My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Mabar



"Gak kok, itu cuma temen.. Namanya oppa.. " sahut Nanda.


"Oppa? Itu nama aslinya atau nama di line laptop?"


"Menurut luu... "


"Nama asal di line messenger.. "


"Tuh tau, "


Marcell kemudian mengambil ponselnya dari jaket dan masuk ke dunia Mobile legends bang bang. Begitu pun dengan Nanda.


"Eeh bentar nama ml lu apaan? gue belum follow, " sahut Nanda.


Marcell yang mendengar nya merasa malu jika Nanda melihat profil namanya di ml. Nanda melihat Marcell, "Woy, gue nanya, " sahut Nanda sedikit berteriak.


"Iya iya, gue denger, " sahut Marcell.


"Iya apa nama lu di ml? gue mau follow biar bisa mabar, " tanya Nanda sekali lagi.


"Biar gue aja yang follow lu duluan, " sahut Marcell.


"Oh oke, nama ml gue Ndakk*257 , " sahut Nanda.


"257 itu apa?"


"Tanggal lahir gue, " sahut Nanda.


"Oh, " jawab Marcell singkat.


Ting..


"Tuh.. udah gue follow, folback, " sahut Marcell.


"Okey, " sahut Nanda.


Baru saja Nanda akan folback Marcell, tapi seketika tangannya berhenti melihat nama Marcell di mobile legends.


"Ppfftt... bwahahahahaa... apaan nih.. nama lu aneh bener.. " teriak Nanda tertawa terbahak-bahak melihat nya.


"Jangan ketawa, " sahut Marcell malu.


"Lagian nama lu aneh-aneh aja, masa iya nama lu fiberglass.. hahaha.. " sahut Nanda memukul pundak Marcell pelan.


"Emang kenapa sih? gimana gue lah, yang penting rank naik terus, " sahut Marcell.


Nanda masih tertawa sambil melihat Marcell. "Apaan sih elu liatin gue kayak gitu?" tanya Marcell semakin malu.


"Nggak papa sih, cuma gua masih ngakak liat nama lu, " sahut Nanda terkekeh pelan.


"Udah dong, jangan liatin gue mulu, nanti gue kebablasan, "


"Kebablasan kenapa?"


"Gue cium lu, " sahut Marcell.


"Eeehh, " teriak Nanda memukul pipi Marcell pelan.


"Hahaha.. bercanda, udah belum folback nya?" tanya Marcell.


"Eh, belum, bentar, " sahut Nanda segera memfollow balik Marcell.


"Okey udah, sekarang gas mabar, " sahut Nanda.


"Eeehh bentar, harus ada tantangan nya lah, biar seruu.. " sahut Marcell.


"Mm... apa yah?"


"Kalo kita menang, lu harus nurut sama gue seterusnya, "


Nanda terdiam dan tampak berpikir, "Oke, kalo gitu, kalo kita kalah lu harus turutin kemauan gue.. " sahut Nanda.


"Oke, " sahut Marcell setuju.


Tanpa berpikir panjang mereka segera bermain bersama. Marcell yang awalnya santai-santai aja, tapi kali ini Nanda sengaja berusaha membuat nya kalah.


Nanda menendang kaki Marcell. "Diem lu, " sahut Marcell pindah tempat duduk.


Nanda ikut berdiri dan menggoyang-goyang kan tangan Marcell, "Dadar licik.. " sahut Marcell berusaha bertahan atas gangguan syaiton yang satu ini.


"Kalah lu kalah.. " teriak Nanda.


"Gak akan, " teriak Marcell.


Mereka bermain sambil berdiri dan saling mendorong. Nanda yang semakin geser-geser sampai akhir nya mereka terjatuh. Tapi itu gak masalah, mereka terus bermain.


"Istri macam apa ini... kepala gue sakit, " sahut Marcell.


"Bukan elu aja, tubuh gue sakit, " sahut Nanda.


"Sakit dari mana nya.. lu ada di atas gue, " sahut Marcell masih menatap layar ponsel nya.


"Kalah lu kalah.. " teriak Nanda menutupi maya Marcell.


"Kalah.. kalaahh.. kalaaaahhh... " teriak Nanda.


Cklekk...


"Anak-anak kenapa belum pada tidur?" tanya Bunda masuk ke dalam.


Adegan yang seharusnya tak di lihat, malah terlihat jelas di mata Bunda Shera. Marcell dah Nanda belum menyadari keberadaan Bunda yang sedang melihat mereka.


Nanda dengan sengaja mencubit tangan Marcell. "Aaww sakitt b*ngs***... " teriak Marcell meringis kesakitan.


