My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Masa sih?



Kemarin adalah hari yang sangat sibuk dan sangat luar biasa. Bagaimana tidak, Firza, Betly dan Fauzan sudah memiliki pacar, bahkan mereka sama sekali tak memberitahu apa-apa kepada Nanda Marcell.


Setelah berbicara dengan Mama Patmi dan Ayah Endi yang ada di luar kota, ternyata mereka semua sudah tau, kecuali Nanda dan Marcell yang ketinggalan berita.


Hari ini adalah hari hari sabtu, seperti biasa Nanda dan Marcell janjian dengan teman-teman nya di restoran Marcell untuk minta traktiran. Marcell sudah biasa menerima hutang-hutang mereka yang belum di bayar, tapi apa boleh buat.


Di restoran Marcell, eh lupa kan ini udah jadi restoran Nanda yah😂.


"Nandaaa, " teriak seseorang dari belakang.


"Aaaahhhh... Raraaaaa... " teriak Nanda segera berdiri dan berlari kecil menghampiri seorang gadis yang sama berlari kecil juga.


Mereka berdua saling berpelukan satu sama lain. Dah datanglah suami Rara yang mengenakan baju couple sama seperti Rara. Marcell pun tak mau kalah dua juga mengenakan baju yang sama seperti istri nya.


"Udah oy, jangan pelukan di tengah jalan, kasian orang mau masuk, ngalangin jalan aje, " sahut Agung menepuk bahu istrinya.


"Biarin... bukan urusan lu ini, " sahut Rara.


Rara melepaskan pelukan nya begitupun dengan Nanda. Mereka berjalan menuju meja yang sudah di tempati oleh Marcell dan Agung.


"Eh, gimana kuliah lu di Bandung?" tanya Rara penasaran.


"Yah gitu deh, gak ada bedanya sama yang di Jakarta, kalo lu di Korea gimana?" tanya Nanda.


"Sama, gak ada yang spesial, cuma di sana gue sering kedinginan gitu, " sahut Rara.


Brakk..


"Makanya kuliah di Jakarta sajaaa... Tak kedinginan atau pun kepanasan, " sahut seorang lelaki memukul meja.


Dan itu berhasil membuat semua orang yang ada di meja itu kaget. Agung yang sedang minum jus kesukaan nya jadi kaget dan keselek.


"Eh, bangkek, bisa gak lu kalo datang langsung kasih salam kek apa gimana, bukannya mukul-mukul meja gak jelas!" sahut Agung kesal.


"Tau lu, ngajak tauran aje, " sahut Marcell.


"Hehehe, sorry gak sengaja, udah kebiasaan, " sahut Lukman cengengesan gak jelas.


"Hai, " sapa Dwi.


"Hai cantikk.. " sahut Rara.


"Hai jugaa, gimana kuliah lu di Jakarta? Aman?" tanya Nanda.


"Amann amaann, " sahut Dwi duduk di samping Nanda.


"Tauran.. Tauran.. Hayuu gung gaskeun, " sahut Ihsan berjalan menghampiri mereka semua bersama istrinya Putri.


"Mmm.. Datang nih si tukang nyari masalah, " gumam Rara.


"Hayyu lah, " sahut Agung.


"Gas, keluar, " sahut Ihsan.


Agung dan Ihsan berjalan keluar sedangkan Putri duduk di samping Rara. Karena udah capek menghadapi kelakukan suami yang sudah di bilangin.


Saat membuka pintu untuk keluar tiba-tiba Agung masuk kembali untuk menyimpan kunci mobil nya kepada Rara.


"Eh bentar.. gue lupa kunci mobil gue, " sahut Agung kembali masuk.


Tak lama Agung keluar lagi, "Hayuu dimana?" tanya Agung.


"Bentar, dompet gue lupa, " sahut Ihsan masuk.


Ihsan keluar lagi, dan kini Agung yang kembali masuk. *menurut author mereka bulak-balik.


"Heh, dua kadal, bisa berhenti gak jangan bulak-balik terus lama-lama gue gantung kalian di sungai citarum, " sahut seorang gadis yang baru datang bersama suami nya. Yaitu Dinda dan Angga.


Agung dan Ihsan hanya diam, mendengar curhatan dari mama Dinda satu kali dua puluh empat jam.


"Masuk!" sahut Dinda tegas.


Agung mendorong Ihsan untuk kembali masuk ke dalam. "Masuk, masuk, "


"Sabar sabarr, " sahut Ihsan.


Mereka berdua kembali masuk dan duduk di kursi dengan rapi.


"Lah kenapa balik lagi? Bukannya tadi mau tauran, " tanya Putri.


