My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Masuk selokan



Nanda terus mengendarai motor sampai ke jalan raya, untung nya jalanan sedang sepi hanya ada beberapa motor saja yang lewat.


"Udah nj*rr bayahaaa.. udah gue aja yang bawaa, " teriak Marcell takut kecelakaan sampai salah mengucap.


Motor yang Nanda bawa akhirnya menabrak tiang listrik dan berhasil membuat tubuh mereka terpental sangat jauh sampai masuk selokan.


"Aaahhh... "


"Mamaaaa... "


Brukk...


Sruukk... "


Untungnya Nanda masuk ke semak-semak jadi tidak terlalu parah. Nanda segera bangkit dan membersihkan pakaian nya yang kotor dan juga rambutnya yang penuh dengan rumput.


Nanda melihat motornya terguling, dia pun segera membangunkan motor itu. "Aduuhh baju gue kotor lagi.. " gumam Nanda sibuk menepuk-nepuk bokong nya yang sakit ples kotor.


"Nan... da... "


"Na.. ndaakk... "


Teriak seseorang dari belakang Nanda, Nanda segera berbalik tapi tak ada orang sama sekali hanya ada dirinya dan juga motornya.


Tiba-tiba ada sebuah tangan yang melambai ke arah nya dari selokan yang tak jauh dari semak-semak dia jatuh tadi. Nanda pun kaget sekaligus panik segera berlari menghampiri tangan tersebut.


"Marcell!!" teriak Nanda.


Marcell yang terjatuh di selokan sangat lah menghawatirkan. Kepala Marcell ada di bawah dan menempel di tanah, sedangkan kaki kanan nya ada di atas selokan seperti menahan tubuh nya.


Nanda yang melihat nya ingin sekali tertawa, "Bwahaaaa... lu lagi ngapain?" tanya Nanda sambil tertawa.


"Ehh, istrerlii gak ada akhlak lu... " sahut Marcell.


"Ngomong apaan sih?" tanya Nanda terkekeh pelan.


Marcell seperti berusaha membangunkan kepala nya dengan satu tangan. "Bantuin gue.. bukan nya ketawain... " sahut Marcell kesal.


"Hahha.. iya iya.. sini gue bantuin, " sahut Nanda mengulurkan tangannya.


"Turunin kaki gue dulu, sakit toh.. " sahut Marcell.


Nanda pun menurunkan kaki kanan Marcell dengan perlahan masuk ke selokan. Marcell mulai berdiri.


"Aduh kepala gue sakit, " sahut Marcell memegang kepala nya.


"Cepet bangun, malah duduk di sana.. bau tau.. " sahut Nanda.


"Sabar kek, gak liat tangan sama kaki gue sakit sama berdarah lagi tangan gue, " sahut Marcell meniup tangan nya yang berdarah.


"Eee.. mm.. cell.. "


"Apa?"


"Bukan cuma tangan lu doang yang berdarah, kepala lu juga agak lecet.. " sahut Nanda malu.


Mata Marcell melotot ke arah Nanda, dan segera berdiri dan keluar dari selokan. Marcell berjalan pincang.


"Aduuhh kaki gue sakit.. " sahut Marcell menhan sakit.


Sedangkan Nanda berjalan di belakang tanpa membantu Marcell sedikit pun hanya tadi saja, "Mau di bantu gak?" tanya Nanda.


"Telat.. " sahut Marcell.


"Oh ya udah, " sahut Nanda.


"Sana lu bawa motor, udah itu bawa gue ke UKS, " sahut Marcell.


"Kenapa gak ke rumah sakit aja?" tanya Nanda.


"Gak usah, sana lu bawa motornya, gue di bonceng, " sahut Marcell.


"Okay, " sahut Nanda menaiki motor dan Marcell naik di belakang.


"Hati-hati jangan sampe jatuh lagi, gak kapok lu liat gue nyungsep di selokan?"


"Hehehe.. gue masih ngakak liat elu jatuh ke selokan.. " sahut Nanda terkekeh pelan.


"Diem lu, " sahut Marcell kesal.


"Iya iya sorry, " sahut Nanda.


Nanda mulai melajukan motor itu dengan kecepatan sedang karena kasian pada Marcell yang baru ketimpa azab.


Di sepanjang perjalanan banyak orang pejalan kaki yang melihat mereka sedari tadi. Mungkin menurut mereka aneh, cowok di bonceng sama cewek?


