My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Lagi masak mie



"Sebar jangan sebar jangan sebar jangan, " sahut Marcell menghitung jari-jari nya.


Tinggal tersisa jari kelingking, "Jangann?" tanya Marcell.


"Ya udah jangan, nanti aja, lu sekarang selamat, tapi nanti nggak akan, " gumam Marcell ngobrol dengan poto Bagas di ponselnya.


Marcell mengembalikan poto-poto itu ke dalam laci dan menutup nya kembali. Merasa lama dengan Nanda yang ada di dapur, Marcell menyusul Nanda.


Cklekk..


Marcell segera keluar dari kamar dan menuruni anak tangga itu dengan pelan-pelan karena Bunda dan juga mertuanya sedang tidur.


"Ndakk.. " panggil Marcell pelan.


Marcell melihat ke arah dapur dan berjalan ke arah nya. Akhirnya Marcell menemukan Nanda yang sedang berdiri di depan kompor sambil memegang sendok/garpu di tangannya.


"Ndak, lu lagi ngapain?" tanya Marcell berjalan ke arah nya.


"Lagi masak mie, sesuai dengan pesanan suami ku yang paling ku cinta.. " jawab Nanda dengan muka gak sudi mengakatan hal itu.


"Biasa aja kale muka nya.. " sahut Marcell mengusap muka Nanda.


"Puaahh... tangan lu bau, habis dari mana lu?"


Marcell mencium tangan nya sendiri, "Ohh tadi gue habis dari kamar mandi kayak nya lupa di cuci heheh.. " sahut Marcell cengengesan.


"Iihh jorok banget lu.. " sahut Nanda.


"Lu bikin berapa ribu sih? lama amat, " tanya Marcell.


Nanda hanya manyun bebek. Marcell yang bosan berdiri segera duduk di kursi makan di samping nya itu.


"Jangan lama-lama, gue udah laper, " sahut Marcell.


Nanda berbalik melihat Marcell dengan tatapan sinis, "Yang sabar yah sayang, istri lu ini lagi masak, lu pikir ini mie bisa masak sendiri... " sahut Nanda sedikit berteriak.


"Syuutt.. jangan teriak-teriak mamah sama Bunda lagi tidur, " sahut Marcell.


"Iisshh iya iya.. " sahut Nanda.


Tak lama kemudian mie mereka berdua pun jadi, Marcell minta dengan minuman susu dan Nanda sudah membuat nya.


"Nih mie lu sama ini susu lu, " sahut Nanda menyerahkan mangkok dan segelas susu itu ke Marcell


"Iya terimakasih... " sahut Marcell.


"Sama-sama.. " sahut Nanda.


Nanda ikut duduk di depan Marcell, bukan hanya Marcell saja yang masak mie, Nanda juga ikut masak dan dia menambah beberapa toping ke dalam mie nya sendiri.


"Lu gak bikin susu?" tanya Marcell.


"Ada kok, gak usah bikin tumbuh sendiri, " sahut Nanda asal nyeplak.


"Gak usah bikin? maksud lu?" tanya Marcell tak paham.


"Iya gak usah bikin, noh tumbuh sendiri, " sahut Nanda sedikit mencondongkan dada nya ke depan.


"Astagfirullah, " gumam Marcell.


"Apa sih? tadi kan lu nanya, " sahut Nanda.


"Iya.. tapi.. gak usah sambil di condong-condongin ke gue kayak gitu kale, " sahut Marcell.


"Ohh.. oke, " sahut Nanda.


Mereka melanjutkan makan dengan santai walau jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"Nanda? Marcell?"


Panggilan itu lantas membuat pandangan mereka teralihkan ke seorang wanita yang menggunakan baju piama coklat yang sedang berdiri di depan meja makan.


"Mamah?" tanya Nanda menghentikan makannya dan melihat mamah nya.


"Kalian lagi ngapain di dapur?" tanya mamah.


"Kita lagi makan mah, " jawab Marcell.


"Malem-malem makan, katanya tadi gak kenyang di tawarin sama Bunda, tapi sekarang... hayoo.. " sahut Mamah.


"Hehehe.. kebiasaan makan malem soal nya mah, " sahut Nanda.


"Kalo kamu mamah udah gak heran lagi, ini Marcell mamah baru tau, " sahut mamah.


"Mm... boleh, mamah keluar dari kamar tadinya mau masak sosis buat cemilan, kalo kamu nawarin yak udah.. " sahut Mamah makan bersama dengan Nanda.


Mamah nya aja sama.. apalagi anaknya.. - batin Marcell.


"Kalian besok sekolah, malah bergadang, " sahut mamah.


"Gak bisa tidur mah, tadi udah tidur siang, " sahut Nanda.