"Gak jadi sayang, ada mamah Dinda, " sahut Ihsan.


"Mamah Dinda? Bukan mamah dedeh?" tanya Nanda.


"Kalo mamah dedeh bisalah di hadapin, tapi ini mamah Dinda, takut gue, " sahut Agung.


"Nah iya bener, " sahut Ihsan.


"Oohh, " sahut Nanda.


Rara dan Putri hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan suami mereka yang kekanak-kanakan.


"Assalamu'alaikum, " ucap Dinda.


"Waalaikumsalam, " jawab semua orang yang ada di meja Nanda.


"Apa kabar kalian sumuaaa?" tanya Dinda langsung duduk di pangkuan Rara.


"Eh eh eh, bambang! Gue bukan kursi, " sahut Rara mendorong tubuh Dinda pelan.


"Ahaha, gue pikir kursi ini kosong, " sahut Dinda tertawa.


"Aahh buta kauu, " sahut Rara.


Para lelaki hanya saling bersalaman satu sama lain. Dan mulai mengobrol, walau itu gak jelas di denger oleh kaum hawa.


"Okeh, gays karna udah kumpul, ada berita besar gak? Atau berita yang mengejutkan, " sahut Rara.


"Mm... Gue ada, " sahut Nanda.


"Apa tuh?" tanya Dinda.


"Ada apa ada apa?" tanya Putri.


"Apa ndak apa?" tanya Rara.


"Kak kemarin gue baru pulang tuh dari Bandung, nah, pas malem nya, gue ketemu bulee, " sahut Nanda.


"Oh my god, ganteng gak?" tanya Rara.


"Lumayan, " jawab Nanda.


"Cogan? Dari daerah mana?" tanya Putri.


"Mm, bukan daerah kali put, negara mana, " sahut Rara.


"Iyah itu maksudnya, " sahut Putri.


"Dari Korea, " jawab Nanda.


"Aaaaahh, mantap itu, " sahut Dinda.


"Bentar, lu ketemu di jalan atau... " sahut Dwi.


"Betly yang bawa, " jawab Nanda.


"Whatt??" tanya Dinda.


"Betly dapet bule? Masa sih?" tanya Putri tak percaya.


"Awalnya gue juga percaya, tapi itu lah.. Kenyataan nya, " sahut Nanda.


"Di santet?" tanya Rara.


Nanda mengangguk. "Mm.. Pantesan, " sahut Putri tak heran lagi.


"Ya iyalah kalo di santet mah, " sahut Rara.


"Katanya tuh, cowok si betly tuh udah punya tunangan, tapi karena adik gue si Betly suka sama cowok nya, dia datang ke dukun--" sahut Nanda.


"Trus minta si mbah dukun buat nyantet si cewek itu, " potong Rara.


"Dan cowok nya jadi milik Betly, " lanjut Dinda.


Nanda mengangguk. "Gue mah udah gak heran lagi sama tuh anak, " sahut Nanda.


"Benerr, " sahut Putri.


"Kalo Firza sama Fauzan?" tanya Rara.


"Yah mereka juga sama, dapet cewek bule, " jawab Nanda.


"Ke dukun juga sama?" tanya Dinda.


"Enggak, kalo Firza dia dapet cewek bila karena ceweknya itu kuliah di Jakarta, satu kampus lah, " sahut Nanda.


"Ooohuhh, "


"Siapa nama ceweknya Firza?" tanya Rara.


"Siapa yah? Gue lupa.. cell.. Siapa nama ceweknya Firza?" tanya Nanda.


"..... Olivia, kalo gak salah, " jawab Marcell.


"Nah iya, Olivia, " sahut Nanda.


"Mm, "


"Kalo Fauzan?" tanya Dwi.


"Gak tau kalo Fauzan, ceritanya belit-belit jadi susah gue ngambil intinya, " sahut Nanda.


"Kalo gue sih, gak heran lagi si Fauzan dapet cewek bule, " sahut Rara.


"Lah kok gitu?" tanya Dinda.


"Iya, mukanya aja kayak jimin gitu, " sahut Rara.


"Oh iya bener... Oppaa oppaa Korea ya?" sahut Putri.


"Iyoo, " sahut Dinda.


"Ahahaha, gak kayak suami gue, " sahut Rara.


"Ah, nj*rr sakit hatii, " sahut Agung.


"Eh, itu suami lu, " sahut Nanda nunjuk ke Arab Agung yang memegang dada.


"Oh ya sorry... maaf sayang, " sahut Rara.


"Parah lu, kalo mau ngomongin suami, jangan di depan mereka, " sahut Dwi.


"Gue lupa, " sahut Rara.