My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Dia nembak?!!



Setelah percakapan yang panjang, dan pelajaran yang susah, akhirnya mereka pulang dengan tenang. Dinda bersama Angga, sedangkan Nanda, Rara dan Putri akan naik angkot karena Marcell masih ada urusan OSIS.


"Yank, " panggil Angga. Dinda segera membalikan badan dan menemukan Angga bersama yang lain menuju ke arahnya.


"Put, lu mau bareng gak?" tanya Ihsan.


"Engga makasih, gue mau bareng sama Nanda sama Rara, " jawab Putri.


"Oh yak udah, " sahut Ihsan.


"Kasian, makanya kalo ngajak cewek pulang bareng harus gercep, " sahut Lukman.


"Dari pada elu mikirin gue mulu, mending sana lu cari cewek, " sahut Ihsan.


"Gue mah sans, banyak cewek-cewek yang pengan sama gue, " sahut Lukman.


"Terus kenapa lu ambil semua, " sahut Nanda.


"Gue nya masih sayang sama Jesica, " sahut Lukman.


"Asataga Lukman kan Jesica udah nggak ada, " sahut Dinda.


"Iya makanya, gue gak mau cari yang lain, " sahut Lukman.


"Lu masih belum move on?" tanya Putri.


"Iya, gue masih sayang sama dia, eh dianya malah ninggalin gue, " sahut Lukman.


"Emang Jesica pergi kemana?" tanya Agung.


"Dia pergi ke dunia lain, " sahut Lukman.


"Yang sabar yah bro, " sahut Angga.


"Iya, thanks bro, " sahut Lukman.


"Udah dong, jangan banyak bacot, cepetan pulang gue laper, belum makan, " teriak Nanda.


"Sabar kek mommy, " sahut Agung.


"Eh gung lu ngasih apa ke Rara?" tanya Dinda


"I-itu... apa aja, jangan suka kepo kalian semua, " sahut Agung.


"Apa jangan-jangan lu nembak Rara yah di kotak itu.., " tebak Nanda. Benar, karena dia sudah mengintip.


Tiba-tiba muka Agung memerah dan segera mengendarai motor nya pergi dari lingkungan sekolah.


"Lah, di tanya malah kabur, " sahut Nanda.


"Kan lu tadi, udah ngintip nda, kenapa lu pake nanya lagi ke Agung?" tanya Dinda.


"Sengaja, siapa tau dia mau jujur, " sahut Nanda.


"Udah, jangan banyak bacot, Nanda lu mau pulang atau mau ngobrol?" teriak Rara dari depan gerbang.


"Ehh, iya... bentar tungguin gue dong, " teriak Nanda menyusul.


"Lah, kok gue di tinggal, " sahut Putri pergi menyusul Nanda dan Rara.


"Lu sama siapa pulang?" tanya Lukman.


"Sama tuyul, " sahut Ihsan menaiki motornya.


"Wah mantap, biar bisa ngambil uang yah, pas lampu merah, " sahut Lukman.


"Engga, gue berdoa ke dukun buat dapet ciwi, " sahut Ihsan semakin ngaco.


"Ngaco lu, dukun mana?" tanya Dinda.


"Gue lupa, " sahut Ihsan.


"Gue ikut sama lu yak, motor gue abis bensin, " sahut Lukman.


"Sudah ku duga, " gumam Angga.


"Buat apa lu bawa motor kalo abis bensin?" tanya Dinda ingin tertawa tapi gak bisa, kasian.


"Tadi kan gue telat ke sekulnya, makanya gue bawa motor aja, lumayan kan ada 2 batang lagi, " sahut Lukman.


"Iya, cepetan naik gue pengen main ps di rumah, " sahut Ihsan.


Mereka pun pulang sekolah dengan mengendarai kendaraan masing-masing. Di sekolah hanya ada beberapa mobil dan motor, punya OSIS.


.


.


.


.


.


Setelah melewati perjalanan yang panjang, akhirnya Rara sampai di rumah.


"Assalamu'alaikum, "


"Waalaikumsalam, " jawab Bunda Rara yang sedang di kebun, menyiram tanaman.


"Bunda kok di sini? Gak ke butik?" tanya Rara kaget.


"Kan abang kamu udah pulang, jadi Bunda di rumah aja, " sahut Bunda Rara, Ikne.


"Oh, aku masuk yah bun, capek, " sahut Rara.


"Iya.. " sahut Bunda Rara.


Rara membuka pintu dan segara menaiki tangga satu persatu, masuk ke kamar. Menyimpan tas dan menghempas tubuhnya ke kasur.


"Aaaaaa.... enak banget... " gumam Rara meregangkan tubuhnya.


"Rebahan adalah hadiah terindah setelah pulang sekolah, " sahut Rara.


Rara kembali ke posisi duduk, dan membuka tasnya.


"Ini hadiah dari Agung buat Salsa?" tanya Rara.



"Ih ada tulisan I Love you nya... alaya banget.., " gumam Rara jijik.


Saat Rara akan membuka pita itu, dia berpikir sebentar.


"Gue sih gak mau buka kotak nya, tapi karena gue anak dari seorang ibu yang suka ngegosip sama adik dari seorang abang yang suka nguping, jadi ke bawa-bawa... maaf deh yak Agung, Salsa.... " sahut Rara berbicara sendiri dikamar.


Tanpa berpikir panjang lagi, Rara membuka kotak itu, dan dia melihat ada 2 kaling berbentuk love yang satu perak yang satu lagi emas asli/emas palsu.



"Wah, gila ini sampe di kasih kalung, " sahut Rara kagum.


