
Sesuai dengan perjanjian, siang ini mereka akan pergi ke rumah kediaman Alfarizky di pinta oleh Bunda -_-
Nanda dan Marcell langsung pergi ke sana dengan cepat kilat. Agar tak di omeli oleh Bunda Shera. Entah karena perubahan iklim atau Marcell yang sudah lupa dengan sikap ibu nya. Kini Bunda sering sekali mengomeli Marcell, Fauzan, Ayah, bahkan Firza dan Belty pun kadang-kadang di marahi cuma karna masalah sepele.
Sampai di rumah Alfarizky. Ternyata mereka sudah di sambut oleh para asisten rumah, satpam, bahkan tukang kebun pun ikut menyambut mereka datang. Entah karena sudah lama mereka pergi atau emang kangen? gak tau juga sih:v
Marcell langsung saja melajukan mobil nya menuju garasi. Dan mereka keluar dari dalam mobil.
"Hallo semuaa, " sapa Nanda dengan hati gembira.
"Selamat datang kembali Nona Nanda dan Aden Marcell, " sahut semua orang yang menunggu mereka keluar dari mobil.
"Oh iya iya, " sahut Nanda bingung harus ngomong apa.
"Terimakasih, " sahut Marcell sambil merangkul pundak Nanda.
Semua orang itu memberi hormat kemudian pergi melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.
Mereka berdua berjalan masuk menuju rumah. Ternyata bukan hanya di depan pagar rumah saja di sambut, ternyata di dalam rumah pun mereka di sambut meriah, bagaikan acara ulang tahun.
"Apa kabar... anak Bunda yang cantikk, " sahut Bunda berjalan memeluk Nanda.
"Aku baik bundaa, " jawab Nanda membalas pelukan nya itu.
"Udah, yuk makan siang dulu, " sahut Bunda kepada Nanda.
"Anak sendiri udah gak di anggap, " gumam Marcell.
Seketika langkah mereka berdua terhenti mendengar gumaman Marcell barusan. Bunda berbalik dan melihat Marcell dengan ekspresi aneh nya itu, sedangkan Nanda hanya melihat Marcell dengan tatapan indah nya.
"Uuuhhh.... anak kandung bundaa cemburu, " sahut Bunda sambil mencubit pipi Marcell gemesh.
"Apaa sih bundaa, bikin malu aja, Marcell bulan anak kecil lagi, " sahut Marcell melepaskan cubitan Bunda dari pipinya.
"Yaahh, kok gitu sih... walau kamu udah punya keluarga, tetep aja Bunda nganggap kamu anak kecil, " sahut Bunda.
"Aauu sosweet, " sahut Nanda.
"Apa sih kamu, " sahut Marcell.
"Ahaha, canda ganteng, " sahut Nanda.
"Udah... cell kamu temuin Ayah kamu di sana yang lagi ngobrol sama kakek, Bunda sama istri kamu mau ke atas dulu, " sahut Bunda.
"Emang di atas ada apa?" tanya Marcell.
"Apaa ajaa.. cowok jangan suka kepoo, " sahut Bunda.
Marcell hanya melihat Bunda nya yang sudah mulai berubah, bagaikan kembali menjadi anak muda kali ya.
Tanpa berpikir panjang, Marcell berjalan ke arah Ayah dan kakeknya yang sedang mengobrol di sofa itu.
Sementara itu Nanda yang di bawa oleh Bunda ke kamar Marcell.
Cklekk..
"Masuk sayang, " ucap Bunda.
"Iya bun, " sahut Nabi berjalan masuk.
Saat masuk ke kamar Marcell, Nanda tiba-tiba ingat jaman sewaktu dia masih SMA. Dia selalu berantem dengan Marcell cuma karena masalah kecil.
Nanda terkekeh pelan saat melihat ke sekeliling kamar yang besar itu. Bunda menghampiri Nanda dan memegang pundak nya.
"Gimana? kamu ingat kan kenangan dulu-dulu?" tanya Bunda.
"Iyaa... gak kerasa sekarang aku sama Marcell udah mau punya anak, " sahut Nanda terharu.
Tanpa sadar Nanda mengeluarkan air mata nya secara perlahan. Bunda menuntun Nanda ke tempat tidur. Kemudian memeluknya dengan penuh kasih sayang.
"Bunda cuma minta satuu... semoga kamu sama Marcell bisa mendidik anak ini dan memberikan kasih sayang yang cukup, " sahut Bunda mengelus rambut Nanda.
