The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 182 - Agate Wood



Lian mengikuti ketiga Matriach untuk memasuki gerbang dimensi yang mereka buka, ukuran di dalamnya tidak terlalu luas bahkan mungkin seratus kali lebih kecil ketimbang Earth Gods Teapot. Begtiu tiba Bing Lian menyadari kalau tempat tersebut adalah semacam gua, namun bulu kuduknya segera berdiri akibat aroma semerbak Qi murni langsung menusuk hidungnya.


Matanya segera melebar akibat tiupan demi tiupan udara berselimut Qi menerpa wajahnya, rasa penasarannya kian meninggi ingin tau dari mana semuanya berasal. Tidak lama berjalan akhirnya masing – masing telah sampai pada sebuah telaga berukuran sedang, para Matriach membiarkan dirinya lewat buat melihat lebih jelas.



Dekat dinding gua entah secara alami atau disengaja tumbuh sebuah pohon kecil rindang berdaun merah muda, meski tingginya tak seberapa akarnya cukup panjang serta tersebar kemana – mana kemudian mengeluarkan air yang membentuk kolam itu.


Lian agak sulit dikelabui, cukup melihatnya sekilas dia bisa menyadari jika umur pohon ini lebih tua dari kelihatannya. Mungkin ribuan tahun, sebab ia menghasilkan Qi murni hasil olahan berkualitas tinggi. Begitu Bing Lian menyentuh cairan telaga barusan dia langsung berdiri mendapati sensasi setruman khas mengaliri badannya sembari tersenyum lebar.


‘Pas sekali! Aku memerlukannya untuk menembus batasan Forging Qi tingkat 15’


“Tuan Muda? Bagaimana menurutmu?” celetuk Sun Bingbing beberapa saat kemudian.


“Luar biasa....boleh aku tau sebenarnya kita di mana dan tempat apa sebenarnya ini?”


“Tidak ada gunanya bagi kami menyembunyikannya terhadap anda”


Ketiga Matriach secara bergiliran menjelaskan kepada Lian kalau sebenarnya asal – usul dimensi tersebut masih menjadi misteri hingga sekarang, yang mereka tau berbekal informasi – informasi Matriach maupun Tetua terdahulu kolam di hadapan keempatnya merupakan tempat latihan Matriach pertama Frozen Swan River. Beliau memberinya nama Sacred Tree Cave Pound.


Berkat berlatih di sanalah konon kekuatannya mampu mengimbangi Twenty Supreme Entities terus membuat nama sekte bentukannya terdengar menuju segala penjuru benua Huawai. Sayangnya setelah digunakan sinar daun pohon misterius itu meredup sehingga belum pernah ada orang lain mencobanya lagi selama hampir lima ratus tahun.


“Nampaknya memang membutuhkan waktu setengah milenium untuknya mengumpulkan kembali energi yang telah diserap lalu mengolahnya menjadi Qi”


“Boleh aku memegangnya?” Bing Lian bertanya tapi terdengar sedikit memaksa.


Para Matriach saling bertukar tatapan sebentar sebelum menginzikannya asal Bing Lian berhati – hati supaya tak merusaknya karena lokasi ini sangatlah berharga. Lian menyanggupi kemudian berjalan di atas air menghampiri sang pohon, dia menggosok – gosok lembut salah satu daun merah mudanya sambil mengelus dagu sendiri.


Ia merasa pernah membaca mengenai tumbuhan berciri – ciri serupa tapi lupa entah di mana, Bing Lian berpikir cukup lama sampai ingatannya membuka sebuah buku bersampul hitam tebal bersama ayah angkatnya melintas dalam benaknya. Senyum hangat Mao Peng disertai penjelasan antusiasnya ketika Lian menunjuk gambar pada kertas tersebut perlahan menyebabkan ia meneteskan air mata.


‘Agate Wood? Terima kasih Ayah....kau selalu ada saat aku membutuhkanmu’


Berkat memori tadi akhirnya Bing Lian berhasil mengingatnya, tanaman itu bernama Agate Wood. Sebuah pohon luar biasa penghasil Qi, sumber daya yang tidak ternilai harganya. Tetapi setau Lian Agate Wood tak mungkin tumbuh di Benua Huawai, terus mengapa yang satu ini bisa muncul menampakan diri pada seorang gadis ratusan tahun lalu?.


Saat asyik berpikir Bing Lian tersentak kaget menyadari suatu kejanggalan, dia segera berbalik dan melompat menghampiri ketiga wanita di belakangnya hingga membuat masing – masing memekik terkejut. Lian menjulurkan tangan hendak memeriksa cincin peninggalan Matriach pertama Frozen Swan River.


Ia sengaja membiarkan mereka masih mengenenakannya dan hanya menggerak – gerakan tangan Sun Bingbing, Wang Yue, juga Dian Wenji. Sesudah menemukan sebuah coretan aneh tanpa makna pada sisi – sisi perhiasan tersebut tubuhnya menjadi kaku sesaat, bola matanya melebar akibat mulai mengerti semuanya. Kilas balik pembicaraanya dengan Mao Peng seolah terputar kembali memenuhi telinganya.


><


“Kenapa kau tertarik sekali kepadanya Lian’er?”


