My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Telat



"Selamat yah, buat kalian yang bentar lagi mau jadi pasangan pasutri... " bisik Rara lembut di telinga Nanda dan Marcell.


Mereka berdua langsung mengalihkan pandangan dari depan ke samping kanan dan kiri.


"Hihihih... Jangan lupa undangan ya... " sahut Agung berbisik.


"Kalian berdua bisa diem gak jangan banyak tingkah... " ucap Marcell tegas.


"tau nih, lu juga Ra kenapa ikut-ikutan lagii... " sahut Nanda kesal.


"Yah maaf dong mak... Gak sengaja kita... Hihihi... " sahut Rara.


"Bapak ama Emak jangan marah yahh... " lanjut Agung yang tak mau kalah.


Kini Agung dan Rara tertawa terbahak-bahak karena berhasil menggoda Nanda dan Marcell.


"Tau gini gue nggak akan ngasih tau mereka, " gumam Nanda kesal.


"Kapan juga si agung ada di perumahan sukamulya?" gumam Marcell bertanya-tanya.


Setelah selesai pembiasan semua murid kembali ke kelas mereka masing-masing termasuk Nanda dan Marcell.


Teman-teman nya ada di belakang memperhatikan mereka berdua.


"Nanda sama Marcell sumpah cocok banget kalo lagi jalan, " ucap Dinda.


"Apalagi sekarang mereka lagi jalan berdampingan.. " sahut Angga.


"Romantis banget anj*r.. " sahut Rara iri.


"Lu iri yak Ra, makanya jangan suka nyakitin hati cowok dong... " sahut Agung.


"Emang elu gak pernah nyakitin hati cewek?" tanya Rara. Agung diam tak berdaya.


"Huuh makanya sebelum ngomongin orang itu mikir emangnya elu nggak pernah ngelakuin itu... " lanjut Rara dan mempercepat langkahnya.


"Dasar playgirl... " gumam Agung.


"Kenapa si Rara sampe bisa jadi playgirl?" tanya Angga pada Dinda.


"Nanti gue ceritain sekarang mending masuk ke kelas, tuh dua makhluk udah masuk duluan... " sahut Dinda.


"Dua makhluk?" tahta Angga kebingungan.


"Ck. Nanda sama Marcell... " jawab Dinda malas.


Angga hanya mengangguk paham dan menyusul Agung yang sudah masuk duluan.


.


.


.


.


.


Di kelas Marcell.


"Agung lu napa?" tanya Marcell.


"Gue kepikiran Ra--" Agung tidak melanjutkan perkataan nya karna dia takut kalo dia udah mulai naksir sama Rara si Playgirl itu.


"Ra? Siapa Ra?" tanya Angga.


"Bukan siapa-siapa... " jawab Agung.


"Oo pasti lu lagi mikirin Rara Farisya yaaahhh.... " tebak Angga, benar.


"Farisya? Emang itu nama panjang nya?" tanya Agung melihat ke arah 2 temannya itu.


Marcell dan Angga mengangguk.


"Lu napa naksir lu sama Rara?" tanya Marcell tertawa.


Tiba-tiba wajah Agung memerah, tak sangka Marcell berhasil menebak isi pikiran dan hatinya.


"Nggak kata siapa?" tanya Agung berusaha dengan penampilan cool nya.


"Nggak usah boong tuh muka lu merah.. " sahut Angga ikut tertawa.


Duhh emangnya keliatan yah? - batin Agung.


"Keliatan wajah lu itu merah banget kaya tomat rebus... "sahut Marcell.


"Kenapa lu bisa tau isi hati gue?" tanya Agung mulai penasaran.


"Ehh, emang bener?" tanya Marcell.


Agung mengangguk.


"Wahh padahal gue cuma nebak doang... Haha... " jawab Marcell tertawa bersama Angga.


"Kamprett... " gumam Agung.


.


.


.


.


.


Dikelas Nanda.


"Nanda nanti kantin bareng Marcell ajah... " goda Rara.


"Gue emang mau makan bareng sama Marcell emang kenapa?" sahut Nanda santai.


"What emang nya Marcell mah makan bareng sama cewek?" tanya salah satu siswi yang ada di kelas Nanda.


"Gue gak pernah sekali pun liat Marcell makan bareng cewek.. "


"Gue kan OSIS, gue gak pernah dia ngobrol sama kalangan hawa kayak kita gini... "


"Sumpah lu apain Marcell Ndak, sampe dia mau ngikutin kemauan lu... " tanya Dinda.


