My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Hari kelulusan



Waktu terus berlalu, tak terasa kini sudah satu tahun mereka berada di sekolah SMA. Bahkan konflik yang terus terjadi selama bertahun-tahun ini sudah selesai secara perlahan.


Kelulusan tahun sekarang agak berbeda, karena Bagas telah pergi ke Australia bertemu dengan keluarga nya di sana. Mila yang sudah sadar akan perbuatan nya selama ini kepada Caca dan Melodi sedang berusaha mengajak ngobrol mereka berdua.


Kini sudah tiba saat kelulusan semua sekolah tingkat pendidikan SMA. Dan di waktu ini adalah waktu perpisahan bagi Nanda dkk dan juga Marcell dkk.


"Untuk peraih nilai terbaik tahun ini, untuk jurusan IPA, nilai tertinggi diraih oleh... Marcell Alfarizky dari 12 IPA 2, "


Semua orang yang ada di sana bertepuk tangan dan ada juga yang sudah terbiasa mendengar nama Marcell di panggil ke depan hanya untuk nilai tertinggi.


Marcell maju ke depan dengan setelan jas formalnya untuk menerima piala dan piagam penghargaan langsung dari kepala sekolah.


Setelah pengumuman nama Marcell kini pengumuman untuk jurusan IPS. "Dan untuk pengumuman nilai tertinggi untuk jurusan IPS diraih oleh... "


"Nanda.. "


"Nanda Nusyrandi.. "


"Nanda... "


"Nanda.. "


Semua orang terus berteriak nama Nanda, karena mereka yakin untuk tahun ini nilai tertinggi untuk jurusan IPS pasti Nanda.


"Ahahaha, kenapa nama anak aku terus di sorakin yah?" tanya Mama Patmi.


"Biasalah jeng, nama nya juga murid teladan, " sahut Bunda Shera.


"Hahaha.. murid teladan dari mana nya, dia kelakuan kayak preman gitu.. murid teladan, " gumam Mama Patmi.


"Diraih oleh Nanda Nusyrandi, "


"Wwooooo... Nanda ku padamu.. "


"Woo.. gue juga bilang apa.. Nanda... "


"Nanda aku pada mu.. "


"Aduh, Anak-anak tolong tenang yah.. tenang, " sahut salah satu guru.


Nanda berjalan ke arah panggung dan menerima penghargaan dan juga piala sama seperti Marcell dan berfoto bersama kepala sekolah dan juga guru-guru lain.


Acara berlangsung lancar, Nanda dan Marcell menghampiri teman-teman nya dan berfoto bersama. Untuk membuat kenangan bersama.


Mama Patmi dan Ayah Endi ikut menghampiri dan memberikan sebuah buket bunga kepada Nanda dan Marcell.


"Selamat yah anak Mama udah lulus SMA, " sahut Mama Patmi memberikan pelukan hangat kepada putri pertama nya itu.


"Iya makasih mah.. Ayah.. " sahut Nanda.


"Ehem, maaf Tante jangan lama-lama meluk Nanda nya, di sana ada yang cemburu, " sahut Angga menunjuk ke arah Marcell.


Mama Patmi dan Ayah Endi melihat Marcell yang sedang mengobrol dengan Ihsan dan Lukman. Mendengar nama Nanda, Marcell segera berbalik dan melihat mertua nya sedang melihat nya.


"Apa?" tanya Marcell.


"Jangan cemburu kamu, kamu malah sering habisin waktu sama Nanda, masa cuma gini aja cemburu, " sahut Mama Patmi.


"Enggak mah, astagfirullah.. kagak.. " sahut Marcell.


"Mm.. masa, " sahut Mama Patmi.


"Iya, " sahut Marcell.


"Selamat yah boy, " sahut Ayah Budi.


"Iya, makasih Ayah, Bunda, " sahut Marcell.


