My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Tidur di luar malam ini



Setelah makan malam, Nanda izin untuk langsung pergi ke kamar. Begitupun dengan Marcell Marcell hanya ngikut karna belum di maafin.


Di kamar. Nanda mengambil ponsel nya dan rebahan di kasur seperti biasa. Marcell duduk di kursi meja belajar nya dan hanya menatap Nanda.


Nanda yang merasa terganggu, Akhirnya pasrah dan bertanya. "Kenapa lu liatin gue kayak gitu? ada utang lu sama gue?" tanya Nanda melihat Marcell sekilas.


"Elu yang punya utang sama gue, " sahut Marcell.


"Heh, kan gue udah bilang uang suami uang istri juga, jadi mana mungkin gue punya utang sama lu, " jelas Nanda.


"Hmm, "


"... lu mau apa? bilang aja gak usah liatin gue aku kayak gitu, terganggu!" sahut Nanda fokus kepada ponselnya.


"Gue tidur di kamar yah sama lu, " sahut Marcell.


"Gak! kan tadi siang gue udah bilang... lu tidur di luar malam ini, " sahut Nanda.


"Lu serius?"


"Iya, "


"Dingin, "


"Bawa selimut, "


"Masih tetep dingin, "


"Bawa dua selimut, "


"Gak ada yang bisa di peluk, "


"Bawa guling sama bantal, "


Apa yang Marcell ucapkan itu hanya alasan, makanya Nanda bisa menjawab semua alasan Marcell dengan tepat.


"Mau nya guling idup, " sahut Marcell.


"Banyak alasan, udah sana keluar, gue mau tidur, "


"Emang lu udah ngantuk?"


"Iya udah, sana lu keluar, "


"Ini kan baru jam delapan, " ucap Marcell melihat jam dinding.


Nanda yang hanya bisa diam. Bangun kembali dan membawa selimut, bantal ples guling untuk Marcell.


"Nih... udah sana.. " sahut Nanda memberikan semua yang dia bawa tadi ke tangan Marcell.


"Plis lah jangan gitu sayang... nanti kalo kamu takut gimana? kan biasanya kalo malem kamu suka langsung main peluk-peluk aku dari belakang, " ucap Marcell tiba-tiba jinak.


"Udah udah.. sana.. " sahut Nanda mendorong Marcell keluar dari kamar.


Blam...


Pintu sudah tertutup. Kini di kamar Nanda sudah bisa bebas.


tok... tok.. tok...


"Ndak, kalo lu nyari gue ada di kamar tamu, pintu nya gak gue kunci, " sahut Marcell.


"ih apaan sih, siapa juga yang mau nyari lu malem-malem... gak guna, " gumam Nanda.


Nanda kembali rebahan di atas pulau kapuk yang sungguh mengenakan bagi seluruh tubuh nya.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi Nanda belum tidur sama sekali, dia terus bermain ML bersama Rara, Dinda, Putri bahwa Dwi pun ikut sampai lupa kalo ini sudah lebih dari jam 10 malam.


Setelah selesai menaikan rank. Nanda dan yang lain keluar dari game online itu dan tidur.


Nanda pun ikut tidur, tapi... seketika suana kamar yang awalnya ramai, banyak lampu, dan di penuhi barang itu tiba-tiba jadi sedikit angker.


Nanda memberanikan diri untuk membuka pintu dan berjalan keluar. Semua lampu dari ujung sampai ujung sudah mati hanya kamar Nanda saja yang masih menyala.


Karena takut, Nanda mengambil ponsel nya dan mencari kamar tamu untuk bertemu dengan Marcell.


Saat menuruni tangga dan berjalan di temani oleh lampu senter dari ponsel nya. Mendengar ada seseorang yang pergi ke kamar mandi dapur.


Nanda terus berjalan turun, dan berusaha mencari kamar tamu, di mana Marcell tidur. "Aduh ini tangga atau siksaan neraka sih? banyak amat anak tangga nya.. mana gak nyampe nyampe pula sampe bawah, " gumam Nanda menyalahkan tangga karena sudah terlanjur takut.