"Mampuss.. lu.. kalah lu kalaahhh... " teriak Nanda berusaha menutupi mata Marcell, tapi Marcell dengan cepat menyingkirkan tubuh Nanda dari atas tubuhnya dengan menendang kaki nya.


"Geblek sakitt kaki guee.. "


"Mampuss.. "


Marcell pindak ke kasur dan melanjutkan main nya. Sementara Bunda hanya melihat mereka, tanpa memanggil atau pun masuk ke dalam.


Bunda yang tak ingin menganggu kesenangan mereka segera keluar kamar dan menutup pintu.


Nanda berdiri dan duduk di kursi di dekat meja belajar nya. "Btw, yang tadi itu Bunda bukan sih?" tanya Nanda.


"Gak tau gak liat bodo amat, " sahut Marcell.


"Kalau bener itu Bunda lu berdosa bangettt... " sahut Nanda.


"Mm... "


Victory..


"Yesss.. menang... " teriak Marcell membuat Nanda kaget.


"Geblekk malah menang... " sahut Nanda menyerah dan membenturkan kepala nya ke meja.


Duukk.. duukk.. duukk..


Marcell menghampiri Nanda, dan mengangkat kepalanya, "Jangan kayak gitu, mau lu gegar otak?" tanya Marcell.


"Iihh yah gak mau lah.. " sahut Nanda.


"Ya udah, sebagai gantinya.. lontong bikinin gur mie sama susu, gue laper, " sahut Marcell.


"Tolong sayang tolong, lama-lama lu jadi mirip kayak si anak titisan neraka sama si kadal titisan buaya tau gak lu, " sahut Nanda.


"Enggak, " sahut Marcell


"Udah sana.. cepetan bikinin, " sahut Marcell.


"Iihh besok aja lah, udah malem ini.. "


"Gak mau, mau nya sekarang, ini perintah suami lu ndak, lu harus nurut, " sahut Marcell.


"Dasar suami muda, bisa-bisa lu giniin bini lu hiks hiks hiks, " sahut Nanda dengan wajah sedih nya.


"Udah jangan melas mulu, nanti gue kasih beberapa ATM gue deh, terserah lu mau abisin juga, gak rugi gue asal lu seneng aja, " sahut Marcell.


Mendengar nya Nanda melotot dan segera turun tangga dan masuk ke dapur untuk masak mie untuk Marcell dan susu sesuai pesanan nya.


Marcell menengok ke arah pintu, "Cepet juga tuh anak kalo soal duit, dasar mata duitan, " gumam Marcell.


Sambil menunggu Nanda datang, Marcell keliling kamar Nanda dengan santainya membuka beberapa laci dan melihat ada sebuah poto yang tersimpan di sana.


Awalnya Marcell tak ingin kepo dengan poto itu, tapi berhubungan Nanda masih belum datang, Marcell mengambil poto itu dan melihat poto itu dengan seksama.



"Ini siapa?" gumam Marcell melihat poto leleki yang di dekat Nanda waktu SMP itu.


Marcell kembali melihat ke dalam laci, ada satu poto seorang lelaki dengan wajah imut, awalnya Marcell kira itu Firza. Tapi perkiraan nya itu berasa ada yang ganjal. Marcell pun mengambil poto itu.



Masa Bagas? Aahh gak mungkin, muka nya beda sama yang sekarang.. - batin Marcell.


Marcell mengeluarkan ponsel nya dan mencari poto Bagas. Dan membandingkan poto lelaki itu dengan tulisan dengan poto di ponselnya.



"Nj*rr.. mukanya jauh bedaa bett.. " gumam Marcell tersenyum lebar.


Marcell terus terkekeh pelan sambil menutup mulut nya agar tak terdengar sampai keluar. Marcell pun mempotokan Bagas waktu kecil itu dengan ponsel nya.


"Seruu nih, sebarin gak yah ke sosmed? kalo di sebar seruu kalo gak di sebar gak seruu.. " gumam Marcell bingung.


"Sebar jangan sebar jangan sebar jangan, " sahut Marcell menghitung jari-jari nya.


Tinggal tersisa jari kelingking, "Jangann?" tanya Marcell.


"Ya udah jangan, nanti aja, lu sekarang selamat, tapi nanti nggak akan, " gumam Marcell ngobrol dengan poto Bagas di ponselnya.


Marcell mengembalikan poto-poto itu ke dalam laci dan menutup nya kembali. Merasa lama dengan Nanda yang ada di dapur, Marcell menyusul Nanda.