The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 135 - Freedom



Qi yang dikeluarkan Long Yawen menyebabkan seluruh bangunan Wu House bergetar dan perlahan memunculkan retakan pada dindingnya, pernyataan Yawen ingin menebus Hiwa serta Arata tentu mengejutkan semua orang di sana termasuk para prajuritnya. Mereka akhirnya mengetahui alasan mengapa putri mahota Black Dragon Empire itu begitu beringas ketika menghadiri medan perang beberapa waktu belakangan.


Sebenarnya permintaan upah Yawen kepada Long Heiyan sudah bukan menjadi rahasia umum, namun kebanyakan tidak tau dana tersebut kelak akan digunakan untuk apa oleh Long Yawen. Meskipun berada dalam tekanan luar biasa, mendengar permintaan barusan Wu Tu merasa punya keuntungan juga di atas angin sehingga mulai berani mengambil risiko.


“Anda sanggup membayar berapa?”


“Kau yang tentukan, sebut angkanya. Kau kira aku bodoh? Jika aku menyebutkannya kau bakal menaikan harganya setinggi langit”


“Hmm? Bagaimana ya? Walau putri kerajaan sekalipun bisnis tetaplah bisnis, aku merogoh kocek sangat dalam demi mereka karena bukan orang asli benua Huawai. Kau tau maksudkukan Tuan Putri?” Wu Tu mengelus – elus dagunya sembari tersenyum licik.


“Oi kau—“


SREK!


“Hiyy!?”


“Sudah kubilang, jangan membuatku mengulangi kata – kataku” ujar Yawen usai mengangkat tangan menghentikan salah satu jenderalnya terus menempelkan ujung tombak ke leher pria serakah itu hingga ia menelan ludah ngeri.


“B...ba...baiklah, anda bisa menebusnya seharga seratus juta koin emas. Tujuh puluh lima juta untuk Hiwa dan dua puluh lima juta buat Arata....”


Arata bersama Ibunya langsung tersentak kaget mendengar ucapan tak masuk akal Wu Tu, meski seluruh kejadian ini bagai mimpi juga sulit dipercaya. Arata dapat melihat secercah harapan saat Yawen berkata ingin membebaskan dirinya maupun ibunya, sekarang benak keduanya dipenuhi pertanyaan apa gerangan penyebab Long Yawen bersedia mengeluarkan uang sedemikian banyaknya cuma demi membebaskan orang asing seperti mereka.


Saionji Hiwa tau kalau Wu Tu tidak mengeluarkan hartanya sebanyak permintaanya tadi ketika membeli dia dan putranya di pedagang budak, cepat – cepat dia menarik baju Arata supaya putranya tersebut mampu memperingati Yawen kalau Wu Tu hanya membutuhkan lima puluh juta koin emas agar memiliki pasangan ibu serta anak ini. Namun sebelum Arata sempat bicara Yawen memunculkan kantung seukuran kepala sapi dari udara kosong lalu meletakannya pada meja di hadapan Wu Tu.


“Setuju....silahkan kau hitung sendiri”


“Anda ingin menipuku atau tuli?! Aku bilang seratus juta koin emas, mana mungkin bungkusan kecil begini beri—siii!!!”


“Itukan!?” mata Arata melebar melihat keindahan barang yang ada di dalam pemberian Yawen, semua ikut terperangah menyaksikannya.



Mereka tidak kuasa menutup mulut begitu menyadari kalau Long Yawen membayarnya bukan dengan emas melainkan Spirit Stone, terlebih bentuknya sedikit berbeda. Ukurannya agak besar dan dikenal sebagai Spirit Stone High-Grade yang satu bijinya senilai seratus ribu koin emas.


“L...li...lima!? Lima!? Lima!? Lima ribu!?” Wu Tu terbata – bata memegangi batu berharga tadi erat – erat seakan enggan melepasnya.


“Ahh....kau selesai menghitungya? Kau menerima pembayaran menggunakan Spirit Stone kan?”


“T...te...tentu Tuan Putri! Huhuhu....hahahahaha aku kaya ra—“


BUAKH! BRUAKKK!!!


Di tengah tawa gembira Wu Tu tiba – tiba Yawen melepaskan pukulan keras sampai dia terkapar tak berdaya di lantai, walau kesakitan dan beberapa giginya rontok dia tetap dapat tersenyum. Long Yawen meniup bogemnya sebelum berbalik melewati Arata bersama ibunya.


“Itu balasan atas sikap kurang ajarmu dulu serta keangkuhanmu meremehkan pemberian Putri Mahkota Black Dragon Empire. Mulai hari ini seluruh budak di Wu House merdeka, kalian harus memastikan ucapanku terealisasi. Jangan sampai aku temukan dia menyembunyikan sedikit di ruang bawah tanah”


“Siap laksanakan Tuan Putri!” seru barisan pasukan serempak.


“HOREEE!!!”


“KITA BEBAS! HAHAHA!!!”


“Arata!?” Hiwa tersenyum bahagia memeluk anak laki – lakinya itu.


