
Mereka tak tahu kalau ada Mila yang sedang bersembunyi di tembok, dia melihat mereka dan memvideonya.
"Awass aja lu ndak, gue bakal bikin lu sengsara, " gumam Mila.
"Gue bakal nyebarin video ini... dan lu gak bisa ngelakuin apa-apa... " gumam Mila.
"Lu lagi apa di sini?" tanya Marcell.
"Haaaaaahhh!!" teriak Mila terkejut melihat Marcell.
"Bukan apa-apa, " sahut Mila menyembunyikan ponselnya.
"Aneh.. " gumam Marcell berjalan pergi.
"Marcell.... gue bakal dapetin lu... " gumam Mila.
Setelah melihat Marcell berlalu di hadapannya dengan cepat Mila berlari menuju ruang BK dan menunjukan video di ponselnya.
"Pak saya mendapatkan video yang menunjukkan kalo Nanda sama Marcell berduaan di toilet!! " teriak Mila seraya masuk dan mengagetkan semua guru.
"Astagfirullah, bilang assalamu'alaikum dulu apa gimana, " sahut bu Wahyuni kaget.
"Maaf Bu... " sahut Mila.
"Video apa yang sampe bikin kamu teriak-teriak?!" tanya pak amin.
Mila memperlihatkan video yang baru sahabat dia ambil barusan. Video tersebut berhasil membuat para guru yang melihat nya terkejut, ada yang tak percaya dengan video ada pun yang percaya.
"Saya sama sekali gak percaya sama video ini!!" sahut bu Wahyuni.
"Saya juga gak percaya liatnya!!" sahut bu iis.
"Tolong panggilkan Nanda sama Marcell ke sini, " sahut pak wawan.
Mila menyuruh Caca dan Melodi untuk memanggul mereka berdua ke ruang Bk.
Gue bakal menang kali ini ndak, lu liat aja... - batin Mila.
.
.
.
.
.
Sementara itu Nanda berlari menuju kelasnya. Dia melihat Delisa, Rara, dan Dinda yang baru saja kembali dari kantin.
"Nandaaa!!" teriak Delisa sambil melambaikan tangannya ke arah Nanda.
Nanda tak memedulikan nya sekarang dia ingin berdiam diri, menenangkan pikirannya yang sudah tak suci.
"Lah napa tuh anak?" tanya Dinda.
"Lu apain sahabat gue?" tanya Rara pada Delisa.
"Mana gue tau, gue belum maksa dia buat makan lontong sayur gue kok, " jawab Delisa.
"Susulin yuk, " ajak Dinda menarik tangan Rara.
Mereka menghampiri Nanda yang sedang duduk di meja Salsa seperti sedang curhat. Dan terkadang mereka juga mendengar Salsa, Witri dan yang lain tertawa terbahak-bahak.
"Iiihh kalian, " sahut Nanda semakin malu.
"Suruh siapa lu sembunyi di toilet laki-laki... Haha.. " sahut Witri tertawa.
"Adduuuhh emakk... gue sampe ngeluarin air mata denger nya... Haha, " sahut Salsa tertawa terus.
"Kalian bukannya bantuin gue apa gimana kek, malah nertawain, gak seruu... " sahut Nanda manyun bebek.
"Hey, kalian lagi nertawain apa?" tanya Dinda.
"Ini nih kelakuan sahabat lu... aneh-aneh aja... haha.. " sahut Witri yang masih tertawa.
"Emang nya kenapa?" tanya Delisa.
"Dia sembunyi di toilet laki-laki, " sahut Salsa.
"Teruss?" tanya Rara.
"Ketahuan sama Marcell yang lagi ganti baju... hahaha.. " sahut Witri.
"WHAT?!!" Teriak Rara tak percaya.
Mereka memandang Nanda dengan ekspresi aneh dan tertawa terbahak-bahak, Nanda yang melihat nya semakin malu dan ingin bersembunyi di kamar nya tak ingin keluar kamar seharian.
"Ehh... gimana dada bidang Marcell? putih?.. haha.. " tanya Rara tertawa.
"G*bl*k... bukannya bantuin malah nanya putih apa engga nya... yak putih bersih lah... ehh.. " sahut Nanda keceplosan, dia langsung menutup mulut dengan tangan.
Mereka semakin jadi mendengar ucapan Nanda yang melihat secara langsung dada bidang seorang Marcell dengan matanya.
"Eh eh... gimana kotak gak perutnya?" tanya Salsa menahan tawa.
"Gak tau.. " sahut Nanda memainkan ponselnya.
"Eh... kita mau tau... perutnya kotak apa engga, " sahut Rara mengedipkan salah satu matanya.
"Make nanya... yah pasti kotak lah... eh.. " Lagi-lagi Nanda tak sengaja keceplosan.
"Ups ups ups... hahaha, "
"Anj*yy keceplosan.. haha.."
