My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Gandengan tangan



"Kamu mau kan jadi pacar aku?"


"Gak tau, "


"Jawab aja, iya apa enggak?"


"Ya udah iya, "


"Yess, " sahut Lukman senang, bahagia.


Lukman terus menatap Dwi. Dwi sedikit menengok ke arah Lukman dan membuang muka.


"Kamu ngapain sih liatin akun kayak gitu?" tanya Dwi.


"Kamu cantik dwi, kita jangan pacaran lah, " sahut Lukman.


"Hah? Kan barusan kamu nembak aku, kenapa tiba-tiba gak mau pacaran?"


"Langsung istri aja lah, kayak yang lain, aku bakal ke rumah kamu bawa ortu aku buat ngelamar kamu langsung gimana?"


"SETUJU!!"


"PIWWIITT.. YANG LAGI NGOBROL BERDUAAN, MM.. PASTI ADA SESUATU INI, "


"LAMARAN LAMARAN LAMARAN, "


"LANGSUNG GAS MAN, "


"Jangan kasih kendor, "


"Widiww.. "


"Nj*rr lamaran, "


"Alhamdulillah terimakasih yawloh akhirnya si kadal punya pasangan jugaa, "


Suara teriakan itu membuat Lukman dan Dwi sentak kaget dan segera mencari asal suara berisik itu.


"Heh, ngapain kalian di situ?" tanya Lukman.


"Lagi nguping, " sahut Rara.


"Lagi ngintip orang yang barusan nembak, " sahut Nanda.


"Ciee lukman ciee.., " sahut Angga mencolek-colek tangan Lukman.


"Iihh, apaan sih, " sahut Lukman dengan suara seperti cewek.


"Hoeekk.. " sahut Dinda.


"Nj*rr gue mual, " sahut Rara memegang perut nya.


"Hah!! Perut nya mual!! Jangan-jangan hamil!?!" sahut Ihsan.


"Waahh, parah lu Agung, belum juga nikah udah main nyosor aja lu, " sahut Lukman menggeleng kan kepalanya.


"Gila, gue aja sama Nanda yang udah sah berbulan-bulan, tuh anak ampe sekarang belum hamil-hamil, " sahut Marcell.


"Apaan ***rr, paling si Rara cuma mual gara-gara tadi makan banyak, iya kan ra?" tanya Agung.


Rara mengangguk pelan menyahut. "Gak percaya gue nj*rr, sekarang juga lu harus nikahin Rara gung, parah ini parah, " sahut Ihsan.


"Bahaya kalo sampe orang lain tau, selain kita, " sahut Lukman.


"Nah iya bener, mumpung penghulu nya belum pulang, " sahut Putri.


"Lu lagi ngapain ikut-ikutan mereka ngomong, tega lu sama sahabat sendiri, " sahut Rara.


"Ahahaha.. Canda, " sahut Putri memeluk pinggang Rara.


"Iih geli, " sahut Rara melepas kan tangan Putri dari pinggang nya.


"Uhuyy, bener kata kamu Nanda, mereka memang udah di takdirkan bersama, makasih yah atas bantuan kamu Dwi gak jadi di jodoh kan dengan orang lain, " sahut Lerry.


"Iya sama-sama, " sahut Nanda.


"Oh, iya ini... ini hadiah dari keluarga ku buat kalian berdua, buka nya di rumah aja yah, dosa lho kalo di buka sekarang, " sahuy Lerry berbisik ke telinga Nanda.


"Ahaha, iya makasih, " sahut Nanda.


Kenapa yah setiap kali ada yang bawa hadiah di suruh di buka di rumah, heran gue, - batin Nanda.


"Oh iya, di dalem udah aman kan?" tanya Lukman.


"Udah kok, tenang aja, " sahut Rara


"Oh ya, yuk dwi, " sahut Lukman menggandeng tangan Dwi dan berjalan bersama untuk masuk GOR.


"Ehem ehem, gue yang udah lamaran biasa aja kalee, " sahut Rara.


Dinda hanya manyun bebek dan memegang tangan Angga agar sama bisa uwu seperti Dwi dan Lukman.


Putri yang jengkel melihat orang lainnya uwu kini ikutan juga, dia memegang tangan Ihsan.


"Nj*r pada gandengan tangan semua, " sahut Rara.


"Elu juga bisa kale, " sahut Dinda.


"Kan elu juga punya Agung, kenapa harus cemburu, " sahut Putri.


Rara melihat Agung yang hanya diam dan melihat tangan Agung yang di masukan ke dalam saku.


Dengan pelan-pelan Rara merangkul tangan Agung sambil bersikap sok manja. Agung yang merasakan ada sebuah tangan yang menyentuh nya perlahan-lahan Agung melepaskan tangan nya.


Rara kembali memegang tangan Agung dengan perlahan, Agung pun dengan cepat menjauhkan tangan nya dari tangan Rara yang gatel itu.


Rara mencolek tangan Agung dengan jari nya sambil mengedipkan salah satu matanya.


Astagfirullahalazim godaan, - batin Agung.


Agung sedikit menjauh dari Rara, tapi Rara semakin sini semakin dekat dengan Agung dan merangkul tangan Agung kembali.


"Diem lu, jijik gue, " sahut Agung melepaskan tangan nya dari Rara.


"Apa sih, kamu gak bisa yah uwu kayak mereka? Ayolah, mm, " sahut Rara dengan muka cute nya.


