My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Oh aduh aduh jan ganggu



Setelah perbacotan barusan. Betly mengalah dan pergi meninggalkan emak-emak rempong itu. Tak lama setelah itu datanglah Marcell dkk.


Rara bangun dari duduknya dan berlari kecil ke arah Agung. "Ayankk... pulang yuk, " ucap Rara kepada suami nya itu.


"Ayyukk, " sahut Agung dengan senyuman lebar nya itu.


"Gue sama Agung pulang duluan ya, bye... sampai ketemu lagii, " sahut Rara mengambil tas nya dan berjalan keluar.


"Gue juga ah, gue belum masak, " sahut Dinda berdiri dan membenarkan rambut nya yang acak-acakan.


"Yok yank, pulang, aku juga udah lumayan laper, " sahut Angga.


"We juga aahhh.. gak enak tau, kalo cuma berdua ngobrol, iya kan Dwi?" tanya Putri kepada Dwi.


"Iyah, yuk sayang pulang, " jawab Dwi.


Lukman dan Ihsan hanya mengangguk dan berjalan keluar untuk memanaskan motor mereka.


Nanda dan Marcell ikut keluar untuk melihat teman-teman mereka pergi.


"Bye bye... see you, " sahut Rara dari dalam mobil.


"Yoo.. Hati-hati, " sahut Nanda melambaikan tangan.


"Gue pulang dulu yah Ndak, cell, byeee moga-moga waktu ketemu istri lu itu udah berbadan dua, " sahut Putri.


"Aminnn, " sahut Marcell.


"Aminn, lu juga, gue gak mau hamil duluan, " sahut Nanda.


"Oke fiks kita hamilnya harus bareng, " sahut Dinda.


"Mah itu baru bener, " sahut Nanda.


"Gue sama Dwi udah ini langsung otwe masuk, " sahut Lukman.


Dwi memukul tangan Lukman pelan. Dan motor mereka bertiga mulai meninggalkan rumah Nanda Marcell.


Yah, rumah besar itu kembali sepi. Biasanya jam segini suka ada Betly, Firza sama Fauzan yang datang cuma untuk numpang makan, tidur, wifi, dan sebagai nya, tapi kalo di suruh nginep gak mau. Kan kesel.


Karena barusan sudah di usir oleh Rara, Dinda, dan Putri untuk tidak mengganggu mereka berdua untuk bermesraan. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda kemunculan adik-adik gak ada a adab itu.


Setelah menyambut kepergian teman-teman nya itu. Nanda dan Marcell sampai sekarang tak punya kegiatan sama sekali. Mau ngobrol.. ngobrol apa? Makan, masih kenyang, mau anu anu, masih siang (nanti malem) .


Nanda hanya rebahan di atas sofa sambil menonton TV, film kesukaan nya drakor apa aja.


Marcell turun dan melihat TV yang menyala sendiri, Marcell pikir tak ada yang menonton tapi ada Nanda yang rebahan.


"Mau ikut gak?" tanya Marcell.


"Kemana?" tanya Nanda.


"Beli cemilan, sayur, buah atau apa kek yang lu mau, " sahut Marcell.


"Panass, "


"Pala kau panas, gak liat ini udah jam tiga sore, lagian panas nya juga 34 derajat, gak terlalu panas lah, ayoo, " sahut Marcell.


Nanda mematikan televisi dan bangun dari tidur nya. "Gendong, " sahut Nanda manja.


"Astagaa, " gumam Marcell.


Tapi Marcell nurut. Marcell segera berjongkok di depan Nanda, dan Nanda naik di belakang.


"Jalaannn, naik motor, " sahut Nanda.


"Hemm, " sahut Marcell.


"Mana suara mesinnya?"


"Breemmm, " sahut Marcell meniru suara motor.


"Naahh, lets go, " sahut Nanda menunjuk ke luar.


