My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Hadiah



Nanda sedang ada di ruang keluarga, sedang menonton TV sendirian. Dia melihat Bunda yang sedang mencari sesuatu.


"Bunda lagi nyari apa?" tanya Nanda.


Bunda tersentak kaget dan berbalik, "Yaallah Nanda bikin kaget aja, ini bunda lagi nyari kunci mobil bunda, lupa nyimpen, " jawab Bunda.


"Mau aku bantu bund?" tanya Nanda berdiri.


"Iya boleh, kamu juga sekalinya ikut ke mall yah, " jawab Bunda.


"Emang Bunda mau ngapain ke mall?" tanya Nanda membantu mencari.


"Bunda mau nyari hadiah buat Marcell nanti, " jawab Bunda.


"Emang Marcell mau kemana?"


"Eh, kan Marcell mau tanding basket, dia selalu menang tau, "


"Oh iya aku lupa, aku udah punya hadiah sendiri bin kalo masalah itu, "


"Emang kamu mau ngasih hadiah apa?" tanya Bunda.


"Ada deh, rahasia, " jawab Nanda.


Mereka masih sibuk mencari kunci mobil.


"Bun mungkin ada di kamar, " sahut Nanda capek mencari.


Bunda segera pergi ke kamar dan mencari nya. Sedangkan Nanda melanjutkan nonton.


"Ini ndak, ayok pergi, " ajak Bunda.


"Udah ketemu bun?" tanya Nanda.


"Gak ada, pake mobil ayah aja syuutt, " sahut Bunda


Dengan cepat kilat Nanda loncat dari sofa, dan berjalan bersama Bunda ke garasi.


"Bunda bisa pake mobil?" tanya Nanda


"Yak bisa lah, kamu yang harus belajar naik mobil, "


"Buat apa aku belajar naik mobil?"


"Yak siapa tau ada yang mendesak, misalnya motor kamu lagi ada di bengkel, Marcell gak ada kan, kalo kamu bisa naik mobil yak pake mobil perginya, " jelas Bunda.


Nanda hanya mendengar kan, mengangguk menanggapi perkataan Bunda.


.


.


.


.


.


Sesampainya mereka di mall.


"Ndak langsung aja, yuk kita cari hadiah, " sahut Bunda turun dari mobil di susul oleh Nanda.


"Kita mau cari hadiah kesukaan Marcell atau sesuai sama yang Bunda mau?" tanya Nanda.


"Yah kita cari hadiah kesukaan Marcell lah, " jawab Bunda.


"Emang Bunda tau apa yang Marcell suka?" tanya Nanda.


"Tau lah, dia suka sama sepatu sneker, " jawab Bunda.


Mereka sekarang berada di lantai 3 tempat sepatu, Bunga terus saja mencari sepatu sneker ke sana ke sini.


"Bunda ini udah ketemu, " teriak Nanda.


Bunga dengan segera menghampiri Nanda dan mengambil sepatu tersebut.


"Bagus yang mana kalo menurut kamu ndak?" tanya Bunda.


"Kalo menurut aku bagus warna putih deh bund, " jawab Nanda.



"Kalo menurut bunda bagus warna hitam, " sahut Bunda.


"Marcell suka warna apa kalo pake sepatu ginian?" tanya Nanda.


"Warna putih, " sahut Bunda.


Anj*y kok pilihan gue bener semua? - batin Nanda.


Bunda tersenyum dan mengambil sepatu pilihan Nanda, "Kamu emang bener istri yang tepat buat Marcell, " sahut Bunda berjalan pergi untuk mengemas sepatu tersebut.


"Yawloh akhirnya bisa pulang ke rumah bawa hadiah, gue mah udah ada hadiah spesial buat Marcell, " gumam Nanda


"Nanda hayuu kita shopping, " sahut Bunda.


Mendengar kata 'shopping' dengan cepat kilat Nanda menghampiri Bunda, dan menggandeng tangan.