"Loh ini kan ice bear, sama grille, sama panda... ini boneka kesukaan gue semua... kan Salsa paling gak suka sama Beruang.. " gumam Rara.


"Agung aneh, masa iya dia mau nembak cewek tapi gak tau apa kesukaan cewek nya.. "


"Bikin pusing, "


Rara melihat ada sebuah surat di dalam kotak itu, karena saking penasaran, Rara segera membuka amplop itu dan membaca suratnya.


To : *Rara Farisya


From : Agung Tresna


Ra, sorry gue baru bilang sekarang, gue sebenarnya s-u-k-a s-a-m-a l-u... gue sengaja bilang kalo ini hadiah buat Salsa, padahal ini buat lu Ra...


Gue cuma mau bilang, lu mau kan jadi pacar gue?


Gue tau lu pasti berpikir gue ini cowok lemah, gak punya keberanian, tapi gue kayak gini karena gue sayang banget sama lu..


Di kotak itu ada 2 kalung, yang satu perak berarti lu nolak gue, kalo lu pake yang emas, btw itu emas asli bukan palsu, kalo lu pake yang emas lu nerima gue...


Cuma segini yang gue bilang makasih, sorry kalo gak seru ngungkapin nya... Oh iya, gue juga ngasih lu hadiah beruang, gue tau dari Dinda.


Agung Tresna*.


Tiba-tiba saja air mata Rara menetes ke surat tersebut sampai basah. Karna Rara sudah lama tak merasakan kasih sayang dari satu orang selain keluarga dan teman-teman nya.


"Apaan sih, ngungkapin nya gak jelas... " sahut Rara menyusap air matanya.


Rara mengambil boneka beruang ice bear dan memeluk nya dengan erat.


"Ice bear, gue harus gimana? besok gue harus peka kalung yang mana?" tanya Rara pada boneka.


Tanpa Rara sadar dia menutup matanya dengan perlahan dan tertidur sambil memeluk boneka, belum mandi, belum ganti baju, belum maka, langsung tidur.


Ketukan pintu itu membuat Rara terbangun, dan bangun dari kasur untuk membuka pintu.


"Iya?"


"Dek, makan malam, " sahut Abang Thorik. Abang Rara.


"Iya, nanti mau ganti baju dulu, mandi, baru turun, " sahut Dinda.


"Astagaa.. terus selama 1 jam lebih kamu ngapain aja?" tanya Bang Thorik.


"Tidur, " jawab Rara singkat.


"Kamu itu yah kenapa gak dari pulang sekolah langsung mandi, apa susahnya... "


Brakk...


Karna lagi malas mendengar ocehan abang Thorik, Rara menutup pintu dan mengunci pintu itu.


"Dek... "


tok... tok... tok...


"Dek.. buka.. "


tok... tok... tok..


"Aduhh bang berisik, sana turun.. " teriak Rara kesal.


"Yak udah cepetan itu Bunda udah masak sup ayam kesukaan kamu... " teriak Bang Thorik.


"Aaaahhh!! gue pusing, jadi inti dari surat sama kotak itu, dia nembak?!!"


"Omg.... gue harus gimana?!!"


"Telpon Nanda... iya iya Nanda... eh jangan ahh, dia mah suka ngebocorin, apalagi kan sekarang ada Marcell... "


"Telpon siapa dong gue?!!" teriak Rara bingung.


Ting...


Rara berhenti berteriak dan mengalihkan pandangan ke ponselnya, ada sebuah notifikasi masuk.


Rara mengecek ternyata itu 'anak baby'


**Anak baby


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Anak baby**


p


p


p


p


p


p


p


p


"Astagaa... anak ini kenapa chat gue... siiih... padahal gue kan cuma ngomongin doang, panjang idung lu... "


"Gue harus jawab apa? Oh iya gue harus jawab iya, apa dan ngobrol seterusnya... "


"Iya.. iya.. iya... kayak gitu.. "


Rara pun mulai membaca notifikasi dari Agung.


Anak baby


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


^^^Rara^^^


^^^Apa? Gak usah spam 😡^^^


Anak baby


Yak maaf, lu lagi apa?


^^^Rara^^^


^^^Lagi mikirin cowok, kenapa?^^^


Anak baby


Hooh😕


^^^Rara^^^


^^^Yayayayaya^^^


Anak baby


Btw lu udah ngasih hadiah gue ke salsa apa belum?


^^^Rara^^^


Udah, katanya makasih, dia bakal bilang ke elu nanti...


Anak baby


Hah?! Serius?! 🙀


^^^Rara^^^


^^^Iyalah serius masa iya gue boong :v^^^


^^^Rara^^^


^^^Emang isi nya apaan?^^^


Anak baby


Bukan apa-apa... 😢


^^^Rara^^^


^^^Hooh yak udah....^^^


^^^Rara^^^


Katanya, dia bakal pake kalung emas besok...


"Ehh, omg salah ngetik gue... " gumam Rara.


"Hapus apa jangan yak? Hapus ajalah.. ehh udan kebaca... "


Anak baby


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Anak baby


Oh yak udah, makasih Ra...


^^^Rara^^^


^^^Sama-sama^^^


"Emang enak sama gue lu prank... " sahut Rara bahagia.


"Gue besok harus bilang apa sama Agung, eh kan pilihan nya juga pake kalung, yak udah kalo gitu gue pake kalung.... "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Nah menurut kalian Rara besok bakal pake kalung apa?


A. Kalung perak (nolak)


B. Kalung emas (nerima)


C. Gak peka dua-duanya (masih pikir-pikir)


Jangan lupa komen yah.. biar author nya semangat buat episode selanjutnya...