Tapi bagi Nanda itu adalah hal yang wajar, pasti banyak di sana cowok yang tidak bisa naik motor atau tidak bisa naik sepeda kan!


"Berhenti di sini aja, " sahut Marcell.


Nanda pun berhenti, dan sedikit berbalik ke arah Marcell, "Kenapa? gak mau sekalian masuk?" tanya Nanda.


"Gak, masa iya ketos kecelakaan, sana panggil Agung sama Angga di kelas gue, " sahut Marcell.


"Ogah ahh.. males gue ke kelas lu, mending gue langsung otwe kelas sendiri, " sahut Nanda.


"Cepetan Nanda Nusyrandi binti Endi... " sahut Marcell menyebut nama Ayahnya.


"Iihh apaan sih pake binti binti segala.. iya iya.. " sahut Nanda kesal.


Nanda langsung saja turun dan meninggalkan Marcell di motor. "Eehh ehh.. oy ini standarin dulu baru pergi, " sahut Marcell yang hampir saja jatuh.


Nanda berbalik, "Oh iya gue lupa, " sahut Nanda.


Setelah selesai, Nanda melihat banyak siswa-siswi di gerbang dan aneh nya lagi masih banyak siswa yang berjalan santai.


"Lho bukannya ini udah telat yah? itu.. Mike sama Jilan kenapa jalan santai banget.. " gumam Nanda keheranan.


Tepat di depan gerbang, Nanda melihat Rara dan Dinda yang baru saja datang. Nanda pun segera menghampiri mereka berdua.


"Oy kalian, " sahut Nanda.


"Eehh.. ada Nanda Nusyrandi binti Endi... " sahut Rara.


"Nj*rr.. gak elu gak Marcell sama-sama nyebutin nama bapak gue.. " sahut Nanda.


"Kan nama bapak lu emang Endi nj*rr.. kenapa malah nyalahin gue lu?" tanya Rara.


"Heheh candaa.. " sahut Nanda cengengesan.


Tak lama kemudian datanglah Putri Arkuela sahabat mereka. "Halo gays.. kalian kangen sama aku gak?" tanya Putri langsung ikut nimbrung.


"Sok asik lu, "


"Gak, "


"Gue sama sekali gak kangen sama elu, gue kangen nya sama bebeb gue.. "


"Bodoamat.. lu mau kangen sama siapa juga gue mah bodoamat, " sahut Putri.


"Euuhh dasar.. " sahut Dinda.


"Hah Marcell?" tanya Nanda.


"Oh iya.. gue lupa.. kalian bertiga harus ikut gue ke depan.. " sahut Nanda baru ingat.


"Kenapa?"


"Ada apa?"


"Kenapa sih?"


"Banyak bacot kalian bertiga.. udah ikut aja sama tolong itu bukain pintu UKS, " sahut Nanda.


"Okey, lagian gue sekarang yang megang kunci nya, emang buat siapa sih?" tanya Dinda.


"Nanti gue jelasin, yang penting sekarang kalian berdua ikut gue ke depan, dan elu din.. buka pintu UKS, " sahut Nanda.


"Okay, "


Rara dan Putri mengikuti Nanda dari belakang sedang kan Dinda pergi ke dalam dan membuka pintu UKS karena sekarang gilirannya untuk berjaga.


Dan kalo menurut kalian ini aneh gue juga sama aneh.. anak IPS tapi eskul PMR.. maklum lah.


"Kita mau kemana?" tanya Rara.


"Udah ikut aja dulu, " sahut Nanda.


"Oke oke, "


Putri melihat ada seorang lelaki yang sedang duduk di motor dan seperti sedang meniup sesuatu.


"Itu Marcell?" tanya Putri menunjuk ke arah lelaki di sana.


"Mana? Oh iya itu Marcell? ndakk itu suami lu kenapa?" tanya Rara.


Sesampainya mereka di depan Marcell, "Nih, gue udah ketemu orang yang bisa bantu elu, " sahut Nanda.


Marcell menengok ke arah mereka bertiga, "Yawloh bener-bener dah punya istri, kenapa bawa cewek? mereka gak akan kuat bawa gue, " sahut Marcell.


"Yang penting ada yang mau bantu elu bangun kan? yak udah yang ada aja gak usah manja, " sahut Nanda.


