My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Dijodohkan



Di kediaman Rara


Mereka bertiga sedang berkumpul di ruang keluarga. Rara sedang memainkan ponsel nya, Bang Thoriq nonton televisi sedang kan Bunda Ikne sedang bermain laptop, biasalah desainer.


"Ahahaha... "


"Hahaha... hah.. hah.. hahaha... "


"Iiihh berisik.. " sahut Rara.


"Hahahaha.. itu pocong nya di belakang... Ahahaha... " sahut Bang Thoriq terus tertawa.


Rara yang terganggu mengambil bantal dan melempar nya ke bang Thoriq.


Buukk..


"Aduh.. apaan sih dek? lu punya masalah idup apa ama gue?" tanya bang Thoriq.


"Kagak ada, berisikk.. " sahut Rara.


"Pake headset sana... ganggu aja orang yang lagi bahagia, " sahut bang Thoriq.


"Bahagia itu sederhana, " sahut Bunda Ikne.


"Tuh, bahagia itu sederhana, jadi lu jangan suka ngerusak kebahagiaan abang lu yang ganteng ini.. " sahut bang Thoriq.


"Idiihh.. makanya kalo mau bahagia itu punya istri dong.. biar lebih bahagia, " sahut Rara.


"Ngatain lu jadi adek, " sahut bang Thoriq.


"Bodo, " sahut Rara kembali melihat ponsel.


"Udah jangan berisik.. bunda harus fokus, " sahut Bunda Ikne.


"Ini nih Bunda.. Rara nya.. " sahut bang Thoriq.


"Idihh nyalahin.. " sahut Rara.


"Huuhh, "


"Dasarr.. abang kagak ada akhlak, " gumam Rara.


Sementara Rara yang sedang menikmati musik menggunakan headset miliknya. Bang Thoriq fokus menonton televisi tanpa ada gangguan.


Tanpa sadar Rara berdiri sambil menyanyikan sebuah lagu yang sedang dia dengar. "Huuhh.. senyum semanis buah.. oohhh.. oh oh.. " teriak Rara nyanyi gak jelas.


Bang Thoriq hanya melihat kelakuan adik nya seperti orang gila, berdiri di atas sofa, kepala angguk-angguk seperti orang kesurupan.


"KAU SENYUM SEMANIS... MANGGA... KAU TERTAWA SEPERTI SETANN… "


"Waah seru nih.. videoin aahh.. " sahut bang Thoriq mengambil ponsel nya dan mulai memvideokan Rara yang sedang nyanyi ngelantur.


"NANANA.. ATII.. NANA... ATI.. DIRIMU.. MEMBUAT KUU!! LEBIH SEPERTI SETAN.. "


"Ahahahaha... "


Bunda melihat kelakuan dua anak nya yang hampir membuat nya stres. "Aduh Ayah.. masih untung kamu udah gak ada, kalo masih ada mungkin kita langsung masuk rumah sakit jiwa aja, pusing liat dua anak yang beginian.. " gumam Bunda Ikne.


"HELLO MY BEYBIIHH... "


Bukk..


Bantal pun melayang tepat di wajah Rara, dan siapa sangka headset nya langsung copot dari telinga.


"Ahahaha.. mampuss.. " teriak bang Thoriq.


"Lanjut.. Raa--"


"Berisik Thoriq.. " sahut Bunda mencubit tangan bang Thoriq.


"Iya Bunda.. tapi ini lepas Bunda, sakit.. " sahut bang Thoriq.


"Iihh, Bunda apaan sih.. ganggu orang lagi seneng, " sahut Rara manyun bebek.


"Kamu nyanyi, ini rumah hampir roboh, " sahut Bunda.


"Nggak gitu juga Bunda, " sahut Rara.


"Ahahaha.. "


"Idih abang apaan sih, ketawa kagak ada titik gak ada koma, " sahut Rara.


"Oke oke, gue berenti, ehem, " sahut bang Thoriq mulai serius.


"Kamu itu perempuan, masa perempuan kelakuan nya kayak gitu.. agak feminim dikit bisa?" tanya Bunda.


"Bisaa.. " jawab Rara.


"Oh iya, kalo gak salah katanya sulaiman udan ketemu, bener bund?" tanya bang Thoriq.


"Iya, tapi nama anak nya Sella sekarang bukan sulaiman, " sahut Bunda.


"Trus siapa nama anak nya?" tanya bang Thoriq.


"Lu kenapa kepo sih bang, sama nama anak orang, " sahut Rara.


"Kan sulaiman itu calon adek ipar gue, " sahut bang Thoriq.


"Calon adek ipar, meni hemm, " sahut Rara.


"Hmm.. weh truss.. emang bener ya bund, " sahut bang Thoriq.


