
Setelah selesai melakukan poto prewedding. Akhirnya hari yang di nanti-nanti oleh semua orang pun datang.
Hari ini adalah hari pernikahan Nanda Marcell. Pernikahan ini di gelar di GOR yang besar, dan juga mewah. Bagaikan pernikahan kelas atas.
Bagi semua orang ini memang lah hal yang wajar karena keluarga Alfarizky dan Nusyrandi bukan lah orang sembarangan. Di tambah Ayah mereka berdua sudah berteman sejak lama, begitu pun dengan ibu mereka yang sudah berteman sejak masa SD.
Maka dari itu, ini bukan hal yang mengejutkan bagi semua orang. Marcell sudah tak perlu melakukan ijab kobul untuk ke dua kali nya karena sudah melakukan nya 6 bulan yang lalu. Yang membuat jantung Marcell berdegup kencang sampai lupa bagaimana cara mengontrol nya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 siang, para tamu undangan berdatangan dengan pakaian mewah mereka beserta pasangan mereka masing-masing.
Satu satu mereka naik ke pelaminan untuk mengucapakan selamat, dan memberikan hadiah kepada kedua pasangan fenomenal yang satu ini.
"Wah, udah nikah lagi aja selamat yah Shera, Patmi, "
"Iya terimakasih, "
"Nanti anak saya nyusul kalo udah ada jodoh nya, haha, "
"Aminnn, "
Banyak orang yang sedang mengobrol dengan teman-teman mereka sambil menikmati makanan yang sudah tersaji di meja.
Nanda yang sedari tadi tak melihat sahabat mereka hanya bisa menengok ke sana ke kemari.
Marcell yang melihat nya pun keheranan. "Nyari siapa?" tanya Marcell berisik.
"Nyari Dinda, Rara, sama Putri, kok mereka belum dateng, " jawab Nanda ikut berisik.
"Ehem, "
Seketika pandangan mereka kembali fokus ke depan karena mendengar suara ada yang batuk itu membuat Nanda dan Marcell kaget.
"Lho, kenapa kaget?" tanya seorang wanita yang memakai baju biru langit dengan rambut di gulung dan hiasan di mana-mana. Siapa lagi kalo bukan ibu Mila, yaitu Ryan.
"Ahaha, gak papa kok Tante, " sahut Nanda berdiri dan bersalaman dengan ibu nya Mila.
"Selamat yah buat kalian berdua, oh iya nanti Mila juga nyusul kayak kalian, do'ain yah semoga pernikahan Mila berjalan lancar, " sahut Tante Ryan.
"Iyah tante amin, " sahut Nanda.
"Amin, " sahut Marcell.
"Ini ada hadiah dari tante buat kalian berdua, nanti di bukanya kalo udah di rumah, jangan di sini malu, udah dulu yah bye anak cantik, " sahut Tante Ryan bisik-bisik dengan mereka berdua.
Duh, kok perasaan gue jadi gak enak yah megang hadiah dari Tante Ryan, - batin Marcell.
Nanda mengambil hadiah Marcell dan menyimpan bersama dengan hadiah milik nya.
"Nah sekarang, waktu nya para mempelai wanita dan pria saling menyuapi makanan, "
"Waahh, "
"Gilaa.. Kyaa.. Ayo pasangan fenomenal, "
"Ayoo suapin suapin, "
"Huuuhhh, "
"Lanjut, "
Sorakan dari banyak orang membuat Nanda terpaksa harus menyuapi Marcell dengan tangan nya.
"Itu pembawa acara nya ngajak berantem, " gumam Nanda.
"Minta di bunuh, bukan ngajak berantem lagi itu mah, " gumam Marcell.
Makanan untuk mereka pun datang, ternyata yang membawakan nya adalah Dinda dan Angga.
"Silahkan Nanda Marcell, " ucap Dinda memberikan piring ke pangkuan Nanda.
"Eh, Din--da, " gumam Nanda.
Dinda hanya berbalik sekilas dan berjalan menjauh sambil menahan tawa.
"Ayoo dong.. Suapin suami nya, "
"Wwooohh.. Gaes, pasangan yang terkenal di seluruh jagat raya.. Nikah!!!"
