My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
mall



"Iya yah, mah tenang aja... Marcell bakal ngelakuin apa aja kok, asal Nanda bahagia... " ucap Marcell.


Blushing...


"Aduuh... Muka Nanda kok merah... " goda bunda.


"Laahh, baru juga gue bucin bentar, lu udah baper... " sahut Marcell.


"Soalnya langka tau, buat anak sedingin lu itu nge bucin... " sahut Nanda.


Tak lama setelah itu pesawat yang akan di naiki oleh kedua orang tuanya itu akan segera berangkat.


Setelah beberapa menit, pesawat itu pun berangkat, sekarang Nanda bersama keluarga Marcell Alfarizky.


"Yakin kalian berdua nggak mau di temenin?" tanya bunda.


"Nggak usah bund, nanti yang ada bukan aku yang jalan-jalan sama Nanda, malah bunda, " sahut Marcell.


"Emangnya kalo bawa bunda, bunda mah jalan-jalan kemana sama nanda? sampe-sampr nggak boleh ikut?" tanya bunda.


"Kemana lagi kalo bukan belanja sana sini, " sahut ayah.


"Yaaa... Ayah malah ikutan nimbrung lagi.. " sahut bunda.


"Udah.. Nanti aku sama Nanda kapan berangkat nya?" tanya Marcell.


"Yak udah kalo gitu bunda sama ayah pulang duluan yah... " sahut bunda.


"Iya bund... " sahut Marcell dan Nanda bersamaan.


Orang tua mereka berlalu dengan cepat. Kini tinggal berdua di bandara, Marcell masih mencari taksi untuk mereka.


"Kapan datang taksi nya?" tanya Nanda.


"Sabar napa sih, " sahut Marcell.


"Lamaa... "


"Ck, yang sabar, mau juga di pesen, "


"Lagi dimana taksi nya?"


"Ya Allah Nanda... Sabar napa sih lu... Lu lagi PMS?" tanya Marcell.


"Nggak... " jawab Nanda singkat.


Tak lama taksi yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Nanda langsung saja masuk dan tak peduli dengan Marcell.


"Dasar dajjal, " gumam Marcell.


Didalam mobil hanya ada keheningan diantara mereka berdua, tidak ada yang mau memulai topik.


Ting...


Suara pesan masuk di handphone Nanda. Nanda segera mengambil ponselnya dan mengecek pesan, ternyata itu....


**Adik dajjal


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Adik dajjal**


Assalamu'alaikum


^^^Nanda ^^^


^^^Waalaikumsalam^^^


Adik dajjal


Kak... mamah sama ayah udah berangkat?


^^^Nanda^^^


^^^Udah dari tadi, kenapa? ^^^


Adik dajjal


Nggak papa, nanya dong, sekarang kakak lagi sama dimana? sama siapa?


^^^Nanda^^^


Anak kecil jangan kepo sama urusan orang dewasa


Adik dajjal


Jangan suka kepo... Meni hemm


^^^Nanda^^^


^^^Berr^^^


Adik dajjal


Oh aku tau pasti lagi sama kakak ipar yahh....


^^^Nanda^^^


^^^Dibilang nggak usah kepo^^^


Adik dajjal


Eiitt... Berarti bener dong... 😂


^^^Nanda^^^


^^^Udah ahh, pengganggu^^^


Nanda langsung menentukan ponselnya dengan segera, karna dia tau kalo adik dajjal eh maksudnya Betly akan terus menggoda nya.


"Siapa?" tanya Marcell.


"Betly, " jawab Nanda singkat.


"Oh, "


Tak lama mereka sudah sampai di mall. Nanda dengan cepat turun dari mobil dan pergi berjalan duluan.


Marcell mengikuti dari belakang, "Lu kenapa duluan, nggak bareng?" tanya Marcell.


"Nggak usah banyak bacot, ada Mila... " sahut Nanda.


"Mila?" gumam Marcell. Dia melirik ke arah kanan, dan bener saja ada Mila si caper di depan semua cowok termasuk Marcell.


Marcell berjalan di depan Nanda, dan menggandeng tangan Nanda, agar mempercepat langkahnya.


"Sekarang kita udah jauh dari Mila, lu mau beli apa?" tanya Marcell.


"Lu ngajak gue belanja?" tanya Nanda.


"Nggak juga sih, gue suka, tapi kenapa bunda nggak boleh ikut?"


"Kalo ada bunda yang ada lu yang enak jalan-jalan sama bunda gue ditinggal... " jelas Marcell.


Nanda melihat keseliling, banyak toko yang menjual baju dan alat make up.


"Mau kemana dulu?" tangan Marcell.


"Ke toko baju dulu yuk mas.. " sahut Nanda yang masih menatap toko baju di depannya itu.