"Nggak di apa-apain, gue cuma minta baik-baik ajah emang nya salah?" tanya Nanda.


Semua anak hanya menggeleng pelan.


"Yak udah kalo gituu... " sahut Nanda lalu duduk di meja nya.


"Gue tebak pasti ada apa-apa nya nih antara mereka berdua... "


"Gue nggak yakin kalo Marcell pacaran sama tuh anak... "


"Menurut kalian ajah gak percaya, buktinya nya gue sendiri juga gak percaya... " sahut Rara.


"Lu sama aja kayak mereka, bukannya dukung Nanda malah ngegosipin Nanda... " sahut Dinda.


"Yak sorry... " sahut Rara. Mereka langsung kembali ke maja masing-masing karena guru sudah masuk kelas.


Jam istirahat pertama.


Setelah belajar Angga dan Agung mengajak Marcell makan di kantin seperti biasa.


"Cell kantin kuy..." ajak Angga.


"Bentar gue masukin dulu buku-buku gue takut ilang nanti gue belajar di rumah gimana.. "sahut Marcell sambil memasukkan bukunya ke dalam tas.


Saat mereka keluar dari kelas, ada sebuah panggilan untuk ketua OSIS.


Perhatian kepada anggota OSIS dan organisasi OSIS lainnya segera berkumpul di ruang OSIS ada yang mau disampaikan oleh kepala sekolah kepada kalian.


"Gue mau ke ruang OSIS dulu, kalian duluan aja... Nanti gue nyusul kalo sempet... " ucap Marcell sambil berjalan pergi.


"Ganggu aja si kepala sekolah, orang laper pengen makan malah dipanggil... " oces Angga.


"Udah lah, tapi untung nya itu buat anggota OSIS doang, lah kita sebagai murid yang males jadi organisasi yak santai aja... " sahut Agung.


"Kebiasaan... " gumam Angga.


Mereka menuju kantin sekolah, dan tak sengaja bertemu dengan Nanda, Rara dan Dinda.


"Yah ke kantin lah mau kemana lagii... " sahut Agung.


"Yeee biasa aja kalee ngejawab nya... " sahut Rara gelay.


"Mm.. Eh Marcell mana?" tanya Nanda.


"Dia ke ruang OSIS disuruh kumpul sama kepala sekolah, gak tau mau ngapain.., " jawab Angga.


"Emangnya kalian nggak denger pengumuman tadi?" tanya Agung.


"Nggak kita sibuk gibah.. " jawab Rara.


"Lu gibah mulu, nanti masuk neraka baru tau lu.. " sahut Agung.


"Nggak usah bawa-bawa neraka-surga... " sahut Rara.


"Iya.. Iya... Maaf... " sahut Agung.


"Yuk ahh kuy, kita bareng aja ke kantin nya biar gak ribut lagi kayak waktu itu... " sahut Nanda.


"Hayuu kemon.. " sahut Angga berjalan berdampingan dengan Dinda.


Angga dan Dinda ada di depan dan Agung, Nanda dan Rara ada di belakang.


"Mereka keknya udah pacaran yah?" tanya Rara berbisik pada Agung.


"Nggak tau... " jawab Agung.


Rara melirik ke arah Nanda, eh salah bukan Nanda melainkan Agung, "Lah eluu, kenapa lu ada di samping gue... Mana Nanda?" tanya Rara kaget.


"Tuh di sampai kanan lu.. " jawab Agung.


Rara pun menoleh ke arah kanan nya dan benar saja ada Nanda yang diam sejak tadi.


"Bisu lu Ndak?" tanya Rara.


"Enak aja, gue gak bisu yah, gue sehat walafiat... " jawab Nanda.


"Yak udah kalo gitu, " sahut Rara.


"Lu lagi ada masalah?" tanya Agung.


Nanda tak menjawab, Rara dan Agung sudah mengambil kesimpulan kalo sikap Nanda tiba-tiba berubah jadi pendiem.


"Kenapa tuh temen lu?" tanya Agung bisik-bisik.


"Gue juga nggak tau, keknya gegara Marcell deh.. " jawab Rara.


Nanda mendengar percakapan mereka langsung menyusul Dinda dan Angga yang jalan didepan mereka sejak tadi.


"Emangnya kenapa sama Marcell?" tanya Agung.


"Tadi dikelas dia bilang kalo dia emang bakal makan bareng sama Marcell, sama temen-temen nya... " jawab Rara.


