My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Aku Kamu



Setelah menghabiskan uang sebesar puluhan juta untuk mengusir Betly, Firza dan Fauzan dari Indonesia ke Italia, Belanda, dan New York.


Akhirnya selama enam bulan Marcell bisa berduaan saja dengan Nanda. Apalagi Nanda sekarang sedang mengandung anak nya.


Ini sudah minggu ke 5, berarti usia kandung Nanda sudah 2 bulan. Pagi hari ini Nanda berada di kamar nya habis mandi. Marcell yang sudah menyiapkan sarapan untuk mereka segera berjalan ke kamar di atas itu, untuk memanggil Nanda.


tok.. tok.. tok..


"Masuk, "


Terdengar suara dari dalam. Marcell langsung masuk dan kembali menutup pintu.


Di dalam kamar.


Marcell melihat Nanda yang sedang mengeringkan rambut nya. Marcell berjalan ke arah Nanda dengan perlahan, awalnya dia ingin membuat Nanda terkejut tapi sayang.


"Daarr, "


Nanda menengok ke arah Marcell dengan wajah tanpa ekspresi. "Ngapain sih lu?" tanya Nanda.


"Gue pikir lu bakal kaget, "


"Gak, "


"Ayo turun, sarapan, " sahut Marcell.


"Mm, "


Setelah lama menunggu Nanda make up, akhirnya mereka berdua bisa sarapan bersama, tak ada satu lalat kecil yang menganggu.


Setelah selesai makan, mereka berdua duduk di sofa sambil menonton TV kali ini Marcell sudah mengalah, biarkan bumil menonton drakor dari pagi sampai pagi.


Tak sampai 10 menit, Nanda sudah meminta ini itu kepada Marcell, bahkan Marcell bingung harus membeli yang mana dulu.


"cell, pengen baso tahu, " ucap Nanda.


"Iyaa, " sahut Marcell berdiri untuk mengambil kunci motor membeli baso tahu di jalan.


"Pengen batagor, "


"Iyaa, "


"Mie ayam, "


Marcell kemudian berhenti dan kembali ke sofa untuk melihat Nanda.


"Mau yang mana? jangan berlebihan, kan tadi pagi kamu udah makan hampir dua piring lho, " sahut Marcell.


"Gak tau, dak pengennya batagor, baso tahu, mie ayam, martabak, seblak, spageti, sosis... bla bla bla, "


Dan seterusnya. Marcell hanya mendengar kan saja sambil menonton TV. "Eh, gak jadi gak jadi pengennya sosis aja, tapi kamu beli yah, aku lagi gak pengen keluar rumah, " sahut Nanda.


Mata Marcell melotot ke arah Nanda yang barusan bilang aku kamu. Awalnya Marcell ingin memprotes atau menanyakan kenapa tiba-tiba bilang aku kamu, tapi sudah lah. Mungkin bawaan.


"Jadi nya kamu mau yang mana?" tanya Marcell ngikutin aku kamu ke Nanda.


"Sosis, tapi kamu beli sana ke alfamart atau indomaret, yang banyak yah.. kita pesta sosis, " sahut Nanda.


"Okey, kamu diem di rumah, jangan kemana-mana, " sahut Marcell berdiri dan bersiap untuk pergi.


"Siap bos, " sahut Nanda sambil hormat kepada Marcell.


Marcell yang melihat hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya yang gemesin.


Marcell kemudian pergi untuk membeli sosis pesanan istri nya itu. Sambil menunggu Marcell pulang, Nanda berjalan ke dapur untuk membuat susu vanilla kesukaan nya itu.


Nanda kemudian membuka pintu yang menuju ke kolam, dan duduk di kursi putih yang terlihat mewah itu sambil menikam segelas susu vanilla dan angin sepoi-sepoi.


Tak sampai 5 menit, Marcell sudah kembali dengan memborong 4 kresek berwarna putih yang berisi sosis pesanan Nanda.


Saat masuk ke dalam rumah. "Nanda, " panggil Marcell.


"Nanda.. mana tuh anak?" gumam Marcell mencari Nanda ke sana kemari.


Saat sampai di ruang keluarga dia melihat TV masih menyala dan remote masih tetap ada di tempat sebelum nya. Saat Marcell akan mematikan TV dia melihat drakor yang akan menunjukkan siapa ayah dari Jwo-Yon. Aktor Korea kesukaan Nanda.


Marcell yang keseruan menonton jadi lupa harus pergi ke dapur dan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Dia adalah anak ku, "


"Apa? ma-maksud mu... "


"Iya benar, tolong kembali kan anak ku.. "


"Tidak mungkin... "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Tuh kan! gue udah duga kalo si Jwo-Yon itu anak nya pak Jhe-mne, whoo, " teriak Marcell.