"Kita ke toko baju, " ucap Bunda.


Mereka berdua udah lama berada di toko baju, beli sana sini.


"Emang bener beda banget kalo orang Sultan mah, " gumam Nanda.


"Nanda kok diem aja, sini dong ikut Bunda pilih-pilih baju, " ajak Bunda.


"Aku capek bund, aku duduk sebentar aja kok, " jawab Nanda memijat-mijat kaki nya.


"Gini nih kalo bareng sama mamah mertua yang sama-sama suka shopping, " gumam Nanda.


Gue pikir gue doang yang ke gilaan sama barang-barang tau tau nya ibu mertua sama emak gue lebih parah, - batin Nanda


"Ngomong-ngomong kalo di jam segini Marcell lagi ngapain yah??" gumam Nanda.


...****************...


Marcell habis mandi dan dia segera turun ke bawah,


Author : Karena kangen sama Nanda.... xixixi


"Kata siapa thor, jangan suka suudzon, " sahut Marcell.


Marcell mencari ke sana ke sini tapi dia tak menemukan seseorang yang dia cari.


Author : Dibilang lagi nyari Nanda.


"Bukan Nanda, " sahut Marcell.


Pak wawat yang melihat Marcell keliling ke sana ke mari jadi semakin bingung dan pak wawat menghampiri, "Aden lagi nyari siapa?" tanya Pak wawat.


"Saya lagi nyari nan--"


"Nyari siapa den?" tanya lagi pak wawat.


"Lagi nyari Bunda, pak wawat tau kemana Bunda?


"Oh kalo nyonya tadi pergi sama non Nanda gak tau kemana, " jawab pak wawat.


"Oh yak udah kalo gitu pak, makasih ya, "


"Iya den sama-sama. "


Marcell kembali masuk ke dalam dan duduk di ruang keluarga untuk menonton TV.


Author : Gimana udah gak kepo kan, dimana Nanda sekarang?


"Jangan banyak bacot thorr, udah mending lanjutin nulis nya... " teriak Marcell.


Ayah yang melihat Marcell teriak-teriak sendiri jadi semakin aneh, "Cell kamu sehat?" tanya Ayah.


"Alhamdulillah sehat yah, emangnya kenapa?" jawab Marcell.


"Bukan siapa-siapa, " jawab Marcell.


Author : Jangan suka boong cell, nanti mau idung kamu jadi Pinokio?"


"Siapa itu cell?" tanya Ayah.


"Bukan siapa-siapa anggap aja dia orgil, " jawab Marcell.


"Kamu mau ikut Ayah gak?"


"Kemana?"


"Ke mall, di sana ada Bunda sama Nanda, "


"Mau naek apa kita ke sana?" tanya Marcell.


"Kita naik motor Nanda aja, nanti pulang ayah sama Bunda naik mobil, kalian berdua naik motor, gimana adil kan?"


"Di-iyahin aja, "


Marcell masuk ke kamar Nanda tanpa izin untuk mengambil kunci motor nya. Marcell mencium aroma harum dari kamar Nanda setelah masuk.


"Tuh anak pake parfum apaan? Wangi banget, " gumam Marcell.


"Cell kok lama, cepetan, " teriak Ayah.


"Iya yah, bentar, ini lagi otwe tutup pintu, "


Tak lama Marcell turun menuju garasi, dan mengendarai motor Nanda menggunakan helm, ngebonceng Ayahnya.


Setelah sampai di mall, Ayah segera turun dan berjalan duluan, "Cell cepetan, bunda sama Nanda nungguin di cafe, "


"Iya ayah sebentar, ini lagi ngunci leher dulu, " sahut Marcell.


.


.


.


.


.


"Nanda kamu laper gak?" tanya Bunda.


"Lumayan sih bun, " jawab Nanda.


"Yak udah kalo gitu kita makan bareng berempat, "


"Sama siapa?"