"Maksud gue.. ya udah lah nanti aja kita bahas, sekarang gimana mereka angkat gue?" tanya Marcell.


"Ituu.. ee.. " sahut Nanda bingung.


"Nah kan bingung.. " sahut Marcell.


"Ini sebenarnya kenapa sih? tangan lu kenapa cell?" tanya Putri.


"Terus ini juga lagi, rambut lu banyak daun habis jadi tentara lu?" tanya Rara mengambil beberapa daun dari atas kepala Nanda.


"Ituu.. tadi kita kecelakaan, " sahut Nanda.


"What?! kok bisa?!" tanya mereka barengan kaget.


"Yahh gitu deh.. panjang ceritanya.. " sahut Nanda.


"Di singkat kan bisa, ceritain.. " sahut Rara.


"Alaahh nanti aja dahh.. sekarang ini gimana bawa Marcell ke UKS, kepala nya lecet lagi, " sahut Nanda.


"Yah mana gue tau, " sahut Rara.


"Ini yang ngendarain nya siapa? kok luka nya paling parah Marcell yah? biasanya yang di bonceng suka lebih parah, " sahut Putri.


"Tuh istri gue yang tersegalanya... yang bawa motor mana dia duduk di belakang lagi, " sahut Marcell.


"Hah? gimana-gimana gue gak paham, " sahut Rara.


"Coba-coba gimana? ulang-ulang, " sahut Putri.


"Emang lu pikir dia ini DVD? bisa di ulang-ulang?" tanya Nanda.


"Diem lu, " sahut Rara membungkam mulut Nanda.


Nanga melepaskan tangan Rara, "Mending denger cerita gue.. " sahut Nanda.


"Cerita lu panjang, mending langsung denger ke saksi yang luka nya parah dari pada ke si perbuat, " sahut Rara.


"Iidiihh... ya udah denger aja tuh cerita suami gue, gue mau masuk kelas dulu, bye, " sahut Nanda.


"Eeehh mau kemana lu? diem di sini.. " sahut Putri memegang pundak Nanda agar tak kabur.


"Jadi tadi pagi itu gue mau manasin kotor dulu biar gak mati di tengah jalan, ehh dia bilang lama, jadi dia yang bawa motor mana dia duduk di belakang lagi, " jelas Marcell.


"Jadi lu duduk di depan, sedangkan Nanda di belakang ngendarain motor gitu?" tanya Rara.


"Iya, gue berasa jadi anak-anak nj*rr duduk di depan, " sahut Marcell.


"Hahah.. terus-terus kenapa bisa sampe kecelakaan gini?" tanya Rara.


"Yang bawa motor nya nabrak tiang listrik.. " sahut Marcell.


"Bhawaaa..... terus lu masuk ke selokan gitu? sedangkan Nanda masuk ke semak-semak?" tanya Rara tertawa.


"Kok lu tau?" tanya Nanda.


"Hah? emang bener?" tanya Rara.


Nanda dan Marcell mengangguk pelan, "Ehh padahal gue asal nebak aja.. " sahut Rara terkekeh pelan.


"Btw, kalian bolos kelas?" tanya Marcell.


"Bolos? bel masuk aja belum bunyi, dari mana nya bolos, " sahut Putri.


"Hah?" tanya Nanda kaget.


Putri mengeluarkan ponsel dari tas nya dan menyalakan nya untuk melihat jam. "Selamat baru jam enam lebih lima menit, " sahut Putri.


"Hah! terus kenapa lu bilang kita udah telat?" tanya Marcell kepada Nanda.


"Yah mana gue tau, "


"Masa lu gak tau? kan elu yang liat jam, "


"Gue liat tadi itu jam setengah tujuh, gue pikir itu beneran, tau-taunya baru jam enam lebih, " sahut Nanda.


"Udah udah, sekarang gimana ini Marcell? masa iya kita angkat dia?" tanya Rara.


"Berat.. " sahut Putri.


"Bentar gue telpon Agung atau siapa yang ada di sekolah, " sahut Nanda.


Nanda segera menelpon seseorang yang ada di lingkungan sekolah, walau banyak anak siswa yang lewat tapi Marcell gengsi jika di bantu oleh teman lain. Apalagi kalo anggota OSIS.


Emang udah gak herman sama cogan yang satu ini😌


Salam hangat dari Rara Farisya, Nanda Nusyrandi dan Putri Arkuela💛