"Ikutan!! Hallo gays, "
"Woohhh... "
"Suapin.. "
"Ayoo kalian berdua.. Bisa kok bisa.. Di coba dulu... "
Begitulah sorakan para tamu undangan, kebanyakan alumni SMA Seulli, alumni SMP dan alumni SD. Teman-teman Nanda Marcell. Tak lupa juga dengan para guru, orang tua murid masing-masing satu, boleh dua juga gak papa, mau serombongan sekabupaten atau pun se-provinsi pun boleh.
Orang tua mereka turun dari pelaminan untuk menyambut dan mengobrol dengan para tamu undangan. Setelah pelaminan sepi dan tak ada lagi yang memberi mereka selamat. Maka para anak-anak titisan neraka pun datang menyerbu mereka berdua yang sedang duduk di kursi pelaminan.
"Yoww.. " teriak Ihsan.
"Ahh jantung copot.. Ehh, lu san emang gan ada akhlak lu ye, " sahut Nanda.
"Ciiee kawin.. Ciee, " sorak Lukman.
"Nikah man nikah, kawin nya nanti... Malem, " sahut Ihsan.
"Ahahaha, " mereka tertawa bersama-sama dengan hati yang gembira.
"Video dong , gue oengen dengerin suara.. " sahut Lukman.
Agung pun menutup mulut Lukman yang mulai ngaco. "Berisik ***, ngajak berantem ae lu sama merek berdua, " sahut Agung sedikit mengencangkan bungkamnya.
"Bukan gitu bos, kan gue tuh cuma pengen denger suara desss..." sahut Lukman.
Agung semakin mengencangkan bungkamnya. Dan Lukman jadi kesulitan bernapas.
"Udah woy, kasian tuh gak bisa napas, " sahut Angga memukul puncak Agung pelan.
"Udah sabar bro sabar, emang gini dia mah maklum belum punya calon, " sahut Ihsan.
"Boro-boro calon, pacar pun gue kagak punya, " sahut Lukman setelah lepas dari bungkam tangan Agung yang bau.
"Lah bukan nya waktu itu lu udah dapet yah, " sahut Ihsan.
"Hah, masa sih? Emang lu bisa nembak cewek man?" tanya Nanda.
"Yah bisalah, emang lu pikir gue ini gak bisa nembak cewek apa, gue juga bisa nembak 10 cewek sekaligus, " sahut Lukman.
"Hmm.. Sombong, " sahut Dinda.
"Dasar lu kadal titisan buaya darat, " sahut Nanda.
"Fackboy, " sahut Rara.
"Playboy, " sahut Agung.
"Orang macam dia nih harus di sebut packboy, " sahut Rara.
"Iya dah serah lu, " sahut Agung.
"Gimana cell ijab kobul nya lancar kan?" tanya Angga.
"Hah!! Kok bisa, " tanya Angga kaget.
"Lah terus gimana caranya lu kawin sama Nanda?" tanya Lukman.
"Sekali yah man, nikah bukan kawin, " sahut Ihsan.
"Iya itu maksud gua, nikah, " sahut Lukman.
"Nih anak belum juga punya calon udah mikirin kawin kuda-kuda, " sahut Agung.
"Tau nih, banyakin solat makanya jangan suka mikirin cewek mulu, " sahut Angga.
"Itu mah Ihsan, bukan gue, gue mah bagian mempermainkan hati cewe, " sahut Lukman.
"Euhh, "
"Sama aja bang, "
"Aneh gue sama nih anak, ini bener bukan sih, dia temen gue bukan?"
"Bukan, "
"Bukan kalo, ketuker, "
"Sejak kalam ketuker nya bang?" tanya Ihsan.
"Mungkin waktu ekstrakurikuler di sekul, " sahut Angga.
"...... "
"...... "
"........ "
"Kenapa?"
"Kita udah lulus, " sahut Lukman.
"Dengerin yah pohon mangga, kalo nih anak kadal ketuker waktu di eskul, mungkin kita udah nukerin nya dari dulu, " sahut Marcell.
"Lagian kita dah gak sekul selama berbulan-bulan, mana mungkin ketuker, " sahut Agung.
"..... Oh iya yah, gue lupa, " sahut Angga menepuk dahi nya sendiri.
"Cell, " panggil Agung.
"Oy, " sahut Marcell menengok ke Arab Agung dan Ihsan.
"Nemu di mana lu punya temen yang beginian?" tanya Ihsan.
"Di parit, " jawab Marcell.
