My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Nggak romantis



"Btw, kita mau kemana?" tanya Nanda.


"Nanti juga lu tau, gue mau jujur sama lu.. " sahut Marcell.


"Jujur soal apa?"


"Ada aja, nanti juga lu tau... "


"Iihh... Marcell jahat... " sahut Nanda manyun bebek.


"Jangan manyun dong, jelek tau, "


"Bodo... " sahut Nanda.


Selama perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka berdua, hanya suara musik yang mau menemani keheningan itu.


Jalanan mulai ramai dan banyak para pejalan kaki maupun mengendara melewati mobil mereka dengan cepat.


"Aahh.. bosen.. " teriak Nanda di dalam mobil.


Marcell tak mendengar ucapan Nanda karena berisik oleh suara musik dan jalanan yang mulai ramai.


"Cell.. lu denger gue gak?" tanya Nanda melihat Marcell.


Tapi Marcell masih fokus melihat jalanan dan motor yang bisa selap-selip dengan cepat. Nanda mematikan musik itu dan mencolek tangan Marcell.


"Hey, lu denger gue nggak?" tanya Nanda.


Marcell melihat Nanda. "Apa?" tanya singkat Marcell.


"Gue bosen, kasih tau kek kita mau kemana, " sahut Nanda.


"Kita mau ke cafe, " jawab Marcell.


"Ke cafe doang? Gak seruu... " sahut Nanda melepaskan sepatu miliknya dan mengangkat kakinya ke atas tempat duduk.


Marcell hanya geleng-geleng kepala nya melihat Nanda yang tau mau dikasih kejutan spesial darinya.


"Btw, cafe mana?" tanya Nanda.


"Ada aja, " sahut Marcell tak mau menjawab.


"Kasih tau sekarang... " sahut Nanda menarik baju Marcell.


"Gak akan, ini suprise, " sahut Marcell.


Nanda berhenti menarik-narik baju Marcell, pandangan nya beralih ke arah kaca, melihat jalanan dan beberapa kendaraan yang lewat.


Mereka berdua sudah lama berada di dalam mobil. Sebenarnya sebentar untuk pergi ke cafe milik Marcell tapi Marcell sengaja menurunkan kecepatan nya, jadi lama.


Perasaan gue aja, apa emang ini mobil jalan nya lambat? - batin Nanda.


Marcell berhenti di depan toko bunga, dan turun dari mobil tiba-tiba. "Turun, " sahut Marcell membuka pintu mobil Nanda.


"Hah? maksudnya apa?" tanya Nanda bingung.


"Udan turun aja dulu, jangan banyak bacot, cepetan, " sahut Marcell.


"Iya iya sabar... " sahut Nanda menurut.


Nanda melihat toko bunga yang besar, seperti nya ini adalah toko bunga tersebar di jakarta. Marcell menggandeng tangan Nanda masuk ke dalam.


Di dalam, banyak sekali bunga mulai dari bunga melati, petunia, kembang sepatu, bugenvil, anggrek, teratai, tulip, mawar dan sebagainya.


"Banyak banget bunga nya... " gumam Nanda.


Marcell menghampiri pemilik toko bunga itu dan mengobrol, membiarkan Nanda melihat ke sekeliling toko.


"Gimana bu, semua nya udah siap?" tanya Marcell.


"Tenang aja semua beres, " sahut pemilik toko.


Marcell hanya mengangguk pelan.


"Bunga itu buat pacar kamu yah?" tanyanya.


"Eeee... iya.. " jawab Marcell.


Marcell berjalan menghampiri Nanda yang sedang melihat bunga hias.


"Udah belum liat-liatnya?" tanya Marcell.


"Udah, cell beli bunga ini dong, buat gue, " pinta Nanda.


"Lu suka sama bunga mawar biru?" tanya Marcell.


"Iiihh, bukan yang biru tapi yang putih, lucu, " sahut Nanda kembali melihat nya.


"Nanti aja, gue gak ada uang, " sahut Marcell.


"Sok miskin lu, " sahut Nanda.


"Udah ayok balik, " sahut Marcell.


