
“Woaaa!? Pergi kalian hantu – hantu terkutuk!” teriak Gui Ma meringkuk di tanah.
Ia memegangi kepalanya sambil menutup mata rapat – rapat berusaha menghilangkan pemandangan mengerikan arwah – arwah yang menghantuinya usai terbebas dari raga Undead Monarch Bing Hui, bukan hanya dirinya seorang. Hampir seluruh Cultivator berseragam Black Graveyard Sect mengalami hal serupa.
Para tumbal mengubah wajah mereka menjadi seram lalu membisikan ancaman – ancaman tanpa henti sampai dapat membuat orang menjadi gila, begitu berbanding terbalik dengan muka berseri pada pengelihatan anggota aliansi Frozen Swan River dan Kerajaan Fairy Snow.
“Mati...mati....mati....”
“Arghhh...!”
“Kemari dasar idiot....” terdengar suara familiar samar – samar mencapai telinganya.
Gui Fu datang menyelamatkan adiknya tepat waktu sebelum akalnya makin bertambah kacau, dia menariknya keluar terus membentuk pelindung Qi. Walau tak mampu mengusir sosok – sosok tersebut setidaknya aura negatifnya berkurang drastis.
Gui Ma menatap liar penyelamatnya beberapa menit mencoba mengenalinya, ketika sadar bahwa itu adalah kakaknya dia memeluknya erat sembari menggigil ketakutan. Seburuk apapun hubungan antara keduanya atau kebencian terhadap satu sama selain, situasi seperti ini merupakan momen melupakan segala perbedaan masing – masing demi bertahan.
Keadaan Gui Fu sebenarnya tidak lebih baik ketimbang Gui Ma, pertarungannya melawan Yu Shu berakhir imbang dan mereka sama – sama meberikan luka fatal untuk musuh. Terlebih serangan hitam misterius sebelumnya yang hampir meratakan seluruh pasukanya juga mempengaruhi daya tahan tubuhnya meski telah dilindungi para pengawal pribadi setingkat Cultivator Nascent Soul Great Circle – Stage milik sektenya.
Upayanya menggagalkan proses pelepasan Bing Lian ikut memperburuk kondisinya, Raven Night Cloak menghempaskannya cukup keras hingga mematahkan lusinan tulang tubuhnya. Dia masih benar – benar terpukul atas kejadian itu namun sekarang bukan saatnya meratapi nasib.
“Bagaimana keadaanmu?”
“Baik....kakak sendiri? Kau mengalami pendarahan, ayo mundur mencari tabib buat mengobatinya” Gui Ma melihat panik bercak besar menghiasai pakaian kakaknya.
“Ini bukan apa – apa, jangan khawatirkan aku. Sekarang kita harus memikirkan cara keluar dari kekacauan dahulu”
Kepala Gui Fu sungguh pening, semua rencananya gagal total. Bahkan keadaan yang semula aman terkendali berubah menjadi mimpi buruk sejak kedatangan bala bantuan Fairy Snow dan pria berjubah hitam tadi, ia tidak menduga kalau pihak Kerajaan Fairy Snow akan datang sehingga membuat posisi Black Graveyard Sect terkepung.
Gui Fu seharusnya memikirkan kemungkinan kejadian begini saat laporan soal terlepasnya kutukan Undead tahanan mereka sebelumnya dikabarkan, namun menurutnya pribadi mustahil Frozen Swan River dapat menyelesaikan kesalahpahaman itu dengan luar biasa cepat mengingat sulitnya komunikasi menghadapi bangsa Beast tingkat tinggi layaknya Fairy Snow.
Sialnya fakta lapangan berkata lain, kedua pihak bukan hanya berdamai tetapi juga memberikan bantuan buat melawan Black Graveyard Sect sekaligus menandakan jika pihak Fairy Snow sudah mengetahui dalang penyerangan terhadap Tuan Putrinya adalah sekte Corpse Emperor.
“Seandainya aku lebih teliti pasti—“
KRAKKK!!!
Kata – kata Gui Fu terpotong akibat pelindung Qi sekitar dirinya bersama Gui Ma retak terkena dorongan energi negatif para arwah. Keduanya saling mendekatkan badan bersiap menerima kemungkinan terburuk sampai secara mengejutkan seluruhnya hilang tanpa bekas sama sekali.
Masing – masing melongo karena kejadiannya begitu tiba – tiba, tapi tak berselang lama Gui Fu merasakan hawa keberadaan falimiar yang menyebabkan ujung jarinya terasa hangat kembali. Persetan tentang konsekuensi baginya nanti ketika telah pulang sebab menghilangkan koleksi terbaik kakeknya.