"Uwuuu, keknya nanti gak usah kepo deh buat malam pertama... "
"Iya bener.. haha.. "
"Ah udah ah, gak seru.. " sahut Nanda beranjak dari meja Salsa menuju mejanya.
"Eh mau kemana mamih?" tanya Witri.
"Mau balek, " sahut Nanda tanpa menengok mereka yang masih tertawa.
Nanda duduk di dekat Mike masih dengan manyun bebeknya. Yang lain masih tertawa melihat Nanda pindah dan malu secara bersamaan.
"Kenapa mereka?" tanya Mike.
"Ketawa, " sahut Nanda singkat.
"Iya gue tau mereka lagi ketawa tapi nertawain apaan?"
"Nertawain gue... "
"Emang lu ada masalah apa sampe semua anak iblis itu ketawa terbahak-bahak?" tanya Mike.
"Keppoo... huuh... " sahut Nanda pergi.
"Anak aneh.. " gumam Mike.
"Nanda... dipanggil ke ruang BK... " sahut seseorang dari luar.
"Siapa sih?!" gumam Nanda kesal.
Dengan langkah kasar nya Nanda menghampiri seseorang yang tadi memanggil nya ternyata dia adalah Caca geng komplotan cabe cabean dengan Mila.
"Ada masalah apa sih caca marica hey hey?" tanya Nanda.
Semua orang yang mendengar tertawa mendengar ucapan Nanda memanggil Caca dengan sebutan 'Caca marica hey hey'.
"Berani banget lu manggil gue marica hey hey... sanah lu di panggil sama guru BK, " sahut Caca.
Rara menghampiri mereka di depan pintu.
"Maksud apaan hah?!" tanya Rara.
"Dia di panggil ke ruang BK sama pak wawan eh... gak tau sama guru siapa pokonya di panggil ke sama, " sahut Caca.
"Mana gue tau..." sahut Caca berjalan pergi.
Tanpa berpikir panjang Nanda berjalan menuju ruang BK tapi Rara menghalangi.
"Awasss ra... ngapain lu halangin gue?" tanya Nanda.
"Gimana kalo itu cuma jebakan doang, " sahut Rara.
"Maksud lu?" tanya Dinda.
"Yah kali aja dia cuma ngada-ngada, " sahut Rara.
"Bisa jadi sih.. " sahut Nanda berpikir.
"Jadi lu mau tetep ke BK atau engga?" tanya Dinda.
"Bodoamat itu ngada-ngada dia kek apa engga kek, pokonya gue harus ke BK, " sahut Nanda berjalan meninggalkan mereka berdua.
Di jalan tak sengaja berpaspasan dengan balok es, Marcell. Mereka berjalan berdampingan tanpa bertanya mau kemana. Nanda yang sudah tak tahan diam-diaman sejak tadi mulai berbicara duluan.
"Mau kemana lu?" tanya Nanda.
"Ke ruang BK, " jawab Marcell.
"Lah sama, gue juga di panggil ke ruang BK, " sahut Nanda.
Marcell menghentikan langkahnya, dan berbalik badan. "Kenapa lu berhenti?" tanya Nanda.
"Kenapa lu juga di panggil?" tanya Marcell.
"Yah sama saya tau... saya dapet info dari Caca marica hey hey, " sahut Nanda.
"Kalo gue dari Melodies, " sahut Marcell.
"Melodi Melodi.... " sahut Nanda.
"Nah itu maksudnya.. " sahut Marcell.
Tanpa memedulikan ucapan Marcell selanjutnya Nanda kembali berjalan dengan santainya. Sedang kan Marcell masih berpikir kenapa mereka berdua di panggil ke BK bersamaan?
"Nanda... " panggil Marcell menyusul Nanda.
Setibanya mereka di ruang BK di sana banyak guru yang sedang menunggu mereka dan Mila?
"Mila? ngapain lu disini?" tanya Nanda.
"Kenapa? gak boleh?" tanya balik Mila.
"Gak papa sih, " sahut Nanda duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Sudah jangan berdebat lagi, kita mulai aja sekarang, " sahut bu Wahyuni.
"Nanda, apa benar tadi kamu berada di toilet laki-laki di jam. istirahat?" tanya Pak Wawan.
Marcell terkejut kenapa mereka dapat tau kalo Nanda habis dari toilet laki-laki semasa istirahat tadi?
"Iya, Pak saya salah masuk ke toilet karena udah kebelet banget, " jawab Nanda.
Untungnya Nanda pintar bicara dalam kondisi apa pun jadi dia bisa sedikit lebih tenang.
"Marcell kenapa kamu bisa ketemu sama Nanda di toilet apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Pak Amin.
"Habis ganti baju olahraga Pak, " jawab Marcell.
Jangan di perjelas juga bambang, nanti mereka bakal semakin curigaa - batin Nanda.
"Terus di masa kamu telanjang kamu ketemu sama Nanda gitu?" tanya Mila dengan muka sedihnya.
"Engga, " jawab Marcell singkat.
