The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 278 - Arrive



“Apakah dia sehat – sehat saja?”


“Siapa?” celetuk Mingwang penasaran.


“Orang yang kau sebut barusan, Rajanaga Xiangliu”


Mingwang langsung menjawab tentu, menurutnya pertanyaan Bing Lian terlalu jelas sehingga sebenarnya tidak perlu diutarakan. Yao Sheyan tertarik mendengar topik ini sebab sebelumnya Mingwang memaki – maki Medusa dengan membawa – bawa nama tersebut.


Menyadari tatapan ingin tau Sheyan, Lian menoleh lalu menjelaskan jika Rajanaga Xiangliu sebagai jajaran elit penghuni Dao Realm juga salah satu sosok harus dibuat terkesan untuk memperoleh izin menjelajah dimensi itu. Kekuatannya tak diragukan lagi makanya dapat bertahan sampai sekarang.



Dari penuturan Bing Lian, Yao Sheyan kurang lebih membayangkan ular menakutkan raksasa yang mampu menelan ribuan manusia sekali lahap. Parahnya usai berkata demikian, Lian nampak setuju atas imajinasinya terus malah kian menyebabkan Sheyan merinding sendiri akibat pemikirannya.


Bing Lian cuma tertawa kecil senang gadis di dekatnya sudah kelihatan lebih baik dan berhenti mual, secara bertahap Mingwang memelankan lajunya serta menurunkan ketinggian terbangnya. Yao Sheyan dengan tangan menggendong Bubu menjulurkan leher penasaran bagaimana rupa lokasi tujuan mereka.


Begitu awan mulai terbelah memperlihatkan Ancient Serpent Valley, sang Violet Alchemist Princess menutup rapat mulutnya kaget. Ia mengucek matanya beberapa kali demi memastikan kalau pandangannya tidak bermasalah, saking fokusnya Sheyan tanpa sadar ia memeluk Bubu terlampau kuat lalu mengakibatkan makhluk kecil tersebut mematuk pergelangannya kesal.


“Aduh!? M..ma...maaf Bubu. Aku terbawa suasana. Eeee....Lian?”


“Ya?”


“Aku mau mengkonfirmasi sedikit, kita....tak pergi ke sana bukan?”


“Hah? Kau bicara apa Nona Yao? Menurutmu mengapa kita menumpang Mingwang jauh – jauh kemari? Itulah Ancient Serpent Valley atau bisa kita sebut sarang Medusa” Bing Lian menoleh sambil memiringkan kepala heran.


Yao Sheyan segera terduduk lemas, kekuatan rasanya meninggalkan kakinya. Dia nampaknya mulai menyesali keputusannya ikut sekaligus mengutuk – ngutuk nasib yang memaksanya begini, Lian sendiri tak menyalahkannya bersikap seperti tadi usai menemukan pemandangan di hadapannya sekarang.


Terdapat sebuah lembah luar biasa besar nan luas, tapi perbedaannya ketimbang tempat lain adalah keberadaan gundukan tanah bercorak mirip kulit ular mengelilinginya. Sehingga kalau diperhatikan baik – baik maka kelihatan seolah terdapat seekor binatang melata raksasa tengah tertidur secara melingkar, kemudian tertutup debu saking lamanya terlelap sampai mengakibatkan kulitnya berubah warna menjadi cokelat.


Namun prasangka ini tidak bisa dibilang seratus persen salah karena sebenarnya ada kisah unik dibalik terbentuknya Ancient Serpent Valley, dan hal itu masih punya kaitan dengan Rajanaga Xiangliu. Untuk memperjelas, nama dari pemimpin Dao Beast reptil berbisa tersebut hanyalah Xiangliu.


Sementara Rajanaga merupakan gelar didapatkannya ketika terpilih sebagai petinggi Dao Beast, tentunya memperoleh pengakuan barusan tidak terjadi begitu saja namun membutuhkan perjuangan keras. Karena banyak sosok – sosok lain menginginkan posisi serupa, alkisah dari lima ratus bangsanya yang memperebutkan panggilan Rajanaga.


Tersisalah dua Emperor Snake dengan ukuran maupun kemampuan tempur tertinggi mencakup kekuatan otot, racun, pengalaman, juga keganasan paling hebat usai lima ratus hari terlewat. Pertarungan berlanjut hampir setahun demi mengetahui siapakah pemenangnya, Xiangliu berhasil walau mengalami cedera parah serta membutuhkan waktu lama tuk pulih kembali.


Konon katannya jasad saingannya dalam cerita barusan menjelma menjadi Ancient Serpent Valley soalnnya fisiknya terlampau keras jika dibandingnya korban – korban sebelum mereka sampai mustahil buat terurai, entah bagaimana detailnya Lian sendiri kurang paham. Tapi dulu memang sempat melihat luka milik Xiangliu kemudian menawarkan diri membantu merawatnya sayangnya ditolak mentah – mentah.