“Aku suka serta penasaran melihat warna daunya, kan selama ini kebanyakan pohon berdaun hijau Ayah!”


“Hanya karena itu? Ahahaha alasan konyol, setelah menjadi Cultivator terus berkelana nanti kamu pasti menemukan banyak bahkan mungkin lebih aneh”


“Tidak mau! Pokoknya aku mau melihat tanaman berbatang keras layaknya berlian ditambah daun seindah batu delima!”


“Ahahaha....baiklah, namun aku harus memberitahumu kenyataan pahit Lian’er agar kau mengerti. Mustahil bagimu menemukan Agate Wood”


“Kok begitu?”


“Ayah bohong ya? Tanaman mana bisa tumbuh jika tak ada sinar matahari”


“Pfffttt!? Dasar bocah polos....itulah mengapa Song Ah dan Yin Xia selalu memperlakukanmu seperti anak kecil wahahaha....”


“AYAHHH....! BERHENTI MEMPERMAINKAN—HEY!? DENGAR TIDAK SIH!?”


><


“Junior Bing?”


“Ah?! Maaf Senior aku sedikit melamun, biar kutebak. Cincin ini juga masih belum jelas asal – usulnya serta hanya diberikan turun temurun kepada kalian?” Bing Lian tersentak kaget terus segera melepaskan pegangannya, tersenyum ramah sambil mengerjap – ngerjap berusaha terlihat setenang mungkin.


Sun Bingbing, Wang Yue, dan Dian Wenji bertukar pandangan heran bertanya – tanya bagaimana Lian dapat mengetahuinya bahkan sebelum diberitahu oleh mereka, mendengar rasa ingin tau masing – masing Bing Lian cuma tertawa kemudian berkata, “Hanya tebakan beruntung hahaha....soalnyakan Matriach sekalian pun kekurangan informasi mengenai dimensi tempat kita sekarang, jadi kupikir alat yang bisa membuka gerbang kemari pasti sama misteriusnya”.


Meski kelihatan sedikit curiga, akhirnya ketiganya memutuskan buat berhenti melanjutkan topik barusan. Lian menghela napas lega lalu berbalik demi melihat Agate Wood di sana sekali lagi, matanya menyipit penuh selidik sampai perhatiannya teralihkan saat Sun Bingbing mulai membahas mengenai imbalan dirinya semisal Bing Lian jadi memberi uluran tangan menyelesaikan kesalahpahaman antara Frozen Swan River juga kerajaan Fairy Snow.


“Kami menunjukan Sacred Tree Cave Pound bukan tanpa alasan Tuan Muda, setelah berdiskusi aku bersama saudari – saudariku sepakat menginzinkanmu memakainya selama satu jam sebagai balasan atas jasa – jasamu”


“Hmm....kalian menggunakan buku catatanku membangun pondasi sekte, aku menyelamatkan Spirit Beast penjaga kalian, mengobatinya, menangkap para penyerang hidup – hidup, dan bahkan membongkar rencana pihak ketiga terus cuma dihadiahi begitu? Kalian pikir itu sepadan? Di mana pernyataan siap memberikan jiwa raga atau sekte semisal aku memintanya?”


“Ugh....Tuan Muda kami....” ujar Sun Bingbing mendesah kesulitan mencari kata – kata tepat, memang dia telah berkomitmen demikian. Namun usai mendengar Bing Lian tidak tertarik mengambil alih Frozen Swan River ada sedikit muncul perasaan berat hati dalam dirinya beserta dua Matriach lain.


“Satu hari....”


“Apa?”


“Jika dibiarkan berlatih di sini satu hari, dua puluh empat jam penuh baru aku setuju”


“Jangan bercanda!”


Dian Wenji gagal menahan amarahnya tetapi kedua saudarinya langsung memeganginya sebelum bertindak lebih jauh. Pandangan miliknya dan Lian bertemu, setelah saling tatap kurang lebih lima menit Dian Wenji menunduk kembali mengingat bagaimana bocah tersebut melakukan hal – hal spektakuler.


Menjadikannya musuh apa lagi dalam kondisi sekarang bukanlah pilihan bijak, Sun Bingbing berdeham pelan sembari memberikan kode supaya Wang Yue menenangkan Dian Wenji. Matriach faksi bintang putih barusan bicara hati – hati pada Bing Lian, “Tuan Muda kumohon, jika anda menggunakanya satu hari penuh maka kandungan Qi Sacred Tree Cave Pound bakal kering. Kami tidak tau berapa lama kekuatannya akan terisi kembali”.


“Oke, aku mengerti. Selamat berjuang menghadapi ancaman para Fairy Snow serta Black Graveyard Sect, sampai jumpa....aku masih punya misi menemui Alchemist Bachelor” Lian mengangguk – angguk kemudian berjalan melewati mereka.


“Tunggu sebentar Tuan Muda!? Bisakah—“



“Bicara yang benar, hentikan omong kosong dan alasan bertele – telemu. Aku beri kesempatan terakhir, katakan sejujurnya atau kuputong tangan kurang ajarmu karena berani sekali menyentuhku” seketika atmosfer berubah berat sewaktu Bing Lian menoleh sambil tersenyum dingin.


Ch.182 (236)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 54 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).