Marcell menurunkan Nanda di motor Vario miliknya. Marcell masuk kembali karena lupa tak membawa kunci motor.


Tak lama, Marcell datang dan mengunci pintu, bahkan kunci nya pun di bawa. "Yuk berangkat, " sahut Marcell.


"Eh, lu lupa yah, masa iya gue belanja nyeker? ngotak napa, " sahut Nanda.


Marcell melihat ke bawah, ternyata benar Nanda sama sekali tak memakai sendal atau sepatu. "Oh iya lupa, bentar gue ambil dulu sendal lu, " sahut Marcell.


Marcell masuk kembali ke dalam untuk mengambil sendal swallow milik Nanda. Nanda yang ada di atas motor hanya bisa diam. Tak lama datang seorang gadis yang sedang jogging itu menyapa ke arah Nanda.


"Hai, " sapa gadis itu dan berhenti sejenak di depan halaman rumah Nanda.


"Oh haii, " sapa balik Nanda.


"Baru pindah?"


"Iyah, "


"Oohh, ini rumah nya?"


"Iya benar mbak, "


"Eh jangan panggil mbak, saya masih kuliah S1, "


"Oh maaf, saya gak bermaksud, "


"Ahaha, iya, "


"Mm.. udah punya anak?"


"Mm... belum, lagi proses, "


"Oh gitu... eh saya jogging lagi yah kak, sampai ketemu lagi, byee, "


"Byee, "


Gadis itu berlari kecil mengelilingi komplek, sesekali dia memeriksa kondisi jantungnya di arlojinya.


"Baik banget deh tetangga di sini... eh iya, tadi gue nanyain nama nya gak sih? Aduh lupa, malah udah ngobrol tapi gak tau nama, bodo banget sih gue, " gumam Nanda sambil menepak jidat nya.


"Nih sendal lu, " sahut Marcell memasangkan sendal itu ke kaki Nanda.


"Iihh, kenapa sih harus sendal jepit? Yang lain kek jangan yang ibu juga, " sahut Nanda kesal.


"Masih untung gue bawain sendal, kita mau ke toko swalayan, pake aja sendal jepit, " sahut Marcell.


"Kok gue sendiri sih, lu juga dong, biar gue ada temen, " sahut Nanda.


"Eeiittsss oh tidak terimakasih, " sahut Marcell.


"Oh, tentu saja haruss, " sahut Nanda.


Dengan berat hati Marcell mengganti sendal nya jadi sendal swallow/sendal jepit.


Mereka pergi untuk membeli bahan makanan, belanja bulanan.


***


15 menit kemudian.


"Assalamu'alaikum, " ucap Firza.


Firza menunggu di depan pintu sambil memegang paperback yang berisi baju couple dari Bunda untuk Nanda Marcell.


Tok.. Tok... Tok..


"Kak, ada di rumah apa ndak?" tanya Firza terus mengetuk pintu.


Tapi sayang tak ada seorang pun yang membuka pintu itu dan tak ada orang yang menyahut salam nya.


"Kemana dah nih pasutri, mana pintu di kunci lagi, " gumam Firza.


Firza kembali ke halaman, siapa tau pintu balkon terbuka. Tapi ternyata semua pintu tertutup rapat terutama jendela.


Biasanya Firza kalo masuk ke rumah yang di kunci lewat jendela, tapi sayang dia sudah tak bisa melakukan itu lagu karena Nanda sudah semakin teliti jika ingin pergi. *jujur yang kunci pintu itu Marcell yah tadi, bukan Nanda... Nanda mah mana inget nutup jendela.


Saat Firza mencari jalan untuk masuk. Datanglah kakak perempuan ke dua, si anak tengah yang datang untuk jalan-jalan saja di sekitar komplek.


"Oi, ngapain lu?" tanya Betly.


"Gue mau ngasih baju couple dari Bunda ke kak Nanda sama kak Marcell, tapi kel nya mereka lagi gak ada, " sahut Firza.