Nanda menurut kembali ke mobil bersama Marcell. Saat Nanda membuka pintu melihat terdapat parsel berisi silverqueen coklat di depan matanya.



Nanda mengambil dan melihat Marcell, Marcell pura-pura tak melihat Nanda dan sibuk menelpon menjauh dari Nanda.


"Ini apa? masa iya Marcell yang ngasih?" gumam Nanda bertanya pada dirinya sendiri.


Tak lama Marcell kembali, tak memedulikan Nanda yang masih mematung sambil memegang parsel berisi coklat itu, Marcell segera masuk ke dalam sambil menahan tawa.


Tak lama Nanda masuk ke dalam mobil, coklat itu di simpan di pangkuan nya dan melihat Marcell dengan wajah imut nya.


"Cell.. lu yang ngasih ini kan?" tanya Nanda.


"Nggak, buat apa gue ngasih itu ke elu, " sahut Marcell.


"Masa... perasaan cuma lu doang yang tau kalo gue suka coklat silverqueen, " sahut Nanda.


"Nggak penting, gue tau lu suka atau engga, " sahut Marcell.


"Kenapa gak ngasih ini waktu di toko bunga sih, kan biar sosweet gitu... " sahut Nanda.


"Malu-maluin, " sahut Marcell.


"Ehh gak usah malu, kalo ngasih hadiah ke istri, " sahut Nanda.


"Eh btw, lu ngajak ke toko bunga tapi lu ngasih gue coklat, super gak nyambung, " sahut Nanda.


"Kalo gak suka, tinggal buang aja, " sahut Marcell.


"Nggak romantis banget sih lu, " sahut Nanda.


"Mm, " gumam Marcell.


Setelah pergi dari toko bunga itu, Marcell melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, jadi mereka cepat sampai di cafe.


"Sampe, turun, " sahut Marcell.


"Hah?! Cafe ini? Gue mah sering kali ke sini bareng Rara sama Dinda.. " sahut Nanda.


"Iya lalu?" tanya balik Marcell turun duluan dan membawa jaket nya.


Nanda pun turun dari mobil sambil membawa parsel coklat di tangannya. Saat berjalan masuk ke dalam restoran banyak pelayanan yang membukakan pintu untuk mereka.


Apa sih ini? - batin Nanda yang semakin bingung.


"Selamat datang nona Nanda dan bos Marcell, " ucap mereka barengan yang membuat Nanda terkejut.


"Hah? bos?" gumam Nanda.


"Cell siapa bos?" bisik Nanda


"Lu liat deh poto yang ada samping itu, " tunjuk Marcell, Nanda segera melihat poto yang ditunjuk langsung oleh Marcell.


Nanda terkejut melihatnya, banyak pertanyaan di pundaknya yang harus dia tanyakan langsung kepada Marcell.


Sebelum Nanda bertanya segalanya ke Marcell, Marcell menuntun Nanda ke meja yang sudah dia siapkan.


"Sini duduk, " sahut Marcell menarik tangan Nanda.


"Lu bos?" tanya Nanda.


"Iya, " sahut Marcell santai.


"Malah santai santai, sebagai suami lu gak ada akhlak banget, " sahut Nanda.


"Gak ada akhlak gimana maksud lu?"


"Malah nanya lagi, kan gue sering ke sini sama Dinda Rara, kalo tai gitu, gue mau makan banyak kalo ini restoran lu, "


"Wab bagus dong gue baru ngasih tau lu sekarang, kalo engga mungkin gue rugi besar, (


"Ck, ini nih contoh suami yang gak bener, " sahut Nanda.


Marcell hanya tertawa, "Lagian setiap lu kesini banyak kan para pelayan yang baik banget sama lu, "


"Iya juga sih... semenjak gue jadi istri lu, ini para pelayan disini baik banget sama gue, "


"Karena mereka udah tau, " sahut Marcell tersenyum manis.


"Hah? sejak kapan? lu yang ngasih tau mereka?" tanya Nanda.


"Iyalah, masa engga, " jawab Marcell.


Nanda hanya memanyunkan bibirnya ke depan, yang berhasil membuat Marcell gemas sendiri.