"Sama Ayah, Marcell, bunda mau ngundang mereke ke sini, "


"Nanti kalo hadiah nya ketahuan Marcell gimana?"


"Gampang, kan tinggal di satuin sama paperback kamu, "


"Yawloh punya bunda bener-bener cerdas banget, jangan-jangan Marcell nular dari bunda nya lagi, " gumam Nanda.


"Kamu tadi bilang apa?"


"Bukan apa-apa kok, "


Bunda mengambil ponselnya dari dalam tas dan ngechat seseorang.


Ayah cell💚


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


^^^Bunda^^^


Ayah ke mall dong, bunda ada sama Nanda beli hadiah buat Marcell


Ayah cell💚


Ayah otwe ke sana sama Marcell


^^^Bunda^^^


Okeh, bunda tungguin di cafe capuchin yah...


Ayah cell💚


Iya siap, nanti ayah sama Marcell nyusul kesana.


Bunda memegang tangan kanan Nanda yang bebas tak memegang paperback.


"Adduuuhhh, bunda pelan-pelan, " sahut Nanda mengoceh.


"Oh iya maaf, bunda gak sengaja, " sahut Bunda sambil mengelus-elus tangan Nanda.


Mereka sekarang sudah ada di cafe capuchin, menunggu ayah dan Marcell sampai. Nanda melihat paperback belanjaannya ada 5 sedangkan hadiah untuk Marcell hanya 1 paperback.


"Bunda ini gak akan bermasalah sama keuangan Bunda?" tanya Nanda khawatir.


"Nggak papa kok, malah bunda seneng punya anak perempuan buat di ajak belanja, " sahut Bunda.


"Enak bunda aja, ini ayah yang ngeluarin uang, bensin mobil bunda, sama yang lainnya cape, " sahut Ayah yang baru datang.


"Akhirnya datang juga, ayok duduk yah, cell, " sahut Bunda.


Marcell duduk di samping Nanda yang masih belum menyadari kedatangan nya. Sibuk main ponsel.


Author : Gimana ini cover nya salah deh, harusnya Nanda yang dingin bukan Marcell bener gak?"


Udah diem thor - batin Marcell kesal.


Author : Eh tapi emang bener kan?


Bisa diem gak thorr?!!- batin Marcell.


Author : Yak udah biasa aja kale, gak usah ngehas juga....


Nanda melirik dan dia sama sekali tak terkejut oleh kedatangan Marcell, "Kapan lu datang?" tanya Nanda santai.


"Barusan, " jawab Marcell dingin.


"Kok kalian malah diem-dieman gak jelas, ngobrol dong, " sahut Bunda.


"Mungkin karena kita ada, " sahut Ayah.


"Nggak kok yah, biasa aja, " sahut Marcell.


Nanda hanya tersenyum. Marcell melihat belanjaan Nanda dan Bunda yang banyak a'uzubillah. ?


"Lu belanja apa ngeborong toko-toko?" tanya Marcell.


"Gue ngeborong, bukan belanja, " jawab Nanda.


"Pake uang siapa lu ngeborong semuanya?"


"Pake uang Bunda, dia yang ngajak, "


"Kenapa gak pake uang lu sendiri?"


"Gue kan gak bawa dompet, semua ATM juga di kamar, " sahut Nanda.


"Jangan ribut, " sahut Ayah.


"Ini punya siapa bund?" tanya Marcell menyentuh paperback di atas meja di dekat Bunda.


"Ini punya Nanda, iya kan Nanda, " sahut Bunda memberikan paperback tersebut ke Nanda agar di simpan baik-baik.


"Yak udah ayok kita pulang sekarang, " ajak Ayah.


Mereka berdiri, Marcell dan Ayah membawa belanjaan Nanda dan Bunda, dan memasukan nya ke dalam bagasi mobil.


Dan pulang menggunakan motor bersama Marcell. Sedangkan Ayah dan Bunda naik mobil.