Saat Marcell melihat kantung kresek yang dia bawa, dia ingat kalo Nanda fak ada di rumah. Marcell pun mematikan TV dan berjalan ke arah dapur siapa tau ada di dapur yekan.


Saat sampai di dapur. "Nanda, " panggil Marcell.


Marcell meletakkan kresek putih di itu di atas meja. Dan melihat ke arah kolam, pintu nya terbuka dan ada seseorang yang sedang tertidur di sana.


Saat Marcell berjalan ke arah nya, wanita itu sudah berdiri lebih dulu dan kembali menutup pintu. "Marcell? kamu kapan datang?" tanya Nanda.


"Barusan, oh iya.. ini sosis nya, mau di masak sekarang atau nanti malam?" tanya Marcell.


"Selamat aja deh, lagi pengen ngemil, " jawab Nanda.


"Oh ya udah, kamu tunggu aja ya, " sahut Marcell.


"Iya, " sahut Nanda.


Nanda duduk di kursi sesuai dengan perintah Marcell. Sementara itu Marcell yang sedang memasak sosis ingin sekali bertanya kenapa Nanda tiba-tiba dia berbicara aku kamu.


Marcell memberanikan diri untuk bertanya. "Oh iya ndak, kenapa lu bilang aku kamu ke gue?" tanya Marcell bicara seperti biasa.


"Gak tau juga sih, cuma lagi pengen aja, kenapa emang aneh ya?" tanya Nanda.


"Enggak bukan aneh, cumaa... ini pertama kali nya kamu bilang gitu, " sahut Marcell.


Duh malah ikutan lagi, harunya gue tadi bilang gue lu aja, kenapa malah aku kamu sih - batin Marcell.


"Itu kamu bilang aku kamu juga.. ahaha, " sahut Nanda tertawa.


"Cell, kamu gak suka yah? kalo aku bilang kayak gitu?" tanya Nanda.


"Kan aku udah bilang, aku suka suka aja... terserah kamu aja sih, aku mah ngikut, " sahut Marcell.


"Oh syukur lah kalo gitu, " sahut Nanda senang.


Tak lama sosis pun jadi, siap untuk di santap. Marcell meletakkan piring yang berisi sosis itu di atas meja.


"Mayo?" tanya Nanda.


Marcell mengambil mayones, saus tomat dan saus pedas. "Mau yang mana?" tanya Marcell menunjukan kedua saus itu.


"Mm.. dua dua nya aja deh, " jawab Nanda.


Marcell kemudian meletakkan kedua saus itu dan mayones di dekat piring. Nanda mulai menghiasi sosis itu dengan campuran mayones dan saus pedas.


Marcell kembali ke arah kompor dan membereskan semua nya.


drrtt... drrtt... drrtt...


Marcell mendengar ada suara telpon nya berdering, dia mengelap tangan nya dan mengambil ponsel dari saku jaket nya.


: Hallo


🗣️ : cell, nanti malam kamu ke sini yah, nginep, bunda pengen ketemu sama Nanda.


: Oh iya, siap bunda


🗣️ : Kan kalo di sini enak.. ada pohon mangga, kebetulan sekarang lagi musim, jadi nanti kalo Nanda ngidam mangga tinggal kamu petik aja


: Iya bun, kalo mama Patmi?"


🗣️ : Mama Patmi besok mau ke Kalimantan, katanya ada kasus buat Ayah Endi, jadi selama 4 bulak ke depan, mereka gak akan pulang ke Jakarta


: Oh gitu yah, ya iya makasih bun


🗣️ : Iya sama-sama, jangan lupa kasih tau Nanda, di sini ada mangga mudaaa


: Iya bun


tuutt.. tuutt... tuutt...


Setelah mematikan ponsel, Marcell melihat Nanda yang melihat nya sedari tadi.


"Apa?" tanya Marcell.


"Mangga, "


"Kamu mau mangga?"


Nanda mengangguk, "Besok, " sahut Marcell.


"Mm... sekarang, " sahut Nanda.


"Besok.. kita sekarang mau ke rumah Bunda, di sana lagi musim mangga, jadi besok yaa.. "


"Ck, iya deh, "


"Senyum dong, "


Nanda kemudian senyum tanpa meliht ke arah Marcell. "Yang manis, senyum yang manis, " sahut Marcell.


Nanda meletakkan garpu dan melihat ke Arab Marcell, kemudian tampa peringatan apa pun, Nanda tersenyum manis ke arah Marcell.


Dan itu berhasil membuat jantung Marcell berdegup kencang, tak bisa di kontrol. "Aduh itu senyuman, " ucap Marcell.


"Kenapa?" tanya Nanda.


"Gula aja mundur, " sahut Marcell.


"Bisa aee... nih, " sahut Nanda sambil menyuapi Marcell.


Mereka berdua makan bersama di dapur dengan sangat romantis.


author : sakit sekali everbady, nasib yang jomblo *-*