Saat sampai di bawah, Nanda langsung membuka kamar tamu itu. Yah maklum lah udah hafal semua seisi rumah bahkan pintu sana sampai sini pun Nanda udah tau.


clekk.


"Cell, " panggil Nanda saat membuka pintu.


Kamar tamu itu pun lampu nya sudah mati, bahkan Nanda memanggil manggil Marcell pun tak ada yang menyahut.


Tiba-tiba ada seseorang yang memegang bahu Nanda. Karena kaget, Nanda melempar ponsel nya dan menutup wajah nya dengan kedua tangan.


"Aahhh... astagfirullah... ampun ampun.. saya gak ada dosaa... alfatihah... amin.. eh astagfirullahalazim, "


takk


Lampu kamar itu kembali menyala. Ternyata itu Marcell yang habis dari kamar mandi dapur. "Nanda? lu ngapain di sini malem-malem?" tanya Marcell.


Setelah tau itu Marcell, Nanda langsung memeluk suami nya itu dengan erat.


"Cell... gue takut, " ucap Nanda menyembunyikan kepala nya ke dada bidang suami nya itu.


"Sudah ku duga, " gumam Marcell tak heran lagi.


Marcell memeluk istri nya itu. "Udah, gak papa.. yuk bale-- eh kok nangis?" tanya Marcell kaget melihat wajah istri nya itu di penuhi oleh air mata.


"Gue takut, " sahut Nanda sambil menangis.


"Ya udah gak usah nangis.. mau balek lagingak ke kamar?" tanya Marcell.


"Gak mau, mau di sini sama lu, " sahut Nanda masih dengan memeluk suami nya itu.


"Oke, lu duduk dulu sana di kasur, gue mau tutup pintu, " sahut Marcell.


"Mm.. " gumam Nanda menolak.


"Astagaaa.. gue berapa bawa bayi besar aje, " gumam Marcell.


Nanda yang masih memeluk dirinya. Hanya bisa pasrah menutup pintu dan kembali rebahan bersama istrinya itu.


"Nah udah, " sahut Marcell.


Tak ada respon dari Nanda. "Nanda, " panggil Marcell.


"Apa?" tanya Nanda.


"Ini kita udah rebahan... bisa lepasin gak?"


"Gak mau gue takut, "


"Gak papa lu deket tembok, lu bisa peluk gue atau peluk guling, kalo bisa lu peluk hati gue, "


Mendengar gombalan kuno+gak nyambung, Nanda mulai tersenyum dan melepaskan pelukan nya.


Nanda kemudian tertawa. "Lu tau gak?"


"Apa?"


"Tadi lu meluk gue bagaikan cicak di dinding, lu cicaknya gue dinding nya, gak bisa terpisahkan " sahut Marcell


"Ahaha.. gombalan macam itu mas maass.. kalo mau belajar ngegombal silakan langsung saja telpon si buaya darat sama duo kadal, " sahut Nanda membicarakan Agung, Ihsan dan Lukman.


"Dunia ini milik kita berdua.. yang lain kontrak.. jangan di bawa-bawa, "


Senyuman Nanda sudah kembali. "Nah gitu dong senyum... jangan manyun mulu... sini peyuk, " sahut Marcell melebarkan tangan nya.


Nanda memojokkan dirinya ke tembok. "Mm.. gak mau peluk? gue pergi lagi nih ya, " sahut Marcell sudah bangun.


"Aahh.. hooh, " sahut Nanda menarik tangan Marcell agar jangan pergi.


"Nah gitu dong.. sini, "


Dalam hitungan detik saja Nanda sudah bisa tidur, padahal dari tadi di sama sekali tak bisa menutup mata. Mereka saling memeluk dan tertidur pulas. Bagi Nanda ini adalah momen yang tak pernah dia lupakan, dan dalam waktu singkat mereka akan di karuniai seorang anak.


*Sumpah gue bikin cerita ini sangat sakit hati. Oh iya buat kalian yang merasa cerita nya sedikit gak nyambung, maklum, gue masih jomblošŸ˜‡jadi gak terlalu serius. jadi maaf saja ya