
"Kita bakal langsung ngelamar Nanda, malam ini.. " jawab Ayahnya.
Marcell langsung melotot kepada orang tua nya, " Bun ini gak kecepetan? Nanti kalo Nanda nya belum siap gimana?" tanya Marcell khawatir kalo dia nanti dia ditolak gimana?.
"Tenang aja, udah cepet sana kamu siap-siap yang rapi yang ganteng, pokonya harus terlihat cool... " sahut bunda.
Marcell pun beranjak dari duduknya menuju kamarnya dan ber siap-siap memakai jaz hitam.
Dan mereka langsung berangkat setelah azan magrib setelah solat.
.
.
.
.
.
Nanda yang baru kembali ke rumahnya, dia melihat Mamah dan Ayahnya sedang duduk di kursi ruang tamu menunggu Nanda pulang.
"Assalamu'alaikum, " ucap Nanda sambil membuka pintu.
"Waalaikumsalam, " jawab kedua orang tua nya.
"Nanda ayok duduk sayang.. " ucap lembut mamah.
"Nanda mau ke kamar dulu mah, mah ganti baju dulu.. " sahut Nanda sambil berjalan menaiki tangga.
"Nanda Nusyrandi, mamah mu bilang untuk duduk dulu, ada yang mau kita bicarakan.. " tegas sang ayah.
Nanda pasrah dan kembali ke ruang tamu dan duduk di samping mamahnya.
"Ada apa yah?" tanya Nanda.
"Mamah mau nanya sama kamu.. " sahut mamah lembut.
"Yah tinggal bilang aja mah, gak susah laporan... " sahut Nanda cuek.
"Kamu mau kamu nikah muda?" tanya sang ayah to the poin.
Mata Nanda langsung melotot dan tak percaya, "Sama siapa yah?" tanya Nanda.
"Sama Marcell Alfarizky, anak nya Tante Shera dan Om Budi, " jawab ayah.
Hah!! Gue dinikahin sama si balok es... Nggak gue harus cari cara, gue gak mau banget nikah sama tu anak... - batin Nanda.
"Gimana kamu mau kan?" tanya mamahnya yang sudah berharap banyak.
"Kenapa kalian mau nikahin Nanda?" tanya Nanda dengan nada sedikit meninggi.
"Apa Nanda buat kesalahan? Nanda gak lagi gabung ke geng motor yah! Nanda gak mau nikah muda, Nanda masih mau seneng-seneng di luar sana!!" ucap Nanda menolak.
Kedua orang tua nya hanya diam tak berkutik sedikit pun mendengar perkataan Nanda. Mereka seperti bersalah mendengar nya, tapi mereka sudah berjanji untuk menikahkan Nanda dengan Marcell suatu hari nanti.
"Apa Nanda sekarang adalah beban keluarga ini?" tanya Nanda disertai tangis.
Emang kita semua kan beban keluarga Nanda ya ampunn🤦‍♀️
"Nanda kit---"
"Mamah cukup Nanda gak mau lagi denger alasan mamah sama ayah, intinya Nanda gak mau nikah muda kayak ginii.... " potong Nanda yang langsung berlari ke kamarnya di lantai 2.
"Mah, gimana ini?" tanya ayah bingung.
"Mamah juga gak tau harus apa yah, denger ucapan Nanda mamah berasa bersalah sama dia.. " sahut mamah
Sementara itu Nanda yang ada di dalam kamar menangis, Kenapa harus nikah muda?! Kenapa, apa kalian gak mau lagi serumah sama anak kalian sendiri? - batin Nanda menahan kesal.
"Emangnya Marcell mau nikah sama aku?" gumam Nanda bertanya pada dirinya sendiri.
"Boneka, emangnya Marcell suka sama cewek kayak aku... Dia gak akan ninggalin kan kalo aku buat salah? Aku harus gimana dong boneka??" Nanda memeluk boneka kucing itu dan menangis.
Kalo emang Marcell mau nikah sama gue, gue harus jawab apa? - batin Nanda.
Tok... Tok...
Mamah Nanda mengetuk pintu untuk menenangkan Nanda yang masih menangis di dalam kamar.
"Siapa?" tanya Nanda lemas.
"Ini mamah sayang, buka pintunya... " sahut Mamah dari luar.
Cklek....
Nanda membuka pintu dan membiarkan mamahnya masuk ke dalam.
"Kamu gak papa?" tanya mamah.
"Aku gak papa, kok mah.. " jawab Nanda yang tak mau melirik mamahnya.
"Ada yang pengen kamu tanyain ke mamah gak?" tanya mamahnya.
"Kenapa aku harus nikah?" tanya Nanda.
"Mamah punya satu alasan, ini permintaan kakek kamu... " jawab mamahnya dan duduk di samping Nanda.
"Kenapa kakek pengen nikahin aku sama keluarga nya Marcell?"
"Dulu sebenarnya kakek bikin kesepakatan buat nikahin mamah kalo ayahnya Tante Shera punya anak laki-laki, ataupun sebaliknya, tapi sayangnya anaknya perempuan yaitu tante Shera... " jelas mamahnya pelan-pelan.
"Setelah tante Shera melahirkan dia punya anak laki-laki, dan kakek kamu dan kakek Marcell berdoa agar mamah punya anak perempuan, dah lahir lah kamu didunia... Saat kamu sudah berusia 4 bulan kakek mulai membicarakan soal pernikahan antar keluarga, dan mamah setuju begitu pun keluarga Marcell... " jelas mamahnya yang memeluk putri sulung nya.
"Mah, aku punya satu permintaan.. "
"Apa itu sayang?"
