My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Sendiri lagi~ sendiri lagi~



"Lu lagi ngapain sih? Gue dari tadi manggil elu tapi lu gak ngedenger atau lu budek?" tanya Nanda.


"Amit-amit.. Udah belanja nya?"


"Udah.. Ayooo pulang.. Gue pengen istirahat capek... " sahut Nanda.


"Yak udah.. " sahut Marcell membawa keranjang Nanda dan membayar semua belanjaan Nanda barusan.


Setelah itu mereka kembali ke mobil untuk segera kembali ke rumah Marcell. Nanda dengan santainya makan kripik sedari tadi, tanpa memedulikan sekitar. Dan terkadang Nanda menyuapi Marcell yang sedang fokus menyetir.


Sampai di rumah Marcell. Nanda turun dengan cepat agar Marcell saja yang membawa belanjaan nya.


"Istri gak tau diri.. Udah di bayarin, gak mau pula bawa belanjaan ke rumah, " gumam Marcell pasrah.


"Assalamu'alaikum.. " teriak Nanda.


"Walaikumsalam.. " jawab mamah dan bunda yang sedang menikam minum teh di ruang tamu.


"Gak usah teriak-teriak, orang di rumah ini aja udah kedengeran, " sahut Mamah.


"Hehehehe.. Udah kebiasaan, " sahut Nanda cengengesan.


"Mana Marcell?" tanya Bunda.


"Masih di luar, ngangkatin barang belanjaan Nanda, " sahut Nanda ikut duduk di samping Mamahnya.


"Lho kok Marcell yang bawa, harusnya kamu dong yang bawa, kamu kan istri nya, " sahut mamah.


"Iihh mamah, kalo Marcell mau jadi suami yang baik hati kepada istri nya, itu adalah salah satunya.. Bawain barang belanjaan istri ke dalam rumah, " sahut Nanda.


"Bisa aja ngeles nya.. " sahut mamah.


"Udah gak papa jeng, gimana selama di rumah sakit nyaman? Enak? Makanan gimana?" tanya Bunda.


"Nggak nyaman, makanan kayak hambar gitu.. Gak suka, " sahut Nanda.


"Masa sih? Mereka ngasih kamu bubur?" tanya mamah.


"Engga, aku malah setiap hari di suruh makan nasi, " sahut Nanda.


"Lho? Bukannya mamah ngirim bubur ke rumah sakit, terus suruh sajiin ke yang namanya Nanda ruangan 23 , " sahut mamah.


"Aneh yah rumah sakit nya.. " sahut Bunda.


"Kalo gak salah di sana ada dokter wahyu yah ndak?" tanya mamah.


"Iyah ada, ehh, mamah ngirim bubur itu setiap hari atau cuma sekali dua kali?" tanya Nanda.


"Yah setiap jam makan, " jawab mamah.


"Kalo gak salah, wahyu bilang, dia hampir setiap jam makan, suka dapet bubur, apa Jangan-jangan itu bubur pemberian mamah, malah di kasih ke wahyu bukannya ke Nanda?" tanya Marcell.


"Hemm.. Bisa jadi.. " sahut Bunda.


"Iya juga sih... Mamah sejak dulu memang gak pernah percaya nitip-nitip makanan atau barang ke satpam, " sahut Mamah.


"Bukan salah satpam nya tapi salahin aja suster yang nerima nya.. " sahut Bunda.


"Iya sih.. " sahut mamah.


"Ndak nanti nginep dong di rumah mamah, kan Ayah Endi sama Ayah Budi lagi sibuk di luar kota, lagian mamah sama Bunda sekarang sendiri, " sahut mamah.


"Iyah mah, " sahut Marcell.


"Bun, mamah aku ke kamar dulu yah.. mau istirahat capek, " sahut Nanda.


"Iyaa.. cell bantuin bawa barang-barang Nanda ke kamar, " sahut Bunda.


Marcell melihat semua barang-barang Nanda yang ada di sana sini. "Bun, boleh gak aku minta bantuan satpam atau siapa pun gitu.. kan barangnya banyak, " sahut Marcell.


"Oh, boleh kok sayang, " sahut Bunda.


"Makasih bun, mah aku ke kamar dulu, " sahut Marcell.


"Iya, jangan lupa sarapan yah.. Bunda mau pergi dulu ke rumah mamah, " sahut Bunda.