"Tumben biasa kamu gak pernah tidur siang, " sahut mamah.


"Bukan tidur siang tadi tidur sore, " sahut Marcell.


Mamah hanya tersenyum, sedangkan Nanda melihat Marcell dengan ekspresi aneh nya.


"Apa?" tanya Marcell.


"Gak, " jawab Nanda.


"Udah ini kalian langsung tidur yah, besok kalian sekolah pagi, " sahut mamah selesai makan, mamah segera minum air putih dan keluarga dari dapur meninggalkan mereka berdua.


"Udah mah makannya?" tanya Nanda.


"Iya udah ahh, maman kenyang, " sahut mamah.


Nanda melihat ke piring nya yang bersih, "Kenyang dak abis, " gumam Nanda.


"Yang sabar yah neng, " sahut Marcell.


Nanda membereskan piring nya sendiri dan mencuci nya dengan bersih, tak lama setelah itu piring berikut nya datang.


Nanda melihat Marcell, "Sekalian kalo nyuci piring tuh, " sahut Marcell.


"Berasa gak ada dosa lu, " sahut Nanda.


"Inget lu itu cewek, dan ini tugas lu, " sahut Marcell.


Nanda mulai kesal dengan perkataan Marcell yang terus bilang kalo dia ini cewek, emang cewek sih. Dan ini tugas istri.


Nanda dengan kesal nya melempar spon tepat di wajah Marcell, spon yang harusnya mencuci piring kini di pakai Nanda untuk membersihkan wajah Marcell.


"Apa ini miskah?" tanya Marcell menyingkirkan spon itu dari wajahnya.


"Makan tuh spon buat cuci piring, " teriak Nanda kesal, lalu meninggal piring kotor bekas Marcell makan tadi.


"Eehh bentar, itu piring nya ketinggalan, " sahut Marcell.


"Cuci sendiri.. gue bukan pembantu lu, " sahut Nanda meninggal Marcell sendirian di dapur.


"Ini tugas istri ndakk.. lu harus lakuin, " sahut Marcell.


"Walau itu salah satu tugas istri lu harus mikir dong, emang istri itu tempat di mana lu bisa menjajah? gak gitu konsep nya.. " sahut Nanda.


Marcell yang mendengar merasa kagum dengan penjelasan Nanda barusan. "Lu beneran bakal jadi hakim yang adil ndakk.. gue do'ain semoga cita-cita lu kecapai, " gumam Marcell.


"Tapi.. ini gimana ppiring gue? mau bantuin nyuci gue gak bisa cuci piring.. auto pecah semua... " gumam Marcell bingung harus bagaimana.


"Apa gue simpen aja kali yah? tapi nanti gue disebut pemalas... aduuhh kebiasaan tinggal di tempat banyak pembantunya siihh... jadi gak ngerti harus gimana kan, " gumam Marcell kesal sendiri.


Cobain cuci kali yah? ahh masa bodo mau pecah juga yang penting nyoba aja dulu, - batin Marcell percaya diri.


Akhirnya Marcell mencoba untuk cuci piring sendiri tanpa bantuan siapa pun karena Nanda sudah tidur duluan di kamar yang hangat.


Setelah selesai, Marcell segera membersihkan tangannya, walau hanya satu piring tetap saja. Marcell segera menaiki anak tangga satu persatu dan masuk ke dalam kamar.


Marcell melihat pemandangan yang sangat indah dan juga begitu lucu di depan matanya. Di tempat tidur itu ada seorang gadis dengan rambut panjang dan juga poni yang menutupi sebagian dahinya. Rambut yang begitu lurus dan juga lembut.


Marcell datang menghampiri Nanda dan melihat Nanda dengan tatapan yang begitu pekat. "Lu cantik ndak, gue mau lu tetep di samping gue selama nya.. " bisik Marcell di telinga Nanda dengan lembut.


Nanda membalikan tubuhnya ke arah Marcell. Marcell pun tersenyum tipis, walaupun senyuman nya itu tipis sangat tipis tapi senyum nya itu sangat manis.


"Jangan lupa bangunin gue di pagi hari, selamat tidur.. my beby, " sahut Marcell.


Cup.


Kecupan kecil berhasil mendarat dengan lembut di dahi seorang gadis itu. Dengan santainya tangan Marcell memeluk perut Nanda yang mungil itu. Dan gadis itu berhenti gerak-gerak karena sudah di peluk oleh Marcell.


Selamat tidur juga beby - batin Nanda.


Sebenarnya Nanda masih sadar, hanya saja dia pura-pura tidur di depan Marcell. Agar Nanda tau apa yang di lakukan Marcell saat dia tidur.