"Kalo tau gitu gue cegah aja si Marcell jangan ikut kumpul... " sahut Agung kesal.


"Udahlah lagian udah terlanjur juga... " sahut Rara.


Sesampainya mereka di kantin, dan seperti biasa mereka harus debat dengan warga penghuni kantin untuk mendapatkan meja.


"Ndak lu mau makan apa? Biar gue pesenin.. " ucap Dinda.


"Gue mau minum aja... " jawab Nanda males.


Seketika Dinda mengedipkan mata ke arah Rara, Rara mengerti dan ikut berdiri membawakan pesanan.


"Kalo kalian berdua mau apa?" tanya Rara.


"Gue baso.... Kalo Angga mie ayam.. " jawab Agung.


"Ya udah bentar gue mau ke sana bentar sama Dinda.. " sahut Rara.


Mereka pun pergi ke ibi kantin untuk memesan makanan teman-teman nya.


"Nanda lu kenapa dari tadi lu mingkem mulu? Bisu lu?" tanya Angga bercanda.


Agung langsung menggedor tangan Angga.


"Kenapa?" tanya Angga.


"Jangan macem-macem dia lagi galau, " jawab Agung.


"Galau kenapa?"


"Harusnya mereka sekarang lagi makan bareng sama kita, gara-gara pengumuman tadi, jadi mereka gak bisa makan bareng.. " jawab Agung sambil mencomot gorengan.


"Harusnya kalo si Marcell mau makan bareng sama Nanda, dia harusnya bilang dong sama kita biar kita cegah dia buat kumpul... " sahut Angga ikut emosi.


"Nah itu... Kalo menurut gue si Marcell lupa.. " sahut Agung.


"Bisa jadi, atau enggak dia mau makan bareng sama Nanda tanpa sepengetahuan kita berdua.. " tebak Angga.


"Udah lah biarin... " sahut Agung.


Sementara itu diruang OSIS.


Kek ada yang ngomongin gue, tapi siapa? - batin Marcell.


"Kok gue kayak ada yang kelupaan yah?" gumam Marcell berpikir.


Setelah beberapa lama Marcell berpikir dia ingat kalo hari ini dia harus makan bareng sama Nanda di kantin sama temen-temen nya yang lain.


Astagfirullah, gue lupa, kan harusnya gue ke kantin makan bareng sama Nanda... - batin Marcell.


"Duh gimana jelasin nya nanti kali ketemu... " gumam Marcell sambil menepuk-nepuk dahinya.


"Cell lu napa?"


"Gue nggak papa, cuma kepikiran Nan--"


"Nan? siapa Nan?"


"Bukan siapa-siapa... "


"Okehh... "


"Nah jadi begitulah selanjutnya bapak serahkan tugas ini pada kalian yak para anggota OSIS... " sahut pak kepala sekolah.


"Iya siap pak!!" semua anggota OSIS berteriak tegas.


"Bubar.. "


Marcell langsung berlari menuju kantin untuk melihat Nanda.


Sesampainya di kantin.


Kantin sudah sepi hanya tinggal beberapa siswa-siswi yang masih ada 3-5 orang saja di kantin.


Dia melihat ke arah meja pojok kanan yang dekat dengan lapangan bola basket. Marcell menyidik-nyidik orang tersebut.


Itu kek Nanda... - batin Marcell bertanya-tanya.


Tanpa berpikir panjang Marcell menghampiri dan bener saja itu Nanda yang sedang minum teh hijau.


"Lu kenapa baru datang cell.. " sahut Nanda.


"Maaf gue di suruh kumpul sama kepala sekolah, " jawab Marcell lalu duduk di samping Nanda.


"Lu udah makan?" tanya Marcell.


Nanda menggeleng pelan.


"Mau makan apa? Biar gue yang pesenin.. " sahut Marcell.


"Baso aja deh... " jawab Nanda gercep.


"Tanpa basa basi lu langsung minta yahh.. " sahut Marcell tersenyum.


"Gue males basa basi... "


"Yak udah bentar gue pesenin dulu.. " sahut Marcell sambil berjalan pergi.


Nanda kembali melihat ke arah lapangan, melihat pemandangan indah, para pemain basket berkeringat dan itu sangat mempesona bagi Nanda.


"Sumpah keren banget, apalagi kalo sampe keringet bercucuran kayak gitu... Beh damage nya... " gumam Nanda terpesona.