"Uuuhhh.. gak nyangka anak Bunda yang satu ini udah main lulus-lulus aja.. perasaan baru kemarin bunda liat kamu pake seragam SMA, " sahut Bunda terharu.


"Hahaha.. sabar... kalo mau kita bikin lagi, " celetuk Ayah Budi.


Semua orang di sana ternganga mendengar ucapan Ayah Budi. "Iihh apaan sih Ayah.. hahaha.. bikin malu aja.. " sahut Bunda Shera.


Nanda dan Marcell hanya geleng-geleng kepala. Dan berjalan menghampiri teman-teman nya yang sedang berfoto ria.


"Hello... gayss... halo gayss.. kembali lagi sama gue Rara Farisya Uncchh... " sahut Rara yang sedang ngevlog.


"Mulai nih ngevlog kayak orang gila, " sahut Dinda.


"Ada yang sirik gayss.. "


"Apaan sih.. siapa juga yang sirik.. " sahut Dinda.


"Gue bukan ke elu din.. tapi noh ke Putri, " sahut Rara.


"Apaan sih.. kok malah nyambung ke gue, udah kalo lu gak bisa ngevlog mending diem, malu, " sahut Putri.


"Ck. ganggu aja, " sahut Rara mematikan kamera nya.


"Lu ganti profesi Ra? jadi youtuber, " tanya Agung.


"Lu pensiun dari selebgram?" tanya Ihsan.


"Kagak, gue masih jadi selebgram kok, masa iya cewek secantik ini berhenti jadi seleb, kan gak mungkin, hohoho, " sahut Rara.


"Oh, " sahut Agung, Ihsan singkat.


"Singkat banget kalean jawab nya, berasa gak niat nanya, " sahut Rara.


"Hey, Nanda, Marcell.. selamat yah buat kalian , " sahut seseorang dari belakang Lukman.


"Ehh.. iya makasih.. " sahut Nanda.


"Gue juga mau minta maaf, atas kelakuan gue yang dulu, gue sadar kok kalo gue punya salah sama lu, " sahut gadis itu.


"Gue beneran minta maaf sama lu dan juga Marcell dan juga sama kalian semua, " sahut nya.


"Gak papa yang penting sekarang lu udah sadar diri kalo lu itu salah, gue udah maafin lu kok, " sahut Nanda memeluk gadis itu.


"Bentar-bentar.. ini siapa yah?" tanya Lukman.


"Cewek cantik yang dulu nya suka jahat sama Nanda, " sahut Rara.


"Yang mana yah?" tanya Lukman berpikir.


"Ooohh Mila.. HAH?! MASA SIH?!" teriak Lukman.


"G*bl*k kaget gue.. " sahut Rara mendorong Lukman.


"Nj*rr..... masa sih.. Mila, kok lu beda banget ***?" tanya Lukman masih gak percaya.


"Kalian kuat banget yah dapet temen yang kayak gini, " sahut Mila.


"Siapa yang bilang kuat? kita semua ampun punya temen yang satu ini.. udah gila.. " sahut Nanda.


"Hahaha... udah ya, gue harus pulang sekarang, selamat buat kalian semua sekali lagi, " sahut Mila berjalan pergi.


"Iya, thanks, " sahut Marcell.


"Agung, " panggil seseorang dari belakangnya.


Mendengar namanya di panggil dia segera menengok kebelakang, "Mama, " sahut Agung kaget.


"Halo sayang.. " sahut wanita itu tersenyum.


"Kenapa mama di sini?!" tanya Agung menghampiri wanita itu.


Mereka melihat Agung yang sangat bahagia atas kedatangan wanita itu. Nanda mendekat ke arah Marcell dan berbisik, "Itu siapa?" bisik Nanda.


"Mm.. lu gak tau?" tanya Marcell.


"Kalo gue tau, gue gak bakal nanya.. " sahut Nanda.


"Itu ibu kandung nya Agung, Tante Sella, " sahut Marcell.


"Ibu kandung Agung? yang bener aja lu?!" tanya Rara menguping.