"Udah jangan manyun mulu, sana lu pesen, biar gue yang bayar, " sahut Marcell.


Nanda meletakkan parsel coklat di atas meja, dan mulai memesan minuman untuk mereka berdua.


Nanda memesan minuman dan juga makanan untuk mereka makan. Marcell hanya meminta sebuah buku untuk menghitung penghasilan nya.


Tak lama pelayan pun datang dah tersenyum manis kepada Nanda, Nanda pun membalas senyum mereka.


Meraka yang mendapat senyuman dari istri bos senang, dan gemes sendiri saat senyum tipis itu terlihat di muka imut Nanda.


"Lah ngapa tuh?" tanya Nanda melihat beberapa pelayan yang memukul meja.


"Mereka suka sama senyum lu kali, " sahut Marcell.


"Emang kenapa sama senyuman gue?" tanya Nanda.


"Imut, " sahut Marcell.


Satu kata yang diucapkan dari mulut Marcell berhasil membuat Nanda salting, apalagi saat melihat Marcell mengenakan jaket hitam dan juga menggunakan headset nya sambil menulis.


Nanda mengambil poto Marcell yang sedang menulis itu dan memposting nya ke instagram.



@Nanda.. Nur : Uunnccc... ayang aku lagi apa?


Banyak comen yang mulai bermunculan saat Nanda baru saja memosting poto Marcell.


Comen


@Lily8252_92 : Anj*rr, Nanda lu punya pacar?


@Nanda.. Nur : IyapsπŸ˜™


@... Rara Farisya. .. Unsss : Heumm... minyak olang yang lagi pacalan...


@Nanda.. Nur : Apa sih ra?


@Ini ceweknya 😘 : Dimana tuh Ndak? ngapa gak ngajak gue T-T


@Nanda.. Nur : Elu siapa yah? kok kenal sama gue?


@... Rara Farisya. .. Unsss : Endah... woy itu Rara..


@Caca9-82 : Kak Nanda punya pacar😳😳


@Esjeruk : Tiba-tiba hati gue sakit😌πŸ₯Ί


@Cu_cuy... V92 : Langgeng terus mbak πŸ’“πŸ’“πŸ’“


@Hikal70-92 : Tujuan gue ke Jakarta, nggak jadi😌


@Riririya : Sakit banget yah mas, saya juga sakit hati liatnya😌 Langgeng terus mbak kalo bisa sampe nikah πŸ’πŸ’


@... Rara Farisya. .. Unsss : Kalian harus tau... mereka emang udah n*k*h 🀣🀣🀣


@Cu_cuy... V92 : Why?! 😳😳


@Nanda.. Nur : Berisik lu 🐢


@Ini cowoknya : Anj*rr... nggak ngajak 😌


@Nanda.. Nur : Tadi cewek nya sekarang cowoknya kalian ini siapa sih?


@Ini cowoknya : Ini gue angga...


@Ini ceweknya : Gue Dinda bebs


@Nanda.. Nur : Heumm... gue gak ngajak kalian karena ini adalah hari khusus Nanda dan juga MarcellπŸ’™πŸ˜™


@Cell_7638 : Apa manggil-manggil nama gue? πŸ˜‘


@Nanda.. Nur : BebebπŸ˜…πŸ₯°πŸ’™πŸ’™


@... Rara Farisya. .. Unsss : Apa ini miskahπŸ‘πŸ‘„πŸ‘


@Agung 770 : Langgeng terus ndak, cell


@... Rara Farisya. .. Unsss : Hay Agung πŸ‘‹


@Agung 770 : Iya hay juga πŸ‘‹


Marcell mengambil minuman Nanda tanpa sepengetahuan istri nya yang sedang fokus membalas semua comen.


Saat Nanda akan mengambil minum nya seperti ada yang kosong sejak tadi. Nanda pun beralih dan mencari-cari minuman nya itu, saat melihat Marcell yang terus minum tanpa henti sambil nulis.


Nanda kesal dan mengambil minuman Marcell dan menghabiskan nya sampai habis. Meraka berdua menikmati waktu bersama di cafe, tak hanya di cafe Marcell pun mengajak Nanda keliling taman dan ke berbagai tempat.