"Hahaha, pantesan kelakukan nya kek dajjal, " sahut Ihsan.
Dukk..
"Aduhh.. Nj*ng siapa yang mukul gue!?!" tanya Ihsan sambil memegang kepalanya yang sakit.
"Gue!! Kenapa?!" tanya Dinda sambil menatap Ihsan sinis.
"Gak papa nanya doang, " sahut Ihsan takut.
"Berani-berani nya lu ngomong dajjal ke doi gua lu, gue gigit baru tau rasa, " sahut Dinda.
"Iya sorry, angga gue minta maaf ya, " sahut Ihsan.
Dinda kembali duduk di samping Nanda dan kembali mengobrol. "Doi gue the beast, " sahut Angga.
"The beast the beast... nyawa gue tadi hampir melayang, " sahut Ihsan.
"Lah itu kan salah lu sendiri, kenapa jadi nyalahin gue lu, " sahut Angga.
"Makanya kalo omongan tuh jaga... kalo ada doi nya, kalo enggak ada nah baru kita bisa ngomong apa aja ke Angga, iya kamu Angga?" tanya Lukman.
"Yoi, kalo ada Dinda bisa-bisa temen-temen gue kena kroyokan, mana dia hebat banget lagi kalo soal berantem, " sahut Angga.
"Ahahaha, milik doi gak ada anggun anggun nya lu, " sahut Lukman.
"Eh, masih mending gue ada doi, lah elu ngatain tapi tapi lu sendiri bekun dapet, " sahut Angga membalas.
"Hem, eh gue mau nyanyi ah, siapa tau gue dapet yang lebih madep dari pada yang waktu itu, " sahut Lukman berdiri dan berjalan turun dari pelaminan menuju panggung.
Mereka yang masih ada di pelaminan menemani Nanda dan Marcell hanya bisa melihat Lukman dari kejauhan.
Lukman berjalan menaiki panggung dan meminta agar mice nya di kasih kepada nya karena Lukman akan menyanyikan sebuah lagu.
"oke, terimakasih kepada artis-artis yang sudah datang, ayoo beri tepuk tangan yang meriah kepada pasangan fenomenal kita semasa SMP atau pun SMA, " sahut Lukman.
prok.. prok.. prok.. prok..
Para tamu undangan hanya menurut dan bertepuk tangan seperti yang di katakan oleh Lukman barusan.
"Dia ngincer siapa lagi sih? kasian gue sama cewek nya, " gumam Ihsan.
"Lah bukan sama Lukman nya?" tanya Putri.
"Bodoamat kalo sama Lukman mah, kasian cewek nya harus bertahan sama lelaki gila itu, " sahut Ihsan.
"Ahahaha, lelaki gila, " sahut Rara tertawa.
"Di sini saya akan menyanyikan sebuah lagi, seperti yang kalian tahu kalo saya ini belum punya pacar, ada yang mah sama saya?" tanya Lukman.
Para kain hawa mulai maju ke depan agar bisa melihat Lukman yang sedang mencari pacar.
"Gila langsung dapet banyak, " gumam Nanda.
"Hebat, cuma nanya ada yang mau sama saya, langsung dateng semua, " sahut Dinda.
"Tapi gue penasaran, tuh anak mau nyanyii lagi apaan?" tanya Marcell.
"Nah iya bener, " sahut Dinda.
"Dari tadi cuma bacotan gak jelas, " sahut Nanda.
"Ngomong nya mau nyanyi mau nyanyii, tapi sampe sekarang masih ngegoda para kaun hawa, aneh gue, " sahut Rara.
"Eh, btw, ndak lu ngundang Dwi sama Lerry?" tanya Putri.
"Tau aja lu put, iya kita ngundang mereka berdua, " sahut Nanda.
"What!! nanti gimana kalo Lukman di goda sama tuh cewek gila?!" tanya Rara.
"Nggak akan, cuma dwi yang bisa sadarin tuh anak biar gak berperilaku gila lagi, " sahut Nanda.
"Maksud lu?" tanya Putri tak paham.
"Nanti aja, kita liat sampai di mana cerita ini berlanjut, " sahut Marcell.
Mereka melihat Lukman dari pelaminan dan tak berbuat apa-apa, kcuali menunggu kelanjutan kisah cinta Lukman dan Dwi yang akan di pertemukan kembali di pernikahan Nanda secara tak sengaja.