My Cool Ketos My Husband

My Cool Ketos My Husband
Ada aja pengganggu



Kali ini kita bercerita tentang Nanda Marcell, kembali ke pemeran utama novel My Cool Ketos My Husband


Pagi hari ini, karena hari ini Nanda dan Marcell kuliah siang, jadi pagi ini mereka hanya santai-santai di apartemen.


Nanda yang sedang ada di dapur sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Setelah selesai masak sarapan ples teh hangat untuk Marcell, Nanda langsung saja mencuci piring dan yang lain di wastafel putih.


Tak lama, Nanda mendengar suara pintu terbuka. Nanda sudah yakin kalau itu Marcell yang habis mandi. Terdengar suara langkah kalau seseorang yang mendekati Nanda dari belakang.


Nanda hanya tersenyum, "Jangan suka ngagetin orang, cepetan makan, keburu dingin, " ucap Nanda tanpa menengok kebelakang.


Tak ada sahutan dari Marcell yang ada di belakang nya itu, bahkan tak ada suara kursi yang di geser, hanya ada Keheningan. Nanda yang merasa ada yang aneh, mencuci tangan nya dengan bersih dan menengok kebelakang secara perlahan.


"Daarrr, "


krik krik... krik krik...


"Ngapain sih? Cepet makan, " sahut Nanda berjalan memutar ke arah meja makan.


Marcell menahan langkah Nanda dengan memegang tangan nya. "Apa lagi? Cepet makan, " sahut Nanda.


Tapi sayang genggaman Marcell terlalu kuat sampai Nanda tak bisa melepaskan nya.


"Ck, apa sih cell?" tanya Nanda kesal karena dari tadi tangan nya di tahan terus.


"Sini dulu, " sahut Marcell menarik tangan Nanda. Dengan perlahan, Marcell menaikan tubuh Nanda yang mungil itu ke atas wastafel.


"Mau apa sih lu?" tanya Nanda bingung dengan sikap Marcell.


"Kali-kali kita romantis, bukannya itu yang sering lu bilang setiap malam?" bisik Marcell di telinga Nanda dengan lembut.


"Ma-maksud lu apa sih? " tanya Nanda kaget.


Marcell hanya tersenyum dan menyingkirkan rambut Nanda ke telinga. Marcell menghela napas panjang, setelah itu semakin membuat Nanda takut bahkan bingung.


Ting tong..


"Permisi.. Laundry, "


Mendengar suara bel di tekan, Marcell dengan cepat menjauh dari hadapan Nanda dan langsung duduk di kursi meja makan.


Nanda sudah mulai tenang, Nanda pun turun dari wastafel itu dan pergi keluar untuk membuka pintu.


"Iyaa, " sahut Nanda membuka pintu.


Cklekk..


"Dengan Nanda?"


"Iya benar, "


"Ini, laundry nya, total nya jadi 150 ribu, "


"Ini uang nya terimakasih, "


Sementara itu Marcell melihat Nanda dengan roti yang tertempel di mulut nya.


Mau romantis, ada aja pengganggu, lama-lama gue bawa Nanda kabur ke luar negeri, - batin Marcell kesal.


Setelah menggerutu sendiri, Marcell kembali ke dapur untuk melanjutkan makan. Nanda yang sudah selesai membayar laundry baju, Nanda berjalan ke dapur untuk ikut makan.


Di dapur.


"Apa tadi?" tanya Marcell minum teh.


"Pengantar laundry baju, " jawab Nanda.


"Oh, "


Nanda ikut makan bersama Marcell di depan nya, karena meja makan nya bundar.


Setelah selesai makan, Nanda berniat untuk mencuci piring yang barusan, tapi karena lagi males, ples belum mandi sebentar lagi berangkat kuliah, Nanda hanya menumpuknya saja. Dan pergi begitu saja ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara itu Marcell yang sedang duduk di balkon apartemen nya hanya menghela napas panjang sedari tadi.


"Gak kerasa, sebentar lagi lulus, dosen nya sih main lulus lulus aja, gak seruu, " gumam Marcell.


Setelah cukup mendapatkan udara segar dari luar, Marcell kembali masuk dan menutup balkon dengan pintu kaca itu. Saat Marcell berbalik, dia melihat seorang gadis yang telanjang, bukan telanjang tapi setengah telanjang, handuk putih itu hanya menutupi dari dada sampai atas lutut saja.


Marcell menelan air liur nya dalam-dalam. Gadis itu seperti sedang mencari sesuatu di plastik laundry yang baru saja datang.


Melihat nya saja sudah membuat gairah nya naik dan mengambil alih otak nya. Marcell memberanikan diri untuk menghampiri gadis itu.


"Cari apa?" tanya Marcell.


Gadis itu menoleh ke atas. "Nyari pakaian dalam, gue pikir masih ada si lemari, tau nya abis, " jawab Gadis itu dengan lancang. Ternyata itu Nanda.


"Mau gue bantu cariin?"


"Iihh mesum, " sahut Nanda melotot ke arah Marcell.


"Bu-bukan itu maksud gue, " sahut Marcell kaget ketika Nanda menyebutnya 'mesum'


"Gak usah, udah ketemu, " sahut Nanda mengambil pakaian dalam nya dan berjalan ke kamar.


Blam


Marcell hanya diam kaku dengan ekspresi wajah yang tak berubah. Tak lama Nanda keluar lengkap dengan pakaian nya kali ini.


Nanda yang sudah selesai memaki pakaian miliknya, dan keluar sedang mengikat rambut melihat Marcell yang hanya diam saja.


