
Sudah beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Nanda di perbolehkan pulang, sebenarnya tak perlu lama-lama di rumah sakit cuma karena kondisi kehamilan Nanda.
Tapi karena dua orang tua itu meminta dokter untuk merawat Nanda sementara waktu di rumah sakit, yah apa boleh buat. Marcell hanya bisa pasrah membiarkan istri nya itu tinggal di rumah sakit beberapa hari.
Marcell memesan kamar VIP untuk Nanda agar bisa beristirahat dengan tenang, dan tak perlu khawatir dengan bau obat-obatan.
Siang ini, seperti biasa Marcell menemui Nanda dan membawakan nya makanan, bukan hanya sendiri, tapi bersama Betly, Firza dan juga Fauzan sebagai saksi kalau Marcell membawa makanan buah-buahan dan sayuran.
Di kamar.
"Nih gue bawain makanan buat lu, " sahut Marcell meletakkan kotak bekal di meja.
"Sumpah cell, gue bosen banget.. pengen pulang, " sahut Nanda.
"Mau gimana lagi, ini bukan permintaan gue tapi ibu-ibu itu tuhh yang khawatir berlebihan, " sahut Marcell.
"Bawa gue kabur cell, lumayan kan bisa kayak di drakor drakor gituu, " sahut Nanda.
"Kebanyakan nonton drakor lu, " sahut Marcell.
Nanda memanyunkan bibirnya ke depan. "Yah lagian, di sini gue gak ada kerjaan, mau makan.. tinggal goyang-goyangin aja bel, mau ke air.. di tuntun sama suster perempuan, " sahut Nanda.
"Gue tuh jadi gak bisa gerak bebas, " lanjut Nanda kesal.
Nanda berdiri dari tempat tidur dan berjalan ke arah jendela. "Mau kemana lu?" tanya Marcell melihat Nanda yang berjalan entah kemana.
Nanda tak menyahut, dia hanya membuka jendela itu lebar-lebar agar angin dapat masuk bebas ke dalam kamar nya yang begitu pengap.
drrtt... drrtt.. drrtt..
"Hape lu tuh bunyi, " sahut Marcell.
Nanda berbalik ke arah Marcell. "Siapa yang nelpon?" tanya Nanda.
"Gak tau, " jawab Marcell fokus dengan ponsel nya.
"Aelah, jarak mata lu sama hape gue gak sampe 30 meter kali, malas amat lu pake tuh mata, " sahut Nanda berjalan ke arah ranjang nya untuk mengambil ponsel.
: Hallo?
🗣️ : Nandaaaa... lu tau gak?
: Engga
🗣️ : Ada kabar bahagia buat lu
: Oh
🗣️ : Kok oh doang, gak kepo lu sama kabar bahagia nya apa?
: Enggak biasa aja
🗣️ : Iihh elu mah gak seruu..
: Haahhh, iya iya apaan? Kabar bahagia apa? Sampe lu pengen gue kepo tingkat dewa?
🗣️ : Gue hamill ndakk.. Kyaaaa... bahagia bangett gue sumpahh
: .....
🗣️ : Hallo? Nanda? Lu masih di situ kan? Lu belum balek ke alam lain kan? Hallo?
: Hah.. gue masih disini... itu doang?
🗣️ : Iya
: Dah ya, gue gak mood angkat telpon dari siapa-siapa
🗣️ : Eh nanti duluuu... btw, lu juga lagi hamil ya?
: Tau dari mana lu?
🗣️ : Itu mertua gue bilang, kalo lu itu lagi hamil 3 minggu
: Mm.. Kebiasaan ibu-ibu kalo ngegosip gak bisa di rem
🗣️ : Mm.. Biasalahh.. sama ini jugaa, lu lagi ada di rumah sakit yekan?
