My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Kita beli baju dulu



"Mau di bawa kemana? nanti kalo mau pulang kita bawa, "


"Awas aja kalo gak di bawa, "


"Buat apa gue bayar mahal-mahal tapi gak di bawa pulang, rugi gue, " sahut Marcell.


"Udah ini mau kemana?" tanya Marcell.


"Kita beli topi, " sahut Nanda.


"Yuk, ke toko sebelah, "


"Dadah onyet.. " sahut Nanda melambaikan tangannya.


Marcell menggandeng tangan Nanda dan membawa nya pergi dari toko boneka menuju toko lain untuk membeli topi dan lain-lain.


"Mau beli topi kayak gimana?" tanya Marcell kepada Nanda.


"Yah kita liat-liat dulu, siapa tau ada yang cocok sama gaya lu" sahut Nanda.


"Emang gaya gue kenapa?"


"Yah.. Kali aja ada yang gak cocok sama elu, nanti malah gak ganteng, malah lebih kayak orgil.. xixixi.. " sahut Nanda tertawa.


"Gue mah selalu cocok sama apa aja, " sahut Marcell.


"Oh yah?"


"Iyaaa... "


"Oke kelo gitu.. Kita beli baju dulu.. " sahut Nanda menarik tangan Marcell.


"Eeee.. Woi pelan-pelan.. " sahut Marcell kaget.


Nanda menarik Marcell masuk ke toko baju laki-laki. Nanda melihat ke sekeliling banyak baju yang bagus-bagus, tapi sayang nya dia tidak tau apa yang di sukai Marcell.


"Lu mau beliin gue baju?" tanya Marcell.


"Tadinya sih Iyah, tapi sekarang gak jadi.. Yuk keluar, " sahut Nanda berbalik untuk keluar.


Marcell menahan tangan Nanda, "Kalo mau beli baju cowok, lu tinggal pilihin baju buat gue, biar gue yang pake, " sahut Marcell.


"Yang bener?"


"Iyah silahkan ajaa.. " sahut Marcell.


Mendengar nya Nanda mulai senang dan kembali menarik kerah baju Marcell.


"Eehh anj*rr jangan tarik kerah baju gueee... Gue kecekek, " sahut Marcell.


"Oh yak maaf, " sahut Nanda tertawa.


Nanda sibuk memilih baju yang bagus untuk Marcell sesuai dengan seleranya sendiri. Sedangkan Marcell hanya melihat ke sekeliling banyak orang yang datang bersama pasangan nya masing-masing begitupun dengan Marcell sendiri.


"Nah.. Pake baju putih ini sama kaos putih ini jugaa.. Cepetan masuk.., " sahut Nanda menyerahkan pakaian berwarna putih itu kenapa Marcell.


Marcell masuk ke dalam ruang ganti dengan enggan. Di dalam, "Ini gak salah milih baju? Semuanya putih, gimana nanti kalo di gigit nyamuk, " sahut Marcell.


"Cepetan cell.. Jangan lama-lama, " teriak Nanda dari luar.


"Iya sabar.. Baru juga buka jaket, " sahut Marcell.


Sambil menunggu Marcell keluar, Nanda memainkan ponselnya dengan santai sambil duduk di kursi yang sudah disiapkan.


Sreett...


"Gini?" tanya Marcell keluar.


Nanda menengok ke atas, Nanda melamun sebentar melihat penampilan Marcell itu.


Ckrekk..


"Kenapa malah di poto?" tanya Marcell kesal.


"Kenapa sih.. Bagus tau.. Ganteng.. " sahut Nanda.


"Kan udah gue bilang, gue kalo pake apa-apa selalu cocok, " sahut Marcell.


"Iya iya iya.. Nih pake yang kotak-kotak, " sahut Nanda.


"Lagi?"


"Iyalah, gue belum puas.. Sana gantii.. " sahut Nanda.


Marcell masuk kembali ke dalam untuk mengganti baju lagi. "Gue berasa jadi model kalo di poto terus.. " gumam Marcell.


Sreett....


Marcell keluar sambil memperlihatkan gaya seperti model nya itu sambil menggunakan kacamata hitam nya.


Ckrekk..


"Bagus baguss.. Lagi.. " sahut Nanda bertepuk tangan memberikan baju lainnya, bahkan Nanda tak sendiri ada beberapa petugas yang membentuk Nanda memilih baju untuk Marcell.


Marcell terus bulak balik ke dalam untuk menunjukkan baju yang dipilih oleh istrinya itu.


Sreett...


Ckrekk..


"Poto yang bagus.. " sahut Nanda kepada seorang petugas yang sedang memoto Marcell.


"Gimana menurut kamu? Bagusan yang mana, yang kaos hitam atau coklat?" tanya Nanda kepada seorang wanita.


"Dua duanya baguss.. "


"Mmm... Cell menurut lu bagus yang mana?" tanya Nanda kenapa Marcell.


"Yang mana aja, gue pasrah, " sahut Marcell.


"Pake kaos hitam, terus jaketnya... Merah.. " sahut Nanda memberikan kedua baju itu ke Marcell.


"Yawloh tolong kuat kan hamba mu ini... " gumam Marcell dari dalam.


"Cell cepet.. " teriak Nanda dari luar.


"Iya sabar buu.. Ini lagi otwe pake, " sahut Marcell.


Sreett...


Ckrekk..


"Oke siipp.. Nah kami beli keempat kaos ini terus jaket Jens, jaket kotak-kotak itu terus kemeja warna merah sama putih, udah itu aja, " sahut Nanda.