“Ha...ha....ha.....enyahlah setan – setan keparat, baru sekarang kalian terbirit – birit eh? Mana wajah mengerikanmu sialan!? Hahaha.....”
“Kita....selamat....” gumam Gui Fu pelan sementara Gui Ma berteriak – teriak menantang para tumbal menunjukan batang hidungnya lagi setelah menghilang dalam sekejap sewaktu menyadari kedatangan Gui Dong.
><
Corpse Emperor memandangi medan perang sambil menggeleng – geleng seolah sulit mempercayai matanya, pasukan Black Graveyard Sect yang berjumlah lima ribu Undead bercampur ratusan Cultivator pengendalinya hanya tinggal beberapa biji tersisa. Kurang lebih sekitar seratus orang masih mampu berdiri dan berjuang.
Gui Dong tak habis pikir bagaimana kekuatan tempur semenjanjikan itu dapat menghilang semudah debu tertiup angin, seharusnya minimal pelakunya mempunyai kemampuan setara atau melebihinya namun anehnya dia belum merasakan adanya Qi istimewa sekitar sana.
Menurut pandangan Gui Dong pihak musuh hanya nampak bagaikan kawanan lebah, meski banyak serta bisa menyengat. Ukurannya kecil juga mudah dihancurkan, satu – satunya sosok lumayan berpotensi adalah Aincrad sang Raja Fairy Snow, tapi bahkan Spirit Beast tersebut tidak masuk ketegori punya peluang membatalkan mantra terhadap Undead Monarch buatannya.
Perlahan Patriach Black Graveyard Sect ini melayang turun diiringi sorak sarai anggota sektenya termasuk kedua cucunya, tapi ekspresi dinginya segera menyebabkan suara mereka menghilang meninggalkan kesunyian total sama halnya dengan aliansi Frozen Swan River dan Kerajaan Fairy Snow.
Masing – masing diam menahan napas takut bergerak sedikit saja dapat menarik perhatian Corpse Emperor, cuma seekor naga kecil berwarna putih yang memasang pose tidur santai di udara sembari menguap sampai memaksa Chyou buru – buru mendekapnya agar berhenti.
Berbekal sisa – sisa Qi tersebar, Gui Dong melacak lokasi terakhir Undead Monarchnya. Dia menemukan sebuah bekas ledakan besar dari tanda – tanda pada salju, tak salah lagi itulah tempat terakhir raga Bing Hui berada sebelum menghilang menjadi debu. Gui Dong menyentuhnya menggunakan jarinya lalu menjilatnya sekali demi memastikan.
Memang sedikit menjijikan menurut sebagian orang, namun perilaku begitu merupakan suatu hal lumrah bagi Corpse Cultivator. Ternyata jarak antara posisinya tak terlalu jauh dari dua cucu laki – lakinya, sewaktu Gui Dong menoleh hendak bertanya soal detail menghilangnya mahakarya ciptaanya ini.
Bulu kuduknya berdiri terutama sekitar bagian tengkuk, perasaan layaknya diarahkan ujung jarum beralirkan listrik barusan memaksanya menoleh cepat. Gui Dong memanfaatkan seluruh kemampuanya entah pengelihatan tajamnya sendiri atau Divine Sense mencari sumber datangnya tekanan tersebut.
Saking waspadanya setiap inderanya bertambah sensitif, terdapat satu suara langkah yang dirinya perhatikan sedikit berbeda namun letak pastinya tersamarkan berkat napas maupun bisikan pelan orang – orang di situ. Setelah berjuang keras akhirnya Corpse Emperor berhasil mendeteksinya.
Tetapi niat awalnya untuk maju menyerang langsung sirna tanpa bekas digantikan debar jantung kencang tak karuan, adrenalinya melambung tinggi ketika tatapanya bertemu dengan seorang pendekar bertopeng. Dia memakai jubah elegan menutupi hampir setiap inci kulitnya, terus alasan utama Gui Dong mematung adalah semua bagian matanya berwarna hitam seperti busananya sekarang.
Sosok misterius itu berjalan santai melewati belakang barisan Frozen Swan River sembari menatapnya dalam – dalam, hening nan senyap sehingga siapapun sulit menyadari hawa keberadaanya. Mengerikannya lagi entah bagaimana ia berpindah secara acak dari satu orang ke yang lain bagaikan seorang dewa kematian mengincar targetnya.
Special Ramadhan Up (4/30)
Ch.224 (315)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 91 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).