Semua bersorak sambil menari penuh suka cita menanggapi kabar gembira tersebut, ibu dan teman – temannya segera mengerubungi Arata. Menangis haru masih sulit mempercayai kalau sekarang mereka telah merdeka, Wu Tu yang linglung ikut tertawa cengegesan sewaktu dibantu bangkit oleh para prajurit Black Dragon Empire.


Arata tersadar dari lamunanya kemudian melepaskan diri, dia berlari cepat keluar Wu House diikuti tatapan bertanya kawan – kawannya. Long Yawen terpaksa menghentikan langkahnya menaiki kereta kuda akibat teriakan si pemuda.


“TUAN PUTRI! TUNGGU SEBENTAR! UGH!”


“Mundur bocah!”


“Biarkan dia lewat” perintah Yawen sehingga pengawalnya bertukar pandang sejenak lalu memberikan jalan kepada Arata.


“Hah....hah....hah....”


“Apa maumu?”


“TERIMA KASIH BANYAK! AKU TAU MUSTAHIL BAGIKU MEMBALASNYA! MAAFKAN KETIDAKSOPANANKU INI DAN SEMUA KESALAHANKU WAKTU ITU, TETAPI SUDIKAH ENGKAU MENGIIZINKAN AKU MENANYAKAN SATU HAL” Arata bersujud sungguh – sungguh.


“Berhenti berteriak, aku tidak tuli dasar bodoh. Membuat malu saja, semua orang jadi meihat kemarikan ckkk!? Cepat katakan”


“Hah? Jangan gila – gila ya buat apa istana menerima orang sebanyak kalian? Lakukan hal lain semaunya! Katanya mau merdeka, kenapa malah ingin merepotkan kami?” balas Yawen mengomel sembari mengorek – ngorek telinganya santai.


“Eh? Terus alasannya?”


Tanpa peringatan Yawen langsung menunjuk tepat menuju wajah Arata, ekpresinya seketika berubah serius sehingga membuat Hiwa bersama teman – teman Arata yang datang menyusul pucat pasi saking paniknya.


“Sekarang kau sudah merdeka, tidak perlu mencari dan menabung uang untuk menebus dirimu juga ibumu. Dengan demikian kau tak bisa menolak tantangan bertandingku”


“Hah?” Arata memiringkan kepala bingung.


“Awas ya! Jangan cari – cari alasan lagi! Aku akan membalas kekalahanku kemarin lihat saja! Camkan baik – baik kata – kataku!”


Long Yawen buru – buru memasuki pedati demi menyembunyikan muka merahnya, meninggalkan Arata masih berlutut di jalan keheranan hingga rombongannya tidak terlihat. Sejak saat itu Yawen mulai berbaur dan bermain dengan anak – anak jalanan Black Dragon Empire sekaligus diberi julukan Breaker of Chains oleh penduduk kota Mianqiu.


><


BUK! BAK! BUK!


“Ugh....”


“Kalian baik – baik saja?” tanya Arata sedikit khawatir.


“Ahhh....kau makin mahir saja Arata”


Sekitar lima orang anak laki – laki lain terkapar ke tanah usai menyerang Arata bersama – sama, mereka memang sering latihan di salah satu lapangan tersembunyi pinggir kota. Hampir tertutup gang – gang kecil sekitar sana, sudah hampir tiga bulan setelah insiden di Wu House. Sekarang penampilan Arata dan teman – temannya jauh lebih baik.


“Sedang apa kalian? Senam?”


“Putri Yawen!? Yeyyy!? Semuanya! Tuan Putri di sini!” gadis bernama Meimei mengumumkan ke sekitar.


“Shhh!? Jangan berisik...dasar”


“Yeyyy....”


Long Yawen segera dikerumuni, masing – masing bertanya antusias mengenai kisah – kisahnya yang belum selesai dia ceritakan sebelumnya walaupun dengan suara pelan takut kedengaran dan malah membeberkan posisinya sekarang kepada penjaga. Meski selalu mengeluh, Yawen terbukti menikmati tatapan kagum mereka kemudian selalu menyempatkan diri mampir membagikan pengalamannya.


“Anda kabur dari istana lagi?” celetuk Arata menatapnya aneh.


“Memangnya kenapa? Terserah aku! Kenapa kau yang sewot? Huh...!!!”


“Tapi Tuan Putri....prajurit kerajaan mulai mencariku setiap kau menghilang, wajar dong aku protes karena repot....”


“Berisik! Sekarang ayo kita berlom—“


“Ini Nikuman titipan ibuku”


“Selesai makan....nyam....awas ya! Hap....jangan kabur ya nyam nyam nyam” Long Yawen merebut keranjang dari tangan Arata lalu menikmati isinya.


“Keinginanmu adalah perintah bagiku....”


“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi....”



“Eh? Ahh kami sedang berlatih seni bela diri jalanan Black Draagon Empire” ujar Arata duduk tepat di sampingnya.


“Memangnya ada yang namanya begituan?”


“Tentu, Tuan Putri tidak tau?”


“Ehh...? Coba peragakan biar aku lihat” Yawen menatap penasaran sambil menjilati bekas makanan pada jari tangannya.


Ch.135 (155)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 20 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).