"Dia udah pake baju, pas aku mau keluar kaget ketemu sama Marcell yang lagi ngaca, " sahut Nanda.
Bu Wahyuni merasa tenang ternyata ini semua hanya salah paham saja, tentu saja kenapa tidak karena Bu Wahyuni percaya bahwa Nanda dan Marcell tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.
Mila semakin panas mendengar perkataan Nanda barusan dia ingin sekali menghajar Nanda habis-habisan setelah ini.
"Oke, kalo begitu sekian terimakasih atas penjelasan kalian berdua silahkan pulang ke kelas masing-masing, " sahut Pak Wawan.
Mereka bertiga keluar dengan tenang tapi saat berada di tangga tiba-tiba tangan Mila berinisiatif menarik rambut Nanda dengan sekuat tenaga.
"Aaawww!!" teriak Nanda yang membuat Marcell terkejut.
"Lu ngapain Mila?! lepasin gak?!!" ucap Marcell tegas berusaha melepaskan tangan Mila dari rambut Nanda.
"Kenapa lu selalu ngehancurin hidup gue?!!!" teriak Mila.
"Aaaaaa!! saakiiitt!!" Nanda terus menjerit tanpa henti karena tarikan dari Mila semakin kuat.
Marcell memeluk Nanda dan masih berusaha melepas rambut dari tangan Mila yang semakin kuat saja. Setelah berhasil di lepas ada beberapa helai rambut yang rontok.
Marcell segera membawa Nanda menjauh dari anak iblis itu karena dia semakin marah. Mila semakin geram melihat Marcell memeluk Nanda dengan lembut.
"Kenapa lu selalu aja ngehancurin hidup gue?!!" teriak Mila.
"Gue gak pernah ngehancurin hidup siapa-siapa!!" jawab Nanda mengusap kepalanya.
"Bohong!! Lu udah ngerebut seseorang dari gue!!" teriak Mila.
Nanda melirik Marcell, tapi Marcell tak memedulikan ucapan Mila barusan, dia mah bodoamat.
"Kenapa ini, kenapa kalian teriak-teriak?!" tanya bu Wahyuni.
Mila dengan cepat mengambil situasi ini dengan menyalahkan mereka berdua yang sedang bermesraan.
"Ini bu... liat... " tunjuk Mila.
"Yawloh kalian berdua lagi ngapain peluk-pelukan di situ?" tanya Bu Wahyuni kaget.
"Bukan apa-apa kok bu cuma melindungi Nanda dari iblis itu, " sahut Marcell.
Bu Wahyuni melihat rambut Nanda yang acak-acakan seperti habis berantem dia melihat ke bawah ternyata ada beberapa helai rambut berwarna coklat di lantai.
Tidak mungkin kalo itu milik Mila bukan? sebab rambut Mila berwarna merah, sedangkan rambut Marcell berwarna hitam.
Bu Wahyuni mengambil satu helai rambut itu. "Ini rambut siapa?" tanya Bu Wahyuni.
Mila terkejut melihat nya, dia lupa menyingkirkan rambut Nanda di itu. Dengan cepat Marcell mengambil alih situasi ini.
"Itu rambut nya Nanda bu... " sahut Marcell.
Mila melotot dan menggeleng pelan kenapa Marcell tapi Marcell tak memedulikan nya sama sekali dia terus mengatakan yang sejujurnya.
"Mila narik rambut Nanda tanpa sebab, makanya rambut Nanda acak-acakan kaya orang gila, " sahut Marcell.
Nanda sesekali memukul tangan Marcell. Mari terus menjelaskan apa yang terjadi, dan Bu Wahyuni malu mendengar nya.
"Mila, kamu ibu skor selama dua minggu, " ucap bu Wahyuni.
"Apa?!! tapi kenapa bu?!!" tanya Mila terkejut.
"Kamu menarik rambut Nanda tanpa sebab, menuduh sembarangan mereka berdua dengan video yang kamu kasih, dan sekarang kamu nanya ke ibu kenapa?" ucap Bu Wahyuni the poin.
"Saya bisa ngeluarin ibu dari sekolah ini, "sahut Mila tak mau kalah.
"Ibu gak peduli ayah kamu kepala sekolah, pejabat atau mentri yang kalo kamu udah salah yak udah terima hukuman dari sekolah, " sahut Bu Wahyuni.
"Kamu mau bapak skor sebulan?" tanya Pak Wawan.
"Ja-jangan Pak, oke saya akan menerima hukuman ini dengan sabar, " sahut Mila berjalan pergi.
Nanda sudah merasa tenang selama 2 minggu kedepan gak akan ada iblis cabe-cabean yang mengganggu, tapi mungkin kalo komplotan nya masih ada.
"Sudah, kalian berdua juga harus kembali ke kelas, ibu juga mau ngajar sekarang, " sahut Bu Wahyuni.
Mereka berjalan menuruni tangga satu persatu dengan tenang, walau kepala Nanda masih sedikit pusing, tapi gak papa.