: Iya, biasa dua orang tua itu khawatir sama keadaan kandungan gue, padahal mah gue sehat-sehat ae
🗣️ : Mm.. Sama gue juga tiba-tiba di bawa ke rumah sakit gara-gara perut gue awal nya cuma sakit bangett gara-gara kepeleset di kamar mandii.. ehh malah di suruh diem di rumah sakit, mana lama lagi
: Nama rumah sakit lu?
🗣️ : Yadika
: Lah nj*rr sama gue juga ada di rumah sakit Yadika
🗣️ : Oh ya? Oh my god, kamar berapa lu? Gue otwe ke kamar lu sekarang
: VIP
🗣️ : Samiun nj*rt, kamar gue juga VIP, no berapa kamar lu?
: 104
🗣️ : Di pinggir gue dong, kamar gue nomor 105
: Oh ya? Bagus lah, lu ke kamar gue sekarang, kebetulan gue lagi bosen
🗣️ : Okeh, gue otwe ke sana sekarang, mumpung suami gue lagi nyari makan di luar
: Mm, baguss, bentar... di kamar gue masih ada penjaga super-super bikin rusuh tingkat dewa,
🗣️ : Yaa, sana lu usir dulu
: Iya ini juga mau
"Hei kalian kao gak ada urusan mending keluar sana, " sahut Nanda ngusir.
"Gue ke air dulu, "
"Eh kan di sini juga ada toilet kenapa pake harus ke luar segala kak?" tanya Firza.
"Dahlah, enak kan toilet umum dari pada toilet bekas cewek, " sahut Marcell.
"Oh, gue juga ikut dong, sekalian kita cari makan di luar, " sahut Firza ikut Marcell.
"Apa? Makan di luar? Gak ngajak, " sahut Fauzan.
"Ya udah buruan, " sahut Firza.
"Bentar, ini siapa yang mau bayar?" tanya Betly.
"Siapa lagi lah, kalo bukan papa muda kita iniii, " sahut Firza menepuk pundak Marcell pelan.
"Nah kalo kak Marcell yang bayar, gue mah hayuu, " sahut Betly ikut.
Mereka berempat akhirnya meninggalkan Nanda sendirian di kamar. Setelah mereka pergi, Nanda kembali berbicara dengan Rara.
: Raa
🗣️ : Gimana? Mereka udah pergi?
: Udah, lu cepet buruan ke sinii
🗣️ : Iya iya..
tuutt.. tuutt.. tuutt..
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk, "
Cklekk...
"Nandaaa.. " teriak seorang wanita yang berlari ke arah Nanda dengan pakaian pasien.
"Aaaaa... Rara cantikkuu, " teriak Nanda.
Mereka berdua saling berpelukan. "Gue kangen sama lu nj*rt, " sahut Rara duduk di pinggiran kasur.
"Bukan lu doang, gue juga sama, " sahut Nanda ikut duduk.
"Gimana kabar lu?" tanya Nanda.
"Gue baek, kalo lu?"
"Sama gue juga baik, "
"Eh, lu tau kabar si Dinda? Putri sama Dwi?" tanya Rara.
"Kalo Dinda, katanya dia pergi ke Jerman, kalo Putri... katanya dia ada di Italia, katanya dia ngidam pengen ke luar negeri, " sahut Nanda.
"Mm... kebiasaan kalo anak orang kaya ngidam... eh bentar! Lu bilang Putri ngidam?!"
"Iya, "
"Jadii dia udah berbadan dua jugaa...ahahaha, gilaa, gue pikir cuma kita berdua aja nj*rt, "
"Awal nya gue juga gak percaya, tapi yah, sebelum gue masuk rumah sakit tuh anak udah hamil sekitar 2 bulanan, "
"Whatt, gilaa udah lama dong, "
"Iyaa, gila si Angga, cepet bangett, "
"Ihsan eh Ihsan, suami Putri Ihsan, Angga mah Dinda, "
"Oh iya.. lupa.. maklum udah lama gak kumpul jadi lupa, "
"Pala mu lama gak kumpul, kita cuma gak kumpul udah 2 atau 3 minggu lah, euuhh dasar nenek-nenek, "
"Ahahaha maklum maklum, " sahut Nanda.