"Iya.. " sahut wanita itu membantu membawakan baju-baju yang Nanda beli.


"Lu mau tetep pake baju itu atau ganti?" tanya Nanda melihat Marcell.


"Ya udah sana masuk, terus kita keluar gue udah pengap, " sahut Nanda.


"Lama-lama gue pingsan di ajak belanja sama cewek, gue kapok, " gumam Marcell.


Sreett..


"Btw, poto tadi lu pake efek?" tanya Marcell.


"Iya, " jawab Nanda.


Marcell hanya mengangguk, "Mana baju-baju nya?" tanya Marcell.


"Tuh lagi di masukin ke paperback, " sahut Nanda.


"Ya udah ke sana.. Gue mau bayar dulu, " sahut Marcell menuntun Nanda ke arah meja kasir.


Saat berjalan berdampingan dengan Marcell, Nanda tak sengaja melihat sepatu yang bagus, dan seperti nya itu cocok untuk Marcell.


"Eehh bentar, liat sepatu nya bagus.. Lu mau coba gak?" tanya Marcell melihat sepatu itu.


"Enggak nggak nggak... Udah nanti kemaleman, " sahut Marcell mendorong Nanda menjauh dari sepatu itu.


"Eehh tapi bagus tau.. Cocok buat elu pake kemeja merah atau kemeja putih, " sahut Nanda.


"Enggak, gue capek berdiri terus, udah ini kita cari minum, " sahut Marcell.


"Hemm.. Oke, sekalian gue juga haus, " sahut Nanda.


Huuhh selamat - batin Marcell tenang.


Setelah selesai berbelanja baju Marcell, mereka sedang mencari minum dan juga tempat duduk.


"Eehh di sana ada yang jual boba beli yuk, " sahut Nanda.


"Iyah boleh, " sahut Marcell.


Mereka memilih untuk membeli boba karena sudah cepek jalan-jalan sedari tadi.


"Mau pesan apa?"


"Aku beli rasa milk tea, kalo Marcell mau apa?" tanya Nanda.


"Brown sugar, " jawab Marcell.


"Siap, ditunggu, "


Mereka duduk di tempat duduk yang sudah di sediakan sambil menunggu minuman boba mereka.


"Gue mau liat poto-poto gue tadi, " sahut Marcell.


"Boleh, bentar, " sahut Nanda mengeluarkan ponselnya.


"Niihh ganteng kan, " sahut Nanda.



"Iyalah, pastinya ganteng, kan gue ini ketos cool, " sahut Marcell.


"Pede banget lu jadi orang, ini suami siapa sih kok tante banget, " sahut Nanda memindahkan poto Marcell barusan ke poto Taehyung.


"Suami elu, tuh liat ganteng kan.. Eehh.. " sahut Marcell, saat melihat poto Taehyung Marcell terdiam.


"Padahal yah.. Gue itu berencana punya suami model-model kayak Taehyung.. Tapi karna udah dapet elu ya udah deh pasrah sama takdir, " sahut Nanda.


"Dasar.... " sahut Marcell mencubit hidung Nanda jail.


"Aduhhh sakit.. " sahut Nanda.


"Biar mancung, " sahut Marcell tersenyum.


"Ehh idung gue dari dulu emang udah mancung, gak kayak elu pesek, " sahut Nanda.


"Eehh enak aja, gak liat idung gue udah kayak Sahrukan, " sahut Marcell menunjukkan hidung nya.


"Idiihh sahrukan, beda jauh, " sahut Nanda.


"Dari pada elu pesek kayak idung kucing persia, " sahut Marcell.


"Ehh anj*rrr.. " sahut Nanda tertawa sambil memukul tangan Marcell pelan.


Marcell ikut tertawa. "Jahat banget lu, samain gue kayak kucing persia, " sahut Nanda manyun bebek.


"Nah kan tambah gak ada idung nya.. Ilang.. " sahut Marcell tertawa, mencubit pipi Nanda gemesh.


"Iiiihh jahat bangeett... " sahut Nanda tambah memanyunkan bibirnya ke depan.


"Oh ngambek ceritanya.. " sahut Marcell.


"Au ah gelap, " sahut Nanda.


"Terang gini di bilang gelap, buta lu?"


Nanda tersenyum lebar bersama dengan Marcell, mereka bercanda bersama dan tertawa bersama.


"Ini silahkan, "


Minuman mereka sudah jadi, Nanda segera menyambar kedua boba itu dan menyiapkan ponselnya untuk memoto kedua boba itu.


"Berapa total nya?" tanya Marcell.


"Jadi 30.000 "


"Ini.. " sahut Marcell menyerah uang cash.


"Cell lu pegang boba lu, gue mau poto, " sahut Nanda menyimpan boba nya Marcell.


"Bismilah bukannya di poto, " sahut Marcell.


"Iihh sebentar, " sahut Nanda.


Marcell memegang minumannya sendiri yang sudah di masukkan sedotan oleh Nanda barusan.


"Duhhh jelek, hitam semua gak ada cahaya.. " sahut Nanda kesal.


"Makanya siapa suruh lu bilang au ah gelap, nah kan jadi kejadian, " sahut Marcell.


"Apa hubungannya, " sahut Nanda.


"Udah sini.. Biar gue yang potoin, " sahut Marcell.


Nanda menyerahkan ponselnya ke Marcell, dan Marcell segera memoto kan boba mereka.