"Mass? Lu tadi manggil gu--"


Marcell belum menyelesaikan perkataan nya tapi tangan Nanda yang sudah gatal segera menarik nya ke toko baju terdekat.


"Waahhh ini baguss... "


"Lu suka? Beli aja, "


"Tapi yang itu lebih baguss dehh... "


"Ehh, yang itu malah yang bagus, kain nya adem... "


"Nih anak bener-bener nih, sama ayak ibu-ibu jaman sekarang... Kalo liat baju langsung aja kesana kesini, suami ama anak di tinggal, " gumam Marcell.


Marcell capek ke sana kesini mengikuti Nanda yang liar akan aksesoris wanita.


"Lu capek cell?" tanya Nanda.


"Iya... Lu sendiri?"


"Gue mah b aja, jujur gue suka banget, kalo beli ini itu tanpa memperhitungkan soal uang, " sahut Nanda bahagia.


"Udah segini dulu belanjanya, "


"Loh kok udahan?"


"Bukan udahan, kita istirahat dulu, gue udah laper.. "


"Oh yak udah, ayok, "


Sekarang mereka sedang ada di salah satu cafe yang terkenal di mall. Nanda memesan banyak makanan karena Marcell yang bayar.


"Lu sering boros ndak?" tanya Marcell.


"Nggak pernah, "


"Terus ini lu, beli ini itu emang nya kepake semua?"


"Yah iyalah, makanya di beli juga, "


Marcell hanya mengangguk paham. Setelah selesai makan, kini Nanda dan Marcell kekenyangan, mereka tak ada tujuan lain selain ke salon untuk potong rambut.


"Gue mau potong rambut dulu... Lu mah nungguin gue apa enggak?" tanya Marcell.


"Gue nungguin lu aja, sekalian gue juga mau kale manjain diri di salon kan udah lamaa.. " sahut Nanda bersemangat.


Dan mereka sekarang sedang memanjakan diri di salon, tanpa ada yang menganggu sama sekali.


"Marcell? Nanda?"


Suara itu membuat Marcell terganggu siapa lagi kalo bukan Mila si anak caper di sekolah.


"Kalian berdua lagi ngapain?" tanya Mila polos


"Lu nggak liat kita lagi nyalon, manjain diri... " sahut Nanda.


Mila tersenyum pada Nanda, "Iya gue tau, tapi kok kalian barengan?"


"Gue sama Nanda emang barengan dari dulu, emang nya kenapa?" tanya Marcell sinis.


"Yak gue kan cuma nanya dong cell, nggak usah baper deh... " sahut Mila.


Najiss... - batin Nanda.


Marcell bergidik geli mendengar nya.


Mila segera keluar dari salon karena panas melihat Nanda bersama Marcell.


"Kenapa sih, make harus ada Nanda segala... " gumam Mila kesal.


Marcell dan Nanda hanya melihat di balik kaca salon, dan tertawa melihat Mila kesal sendiri.


Setelah satu jam memanjakan diri di mall dan di salon. Kini mereka sedang menunggu jemputan.


"Lu nggak berat cell bawa paperback sebanyak itu?" tanya Nanda.


"Nggak biasa aja, ini mah barangnya aja yang banyak, tapi isinya ringan-ringan, " sahut Marcell.


Tak lama mobil jemput sudah datang, Nanda dan Marcell segera masuk ke dalam.


Sesampainya mereka di rumah, Nanda segera memanggil bunda ke kamar nya.


"Gimana, barang yang bunda pesen ada?"


"Ada dong bun, tenang aja... Masa Nanda lupa,"


Nanda memberikan paperback biru ke bunda yang isinya skincare, baju batik, spiker HP.


"Wahh baguss, nggak sia-sia bunda nyuruh kamu beliin, "


"Gimana udah sesuai kan sama yang bunda minta, warna sama ukurannya?"


"Iya ndak, sesuai banget, cocok lagi... "


Nanda tersenyum manis.


"Makasih yah, anak bunda yang cantik.. cup.. "


Bunda mencium kening Nanda lembut dengan penuh kasih sayang.


"Eh, gimana tadi Marcell?"


"Yh gitu deh bun, dia mau kok di ajak ke sana ke sini sama aku... "


Bunda hanya mengangguk paham, "Yak udah kalo gitu bunda ke kamar dulu yah, takutnya ayah nungguin, "


"Bunda mau ngapain?"


"Bikin anak... " cibir bunda.


Nanda yang mendengar nya melotot tak percaya. Bunda hanya bisa tertawa bisa mengerjai putrinya itu.


"Nggak kok ndak, becanda.. Bunda mau kasih liat baju yang sama yang lainnya, " jelas bunda.


"Hooh, iya bun, " sahut Nanda.