Nanda yang sedang naik tangga berhenti seketika, "Bun, aku sendirian.. " sahut Nanda berbalik.


"Kan ada Marcell, " sahut mamah.


"Tuh anak gak budaya di ajak bercanda mah.. " sahut Nanda sedikit berteriak.


"Eehh kok manggil suami sendiri pake tuh anak, gak boleh.. " sahut mamah.


"Tetep aja.. " sahut Nanda cemberut.


"Banyak asisten lain yang bisa di ajak bercanda di sini.. kamu gak udah khawatir yah.. Bunda cuma sebentar kok, " sahut bunda.


Nanda yang kesal di tinggal berdua brsama Marcell hanya manyun sampai bunda dan mamahnya menghilang dari lingkungan rumah.


"Udah ayok masuk, gak masuk gue kunci, " sahut Marcell yang sudah di depan pintu.


"Iya iya.. ini gue masuk, " sahut Nanda manyun bebek.


"Jangan manyun-manyun nanti copot tuh bibir, " sahut Marcell menutup pintu.


"Bodo, " sahut Nanda rebahan di kasur.


"Lu mau makan apa?" tanya Marcell menaruh barang Nanda di lantai.


"Kalo lu nanya yang begituan, gue jadi pengen topokki, " sahut Nanda.


"Topokki?"


"Iya topokki masa lu gak tau, "


"Gue tau, jangan makan yang pedes lu baru keluar dari rumah sakit, " sahut Marcell menolak.


"Aaahhh Marcell... gue mau topokki, " rengek Nanda.


Marcell mengambil napas panjang, "Iya iyaa.. gue beliin, " sahut Marcell.


"Yah sekarang dong.. " sahut Nanda.


"Gak liat badan gue bau, belum mandi, lu juga sama belum mandi, " sahut Marcell.


"Oh iya... hehehe gue lupa, " sahut Nanda cengengesan.


"Gue mandi dulu trus elu juga mandi, kita beli topokki kalo bisa sama restoran nya kita beli, " sahut Marcell berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


"Dasarr.. mentang-mentang anak Sultan, " gumam Nanda.


Setelah keributan tadi, Nanda kembali rebahan sambil main ponselnya. Melihat kesunyian di dalam kamar Nanda bosan lalu menyetel musik.


"Sendiri lagi~ sendiri lagi~.. "


Cklekk..


"Dasarr bikin orang kaget aja... " gumam Marcell berjalan ke arah Nanda dan melemparkan handuk nya tepat di wajah Nanda.


"Nananana.. adduuhh, iihh anj*rr ini anduk siapa?" teriak Nanda melebihi suara musik.


"Kecilin.. berisik... " sahut Marcell.


"Elu Marcell.. gak bisa diem napa... gak usah lempar anduk sana sini.. "


"Ngomong apaan sih tuh anak?" gumam Marcell tak mendengar suara Nanda karena musik yang terlalu keras.


"Iiihh kenapa di matiin?" tanya Nanda.


"Kecilin.. berisik.. kedengeran sampe keluar, " sahut Marcell.


"Biarin.. biar mereka ikutan nyanyi bareng sama gue, " sahut Nanda.


"Sekalian aja lu bikin panggung di depan, konser sama ibu-ibu kalo bisa.. " sahut Marcell.


"Mana uangnya? gue kalo di kasih uang sama elu gue pasti bikin konser sama ibu-ibu di sini, " sahut Nanda.


"Ngejawab lagi.. udah sana mandi.. gue mau ambil baju, " sahut Marcell.


Nanda melihat punggung Marcell yang kekar, begitupun dengan perut nya mantap abis.


"Udan liatin nya?" tanya Marcell.


"Gue kalo tiap hari liat pemandangan kayak gini cepet sembuh, " sahut Nanda.


"Masa, "


"Iya asli.. apalagi kalo elu meluk gue dari belakang, beeehh auto gak mau kabur, " sahut Nanda berdiri.


"Bodo.. " sahut Marcell singkat dan segera memakai baju.


Nanda menoleh sedikit ke arah Marcell sebelum menutup pintu kamar mandi. Marcell yang sadar diliatin terus oleh Nanda menatap Nanda dengan tatapan sinis.


"Eeeiitt ketauan, " sahut Nanda segera menutup pintu.