"Yee, kayak yang gak tau aja lu sifat kaka Nanda kayak gimana. Jan ganggu mereka, " sahut Betly.


"Emang kenapa? Mereka lagi apa? Mereka ada di rumah?" tanya Firza.


"Banyak tanya lu. Oh aduh aduh jan ganggu mereka lagi bikin anak jan ganggu.. nanti marah nyawa melayang, " sahut Betly sambil nyanyi.


*kalian juga pasti tau lah ya lirik lagu yang di nyanyiin sama Betly masa iya gak tau, pernah viral lho


Firza yang memegang ganggang pintu, langsung melepaskan nya. "Oh, trus ini gimana?" tanya Firza menunjukkan paperback warna pink.


"Mm, mending bawa pulang dulu, nanti malam kan kita ke sini lagi, nah lu kasih lah, " sahut Betly.


"Okey, lu juga ikut pulang, "


"Kagak mau, bosen gue di rumah, mending jalan-jalan di sekitar komplek baru, " sahut Betly melihat ke sekeliling.


"Jalan-jalan pala lu peang, lu ke sini ity mau nyari cogan kan? Gara-gara tadi pagi lu baru putus sama si bule itu kan?" tebak Firza.


"Ehehehe tau aja lu... iyalah emang kenapa?"


"Nitip dong, kalo ketemu ciwi cantik, yang melebihi dari Olivia PC gue ye, " sahut Firza sambil tersenyum lebar.


"Ikut aja lah, " sahut Betly.


"Okey, " sahut Firza ikut nyari ciwi bersama kakak nya itu.


Nah buat kalian yang kepo sama cerita Betly sama Firza kenapa bisa putus, biar aku jelasin yah^^


Nama pacar Firza Olivia dan nama pacar Betly Jheremi. Olivia dan Jheremi memiliki hubungan gelap di belakang Betly-Firza kayak mereka tuh pacaran diam-diam. Saat Jheremi dan Olivia lagi berduaan di balkon rumah orang tua Betly-Firza. Tak sengaja Fauzan yang mau ke toilet mendengar percakapan mereka. Karena gak tega, Firza sama Betly di dua-in kayak gitu, Fauzan mengadu kepada dua saudara nya itu.


Awalnya Betly sama sekali gak percaya, tapi Jheremi yang sudah kesal dengan perlawanan Betly karena gak percaya, akhirnya Jheremi jujur dia memilki hubungan dengan Olivia. Mendengar itu Firza sangat sakit, dan Firza memutuskan untuk putus saja dengan Olivia begitu pun dengan Betly.


Dan untuk Jheremi dan Olivia, mereka akan pulang ke Texas untuk meminta restu kepada ortu Olivia dan menikah secepatnya dan hidup bahagia selamanya. Di sisi lain, semalaman Betly menangis di kamar, tapi tak ada yang tahu karena Betly nangis di kamar dengan suara pelan. Dan untuk Firza, dia memutuskan untuk tidak pernah berpacaran dengan orang luar lagi, dia lebih memilih pacaran dengan orang Indonesia. Walau Firza sudah berjanji akan melupakan Olivia selamanya tapi sakit yang dia terima tak akan pernah sembuh.


*jujur menurut aku kisah cinta Betly dan Firza sangat tragis. Terutama buat Betly, dia udah di tinggal nikah sama guru yang ngajar dia di Turki, trus sekarang... ckckck, buat kalian mohon jangan di tiru yah.


Dan bagi yang penasaran, udah berap lama sih Betly-Firza pacaran sama orang bule itu? untuk Firza dan Olivia mereka udah berpacaran kurang lebih 4 tahun, buat Betly sama Jheremi 3 tahun setengah, untuk Fauzan dan Ericha sekitar 6 bulanan.


Note : Oh iya, buat Fauzan sama Ericha mereka masih aman kok, jadi tenang aja^^