Dengan cepat kilat Agung berlari Rara yang awal nya bingung Rara pun ikut berlari mengejar Agung.


"Jauh jauh lu nj*ng, jijik gue, " sahut Agung.


"Kyaa... sayang, " teriak Rara sambil membuka lebar tangan nya.


"Ahahaha.. geblek cuma mau gandengan tangan aja harus lari-larian dulu, " sahut Putri tertawa bersama Ihsan.


"Biasalah masa kecil kurang bahagia, " sahut Ihsan.


"Oy oy, gue yang udah sah biasa aja, " sahut Nanda.


"Wah lari kemana tuh dua orang itu?" tanya Angga melihat Agung dan Rara berlari sampai keluar pager.


"Mungkin ke Paris, " sahut Dinda.


"Good, " sahut Angga.


"Gila gak ada capek nya apa, tadi di dalem joget joget kayak kerasukan, sekarang mereka lari-larian, parah, gak capek apa, " sahut Nanda.


"Hayoo capek kenapa hayoo, nanti juga malem kayak gitu kita, " goda Marcell mengedipkan matanya.


Nanda melihat ke arah Marcell. "Eeuhh, gue rukiah lu!!" sahut Nanda.


"Mm, biar apa di rukiah? Biar makin enak?... Aduhhh!! Aaahh!!"


Tiba-tiba tampa peringatan apa pun, kaki Marcell di injak oleh Nanda secara langsung mana Nanda masih pake sepatu hak tinggi lagi. Pasti sakit.


"Iisshh, kesel gue, " sahut Nanda berjalan masuk ke dalam.


"Ahh, aduh.. Badan nya kecil tenaga hulk, ajaib gue punya istri, aduh, " sahut Marcell menahan sakit di kaki kanan nya.


"Sakit cell?" tanya Dinda.


"Enggak enak, " jawab Marcell.


"Rasa apa? Rasa apa?"


"Strawberry, " jawab Marcell.


"Nj*yy, gue juga mau dong, " sahut Putri.


"Serah kalian aja lah, " sahut Marcell.


"Mm, " gumam Putri sambil manyun bebek.


Marcell berjalan pincang sampai masuk ke dalam. Dinda dkk pun ikut menyusul mereka berdua.


Di dalam. Semua sudah kembali seperti semula tak ada lagi kebobrokan yang menghancurkan pernikahan orang. Tamu undangan diam di tempat ada yang makan minum, mengobrol, dan ada juga yang memberi selamat kepada Nanda yang sedang ikut mengobrol dengan teman-teman yang lain.


Marcell menghampiri Nanda dan yang lain.


"Wah ini nih, suami Nanda yang ganteng, "


"Ahaha, bisa lu, "


Apaan sih, ganteng dari mana nya coba? Gak ada bedanya, cuma rambut nya aja yang sedikit agak beda - batin Nanda.


"Nanda cantik ples pinter, trus Marcell sangat ketos yang sok dingin, cuek, banyak aturan sana sini ples pinter pula, "


"Wah kalo kayak gini trus jadi susah ding gue dapet juara satu, udah mah di kalahin sama Nanda sekarang anaknya, bisa-bisa gue stres gak dapet juara satu, "


"Ahahaha, "


"Oh iya bener, waktu ada Olimpiade IPA juga gue trus juara dua mulu, satu nya di ambil sama Marcell, "


"Masa lalu tak perlu kalian ungkit, " sahut Nanda.


"Tapi bener lho ndak, "


Marcell hanya tersenyum dan ikut mengobrol bersama yang lain. Jika kalian beralih dari pasangan fenomenal, lihat ke sebelah kanan di dekat panggung di sana ada Lukman dan Dwi yang sedang menikmati makanan dan minuman berdua. Mojok.


Tak ada yang menyadari keberadaan Lukman dan Dwi saat itu, kecuali Lerry dan suami nya yang menemukan mereka mojok mana mereka berduaan pula.


"Kenapa sayang?" tanya suami Lerry.


"Ituh, aku khwatir sama Dwi, takut di apa-apain sama Lukman, " sahut Lerry.


"Tenang aja Lerry, Lukman walau agak bobrok tapi dia orang baik-baik kok, " sahut Rara.


"Oh iya, tapi tetep aja, " sahut Lerry.


"Ini siapa?" tanya Agung menunjuk ke arah seorang pria di samping Lerry.


"Oh iya, aku lupa ngasih tau kalian, perkenalkan dia adalah suami aku, " sahut Lerry.


"What!! Sejak kapan lu nikah?" tanya Rara kaget.


"Udah lama kale, cuma kami belum punya anak aja, " sahut Lerry memeluk tangan suami nya itu.


"Ahahaha.. Kita ketinggalan ra, " sahut Agung.


"Haha, iya yah, " sahut Rara.


"Oy, kalian berdua, " panggil Angga sambil menepuk pundak Agung dan Rara.


"Oy, "


"Kapan kalian balek?" tanya Dinda.


"Barusan, trus kita liat Lerry sama suami nya di sini, " sahut Rara.


"Ooh, "


"Gimana gimana, sampe mana kalian lari?" tanya Angga sambil tersenyum lebar.


"Sampe... Mau keluar lah pokoknya, " sahut Agung ikut tersenyum.


"Ahaha, aneh-aneh ae, " sahut Dinda.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Semua cerita nya sudah sangat bahagia kalian nunguin eps selanjutnya gak? Tungguin yah^^


see you...