"Iya benar.. setelah anak Tante Sella ketemu, kalian berdua akan dijodohkan, " sahut Bunda the poin.


"What!! tapi kan bun, aku belum pernah ketemu atau pun ngobrol sama anaknya Tante Sella, " sahut Rara.


"Lho, kalian dulu akrab banget, kalian juga pernah pacaran, " sahut Bunda.


"Hah?!" tanya bang Thoriq dan Rara barengan sama-sama bingung.


"Aku pernah pacaran sama anaknya Tante Sella?!" tanya Rara.


"Masa sih bun? yang mana? soalnya mantan nya Rara itu buanyakk.. " sahut bang Thoriq.


"Iihh apaan sih, enggak banyak juga, cuma dua enam, gak lebih, " sahut Rara.


Bang Thoriq dan Bunda terdiam mendengar angka yang di sebutkan Rara barusan. "Dua enam? kenapa gak sekalian lu pacarin satu planet, " sahut bang Thoriq.


"Hehehehe.. kebanyakan pada ninggalin Rara gitu aja, kalo sisa nya Rara tinggalin, " sahut Rara.


"Gue gak percaya sama 'kebanyakan pada ninggalin', " sahut bang Thoriq.


"Iisshh, boong dikit napa sih, " sahut Rara.


"Kagak boleh boong lu, dosa apa lagi sama Bunda sama abang juga, " sahut bang Thoriq.


"Iya deh iya, btw bund siapa nama anak nya Tante Sella?" tanya Rara.


"Nama nya sulaiman, lu budek yah? makanya koreh tuh kuping, " sahut bang Thoriq.


"Kan tadi Bunda bilang nama nya bukan sulaiman lagi, tapi udan ganti, " sahut Rara.


"Hah, masa sih bund, emang beneran udah ganti nama?" tanya bang Thoriq.


"Iya, nama yang sekarang Agung Tresna, " sahut Bunda.


Mata mereka melotot tak percaya dengan nama yang barusan Bunda sebutkan. Bang Thoriq sangat terkejut mendengar nya, apa lagi Rara yang merasa ingin bunuh diri.


"Apa Bunda, coba ulangi lagi, siapa nama nya?" tanya Rara.


"Agung, " sahut Bunda sekali lagi.


Seketika tubuh Rara menjadi lemas tak berdaya, kekurangan semangat.


Jadi yang Agung temuin waktu itu, itu nama nya Tante Sella? Marcell juga pernah bilang kalo itu ibu kandung Agung, Tante Sella.. tapi yang bener aja, gue dulunya mau di jodohin sama Agung?!! - batin Rara terkejut.


"Gak mungkin Bunda, Bunda jangan boong sama aku yah bund, aku gak suka, " sahut Rara.


"Apa maksud kamu, kamu memang bakal di jodohkan sama Agung, jangan ngebantah, ini perintah dari almarhum Ayah kamu, udah Bunda mau ke kamar dulu, mau selesain ini tugas, " sahut Bunda berdiri sambil membawa laptop nya dan berjalan menaiki tangga.


"Tapi bun--"


"Ahahaha.. kasian mau nikah sama mantan.. Hahaha, seru ini mah, harus diabadikan dan di ceritakan kepada anak cucu.. hahaha.. " sahut bang Thoriq tak bisa berhenti tertawa.


"Berisik lu bang, harusnya yang pertama nikah itu elu, biar nanti anak gue gak panggil elu om, " sahut Rara berjalan pergi.


"Eeuuhh.. kualat lu, " sahut bang Thoriq.


"Hweee.. "


Tanpa memikirkan Rara lagi, bang Thoriq kembali menyalakan TV dan kembali menonton komedian. Suara tertawa nya sampai menggelegar ke seluruh ruangan, bahkan sampai ke kamar Rara di lantai dua.


Di kamar


Blam...


"Aahh.. masa sih gue di jodohin sama anak baby.. najiss tujuh turunan.. " sahut Rara mengetuk-ngetuk meja.


"Tapi percuma juga sih gue bilang gitu.. ujung-ujungnya gue jadi nikah sama tuh anak.. " gumam Rara.


Rara pun rebahan di atas kasur dan memainkan ponsel nya dengan santai. Tangan nya asal mencet ini itu, dan sampai lah di whatsapp, jari Rara tampa henti mengetik nama Agung.


"Lah kok malah liat foto profil nih orang?! aahh.. gara-gara terlalu kepikiran sama perjodohan, jadi gini deh.. eehh... tapi nih poto nya dah ganti.. dia ganti gaya rambut?" tanya Rara pada diri nya sendiri.


Tangan Rara melihat poto profil Agung di whatsapp tanpa Rara sadari.



"Tapi, dia ganteng sih.. " gumam Rara tanpa dia sadari.