"Kalo Dwi? Gimana kabarnya?" tanya Rara.
"Dwi? Anak siapa itu?"
"Yaelah nih anak bener-bener pikun mya melebihi Inalilah, "
"Siapa dwi?"
"Itu istri si kadal titisan dajjal, masa iya lu lupa sama si kadal?"
"Kadal?... Kadal.. Kadal, " gumam Nanda sambil berpikir.
"Ooh... Lukman maksud lu?" tanya Nanda ingat sambil memukul tangan Rara pelan.
"Iyaaa, aduh.. gak usah nepak jugaa, " sahut Rara.
"Ahaha, sorry sorry, " sahut Nanda mengusap tangan Rara yang habis dia pukul.
"Gimana kabarnya?" tanya Rara.
"Ahahaha... Gak tau, " sahut Nanda. Ekspresi Nanda tiba-tiba berubah yang awalnya tertawa terbahak-bahak sekarang jadi biasa saja.
"Ck, gue pikir lu ketawa ketawa kayak tadi tau, " sahut Rara.
"Gue gak pernah chatan lagi sama Dwi, dia jarang aktif di WA, "
"Kalo di Ig?"
"Gak tau juga, gue jarang main ig sekarang, "
.
.
.
.
.
Di sisi lain. Marcell yang terus di dorong-dorong oleh adik-adiknya untuk membeli makan, tak henti-henti nya mereka menunjuk ke arah pedagang sana dan sini. Sampai itu membuat Marcell pusing sendiri.
Saat Marcell melihat ke arah pedagang batagor, dia melihat seorang lelaki yang memakai kaos putih dan celana levis hitam yang sedang duduk di sana. Bukan hanya itu Marcell merasa familiar dengan suara lelaki itu.
"Pak, pesen batagor satu yah, di campur, "
"Siap siap, "
"Kayak suara Agung, ah mana mungkin, " sahut Marcell.
Firza menarik tangan Marcell menuju pedagang batagor. Betly dan Fauzan yang awalnya mau makan yang lain, akhirnya memutuskan untuk mengikuti Marcell.
"Nah makan ini aja, pak pesen batagor empat porsi yah, campur, " sahut Firza.
"Iya, "
"Kalo yang saya, di kasih sambel lima, " sahut Fauzan.
"Yang aku jangan pake mentimun, " sahut Betly.
"Siap siap, mohon di tunggu, " sahut pedagang itu.
Marcell duduk di samping lelaki yang di kitanya Agung. Saat lelaki itu berbalik melihat pelanggan lain. Marcell dan lelaki itu kaget dan saling melihat.
"Marcell?"
"Agung?"
"Lu ngapain di sini?" tanya Agung.
"Harusnya gue yang nanya, lu ngapain di rumah sakit Yadika?"
"Istri gue hamil, terus perut nya sakit gara-gara kepeleset di kamar mandi, kalo elu ngapain di sini?" tanya Agung.
"Istri gue juga lagi hamil, waktu itu dia jatuh gara-gara ke sandung sama batu, " jawab Marcell.
"Lah sama, " sahut Agung.
Tak lama pesanan Marcell datang, Marcell mengambil makanan nya itu dan makan bersama dengan Agung.
"Udah udah, nanti lagi.. makan makan, " sahut Agung.
"Yoo, " sahut Marcell.
Marcell melihat ke arah adik-adiknya yang sedang makan bersama itu, hanya tersenyum.
Jadi gini yah, rasanya liat mereka bahagia, mm.. gue setuju punya banyak anak, - batin Marcell.
Agung melihat ke kiri nya melihat anak bayi yang sedang bersama ayah nya. Agung hanya tersenyum.
Gue gak sabar, pengen liat anak gue nanti, cewek apa cowok ya? Semoga aja cewek, - batin Agung berharap.