Nanda masih menangis dalam pelukan sang Bunda. Tak lama pintu kamar terbuka lebar. Ternyata itu Marcell yang datang karena mengkhawatirkan Nanda. mungkin:)
"Nanda? kamu kenapa?" tanya Marcell berjalan ke arah mereka berdua.
"Oh... " sahut Marcell paham.
Marcell melihat ke sekeliling kamar nya yang dulu, banyak kenangan di kamar ini, dari Marcell kecil sampai sekarang. Marcell kemudian melihat meja belajar nya yang masih kokoh, rapih dan buku-buku nya masih lengkap dah tertata rapih.
"Gimana cell? kamu mau tinggal di sini lagi gak? sama Nanda?" tanya Bunda.
"Terus rumah itu?" tanya Nanda.
"Oh iya, Bunda lupa kalo kalian udah punya rumah.. kenapa juga Bunda harus beliin kalian rumah Itu? aduuhh, bikin emosi aja, " sahut Bunda.
Setelah sedikit tenang, Nanda melepaskan pelukan Bunda dan menghapus air matanya. "Hem, gitu aja cengeng, " sahut Marcell.
"Apa sih, gimana aku aja kale, kamu itu gak akan pernah tau gimana rasanya terharu gitu yaa... " sahut Nanda.
"Mm.. masaa, "
"Bener-bener punya suami gak ada akhlak, "
"Hei, jangan ribut-ribut lah, nanti anak kalian nurun lagi... Bunda aman sanggup ngurus dua Marcell, mana anak itu pasti bakal ada titisan titisan Nanda pula, " sahut Bunda.
"Tuh, kamu itu jangan banyak tingkah, nanti anak nya nurun, " sahut Marcell.
"Lho ke aku sih?"
"Karena gen ibu lebih banyak nurun ke anak dari pada seorang bapak, "
"Yee... jangan ngajarin aku IPA, aku tuh paling benci sama pelajaran IPA, " sahut Nanda dengan nada tinggi nya.
"Kan gue cuma ngasih tauu doangg... Nanda Nusyrandi, " sahut Marcell geram.
"Yah tetep aja gue tuh gak suka kalo lu mulai dengan pelajaran IPA paling f*ck sedunia, "
"Nah lu udah mulai ngomong lu gue lagi, "
"Yah, lagian elu yang duluan.. ngajak ribut, "
"Malah nyalahin gue lagi, emang bener yah cewek selalu bener, kapan salah nya coba? di salahin gak mau, segala nya benaaarr, "
"Biasalaa... cowok emang gak pernah mengerti gimana perasaan cewek, "
"Kata siapa?"
"Kata gue, " sahut Marcell.
"Emang pernah lu--"
"Ehem, tolong untuk calon Ayah Marcell Alfarizky dan calon ibu Nanda Nusyrandi, jaga sikap kalian, agar anak kalian tidak menurunkan sikap babbrok kalian, " sahut Bunda.
Mereka berdua seketika diam dan hanya saling melihat. Kemudian mereka buang pandangan. "Oh iya cell, kamu di suruh siapa ke kamar? kan bunda bilang, bunda mau bicara sesuatu ke Nanda, kenapa kamu malah datang?" tanya Bunda.
"Di suruh sama Ayah, " jawab Marcell.
"Kenapa?" tanya Bunda.
"Tadi, ada sepupu yang ngajak ribut... "
"Terus lu ladenin dia, " potong Nanda.
"Naahh iya bener, " sahut Marcell tersenyum lebar.
Bunda manarik napas panjang. "Hancur harapan keluarga, " gumam Bunda sambil memegang dahi nya karena pusing.
tok.. tok.. tok...
"Bundaaa... ada yang nyariin tuh, " sahut Ayah membuka pintu.
"Oh iya.. bunda lupa, Bunda harus arisan dulu yah, Nanda istirahat aja... terus buat Marcell... kalo gak ada kerjaan jangan ganggu bumil istirahat, " sahut Bunda.
"Siap ibu negara, " sahut Marcell hormat.
Bunda dan Ayah pun keluar meninggal kan mereka di dalam kamar. Di karenakan ini hari arisan bagi Bunda, dia harus arisan dulu. Dan untuk Ayah, Ayah harus pergi kerja ke kantor untuk menafkahi Fauzan yang belum-belum punya kerjaan sama sekali.
*yah buat kalian pasti tau lah ya.. apa kerjaan Nanda, nah kalo Marcell dia udah jadi sekertaris di perusahaan Ayah nya itu.. dan sebentar lagi dia bakal jadi bos. Kalo Marcell mau^^