"Aku bakal nerima pernikahan ini.. "
"Aku serius tapi aku gak akan nikah dulu mah, nanti aja kalo adik-adik aku udah pulang dari sekolah mereka masing-masing... Gak papa kan Mah?" tanya Nanda. Mamahnya hanya mengangguk paham atas perasaan anaknya yang satu ini.
"Kamu dandan yang cantik yak, sebentar lagi keluarga Marcell datang buat lamar kamu.. " ucap mamah yang langsung beranjak dari kasur dan menutup pintu.
Adik-adik gue bakal pulang 5 bulan lagi.... Ahhh masih lamaa... - batin Nanda senang.
Dan Nanda siap-siap untuk kedatangan tamu keluarga Marcell.
.
.
.
.
.
Sementara itu keluarga Marcell masih dalam perjalanan menuju rumah kediaman keluarga Nanda.
Semoga aja tuh anak gak nerima pernikahan inii, nanti aja nerima nya jangan sekarang... - batin Marcell berharap.
Gak sabar pengen cepet-cepet punya anak perempuan apalagi kalo anak perempuan nya kayak Nanda.... Ahh udah deh lengkap sudah keluarga ku... - batin bunda Marcell.
Mobil mereka sekarang sudah memasuki perumahan Sukamulya 1 dan berjalan terus menuju rumah Nanda.
Ini pertama kali nya bagi Marcell melihat perumahan Sukamulya yang luas dan begitu bersih ada sebuah taman di tengah-tengah perumahan dan banyak tanaman-tanaman yang disimpan si luar pagar, pokoknya bagus.
"Nah kita sampee... " ucap ayah Marcell.
Deg... Deg... Deg...
Aduh ini jantung gue kenapa lagii?? - batin Marcell gugup saat mobil nya berhenti di rumah yang cukup luas.
Disana sudah disambut meriah oleh orang tua nya Nanda.
"Assalamu'alaikum.. " ucap bunda Marcell.
"Waalaikumsalam.. "jawab kedua orang tua nya Nanda.
"Silakan masuk.. " ajak mamah Nanda.
Sekarang mereka sedang menunggu Nanda yang belum keluar dari kamarnya.
"Sebentar yak saya panggilin dulu Nanda nya.. " ucap mamah Nanda dan langsung berjalan menaiki tangga satu persatu.
Marcell semakin gugup kalo Nanda menerima pernikahan ini, dan mereka langsung menikah begitu saja, Marcell belum siap kalo harus nikah minggu depan.
Mamah Nanda dan Nanda yang sudah turun dari tangga langsung berjalan ke arah ruang tamu.
Marcell melihat Nanda yang begitu cantik bagaimana tidak, dia melihat Nanda memakai celana panjang warna hitam dan memakai baju pink bertulisan I Love Paris, dan rambut yang diikat kuda kebelakang.
"Nah udah datang niih calon menantu bunda... " ucap bunda yang membuat Marcell kaget dan mengalihkan pandangannya ke sudut lain.
Deg... Deg... Deg..
Lah lah ni jantung kenapa harus berdetak sekarang siih... Jangan duluu.... - batin Nanda yang terpesona melihat Marcell yang memaki jaz hitam nya.
Nanda dan mamahnya duduk di sofa dekat dengan ayahnya.
"Kita langsung aja ke intinya.. Nanda kita sekeluarga mau ngelamar kamu nak, kamu mau kan jadi istri nya Marcell?" tanya ayah Marcell yang tak mau basa basi kayak anaknya.
Semoga nolak... Semoga nolak.. Ehh jangan terima... terima... terima... Tapi kasih tau jangan sekarang nikahnya taun depan ajaa... - batin Marcell berharap besar atas jawab Nanda nantinya.
"Aku teriama lamarannya.. " jawab Nanda dengan santainya dan melirik Marcell yang wajahnya sudah memerah.
Astaga kenapa harus diterima segala siih.. - batin Marcell sedikit kesal.
Orang tua Marcell udah senang.
"Tapi tante... Aku mau pernikahan aku nggak dilangsungkan secepat mungkin... Aku mau menunggu adik-adik ku pulang dulu.. " sahut Nanda.
"Lohh kenapa?" tanya bunda Marcell sedikit kecewa.
"Gak papa tante, aku cuma mau mereka liat kakaknya bahagia.. " jawab Nanda sambil tersenyum manis.
Marcell merasa lega mendengar nya.
"Okok, gak papa, kapan adik-adik kamu pulang?" tanya bunda Marcell.
"5 bulan lagi jeng.. " jawab mamahnya Nanda.
"Whatt!! Lama dong.. " sahut bunda Marcell sedikit memanyunkan bibirnya.
"Gak papa dong yang penting lamarannya udah di terima, sekarang kita cuma nunggu waktu, " sahut ayah Marcell
"Iya bener bun lagian aku sama Nanda butuh waktu... " sahut Marcell dengan cepat.
Nanda melihat nya langsung tersenyum, mengerti apa yang dikatakan Marcell pada orang tua nya.
"Yak udah deh kalo gituu.. " sahut bunda Marcell bahagia.
"Lagian mereka juga butuh waktu buat deket kan.. Jangan terlalu dipaksa juga sih.. " sahut ayah Nanda.
"Yak udah kalo gitu Cell kamu pasangin cincin nya ke tangan Nanda.. " sahut bunda Marcell.
Marcell langsung ngeluarin kotak cincin dan membukanya, Nanda langsung mengulurkan tangan kirinya dengan gugup, Marcell memasangkan cincin itu ke jari manis Nanda.
Duh kenapa sih pake harus ada inisialnya segala huruf 'M' lagi.. - batin Nanda.
Duh dasar bunda pake ada inisial 'M' lagi nanti kalo ketahuan gimana? Kan jadi repot - batin Marcell.
Setelah acara nya selesai, keluarga Marcell pamit untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.