Mata Marcell yang melotot tiba-tiba itu membuat Nanda bingung, "Marcell liat kemana sih?" gumam Nanda.


Nanda mengikuti arah mata Marcell tertuju pada sesuatu. Sebenarnya Marcell sedang melihat lantai yang di pijak oleh Nanda. Tapi Nanda berpikir kalau Marcell sedang melihat dada nya.


Dengan segera Nanda menutupi dada nya dengan kedua tangan. "Mesum, " teriak Nanda.


Marcell kaget segera melihat Nanda dengan ekspresi ada apa?


"Apa? Kenapa?" tanya Marcell.


"Iihh, bener-bener gak ada kesabaran, kan kita udah sepakat, kita bakal punya anak setelah lulus kuliah, huuhh.. " sahut Nanda dengan menaikan nada suara nya.


"Hah?" Marcell yang tampak bingung memikirkan apa yang di maksud dengan ucapan Nanda.


"Udah ah, gue mau berangkat sekarang, bye, " sahut Nanda mengambil ponsel nya yang di atas meja dan berjalan keluar setelah memakai sepatu putih.


"Ma-Nanda... mau kemana lu? Ini baru jam 8 pagi, kan lu sama gue kuliah siang, " panggil Marcell.


"Hey, lu--"


blam


"Mesum? Gak tau aja tuh anak, bagaimana rasanya nahan gairah setiap malam, mana tadi dia gak pake baju lagi cuma pake handuk, gak berperasaan banget jadi istri.. Ah udah ahh bodoamat lu mau kemana juga, gue gak peduli, gak akan pernah khawatir sama lu, terserah lu mau balek ke Jakarta sendiri juga, " sahut Marcell berbalik badan dan berjalan ke arah sofa.


2 menit kemudian.


"Nanda, " panggil Marcell mencari di sekitar tempat parkir.


"Nanda, lu di mana"


"Lu kemana sih?" gumam Marcell khawatir.


"Marcell, " panggil seseorang dari belakang. Dengan cepat Marcell berbalik, ternyata itu Nanda yang sedang duduk membaca buku di dalam mobil milik mereka.


"Lu dari mana aja? Gue khawatir, " sahut Marcell membuka pintu mobil.


"Gue di sini, gak ke mana-mana, " sahut Nanda.


"Ya udah, yuk balik, " sahut Marcell.


"Gak mau, " jawab Nanda jutek.


"Hmm, " gumam Marcell.


Hanya ada keheningan di antara mereka, tak ada yang berani mengobrol atau pun menanyakan sesuatu.


"Udah yuk balek ke kamar, lagian kuliah masih lama ini, ini baru jam setengah 9 , " sahut Marcell.


Nanda tak menyahut, dia hanya terus melihat-lihat ponsel nya tanpa mempedulikan keberadaan Marcell yang sudah masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Nanda.


"Lagi liat apa sih?" tanya Marcell.


"Kepo, " sahut Nanda menjauhkan ponsel nya dari pandangan Marcell.


Astagaa, bener ini mah marah, bukan main, mana susah lagi di bujuk nya.. kalo lu mau tau, gue ini payah banget kalo soal ngebujuk orang, - batin Marcell.


Waktu terus bejalan, sampai akhir jam 9 tiba, sudah hampir 30 menit mereka ada di dalam mobil tanpa ada yang mengajak ngobrol.


Nanda yang sudah pegal sejak tadi duduk, akhirnya dia keluar dari mobil untuk meregangkan bokong dan kaki nya yang sakit.


Marcell hanya melihat Nanda yang hanya berdiri di sana. Tak sengaja Marcell melihat isi pesan Whatsapp milik Nanda di ponsel nya.


Marcell membaca nama-nama yang tertera di ponsel nya itu.


My Whatsapp : Nanda Nusyrandi


My husband ♡


Tidak ada pesan (-)


Rara Farisya istri jagung bakar


3 pesan belum di baca


Dinda Davaela istri pohon mangga


13 panggilan tak terjawab


Put emput, istri si buaya darat


4 pesan belum di baca


Dwi andhika istri kadal titisan dajjal


poto 📷


Pohon mangga (Angga)


1 panggilan tak terjawab


Jagung Bakar (Agung)


1 pesan belum di baca


Ihsan bin firman


1 pesan suara


Lukman kadal


Tidak ada pesan (-)


97 jalan berkah


117 pesan belum di baca


Grup keluarga tercinta❤💛💙


4 panggilan grup tak terjawab


Geng motor Squad


2.658 pesan belum di baca.


Leon binti deyon


13 pesan dan 5 panggilan tak terjawab


Dan sebagai nya....


Melihat semua nama-nama yang ada Whatsapp Nanda itu, Marcell tak bisa menahan tawa nya karena nama-nama nya itu sangat lah lucu dan ngakak.


Tak lama kemudian, Nanda kembali dan melihat Marcell yang tertawa ngakak di depan nya.


Nanda yang awalnya tak ingin tertawa, malah ikut tertawa mendengar suara tawa Marcell yang begitu sangat bengek.


"Lu kenapa ketawa?" tanya Nanda.


"Ahahaha, Nama-nama di ponsel lu.. Ahahaha.. Udah ahh bengek, " sahut Marcell tertawa sambil menghapus air mata nya.


Melihat nya Nanda jadi semakin gemes sendiri melihat wajah Marcell yang habis tertawa terbahak-bahak sekarang jadi nangis gak jelas.