Ular tua tersebut berkata terdapat kenangan tersendiri menyertainya makanya enggan menghilangkan codet tadi, menurut Bing Lian pribadi tingkat kebenarannya cukup tinggi karena ucapan Xiangliu. Lagi pula alasan Medusa cenderung memilih lokasi ini sebagai tempat tinggalnya bagi Bing Lian adalah wujud pemberontakan secara tidak langsung ke sang Rajanaga.


><


“Kau yakin kita tidak sebaiknya menerima tawaran Nyonya Mingwang?” kata Yao Sheyan lemah.


“Pfft!? Kau dengar panggilannya terhadapmu Mingwang?”


“Hey....jangan ditertawakan, itu menunjukan rasa saling menghargai antara wanita”


“Terserah deh, ada apa denganmu Nona Yao? Takut?” Lian berjongkok di hadapannya.


“Siapa yang bakal bisa tenang sesudah melihat hal begitu? Kecuali orang sinting sepertimu....”


Bing Lian cuma tertawa mendengar komentarnya lalu mengingatkan selagi Sheyan mengikuti juga melaksanakan persiapan mereka sebelum datang sesuai arahan Lian maka dirinya pasti baik – baik saja. Masalahnya adalah Yao Sheyan bukannya tak mempercayai Bing Lian, hanya menurutnya lawan menanti kedatangan keduanya pada Ancient Serpent Valley berada diluar kemampuan pemuda tersebut.


Selagi Yao Sheyan berkecamuk dengan pikirannya, tanpa ia sadari seluruh tubuh Mingwang bertahap menjadi tembus pandang sampai akhirnya hawa keberadaanya benar – benar tidak terasa. Ketika menatap ke bawah Sheyan terkesiap hendak menjerit mengira bakal jatuh namun untungnya Lian menutup mulutnya tepat waktu sembari menjelaskan kalau pari itu sengaja melakukannya.


Tujuan Mingwang berkamuflase supaya para bawahan Medusa tidak mengetahui perihal kunjungannya memasuki wilayah mereka sekaligus agar lebih mudah mengamankan Bing Lian maupun Yao Sheyan. Saat mendarat Lian segera turun serta mengucapkan terima kasih, sementara Sheyan nampak ragu – ragu menyusulnya.


“Nue....!?”


“Nona?”


“Hmm? Iya?” tanya Sheyan berbalik penasaran usai dipanggil, sementara anak – anak Mingwang melambai senang kepada Lian.


“Sudikah kau mendengar petuah pari tua ini?”


“Ten....tu”


“Jangan khawatir, kau hanya perlu percaya dan dia tidak akan pernah mengecewakanmu....” Mingwang tersenyum tulus.


“Eh? Baiklah, terima kasih Nyonya—“



“Oi!? Kalau lama nanti aku tinggal lho....”


Yao Sheyan gagal menyelesaikan kata – katanya karena seruan Lian, iapun menyahut terus mengucapkan selamat tinggal ke Mingwang dan anak – anaknya sebelum berlari mengejar Bing Lian. Kelompok kecil mereka berjalan menembus pepohonan dahulu untuk sampai di tepi Ancient Serpent Valley.


Sheyan sengaja berjalan cukup dekat hingga badan masing – masing hampir selalu bersentuhan setiap Lian meminta berhenti saat memastikan kondisi sekitar aman, sebab ada kemungkinan beberapa pengikut Medusa berkeliaran demi melakukan patroli secara berkala.


Yao Sheyan memperhatikan punggung pemuda itu, sekarang barulah dia tersadar jika Bing Lian memiliki postur tubuh ideal dan bertanya – tanya bagaimana dirinya melatih fisiknya selama ini. Timbul sensasi tenang pada Sheyan sewaktu berlindung dibalik sosok berambut putih barusan.


“Sheyan? Sheyan? Sheyan?!”


“Ah?! Apa?”


“Tolong fokus, kita tidak sedang dalam situasi bisa melamun” Lian menegurnya sambil menjentik – jentikkan jari.


“Maaf....”


“Hmmm....begini saja, aku telah menemukan jalan masuk kediaman Medusa. Misal kau masih takut, kau boleh menggunakan ini.....”


Bing Lian perlahan mengeluarkan jubah biru tua dari udara kosong kemudian memakaikannya kepada Yao Sheyan, entah akibat tinggal di sebuah lokasi penuh Spirit Herb maupun Magical Plant indera penciuman Sheyan memang kurang sensitif. Namun begitu pergi keluar Granite Convert Sanctuary dan hanya terpisah jarak teramat tipis, Yao Sheyan tertegun membaui aroma harum Ice Lotus yang menyebabkan jantungnya berdetak lebih cepat.


DEG! DEG! DEG!


Ch.278 (380)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 102 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).