"Bikin kaget aja lu, " sahut Nanda.


"Maaf, " sahut Rara.


"Masa sih, " sahut Nanda.


"Iya, " sahut Marcell.


"Kalo di liat-liat lagi sih.. dia agak mirip sama Agung.. " sahut Rara.


"Ciee merhatiin ae.. " sahut Nanda.


"Iihh apaan sih.. kagak, " sahut Rara.


"Eeeuuhh.. masa.. "


"Ck. dahlah diem, "


Agung dan ibu kandung nya tampak sedang membicarakan sesuatu. Agung datang menghampiri teman-teman nya dan pamit untuk pulang duluan. Agung dan Tante Sella pun berlalu.


"Adek ku yang paling cantikk.. selamat atas kelulusan nya.. " teriak seseorang.


Sontak mereka yang kaget melihat seorang lelaki sambil membawa buket bunga besar di tangan nya menghampiri salah satu dari mereka yaitu Rara.


"Abang.. ngapain ke sini?" tanya Rara.


"Make nanya ngapain, gue ke sini mau ngasih nih bunga, kalo bukan karena Bunda, gue gak akan pernah ke sini, males, " sahut Bang Thoriq.


"Pantesan.. " sahut Rara.


"Weiitt.. njirr obeng.. " sahut Angga kaget setelah melihat bang Thoriq ada di depan nya.


Bang Thoriq melihat kebelakang, "Elu, mau apa lu? mau deketin Rara lu? mau gue suntik lagi?!" ancam Bang Thoriq.


"Kagak bang kagak, " sahut Angga takut.


"Trus mau apa lu deket-deket sama adek gue?" tanya bang Thoriq.


"Bukan nya deket-deket cuma mau ngasih ini minuman, dia tadi nitip, " sahut Angga menyerahkan minuman milik Rara itu ke bang Thoriq.


"Oh ya udah, trus lu kenapa mundur-mundur?"


"Kagak bang, hehehe, " sahut Angga cengengesan.


"Mau gue suntik lagi?"


"Kagak bang ampun.. waktu itu aja gue mau benerin motor kagak jadi karna masih trauma sama obeng, " sahut Angga.


Mereka semua tertawa mendengar Angga berkata begitu. Bang Thoriq semakin menakut-nakuti Angga yang sudah trauma oleh obeng gegara bang Thoriq.


"Suntik pake obeng, auto bolong bos, " sahut Lukman tertawa.


"Kenapa lu ketawa, mau gue suntuk juga lu pake obeng? biar sama-sama bolong tangan lu?!" tanya Bang Thoriq.


"kagak bang, bercanda, " sahut Lukman menciut.


"Hahahha.. makanya jangan suka ngeremehin lu, mentang-mentang ini pertama kali nya lu ketemu sama abang nya Rara, " sahut Marcell.


"Ampun dah gue, " sahut Lukman.


"Diem lu, " sahut Bang Thoriq.


"Iya bang, ini diem kok, " sahut Angga dan Lukman barengan.


"Nah tumben mereka gak bikin gara-gara?" tanya Putri.


"Biasalah, ada predator terbesar, " sahut Nanda.


"Heh, enak aja lu, lu pikir abang gue ini ular apa sampe di bilang predator, " sahut Rara.


"Haha.. canda Ra canda.. " sahut Nanda.


Mereka semua senang dengan pencapaian mereka masing-masing, tertawa bersama sebelum akhirnya mereka berpisah. Ada yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi ada pun yang akan langsung kerja, atau bahkan meneruskan perusahaan milik keluarga.


Author: Untuk Lukman mm.. gak tau deh lupa


"Author pilih kasihhh.. dah di bilang, gue tuh mau jadi pengangguran, " sahut Lukman.


"Iya dah serah lu, mau ikut kagak lu ke cafe, kita ngobrol-ngobrol, " sahut Nanda.


"Ikuttt.. " sahut Lukman.