"Dasar gila yah.. " gumam Marcell.


Sambil menunggu Nanda mandi, Marcell memainkan hape Nanda tanpa izin. Dan entah apa yang di lakukan nya setelah itu.


Cklekk...


Marcell berbalik, "Udah mandinya?" tanya Marcell.


"Udahlah.. buat apa gue lama-lama di kamar mandi, mau jadi putri duyung gue, " sahut Nanda mengeringkan rambut nya dengan handuk.


"Cepet amat, "


"Asal basah, " sahut Nanda mengambil hairdryer.


"Asal basah.. lu gak pake sabun?"


"Pake lah bambang.. coba lu cium rambut gue wangii.. "


"Ogah, "


"Lu gak mau kebablasan kan... kalo lu cium rambut gue... "


"Nggak juga.. " sahut Marcell.


"Lagi-lagi gue gak percaya sama omongan lu, " sahut Nanda.


"Serah.. " sahut Marcell mengambil kunci mobil nya.


"Cell.. jangan naik mobil.. naik motor kali-kali.. " sahut Nanda.


"Panas.. mending naik mobil adem.. " sahut Marcell.


"Walau panas tapi enak tau bisa merasakan angin sepoy-sepoy, " sahut Nanda.


"Yak udah.. nih gue tuker kunci mobil dengan kunci motor.. "


"Nah gitu dong.. "


Setelah selesai mengeringkan rambut Nanda segera menyisir dan menggunakan jaket dan juga helm yang sudah di siapkan Marcell sebelum turun ke bawah.


"Ayoo berangkat.. " teriak Nanda berlari ke arah Marcell.


"Ayoo.. " sahut Marcell.


Mereka mengendarai motor sport hitam milik Marcell menuju restoran untuk makan pagi/siang.


"Pelan-pelan, gue mau post poto di ige.. " sahut Nanda.


Marcell melambatkan motornya, dan Nanda mulai poto dan mengirimkan nya ke ige. Cement mulia membanjiri ige.



@Nanda.. Nur : Otw restoranβ™‘


**Coment


@... Rara Farisya. .. Unsss** : Apa ini miskah πŸ‘πŸ‘„πŸ‘


@Ceweknya : Astagfirullah... baru sembuh oy, mau kemana?


@Lkmn : Ajak dongsπŸ₯Ί


@pUtRi537 : Mau kemana neneng? perasaan baru keluar dari rumah sakit udah mau jalan-jalan aee.. dasar orang kaya..


@Ihsan M : Gue gak di ajak T-T .. udah biasa😌


@Kyaa >\< : Kak Nanda akhirnya post poto, sama siapa itu kak?πŸ™


@Cowoknya : Mau kemana kalien? gue sama @Ceweknya nyusulll


@Ceweknya : Eehh jangan byy.. mereka mau pacaran..


@Giaaa : Hemm.. liat olang pacalanπŸ™‚


@Uzan uzan : Anj*rr nyesek ke atiπŸ’”


@Glang : Apaan niihh.. kak Nanda udah punya pacar πŸ˜’πŸ˜€


@Guess : Sakit ati aku πŸ’”πŸ˜£


@Salsa : Ciee langgeng laahh


@Cell_1304 β™‘ @Nanda.. Nur


@Caca : Semoga bisa sampe nikah amiinn..


@Meloww : Amiinn.. gue do'ain πŸ€²πŸ˜‡πŸ’›


@Bgass : Ehem, bukan bermaksud mengganggu.. gue seneng liat lu bahagia ndak β€πŸ§‘πŸ’›πŸ’šπŸ’™πŸ’œπŸ–€πŸ€πŸ€Ž


@Buanaa : Banyak amat bang.. lopenya 😲


@Fionina : Kak bagas follback akuu~~


@Lina53710 : Kak bagas~~ Ku tak menyangka bakal liat kk comen kayak gituπŸ₯ΊπŸ˜£


@Vivi ilove : Gak nyangka.. KAK NANDA UDAH PUNYA PACAR!!! 😭😭


@Momi iknee : Aduugh siapa itu? πŸ˜™


@Patmi(+?) : Gak nyangka anak aku bisa romantis juga..


@Sella dwi purwti : Aduuhh anak jaman sekarang romantis-romantis di motorr


@Ssshera : Nanda pegangan nanti jatuuhh