu ia dapat menaikan derajat sosial Hiwa terus menjadi terpandang di Black Dragon Empire. Tidak diperlakukan seperti orang luar lagi.
“Kalau berhasilkan aku nanti bisa kau ajari Manual Dragon Fang, mohon bimbingannya”
“Mulutmu besar sekali bocah, mulai saja belum. Aku sempat berpikir kau bakal pulang menuju kampung halamanmu”
“Ahh...kepingin sih, tetapi kupikir sekarang bukan saatnya” Arata menatap sendu cakrawala kemudian tersentak karena lirikan tajam gadis di sampingnya.
“Apa....kau mempunyai seorang idola di sini?”
“Hmm....biar kupikir – pikir sebentar....ada!”
“Siapa!? Pasti—” balas Yawen antusias.
“Ice Emperor—“
“Kakekku bukan?!”
“HAH!?”
Keduanya berdiri serempak sebelum mengadu dahi akibat perbedaan pendapat tersebut, menyebabkan teman – teman mereka tertawa melihatnya. Masing – masing bersikukuh dengan pandangannya, Long Yawen berpikir orang terhebat adalah kakeknya sementara Arata lebih condong kepada rival beliau.
“Berani sekali kau mendukung saingan Rajamu!”
“Terserah aku dong! Kalau Ice Emperor yang berkuasa aku yakin tidak ada perbudakan di negeri ini”
“Kau!? Jangan sampai siapapun mendengar ucapanmu atau bersiaplah dipasung! Lagi pula bagaimana kau bisa berpikir demikian!? Kau paling cuma mendengar kisah omong kosong syair Kaisar Es dan Raja Naga Hitam!” Yawen mencemooh terus membuang muka.
“Jaga mulutmu ya! Syair itu berdasarkan cerita Yang Mulia Long Heiyan juga kok!”
Menyaksikan perdebatan makin sengit, anak – anak sekitar buru – buru melerai. Akhirnya Arata maupun Yawen duduk membelakangi satu sama lain akibat merajuk, setelah pikiran masing – masing mulai dingin Arata memberitahu alasan mengapa dia sangat mengagumi sosok Ice Emperor.
“Di tempatku berasal, ada sebuah legenda tentang seorang dewa yang turun membantu pendiri negeri untuk terbebas dari masa kegelapan. Kaguya-hime ditemani dua pengikut setianya bertemu dengannya usai berdoa tulus memohon pertolongan dekat tebing kebangkitan, kami menyebutnya Hyōren”
“Mitos?”
“Mungkin....tapi banyak masyarakat mempercayai ini merupakan kisah nyata. Apa kau pernah mendengar nama Yinghua? Setauku begitulah orang – orang Benua Huawai menyebutnya” ujar Arata tersenyum tipis.
“Maksudmu....tanah tempat berasalnya para Ronin dan Kunoichi?”
“Benar! Kau mengetahuinya?”
“Tidak terlalu sih, aku hanya pernah mendengar kalau negeri tersebut berada nun jauh ke arah timur. Tempat matahari terbit, terus Ronin juga Kunoichi cukup terkenal karena jasanya digunakan sebagai tentara bayaran bahkan di Benua Huawai. Aku pernah menemui beberapa saat menghadiri medan perang. Meski tak setangguh Cultivator, mereka mampu menggunakan Qi. Mungkin yang paling hebat sekalipun hanya setingkat Foundation Realm Early - Stage” Long Yawen mencoba mengingat – ingat.
“Huh! Huh! Percayalah masih banyak antara mereka berkemampuan jauh lebih tinggi, bagaimana caranya aku tau? Sebab Yinghua adalah kampung halamanku”
Ch.136 (160)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 24 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).